Minggu, 25 Mei 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 3 ---


NO COPAS!!

SORRY TYPO, GAJE, DLL.


L+C YAAA..


---


'CLEK'


"ada apa sih ma?" ucap Karel, memasuki kamar (namakamu), di ikuuti oleh kiky dan juga Papa.

"liat itu adik mu, rel. Dia berani-beraninya bohongin kita semua! kalian ingat? dulu kita pernah janji kan, bahwa kalian tidak akan mau kenal dengan yang namanya 'narkoba'" ucap mama masih dengan isak tangisnya, Karel dan Kiky mengangguk.

"tapi sekarang dia malah kenal sama yang namanya narkoba, mama kecewa sama kamu (namakamu)." ucap mama menjatuhkan kantung plastik berisi narkoba tersebut ke atas meja belajar.


Kiki berjalan menghampiri (namakamu), yang masih duduk di atas kasurnya dan menunduk.

'PLAK'

"tega ya lo ngebohongin kita semua!" ucap Kiky dengan nada tinggi.

Karel berjalan menghampiri (namakamu), sedangkan papa menjauhkan Kiky dari (namakamu).

"udah, ki." ucap Papa.

"udah Rizky tebak, ma, pa. Kalo (namakamu) itu bukan PEREMPUAN BAIK-BAIK!!"


"jaga omongan lo!" ucap (namakamu), menatap Kiky.

"emang kalo (namakamu), jadi anak baik-baik, semua akan kembali seperti awal?! iya? kembali lagi sepert dulu waktu aku, Karel, dan Kiky kecil, yang mama, dan papa belum terlalu sibuk dengan karirnya.?!" ucap (namakamu) santai.

"semua itu ga akan menjamin kembalinya keluarga ini UTUH lagi seperti yang dulu! enggak! Jadi mendingan (namakamu) hidup sendiri aja ya ma, pa. Percuma hidup disini juga! Kalo akhirnya tetap aja kalian berdua sibuk!!" ucap (namakamu) bangkit mengambil koper besar yang berada di dalam lemari, dan memaasukan beberapa helai pakaian kedalam koper tersebut.


"heh. Omongan lo!" ucap Kiky.

"alaah! berisik lo!" ucap (namakamu).


Kiky membalikan tubuh (namakamu), yang tengah mengambil pakaiannya.


'PLAK'

"lo pergi ga akan nyelesain masalah!!" ucap Kiky membentak (namakamu).

"kenapa? salah gue pergi? masalah ini ga usah diselesain. gue cuma nepatin janji doang kok. Kalo dari kalian bertiga ada yang kenal atau pakai narkoba, mama ga akan anggap kamu anak mama lagi!" ucap (namakamu) dengan senyumannya.


"(namakamu)." desis (namakamu). (namakamu) menoleh dan menautkan alisnya.

"oke, bye ma, pa, ki, rel. (namakamu) pergi, (namakamu) ga akan kembali lagi kesini, ya mungkin suatu saat (namakamu) akan kembali kesini lagi, tapi bukan untuk menetap dan tinggal disini lagi, melain kan untuk menjadi rumah duka (namakamu). bye ma, pa, ki, rel. (namakamu) pergi.." ucap (namakamu) keluar pintu kamar. Enatah kemana ia akan pergi, mungkin ke rumah Bella/ Steffi.




---



"(namakamu)." ucap seseorang berdiri tepat dibelakang (namakamu). (namakamu) pun menoleh.


"gue mohon lo balik kerumah, (namakamu). Gue mohon" ucap seseorang itu. Karel.

"gue mohon." ucap Karel, namun tak dihiraukan oleh (namakamu), (namakamu) tetap menganggap bahwa itu hanyalah angin.

'tap'

"(namakamu), lo denger gue ga sih?" ucap Karel.

"lepasin! gue bukan ade lo lagi!" ucap (namakamu) memberontak.

"hah? kita belum putus tali persaudaraan (namakamu), kita masih berstatus adik-kakak." ucap Karel.

"bodo ah! emangnya lo ga inget apa dulu mama ngomong apa? ha?! mama pernah bilang kalo diantara kita bertiga ada yang pake narkoba mama ga segan-segan buat anggap kita bukan anaknya lagi. Ngerti? " ucap (namakamu).

"sekarang lepasin gue, biarin gue hidup bebas, biar lo semua ga ada beban hidup lagi." lanjut (namakamu) tersenyum simpul pada Karel.

"tapi, (namakamu)..."

"lepasin." ucap (namakamu).




---




Bell pulang pun sudah berbunyi, pertanda semua kegiatan belajar mengajar sudah selesai, dan siswa/i pun sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.



"(namakamu)." ucap Bella mengemasi buku-bukunya.

"hmmm?"

"temenin gue ke kantin dong.." ucap Bella, (namakamu) mengangguk.




'BRUK'


"sorry" ucap (namakamu) ketika menabrak seseorang.

"(namakamu), ya?" ucap seseorang itu. (namakamu) mengangguk.


"iyaa." cap (namakamu) ramah.


"hee.. inget gue ga? gue Iqbaal, temen SD lo." ucap seorang pria berbadan kurus, tinggi, rambut yang berbentuk jambul, mata yang indah, hidung yang... *mancungganih?._. .. ahh sempurna.


"Iqbaal? Iqbaal, Iqbaal.. ahh iya, yang dulu SD culun banget kann? yang kalo pake baju kerahnya juga di kancingin? selalu pake topi, giginya dulu di behel, sekarang enggak. haha iyaiya inget." ucap (namakamu).


"apa kabar? kok gue gatau lo masuk sini? gue juga ga peernah liat lo." ucap Iqbaal.

"baik, alo lo sendiri gimana kabarnya ? haha masa iya sih? gue juga ga pernah liat lo, baal. ya mungkin karena banyak kali ya, jadi gue jarang ngeliat lo." balas (namakamu).


"haha.. alhamdulillah baik. haha iya iya bener juga ya, masa iya gue harus liatin siapa aja temen sd gue yang masuk sini, dari kelas 12-1 sampe 12-9. mabok gue ya kan." ucap Iqbaal.

"hmm.. gue mau ke kantin, lo mau ikut? atau mau pulang?" ucap (namakamu), menatap mata indah milik Iqbaal.

"mmm.. ikut lo aja deh." ucap Iqbaal.




---




jam menunjukan pukul 2 sore, namun Iqbaal dan (namakamu) tak  beranjak dari duduknya, masih sama. masih mengobrol.



"balik yuk." ucap Iqbaal.

"males baal." ucap (namakamu).

"balik kok males?" tanya Iqbaal.

"mau anterin gue ga baal?"

"kemana?"

"ke ....."


"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).

"gue ada janji sama temen disana, baal."


"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.




---



"makasih, baal." ucap (namakamu).


"sama-sama, gue balik dulu ya." ucap  Iqbaal saat sampai di kosan milik (namakamu), yaaap sekarang (namakamu) nge-kost sendirian.





- BERSAMBUNG -



SORRY PENDEK :) HATI GUE LAGI GA BERSAHABAT BUAT NULIS CERBUNG *JIAAH.


L+C YAAA. TERIMA KRITIKAN KOK :)



@deasyana _pl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar