Minggu, 23 Maret 2014

`LOVE TRIANGLE~

---PART 7---


Sorry typi, gaje dll
Maaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya. Dan gue tau kalo cerbung gue jelek, ga bagus dan ga ada apa-apanya..
Dan sorry baru nge-next, gue abis dirawat.. makasih




---

Julian dan (namakamu) sudah sampai disekolah, (namakamu) sedang menunggu Julian yang sedang memarkirkan motornya.

"emm, sorry yah lama, lama ya nunggunya?" Julian berdiri dan menunduk untuk menatap mata indah milik (namakamu), karena (namakamu) lebih rendah beberapa cm dari Julian.

"enggak kok, ehhmm yaudah yuk kekelas 5 mennit lagi masuk"

"ahh, iya udah yuuk" Julian berjalan sembari menarik tangan (namakamu) untuk mempercepat langkahnya.
"emm, Julian. Bagas kenapa nggak bisa nganter gue? Jadinya kan gue ngerepotin lo.." tanya (namakamu) menatap Julian dari arah samping.
"gue juga gatau, dia bilangnya ga bisa, dan dia nyuruh gue buat nganter jemput lo." jawab Julian dengan seutas senyuman manisnya.
"ohh, gitu.. Btw makasih ya, tapi nanti gue bisa kok pulang sendiri, bareng Steffi, Iqbaal, Kiky, sama Bastian kan bisa.."
"emm, tapii"
"gue mau cari buku dulu, jul"
"gue juga"

'gimana pun caranya, gue harus tetap ada disamping (namakamu). Biar Bagas percaya kalo gue bisa jagain dia kalo nantinya gue jadi pacar (namakamu)'


---



'KRIIINNGG...KRRIINGG..'

Bell istirahat berbunyi, semua siswa/i diperbolehkan keluar kelas.

"pada mau ke kantin?" Iqbaal menata buku pelajaran selanjutnya dan menaruuhnya dikolong meja.
"iyaa, (namakamu)? ikut kan?" ucap Steffi menatap (namakamu) yang sedang menelengkupkan kepalanya kedalam lipatan tangan.
"(namakamu)?" ulang Iqbaal.
"ga lucu deh.." tindas Kiky..
"hoaamm.. husssh, apa sih? orang gue lagi tidur malah di panggil-panggil ga jelas. Apa? gue di hukum?" ucap (namakamu) membenarkan tataan rambutnya, mengucek-ucek mata merah nya.
"issh, elo.. Kita kira lo mat.."
"pingisan, dia ga mungkin mati.." ucap Iqbaal menoyor kening Bastian.
"heheh.., yaudah yuk makan, laperrr" Bastian menyengir dan mengusap-usapakan telapak tangannya dan perutnya.
"gue aja laper biasa aja" ucap Kiky santi dan pergi meninggalkan Bastian.


---



"aah kenyangg.." ucap Bastian menjatuhkan tubuhnya kesandaran kursi kantin.
"iya lo kenyang, gue enggak! jatah gue lo ambil semua, bas." (namakamu) memajukan bibirnya, dan menatap Bastiann dengan tatapan ibanya.

"nih makan, gue kenyang" tawar Iqbaal, memberi setengah mangkuk bubur ayam milik nya.
"hah? serius?" jawab (namakamu) dengan wajah sumringahnya, dan menatap Iqbaal dengan tatapan meyakinkannya, Iqbaal mengangguk.
"iya buat lo, gue gampang beli lagi. Udah abisin sana.. dikit lagi masuk" ucap Iqbaal sembari mengeluarkan ponsel dalam sakunya, namun aktifitasnya berhenti karena melihat jari (namakamu) terperban.

"(namakamu)? jari lo kenapa?" ucap Iqbaal, menaruh kedua tangannya di meja dan melipatnya.

"ini?" jawab (namakamu) menunjukan jari yang terperban, Iqbaal mengangguk.
"jadi gini, kemarin kan Julian sama Bagas ke rumah, ngerjain tugas tataboga bareng, terus pas gue lagi motong strawberry, tangan gue ke iris gara-gara Bagas bercanda ngedorong Julian sampe akhirnya Julian nabrak gue.." jelas (namakamu)

"terus?" ucap Steffi menatap (namakamu) dan merubah posisi duduknya.

"yaa, dia ngemut jari gue biar darahnya ilang, terus dia perbanin jari gue deh" sambung (namakamu) mengusap-usap jarinya yang terbalut perban.


"ohh gitu, oh iya nanti gue mau beli buku loh, ada buku keluaran terbaru.." ucap Steffi menatap (namakamu) yang sedang memainkan ponselnya.

"ohh ya? Nanti pulang sekolah juga gue mau ke toko buku, dianterin sama Julian.." ucap (namakamu) menjejalkan ponsel kedalam saku bajunya.

"JULIAN?" ucap Steffi, Iqbaal, Kiky, dan Bastian secara serempak, dan itu sontak membuat (namakamu) menatap mereka bertiga dengan tatapan herannya.

"iya, kenapa?" jawabnya polos.

"Julian kan suk.."ucapan Bastian terhenti, karena Kiky membekap mulutnya.
"enggh,, enggak kok gapapa" jaawab Iqbaal seraya meringis menginjak kaki Bastian.

"aneh" desis (namakamu)


---

"(namakamu)? jadi?" Julian menghampiri (namakamu) yang masih sibuk membereskan alat tulisnya.

"Julian tuh, (namakamu)" bisik Steffi, memperingatkan (namakamu) bahwa ia punya janji dengan Julian
"iya tau" balas (namakamu)

"jadi" (namakamu) menghampiri Julian, dan tersenyum.
"yaudah yuk.." jawab Julian menggandeng erat tangan (namakamu)

"dululaan yaaa.." teriak (namakamu) pada ke empat temannya yang masih berada didalam kelas


~

"lo liat kan Julian sekarang lagi ngedeketin (namakamu)?" tanya Kiky yang berjalan menuruni anak tangga sekolah bersama ketiga teman nya.
"maksud lo? gue ga mudeng nih..." jawab Bastian dengan polos.

"iyaa, mungkin karena dia suka, jadi dia ngedeketin.. hhffhh.." balas Iqbaal.

"lo kenapa, baal?" Steffi melihat adanya perubahan pada raut wajah Iqbaal, dengan cepat Iqbaal menggeleng.

"ahh, iya Steff lo jadi beli buku? gue temenin yah, gue juga mau nyari buku.." Iqbaal mengalihkan pembicaraan.

"jadi, yaudah yuk.. duluan yaa.." ucap Steffi meninggalkan Kiky dan Bastian


~


(namakamu) dan Julian sudah sampai ditoko buka tempat ia dan teman-temannya membeli buku. Julian dan (namakamu) sedang mencari tempat parkir motor.


"udah yuk, mau langsung nyari buku? apa mau makan dulu?" ucap Julian sembari memasukan kunci motornya kedalam saju bajunya.
'emm? nyari buku dulu deh, makan gampang, nanti juga bisa.." balas (namakamu) disertai senyuman manisnya.
"yaudah yu.." Julian menarik tangan (namakamu) untuk menuju lantai dua. Julian menggemgam erat tangan (namakamu), tanpa Julian ketahui saat ini didalam jantung (namakamu) ada yang hendak keluar.


---


"udah beli ini aja? Cukup?" ucap Julian saat sedang mengantri di kasa untuk membayar.
"udah kok, lagi pula segitu belum tentu selesai bacanya. Heheh.." jawab (namakamu) sambil memainkan ponselnya.

"nanti abis pulang dari sini, temenin aku ya.."

'aku? tumben banget Julian ngomong aku sama gue.. Aneh.." gumam (namakamu) dalam hati.

"kemana? eh, tapi ga lama-lama ya, oma-opa mau dateng ke rumah, kan nggak enak kalo oma-opa dateng, gue ga ada dirumah" balas (namakamu) menatap Julian.

"iya ga akan lama.. tapi mungkin yang lama nunggu jawabannya doang.. hfhh" balas Julian seraya menapaki kakinya pada escalator.
"lo kenapa sih? Kayanya gelisah banget?" tanya (namakamu) merubah posisinya menjadi disamping Julian, yang semula berada di belakang Julian.

"enggak apa-apa" jawabnya singkat.


---


(namakamu) dan Julian sudah sampai disalah satu restaurant berbau Jepang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari toko buka tadi, Kini Julian dan (namakamu) sudah menempati kursi paling pojok, dengan suasana yang outdoor, dapat melihat gemerlapnya lampu-lampu indah kendaaraan dan jalanan...

"(namakamu).." Julian membuka pembicaraan, meraih tangan (namakamu) yang sedang memainkan ponselnya. (namakamu) yang tangannya digenggam sontak menatap Julian "apa?"

"aku.."

"permisi, mba-mas ini pesenannya" ucap seorang waitress menaruh pesanan makanan satu persatu dan mengabssennya kembali. "ohh, iya makasih ya mba.." ucap (namakamu), sang waitress pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"aku, su-suka sama kamu.." Julian menatap (namakamu) dengan tatapan teduhnya, tangan nya terus menggemgam erat tangan (namakamu) seperti enggan untuk melepaskannya. (namakamu) hanya menggernyitkan alisnya, tak tahu apa arti dari semua ini, seperti sebuah kode Julian mulai mencoba membenarkan posisinya dan menjelaskan apa yang ia maksud.

"aku udah lama suka sama kamu, (namakamu). Sekarang aku mau anggap kamu lebih dari sekedar teman, aku  mau kita ngejalin suatu hubungan. Dan yang pasti lebih daro seorang teman, sahabat.. Aku suka sama kamu, kamu mau jadi pacar aku?" jelas Julian, kini telapak tangan (namakamu) mulai basah, apa yang diharapkan (namakamu) kini mulai terwujud, bahwa Julian juga memiliki perasaan yang sama pada dirinya.

"gimana?" ucap Julian membuyarkan lamunan (namakamu)
"emm, udah sore nih barusan Bagas sms gue, katanya oma-opa gue udah dateng, pulang yuk.." (namakamu) mulai mengeluarkan alibinya agar Julian cepat membawanya pulang, tanpa harus meminta jawaban.

"tapi kamu kan belum jawab, (namakamu)" paksa Julian.
"gue kasih tau lewat sms, okey. Sekarang kita pulang"

Terlihat raut wajah Julian tampak kesal, namun ia tutup-tutupi.

"nanti aku kasih tau.." bisik (namakamu) saat keluar dari restaurant tersebut.


---


"makasih ya untuk hari ini.." (namakamu) berucap dan menuruni motor Julian.
"iya sama-sama (namakamu)" jawab Julian dan tersenyum
"ga usah takut sama jawabannya, nanti aku kasih tau ke kamu, okey. Sekarang pulang yah, udah sore.. Bye" ucap (namakamu) pada Julian, Julian tersenyum dan mengagguk.
"aku pulang yah.." Julian menstater motornya, dan,

'BRUMM...'

"Bye.." (namakamu) melambaikan tangannya ke arah Julian, hingga Julian sudah tidak terlihat lagi hilang ditelan tikungan.



---


'CLEK'

"asalamu'alaikum" (namakamu) menutup pintu.
"Wa alaikum as salam" jawab orang  yang ada didalam rumah.#MaafBuayYangNonIslam.

"eh, oma-opa. udah lama disini ?" tanya (namakamu) dan salim kepada oma-opanya.

"beeh, udah lama banget, rela nungguin loo doang nih, jadi belum pulang" ucap Bagas
"apaan sih, ga nanya lo!!" balas (namakamu)

"oma, liat tuh cucu oma jam segini baru pulang tuh, oma" ledek Bagas, oma, opa, papa, dan mama hanya cekikikan mendengar kedua adik dan kakak ini berantem.

"enggak apa-apa, duli papa mu semasa pacaran juga begitu, pulangnya malam terus, jadi lupa sama opa dan oma" jawab opa tersenyum ke arah (namakamu) dan Bagas.
"nanti juga kamu ngalamin kok, Bagas" lanjut oma

"ahh, yaudah (namakamu) mau cuci kaki cuci tangan ganti baju, abis ini (namakamu) balik lagi.."


