Kamis, 29 Mei 2014

BROKEN HOME!~

KONNICHIWA!!
OGENKI DES(U) KA? ( APA KABAR?)


--- PART 5 ---

SORRY TYPO, GAJE, DLL

NO COPAS!!!



DUH GILAA.. TEGA BANGET SIH GA DI LIKE + COMMENT :( JAHAT MAKSIMAL!! HARGAIN GUE KEK!! :( HAHAH :d BERCANDA KELEES,-
ARIGATOU GOZAIMAS (TERIMAKASIH)

L+C.
kRITIK? BOLEHH.. ;)


NOTE: KAKAKNYA IQBAAL BUKAN BASTIAN YAA, KARENA BASTIAN ITU SAMA, SAMA SAMA PAKE NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS, JADI KAKAKNYA IQBAAL KA NASSYA MARCELLA. THANK'S








---




Iqbaal, dan (namakamu) sudah sampai di depan rumah Iqbaal, kini Iqbaal sedang memarkirkan motornya.



"sepi banget, baal." ucap (namakamu) mengedarkan pandangannya kesetiap sudut halaman.


"iya, ayah gue kerja, dirumah cuma ada Bunda doang, tapi kadang-kadang Bunda suka pergi ngurusin bakery nya, tapii gatau deh sekarang ada di rumah apa enggak." ucap Iqbaal menaiki anak tangga menuju pintu utama, karena memang untuk menuju pintu utama harus melewati 20 anak tangga *ceritanyangitung,-


"ohmm.. giituu. lo punya kakak?" ucap (namakamu).


"punya, masa lo gatau sih?" ucap Iqbaal.


"gue kan ga begitu deket sama lo, baal." ucap (namakamu).


"ohahahaa.. iya ya. iya gue punya kakak, 1 kakak gue namanya Nassya, tapi dia lagi kuliah." ucap Iqbaal seraya membuka pintu rumahnya.


" lo ga pernah ngerasa kesepian, baal?" ucap (namakamu) mengikuti langkah Iqbaal, Iqbaal hanya menggeleng dan tersenyum.


"enggak. karena gue percaya, disisi lain kesibukan mereka, mereka masih punya rasa rindu yang teramat sama kita. gue pernah nonton salah satu film luar negri, disitu anaknya kurang perhatian gitu karena orangtuanya sibuk sama pekerjaan mereka, tapi disisi lain disaat ayahnya kerja ia sangat rindu kepada anaknya, ia mengamati bingkai foto yang berada diujung meja yang di dalamnya berada foto anaknya. Dari situ lah gue percaya bahwa orangtua gue juga pasti kangen juga sama gue, soalnya kan gue unyu" ucap Iqbaal.


"apaan sih lo, baal." sahut (namakamu).



"Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu AkbarAsyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alal Falaah.Hayya' Alal FalaahAllaahu Akbar Allahu Akbar. 
Laa Ilaaha Illallaah. "

terdengar adzan berkumandang, Iqbaal bangkit dari duduknya, dan menatap (namakamu).


"lah kok diem aja sih, ayo shalat" ucap Iqbaal.

"baal, kalo boleh jujur gue lupa cara wudhu, bacaan shalat, segala macemnya baal." ucap (namakamu) menunduk.

"astagfirullah, (namakamu) kemana aja lo selama 17 tahun ini? lo ga di ajarin shalat sama orangtua lo?" ucap Iqbaal memegang bahu (namakamu), (namakamu) hanya menggeleng.

"astagfirullah, yaudah sini gue ajarin. yuk" ucap Iqbaal.


"gue gapunya mukena." ucap (namakamu).

"bunda punya mukena lebih."


Iqbaal kini meng-imam kan (namakamu).


"allahu akbar"
"assalamu'alaikum"
"assalamu'alaikum"


"baal." ucap (namakamu) dengan mata yang berkaca-kaca, Iqbaal menoleh.

"makasih, udah ngajarin gue shalat.hiks" ucap (namakamu) sedikit terisak.

"sama-sama, besok ke rumah gue lagi ya, kita belajar tentang agama lagi lebih dalam." ucap Iqbaal tersenyum lembut kepada (namakamu).


"iya, baal." ucap (namakamu) seraya membereskan alat-alat shalat.


"lo boleh kok cerita ke gue, tentang semua masalah lo ke gue. inshaa allah gue bisa ngasih solusi ke lo." ucap Iqbaal.


"gue ga maksa loh yaa.." lanjut Iqbaal. (namakamu) mengangguk dan tersenyum.


"... sampai akhirnya gue terjerumus ke dalam pergaulan bebas, baal. gue suatu saat ketemu sama temen gue Bastian dan dia ngenalin gue ke BD temennya dia, BD nawaarin sesuatu gitu ke gue, sampe gue tau kalo itu sebenernya 'narkoba', tanpa sengaja obat itu jatuh di depan mama gue dan akhirnya mama, papa gue tau kalo gue make, kakak gue juga, dulu kita pernah sepakat kalo di antarakita bertiga ada yang pake narkoba mama ga akan anggap lagi dia itu anaknya, nah yaudah karena gue sekarang udah ketauan gue jadi ga tinggal sama ortu+ kakak gue.. sekarang gue free." ucap (namakamu), menjelaskan betapa dramatisnya  hidup dia.

"lo ga takut?" ucap Iqbaal dengan alis bertaut.

"hah? takut? takut kenapa baal?" ucap (namakamu).


"lo tau kan? narkotika itu bahaya banget (namakamu) buat hidup kita, lo mau suatu saat harta lo habis? dan nyawa lo juga hilang karena lo pake narkoba?" ucap Iqbaal santai, (namakamu) menggeleng.


"terus buat memenuhi kehidupan lo gimana?" ucap Iqbaal.


"gue punya ATM, tiap bulan papa ggue suka ngirim, ya mudah-mdahan buat beberapa bulan kedepan masih cukup, dan gue mau mandiri, gue mau cari kerjaan." jelas (namakamu).


"ohh gitu, hebat.." ucap Iqbaal seraya mengacungkan kedua jempolnya tepat dihadapan (namakamu).


"ohiya, gue ambil minum sama snack dulu ya. lo pasti haus sama laper kan?" ucap Iqbaal bangkit dari duduknya.


"haha.. iya iya." ucap (namakamu).


Sementara Iqbaal pergi mengambil makan dan minum, (namakamu) berdiri dan memandangi bingkai foto yang berada di dekat meja yang tak jauh dari ia berdiri sekarang ini.


"enak banget sih ball, jadi lo." ucap (namakamu) dengan intonasi suara yang kecil.

"kalo gue jadi lo, gue pasti seneng banget nih, bersyukur banget punya keluarga yang kaya gini." ucap (namakamu).


"ahh.. gue cuma bisa berharap doang! tapi gue harus bisa, gue harus bisa bikin rumah tangga kaya gini. semoga." ucap (namakamu) memegangi bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto Iqbaal, ka Nassya, Bunda, dan Papanya.


'TES'


airmata jatuh membasahi pipi (namakamu).


"heey." ucap Iqbaal, (namakamu) segera menghapus airmata yang jatuh._.


"ohh hai.. eh sorry ya gue lancang liat-liat foto lo." ucap (namakamu) masih memegangi bingkai foto.


"haha.. iya gapapa kok, santai aja kali." ucap Iqbaal.

"ohiya nih minumnya." lanjuut Iqbaal.


"makasih." ucap (namakamu).

"sama-sama."





---



"baal." ucap (namakamu).

"hmm?" balas Iqbaal.

"gue mau balik nih udah sore." ucap (namakamu).

"ohh, yaudah ayo gue anter." ucap Iqbaal.

"ga ngerepotin baal kalo lo anter gue?" ucap (namakamu) mengambil tasnya.


"enggak kali, biasa aja." ucap Iqbaal.


"ayo." ucap Iqbaal.


'BRUM..'


iqbaal mulai menstater motor ninja putihnya, dalam hitungan detik mereka berdua sudah hilang ditelan tikungan.



---




"makasih baal." ucap (namakamu) ketika Iqbaal sudah mengantarnya hingga depan pintu kostannya.


"iya sama-sama, mandi udah sore, belajar jangan lupa, besok lo ada pelajaran bu Hendry kan? sih guru bahasa Indonesia yang Killer? ulangan loh besok (namakamu). tidur jangan malem-malem." ucap Iqbaal mengelus puncak kepala (namakamu).


"haha.. iya Iqbaal." ucap (namakamu).



'TINN..TINN..'

Sebuah lampu menyorot mereka berdua, sepertinya ini lampu kendaraan. benar saja sebuah motor ninja berwarna hitam tengah menyorot ke arah mereka, lebih tepatnya menuju ke arah mereka.


"Karel." ucap (namakamu).


"Karel? siapa Karel ?" ucap Iqbaal.


"dia kakak gue, cuma dia doang yang tau keberadaan gue disini." ucap (namakamu).


"ohh gitu." ucap Iqbaal.


"(namakamu)." ucap Karel.


"ahh.. iya." ucap (namakamu).


"dia siapa?" tanya Karel menunjuk Iqbaal.


"dia? ohh dia Iqbaal, temen SD gue dulu." ucap (namakamu).


"Iqbaal." ucap Iqbaal berjabat tangan dengan Karel.

"Karel." balas Karel.


'gue harap dia anak baik-baik, gue harap dia bisa ngerubah (namakamu) jadi perempuan baik-baik. amin.' gumam Karel dalam hati.


"emm.. yaudah gue balik dulu ya (namakamu), ka karel. Assalamu'alaikum" ucap Iqbaal.


"kak." ucap Iqbaal bersalaman dengan Karel.

"ah iya, makasih ya.." ucap Karel.


"iya kak, pulang dulu yaa." ucap Iqbaal.

"iya, makasih ya baal." ucap (namakamu).



---



"...lo tau ga? selama lo ga dirumah, suasana rumah tuh sepiiii banget, papa mama ribut ga ada yang makin ngerecokin lagi, kan dulu kalo ada lo, lo yang teriak apa lah, sekarang mah ga ada. Dan akhrinya papa mutusin buat ke kantor." ucap Karel.

"haha.. bodo ah, ga penting." ucap (namakamu).


"oh ya, Kiky udah tunangan loh." ucap Karel.

"hah? seerius lo? ada apa yang mau sama dia? haha.. terus-terus, lo masih jomblo apa udah taken?" ucap (namakamu), sedikit meledek.


"jombken." ucap Karel menahan tawanya.


"taken tapi serasa jomblo. HAHAA.." ucap (namakamu) dengan terbahak-bahak.


"cihh.. enggak!! gue jomblo. nanti kalo gue taken ade gue sama siapa?" ucap Karel.


"haha.."



---



2 bulan sudah (namakamu) memisahkan diri dari rumah, dan 2 bulan sudah Iqbaal dan (namakamu) menjadi akrab.




"(namakamu)." ucap Bella.

"apaan, bell?" ucap (namakamu).


"Bella mah bawel kaya nenek sihir daritadi manggil-manggil tapi gatau mau ngomong apaan, gila idih" ucap Steffi menatap Bella yang sedang memajukan bibirnya.


"ituuu..liat ituu!" ucap Bella menunjuk luar cafe.

"itu.. i-itu ada BD sama siapa tuh namanya Aldy ya? iya Aldy sama Bastian." ucap Bella.


"mane sih?" ucap (namakamu) celingak celinguk mencari BD, Aldy, dan Bastian yang dimaksud oleh Bella.


"mata lo kelilipan kali, bell. orang ga ada siapa-siapa juga." ucap Steffi.


"apaan sih steff! kalo gue salah liat ga mungkin gue sebut namanya kan?" ucap Bella.


