Pagi pagi buta gini gue udah post something.
Gue baru pertama kali nulis tulisan macam ini ke blog gue.
Cerita pribadi. Tapi cukup sakit menyimpannya sendiri.
Gue gatau gue harus ngawalin cerita gue dimana. Karena. Cukup rumit:')
Jakarta, 21Desember 2001 - Jakarta, 21 Desember 2014
Pas itu gue tau mama gue lagi jerit jerit kesakitan, berjuang hidup dan mati hanya demi melahirkan ku didunia.
Aku telah lahir didunia karenanya.
12 tahun aku di besarkan
12 tahun aku di ajarkan sesuatu yang berati
12 tahun...
Tapi.
Semua berubah.
Semua ga kaya dulu lagi.
3 tahun belakangan ini, aku sering mengira bahwa aku anak 'broken home', mama sama ayah jadi sering berantem.
Kadang capek.
Kadang bosen.
Kadang ada niatan buat gue bunuh diri.
Mungkin lo ngira gue itu gila, pyschopat, stress, atau semacem itu.
Kalo boleh jujur.
JUJUR.
Gue capek hidup yang terus terusan begini.
Nunjukin bahwa diri gue itu 'baik baik aja' padahal lagi 'ga baik baik aja'.
Kadang suka mikir.
"Kapan hidup gue sebahagia mereka?"
"Kapan gue bisa ngeliat keluarga gue pelukan?"
Kapan?kapan? Dan kapan?
Banyak yang bilang hidup gue enak, apa apa serba dibolehin.
"Yas, enak banget sih jadi lo. Apa apa dibolehin"
"Yas lo mah enak apa apa dibolehin lah gue enggak"
"Enak yas jadi lo. Ga pernah susah"
Not nice.
Kadang gue juga suka mikir;
"Iya ya, enak hidup jadi gue. Apa apa selalu dibolehin. Ga kaya mereka yang harus nyisain uang jajan mereka buat tabungan mereka, buat keperluan mereka. Mereka mau minta sama orangtua mereka pun ga enak."
Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi emang fakta.
WRONG. IT'S WRONG.
Kalo hidup gue enak, gue gabakalan mungkin nangis nangisan gini.
Bilang kalo gue anak Broken Home.
JUJUR YA.
Kalo gue disuruh milih, gue pasti bakalan milih kehidupan mereka. Iya.
KENAPA?
Karena mereka masih kecil, udah diajarkan buat nabung. Apa apa pakai duit nya sendiri. TIDAK seperti aku.
Aku kadang juga suka kasihan sama mereka.
Kadang aku suka kalap dengan ego ku sendiri. Kenapa? Contoh;
Aku mengajaknya kedufan, padahal mereka ga ada duit, mau minta pun ga enak sama ortu mereka.
Aku mengajaknya nonton, dengan alasan yang sama. Tak ada duit.
Bahkan mereka selalu bilang aku 'orang kaya'. Tidak, aku tidak kaya. Aku tidak terlahir dari keluarga 'konglomerat', aku hanya lahir dikeluarga yang cukup sederhana, hanya saja memang pekerjaan mama ku yang besar dan juga tunjangan tunjangannya.
Kalo boleh JUJUR mah, gue pengen punya sahabat yang 'BENER BENER' sahabat.
Gue butuh tempat curhat, rasanya semua emosi yang tersimpan didalam dada gye udah menggebu gebu.
Gue pengen kesuatu lapangan atau tenpat luas yang kosong, biar gue bisa TERIAK semua uneg uneg gue, jujur gue udah cape sama semua ini. Mau bunuh diri tapi masih banyak dosa.
Sampai kapan aku akan merasakan hal seperti ini terus?
Aku benar benar sangat butuh seseorang yang bisa menjaga semua privacy ku. Tidak menyebarkannya.
Ya Allah, cabut nyawa ku kapan pun. Aku rela, aku ikhlas, asalkan mereka orang yang aku sayangi BAHAGIA.
Satu pinta ku:
Jaga mereka semua, kalau nanti aku benar benar kau panggil, aku ingin meninggal dengan cara khusnul khatimah.
Aku sayang kalian, sampai kapan pun.
Bila
Vivi
Mama
Ayah
Love♥
Laras