---

'DRRTT..DRRTT..DRRTTT'

Ponsel (namakamu) bergetar pertanda ada panggilan masuk.

'DRRTT..DRRTT...DRRRTT'

Berulang-ulang kali ponselnya bergetar, namun tidak dihiraukan oleh (namakamu)


'CLEK'

Pintu kamar mandi terbuka, dengan lilitan handuk dikepalanya (namakamu) merebahkan tubuhnya diatas kasur.

'hah? 15 missed call 24 message? ihh gila, baru gue tinggal beberapa menit yang lalu aja kaya begini..hffh' gumam (namakamu) dalam hati.


'TOK..TOK..TOK..'

"(namakamu). cepetan kebawah, mau makan nggak?" ucap Bagas dari luar kamar.
"iyaa tunggu.."

'CLEK'

(namakamu) membuka pintu kamar.

"ayo makan, udah pada nunggu dibawah" ucap Bagas seraya pergi meninggalkan  (namakamu)



---



Setelah selesai menghabiskan makan malam, (namakamua) segera berlari menuju kamarnya, untuk membalas semua pesan singkat yang Julian kirim.

'DRRRTT...DRRRRRTTTT....'


"Hallo, iya jul?"
"jawaban?"
"adduhh.. aku.."
"aku belum miikir, jul.."
"kasih aku waktu ya"
"hah? 15 menit?"
"yaudah deh.. aku mikir dulu.."

'tutt...tuuutt...tuuutt..'




-BERSAMBUNG-

sorrry ya, mau bully?silahkan. Kritik? ohh boleh banget malah. Terimakasih.
Jangan jadi pembaca gelap ya hargain L+C nyaaa, butuh saran lohh.. Hargainnya jangan lupa, like boleh, comment boleh, dua duanya juga bolehh

@deasyana_pl

Senin, 17 Maret 2014

`LOVE TRIANGLE~

---PART 6---



Sorry typo, gaje, dll
Maaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya.

Cerbungnya berubah judul yaa jadi `LOVE TRIANGLE~ bukan ~POSSIBLE lagi :D *AnakLabil,-

Makasih :)


---




"(namakamu), bisa tolongin gue ga?" teriak Bagas dari ruang tamu.
"tolongin apaan?" (namakamu) menghampiri Bagas yang memintanya bantuan.
"tolongin gue, temenin Julian beli keperluan buat bikin tugas tata bog, karena gue ga ngerti, jadi lo aja yang nemenin Julian, ya?"
"terus lo diem disini? ga ngapa-ngapain? Ikut dong lo!" ucap (namakamu)
"gue? i-iya gue ikut lah.."
"yaudah yuk.."




---


 (namakamu), Julian, dan Bagas sudah sampai disalah satu swalayan yang jaraknya tidak terlalu jauh.

"apa aja yang dibutuh in? biar gue yang nyari, gue tau kalo kalian berdua yang nyari ga akan bener" lirih (namakamu), tangannya mengadah meminta catatan/resep yang akan dibeli.
"yaah lupa.. gue taro mana ya? ga ada Jul, di kantong gue.."
"digue juga ga ada, gas.."
"ayolah jangan bercanda gini, males ah gue.." ucap (namakamu) pergi berlalu meninggalkan Bagas dan Julian yang masih sibuk mencari catatan yang akan dibeli.

"ohh iya, kan ga lo catat gas. Lo nulis di memo, bego.." ucap Julian menoyor kening Bagas, dan pergi menyusul (namakamu) yang sedang sibuk mencari makanan ringan.

"tumben lo kesini ga nyari VCD terbarunya -K--8 ?" ucap Julian berdiri tepat dibelakang (namakamu) *KaloGueSebutinPastiKalianPadaGaSuka.

"ehh?emhh.. iya lagi ga mood buat beli vcd nya, hehe.. Lagian kan dirumah masih ada yang baru apalagi kemaren Bagas baru beliin yang KPNKJ di TIS." balas  (namakamu) dengan seringaian khasnya.