"lupain aje deh.. lu berdua mah suka heboh sendiri, lagi pula juga gue BD, Aldy, sama Bastian udah ga deket lagi kok. Ga usah rempongg." ucap (namakamu) menyeruput minuman miliknya.


'udah ga deket lagi kok' apa maksudnya? Ya, semenjak dekat dengan Iqbaal hubungan BD, Aldy, dan Bastian sudah merenggang, dan sekarang (namakamu) sudah jarang datang ke bar malam itu.







- BERSAMBUNG -




L+C YAAA.. HARGAI GUEE.

MAKASIH.



OH IYA, UNTUK BESOK DAN MINGGU GA BISA NEXT CERBUNG DULU YA :) KARENA GUE ADA ACARA, JADI HARAP MAKLUM YA. :*
SENIN NEXT? INSHAA ALLAH :) SOALNYA MAU UKK JUGA NIH MEMB :( KALO BOLEH ON YA AKU NEXT, TAPI KALO GA BOLEH ON? YAUDAH TUNGGU SAMPAI TANGGAL 13 YAAA.. GOMEN YAA :()* JYAA MATA (SAMPAI BERTEMU LAGI) :''')) *SEPERTIPERPISAHANYAKAWAN._.




@deasyana_pl

Rabu, 28 Mei 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 4 ---



NO COPAS!!!

SORRY TYPO, GAJE, DLL.



L+C NYA YAAAA



---




jam menunjukan pukul 2 sore, namun Iqbaal dan (namakamu) tak  beranjak dari duduknya, masih sama. masih mengobrol.



"balik yuk." ucap Iqbaal.

"males baal." ucap (namakamu).

"balik kok males?" tanya Iqbaal.

"mau anterin gue ga baal?"

"kemana?"

"ke ....."


"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).

"gue ada janji sama temen disana, baal."


"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.




---



"makasih, baal." ucap (namakamu).


"sama-sama, gue balik dulu ya." ucap  Iqbaal saat sampai di kosan milik (namakamu), yaaap sekarang (namakamu) nge-kost sendirian.

"iya, hati-hati ye Baal" ucap (namakamu).



(namakamu) berbalik, dan melangkah menuju pintu kost-an milik nya.


'CLEK'

Pintu terbuka, ruangan ya cukup gelap._.


'TREK'


"haduuh.. cape guee.." ucap (namakamu).


'TOK..TOK..TOK.."

'sial' 
mungkin itu yang (namakamu) ucapkan daalam hatinya.


'TOK..TOK..TOK..'

ketukan itu semakin terdengar.


"iyaaa..tungggguuu.." teriak (namakamu) dari dalam kost-an.



'CLEK'



~


"balik yuk." ucap Iqbaal.

"males baal." ucap (namakamu).

"balik kok males?" tanya Iqbaal.

"mau anterin gue ga baal?"

"kemana?"

"ke ....."

"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).

"gue ada janji sama temen disana, baal."

"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.


"gue harus ikutin mereka kemana, dan gue harus ngikutin mereka agar gue tau dimana (namakamu) tinggal sekarang!" ucap seseorang.


"bar ini, ngapain (namakamu) siang-siang gini ke bar?"

"gue harus ikutin!" lanjut pria tersebut.


"ohh, jadi dia bandar-nya, orang yang udah ngenalin (namakamu) ke narkoba?"

"harus gue kasih pelajaran!"


sementara (namakamu) berjalan pergi menjauhi bD. Karel, yap pria itu kini mendekati BD.



'BUG!'

1bogeman kencang mendarat mulud dipipi BD.

tanpa berucap sepatah kata pun Karel pergi meninggalkan BD yang sedang tersungkur dibawah, dan dengan cepat ia mengikuti kemana pergi (namakamu), dan Iqbaal.


'CLEK'



~



'CLEK'


"(nam).." ucap seseorang yang mengetuk pintu tadi.

#note: (nam).. baca nya gini, exmp: "laa" gitu, okey.


'BRAK'

'TOK..TOK..TOK..'


"(namakamu), dengerin gue dulu! gue mohon lo balik kerumah sekarang, (namakamu)." ucap pria tersebut sambil menggedor-geedor pintu.

"(namakamu).."


"ngapain lo dateng kesini, ngapain?!! gue bukan ade lo lagi, rel!! pergi dari sini!" ucap (namakamu). Rel? yap siapa lagi kalau bukan Karel? Kakak yang sangat menyayangi (namakamu) sedari kecil hingga sekarang.

"gue mau ngomong sama lo sebentar aja. habis itu gue bakal balik" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.



'CLEK'

(namakamu) membukakan pintu untu Karel.


"mau ngapain?" ucap (namakamu) dengan suara santai.


"balik kerumah ya (namakamu), please." ucap Karel dengan nada memohon, (namakamu) menggeleng.

"gue yakin, kalo obat itu bukan narkoba." lanjut Karel.


"gabisa, gue udah terlanjur ngelarang janji kita dulu, dan itu juga gara-gara mereka! maaf, rel gue gabisa. mungkin suatu saat, ya suatu saat gue akan kembali kerumah, tapi sesuai apa yang gue ucapkan waktu itu, gue akan kembali kerumah bukan untuk tinggal disana lagi, tapi untuk tempat peristirahatan gue, atau rumah duka. sorry rel, gue gabisa, lebih baik gue tinggal diluar rumah dan dapat 'hidup bebas', dari pada dirumah yang sama sekali ga dapet perhatian, gue cuma dapet perhatian dari lo doang, bi inah, pak warno, mereka bukan orangtua gue, tapi mereka lebih 'perhatian' dari pada ortu gue, gue gabisa dan gabisa, keputusan gue udah bulat buat pergi dan memisahkan diri dari rumah, maaf rel, tapi lo boleh kok kesini, kapan aja, gue welcome." ucap (namakamu) seraya tersenyum.



"yaudah, gue balik. Jaga diri lo ya, gue besok kesini deh, bawa makanan kesukaan lo." ucap Karel seraya bangkit dari duduknya.

"ohiya, rel. Jangan kasih tau keberadaan gue disini ya." ucap (namakamu), Karel mengangguk dan tersenyum.



---



"...I wait for the postman to bring me a letter
I wait for the good Lord to make me feel better
And I carry the weight of the world on my shoulders
A family in crisis that only grows older

Why’d you have to go
Why’d you have to go
Why’d you have to go

Daughter to father, daughter to father
I am broken but I am hoping
Daughter to father, daughter to father
I am crying, a part of me is dying and
These are, these are
The confessions of a broken heart

And I wear all your old clothes, your polo sweater
I dream of another you
The one who would never (never)
Leave me alone to pick up the pieces
A daddy to hold me, that’s what I needed

So why’d you have to go
Why’d you have to go
Why’d you have to go!!

Daughter to father, daughter to father
I don’t know you, but I still want to
Daughter to father, daughter to father
Tell me the truth, did you ever love me
Cause these are, these are
The confessions of a broken heart

I love you, 
I love you
I love you
I....!!!!!
I love you!!

Daughter to father, daughter to father
I don’t know you, but I still want to
Daughter to father, daughter to father
Tell me the truth...
Did you ever love me!!!?
Did you ever love me?
These are.....
The confessions...of a broken heart

Ohhh....yeah

I wait for the postman to bring me a letter.." Lagu itu, terputar dan bergema di ruangan kecil dengan luas 3x3. lantunan lagu dari Lindsay Lohan, yang berjudul "Confessions Of A Broken Heart" terputar dalam ponsel milik (namakamu).


'TES..TES'


tak terasa kini air mata telah membasahi sprei di bantal dan gulingnya, hanya isakan-isakan tangis yang terdengar di dalam kamar (namakamu).