"ohh gitu ya? kalo ulangtahun mau gue beliin apaan? mau yang berbau kelinci atau yang berbau idolgroup?" tanya Julian yang kini sudah berada disamping (namakamu), dan menatapnya.

"apa aja terserah lo.. kan lo yang mau beliin, yaa jadi terserah lo aja" (namakamu) membalas tatapan Julian, dan pergi menghampiri Bagas.

"ada ga catetan nya?" (namakamu) menghampiri Bagas yang asik dengan ponselnya.

"haah? apa? ohh catetan ya, ada kok.." Bagas menjawab namun tatapannya tetap tertuju pada ponselnya, dan sekilas melirik (namakamu) yang sudah membawa 4 macam snack.

"yaudah ayo cari, jangan diem aja" bentak (namakamu) dan itu tetap tidak membuat Bagas merubah posisinya.

"sini deh ah!! kelamaan.." karena kesal (namakamu) merampas ponsel milik Bagas.
"owww, ternyata lagi chat an sama Shalsa" ledek (namakamu), pergi meninggalkan Bagas yang masih kesal dengan tingkah (namakamu)

"emm, Julian ini pastanya mau rasa apa? lo yang pilih aja ya.. gue nyari bahan-bahan yang lain biar cepet" (namakamu) mengambil salah satu barang yang diperlukan untuk tugas Bagas, dan Julian. Bagas? dimana dia? hanya ada (namakamu) dan Julian yang sibuk mencari keperluan sedangkan Bagas? Bagas sibuk memainkan kunci mobil dan berdiri dibelakang Julian dan (namakamu)

"lo ga bantuin gitu? cihh enak di lo nya dong!!" (namakamu) membalikan badan nya dan menatap Bagas dengan tatapan pembunuhnya.

"abisnya daritadi gue dicuekin, ga dikasih tau apa aja, jadi? gue harus gimana? nyelip diantara lo berdua kan ga enak, nanti gue kaya setan, kaya pho, dst" cerocos Bagas tanpa henti dan 'sok' sibuk memilih baranng-barang.

"ini ga diperluin! keluarin. Bagas, please deh lo jangan tolol tolol amat" ucap (namakamu) memberikan barang yang tidak dibutuhkan kepada Bagas, Julian yang melihat tingkah laku kakak beradik iini hanya tertawa kecil.


"ape lo ketawa? seneng gue menderita?" Bagas menunduk.

"ckck! abisnya lo berdua lucu, yaudah yuk udah cukup kan (namakamu)? kalo udah kita bayar, terus bikin tugasnya deh"




---




Mereka sudah kembali kerumah Bagas, mengeluarkan keperluan-keperluan yang dibutuh kan.


"gue mau fokus!! gamau kaya dulu, bercanda-bercanda malah jadinya penyok.." ucap (namakamu) membuka cara kerja yang tertera dalam buku.


"iya nyah." ucap Bagas da Julian secara serempak.

"apaan sih"


(namakamu) sedang membaca cara kerja dengan teliti, tidak ingin melewatkan satu huruf pun.

'dia cantik kalo lagi serius, walau kadang-kadang dia galak tapi dia cantik, aura kecantikannya ga hilang walaupun dia lagi marah, hahahaa. Kok gue jadi kaya ada rasa yaa sama dia? ah ga mungkin' gumam Julian dalam hati.

"oii.. bengong aja lo, kesambet loh" ucap Bagas mengagetkan Julian yang sedang menatap (namakamu) dengan serius.
"ahh, apaan sih lo, gas" balas Julian memukul bahu Bagas.

"shutt, udah tau nih ayo bantuin.." ucap (namakamu) menatap Julian dan Bagas silih berganti, dan beranjak dari duduknya, di ikuti oleh Bagas dan Julian.