---




"(namakamu)!!" teriak seseorang dari arah belakang, sepertinya ia mengenali suara itu, (namakamu) menoleh pandangannya menerawang arah belakang, mencari-cari siapa yang baru saja memanggilnya, mata sedikit disipitkan agar dapat memperjelas penglihatannya. Orang itu melambai-lambaikan tangannya kearah (namakamu), sehingga (namakamu) tak usah repot untuk mencari. *repot,-


"hey!" ucap (namakamu).


"udah sarapan belum? kantin yuk." ucap Iqbaal.


"udah sih, cuma.. yaudah yuk." ucap (namakamu).




---



Bell tanda pelajaran sudah selesai sudah terdengar 5 menit lalu, namun Bella, Steffi, dan (namakamu) belum beranjak dari tempat duduknya.


"hey, (namakamu). Pulang yukk." ucap Iqbaal yang tiba-tiba saja datang dan menghampiri (namakamu).


"ehhmmm.." deham Steffi dan Bella bersamaan, seperti bahan ejekan.


"yuk steff bell, pulang." ucap (namakamu).




"baal, gue boleh ke rumah lo dulu, ga?" ucap (namakamu) saat sudah berada di parkiran motor.


"mau ngapain? boleh kok." ucap Iqbaal seraya memakai helmnya.


"main aja, gue bosen dirumah." ucap (namakamu).


"yaudah, yuk."




---




Iqbaal, dan (namakamu) sudah sampai di depan rumah Iqbaal, kini Iqbaal sedang memarkirkan motornya.



"sepi banget, baal." ucap (namakamu) mengedarkan pandangannya kesetiap sudut halaman.


"iya, ayah gue kerja, dirumah cuma ada Bunda doang, tapi kadang-kadang Bunda suka pergi ngurusin bakery nya, tapii gatau deh sekarang ada di rumah apa enggak." ucap Iqbaal menaiki anak tangga menuju pintu utama, karena memang untuk menuju pintu utama harus melewati 20 anak tangga *ceritanyangitung,-


"ohmm.. giituu. lo punya kakak?" ucap (namakamu).


"punya, masa lo gatau sih?" ucap Iqbaal.


"gue kan ga begitu deket sama lo, baal." ucap (namakamu).


"ohahahaa.. iya ya. iya gue punya kakak, 1 kakak gue namanya Bastian, tapi dia lagi kuliah." ucap Iqbaal seraya membuka pintu rumahnya.


" lo ga pernah ngerasa kesepian, baal?" ucap (namakamu) mengikuti langkah Iqbaal, Iqbaal hanya menggeleng dan tersenyum.


"enggak. karena gue percaya, disisi lain kesibukan mereka, mereka masih punya rasa rindu yang teramat sama kita. gue pernah nonton salah satu film luar negri, disitu anaknya kurang perhatian gitu karena orangtuanya sibuk sama pekerjaan mereka, tapi disisi lain disaat ayahnya kerja ia sangat rindu kepada anaknya, ia mengamati bingkai foto yang berada diujung meja yang di dalamnya berada foto anaknya. Dari situ lah gue percaya bahwa orangtua gue juga pasti kangen juga sama gue, soalnya kan gue unyu" ucap Iqbaal.


"apaan sih lo, baal." sahut (namakamu).



"Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu AkbarAsyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alal Falaah.Hayya' Alal FalaahAllaahu Akbar Allahu Akbar. 
Laa Ilaaha Illallaah. "

terdengar adzan berkumandang, Iqbaal bangkit dari duduknya, dan menatap (namakamu).


"lah kok diem aja sih, ayo shalat" ucap Iqbaal.

"baal, kalo boleh jujur gue lupa cara wudhu, bacaan shalat, segala macemnya baal." ucap (namakamu) menunduk.

"astagfirullah, (namakamu) kemana aja lo selama 17 tahun ini? lo ga di ajarin shalat sama orangtua lo?" ucap Iqbaal memegang bahu (namakamu), (namakamu) hanya menggeleng.

"astagfirullah, yaudah sini gue ajarin. yuk" ucap Iqbaal.


"gue gapunya mukena." ucap (namakamu).

"bunda punya mukena lebih."


Iqbaal kini meng-imam kan (namakamu).


"allahu akbar"
"assalamu'alaikum"
"assalamu'alaikum"


"baal." ucap (namakamu) dengan mata yang berkaca-kaca, Iqbaal menoleh.

"makasih, udah ngajarin gue shalat.hiks" ucap (namakamu) sedikit terisak.

"sama-sama, besok ke rumah gue lagi ya, kita belajar tentang agama lagi lebih dalam." ucap Iqbaal tersenyum lembut kepada (namakamu).




-BERSAMBUNG-



L+C HARGAIN GUEEEE :(




@deasyana_pl

Minggu, 25 Mei 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 3 ---


NO COPAS!!

SORRY TYPO, GAJE, DLL.


L+C YAAA..


---


'CLEK'


"ada apa sih ma?" ucap Karel, memasuki kamar (namakamu), di ikuuti oleh kiky dan juga Papa.

"liat itu adik mu, rel. Dia berani-beraninya bohongin kita semua! kalian ingat? dulu kita pernah janji kan, bahwa kalian tidak akan mau kenal dengan yang namanya 'narkoba'" ucap mama masih dengan isak tangisnya, Karel dan Kiky mengangguk.

"tapi sekarang dia malah kenal sama yang namanya narkoba, mama kecewa sama kamu (namakamu)." ucap mama menjatuhkan kantung plastik berisi narkoba tersebut ke atas meja belajar.


Kiki berjalan menghampiri (namakamu), yang masih duduk di atas kasurnya dan menunduk.

'PLAK'

"tega ya lo ngebohongin kita semua!" ucap Kiky dengan nada tinggi.

Karel berjalan menghampiri (namakamu), sedangkan papa menjauhkan Kiky dari (namakamu).

"udah, ki." ucap Papa.

"udah Rizky tebak, ma, pa. Kalo (namakamu) itu bukan PEREMPUAN BAIK-BAIK!!"


"jaga omongan lo!" ucap (namakamu), menatap Kiky.

"emang kalo (namakamu), jadi anak baik-baik, semua akan kembali seperti awal?! iya? kembali lagi sepert dulu waktu aku, Karel, dan Kiky kecil, yang mama, dan papa belum terlalu sibuk dengan karirnya.?!" ucap (namakamu) santai.

"semua itu ga akan menjamin kembalinya keluarga ini UTUH lagi seperti yang dulu! enggak! Jadi mendingan (namakamu) hidup sendiri aja ya ma, pa. Percuma hidup disini juga! Kalo akhirnya tetap aja kalian berdua sibuk!!" ucap (namakamu) bangkit mengambil koper besar yang berada di dalam lemari, dan memaasukan beberapa helai pakaian kedalam koper tersebut.


"heh. Omongan lo!" ucap Kiky.

"alaah! berisik lo!" ucap (namakamu).


Kiky membalikan tubuh (namakamu), yang tengah mengambil pakaiannya.


'PLAK'

"lo pergi ga akan nyelesain masalah!!" ucap Kiky membentak (namakamu).

"kenapa? salah gue pergi? masalah ini ga usah diselesain. gue cuma nepatin janji doang kok. Kalo dari kalian bertiga ada yang kenal atau pakai narkoba, mama ga akan anggap kamu anak mama lagi!" ucap (namakamu) dengan senyumannya.


"(namakamu)." desis (namakamu). (namakamu) menoleh dan menautkan alisnya.

"oke, bye ma, pa, ki, rel. (namakamu) pergi, (namakamu) ga akan kembali lagi kesini, ya mungkin suatu saat (namakamu) akan kembali kesini lagi, tapi bukan untuk menetap dan tinggal disini lagi, melain kan untuk menjadi rumah duka (namakamu). bye ma, pa, ki, rel. (namakamu) pergi.." ucap (namakamu) keluar pintu kamar. Enatah kemana ia akan pergi, mungkin ke rumah Bella/ Steffi.




---



"(namakamu)." ucap seseorang berdiri tepat dibelakang (namakamu). (namakamu) pun menoleh.


"gue mohon lo balik kerumah, (namakamu). Gue mohon" ucap seseorang itu. Karel.

"gue mohon." ucap Karel, namun tak dihiraukan oleh (namakamu), (namakamu) tetap menganggap bahwa itu hanyalah angin.

'tap'

"(namakamu), lo denger gue ga sih?" ucap Karel.

"lepasin! gue bukan ade lo lagi!" ucap (namakamu) memberontak.

"hah? kita belum putus tali persaudaraan (namakamu), kita masih berstatus adik-kakak." ucap Karel.

"bodo ah! emangnya lo ga inget apa dulu mama ngomong apa? ha?! mama pernah bilang kalo diantara kita bertiga ada yang pake narkoba mama ga segan-segan buat anggap kita bukan anaknya lagi. Ngerti? " ucap (namakamu).

"sekarang lepasin gue, biarin gue hidup bebas, biar lo semua ga ada beban hidup lagi." lanjut (namakamu) tersenyum simpul pada Karel.

"tapi, (namakamu)..."

"lepasin." ucap (namakamu).




---




Bell pulang pun sudah berbunyi, pertanda semua kegiatan belajar mengajar sudah selesai, dan siswa/i pun sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.



"(namakamu)." ucap Bella mengemasi buku-bukunya.

"hmmm?"

"temenin gue ke kantin dong.." ucap Bella, (namakamu) mengangguk.




'BRUK'


"sorry" ucap (namakamu) ketika menabrak seseorang.

"(namakamu), ya?" ucap seseorang itu. (namakamu) mengangguk.


"iyaa." cap (namakamu) ramah.


"hee.. inget gue ga? gue Iqbaal, temen SD lo." ucap seorang pria berbadan kurus, tinggi, rambut yang berbentuk jambul, mata yang indah, hidung yang... *mancungganih?._. .. ahh sempurna.


"Iqbaal? Iqbaal, Iqbaal.. ahh iya, yang dulu SD culun banget kann? yang kalo pake baju kerahnya juga di kancingin? selalu pake topi, giginya dulu di behel, sekarang enggak. haha iyaiya inget." ucap (namakamu).


"apa kabar? kok gue gatau lo masuk sini? gue juga ga peernah liat lo." ucap Iqbaal.

"baik, alo lo sendiri gimana kabarnya ? haha masa iya sih? gue juga ga pernah liat lo, baal. ya mungkin karena banyak kali ya, jadi gue jarang ngeliat lo." balas (namakamu).


"haha.. alhamdulillah baik. haha iya iya bener juga ya, masa iya gue harus liatin siapa aja temen sd gue yang masuk sini, dari kelas 12-1 sampe 12-9. mabok gue ya kan." ucap Iqbaal.

"hmm.. gue mau ke kantin, lo mau ikut? atau mau pulang?" ucap (namakamu), menatap mata indah milik Iqbaal.

"mmm.. ikut lo aja deh." ucap Iqbaal.




---




jam menunjukan pukul 2 sore, namun Iqbaal dan (namakamu) tak  beranjak dari duduknya, masih sama. masih mengobrol.



"balik yuk." ucap Iqbaal.

"males baal." ucap (namakamu).

"balik kok males?" tanya Iqbaal.

"mau anterin gue ga baal?"

"kemana?"

"ke ....."


"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).

"gue ada janji sama temen disana, baal."


"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.




---



"makasih, baal." ucap (namakamu).


"sama-sama, gue balik dulu ya." ucap  Iqbaal saat sampai di kosan milik (namakamu), yaaap sekarang (namakamu) nge-kost sendirian.





- BERSAMBUNG -



SORRY PENDEK :) HATI GUE LAGI GA BERSAHABAT BUAT NULIS CERBUNG *JIAAH.


L+C YAAA. TERIMA KRITIKAN KOK :)



@deasyana _pl