---


"nih caranya gini lo campur biskuit dan mentega rataindidasar loyang abis itu, lo dingi in dalam freezer" (namakamu) memberi contoh pada Bagas apa yang ia kerjakan.
"nah lo Julian ini kerjaan lo. kocok cream cheese nih yang ini, kalo udah lo tambahin margarine dan setengah bagian dari gula, kocok semua bahan yang udah lo masukin tadi nih sampe semua nya lembut. terus lo masukin kuning telur satu persatu sambil terus dikocok jangan berhenti, ngerti?" Julian menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti apa yang diajarkan barusan oleh (namakamu).
"nah nanti nih jul, kalo udah bilang ke gue, nanti gue mau nambahin kulit jeruk, air jeruk lemon dan sour creamm, abis itu lo kocok rata lagi, okey?" (namakamua) menunjukan ibu jarinya, Julian tersenyum.

"terus gue ngapain?" tanya Bagas berdiri tepat disamping (namakamu) memperhatikan (namakamu) yang sedang memberi instruksi kepada Julian.

"emhhh, lo ini nih gas, nanti lo nambahin tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata sisihin deh, dan lo pecahin telur ambil putihnya aja, kuningnya lo taro situ tuh, kalo udah lo kocok putih telur sampai mengembang tambahin sisa gula pasir yang tadi Julian pake" jelas (namakamu)
"selama putih telur dikocok sama Bagas, adonannya Julian di diemin aja, terus Bagas sendokin putih telur kedalam adonan Julian, aduk sampe rata, kalo udah tuang keatas biskuit yang udah Bagas taro freezer, nanti selebihnya gue yang urus" ucap (namakamu) santai dan menyiapkan cream untuk garnish dan mengiris-iris buah strawberry.


'BUGH'

Tubuh Julian menbarak tubuh (namakamu), akibat Bagas mendorong tubuh Julian.

"sshh.. awww, sakit" ringis (namakamu) memegangin tangannya yang berdarah karena terkena pisau, darah nya menetes dengan lancar keluar dari tubuh (namakamu).

"(namakamu).." ucap Julian dan Bagas secara berbarengan.
"aww, gue bilang jangan bercanda, ya jangan bercanda!!! gini kan jadinya!! awwshh.." ringis (namakamu) masih memegangi tangannya yang berlumuran darah

"sini" Julian mengambil tangan (namakamu) yang tergores dan mengemutnya, sedangkan (namakamu), dan Bagas masih bingung melihat tingkah Julian.

"ma-makasih." ucap (namakamu) dengan gugup.

"maaf ya (namakamu) tadi gara-gara gue dorong Julian jadi kena lo deh, maaf ya?" ucap Bagas dengan tatapan bersalahnya dan mengasih kotak P3K pada Julian, (namakamu) mengangguk.
"masih sakit?" tanya Julian yang kini menatap (namakamu).
"enggak kok, ehmm makasih ya, jul"
"iya sama-sama, yaudah lo ga usah bantuin bikin garnish, gue sama Bagas udah cukup kok, lo istirahat aja, tadi darah yang keluar cukup banyak jadi mending lo istirahat.."saran Julian tersenyum menatap (namakamu)
"iya" jawab (namakamu) singkat.

'Julian perhatian banget, kalah sama gue' gumam Bagas
'Julian perhatian banget, Bagas aja yang kakak gue ga sampe segitunya, ckck' gumam (namakamu)



---




1 jam sudah berlalu, sekarang menunjukan pukul 16.00 dan Julian belum kembali--pulang, masih berada di pantry bersama Bagas, mengurus tugasnya yang belum selesai.

"ihh, udah selesai belum?" tanya (namakamu) menghampiri Bagas dan Julian yang sedang duduk diam dimeja makan, mereka berdua menggeleng memperlihatkan raut wajah kekecewaan.

"kenapa? gagal lagi ya?" (namakamu) merangkul Bagas dan Julian yang duduk berdaampingan.
"iya, ini karena ga ada lo, gaada yang ngebawelin kita jadinya gagal deh, liat tuh" Bagas memperlihatkan chesse cake buatannya dengan Julian yang gosong, hancur tak berbentuk. Tawa (namakamu) pecah saat melihat apa yang ada didepan matanya kini.

"kan gue bilang apa jul, dia pasti ketawa diatas penderitaan kita.." Bagas mengerucutkan bibirnya.
"ahahhaa.. enggak bukannya begitu, emang ada atau enggak nya gue berpengaruh banget ya sama kalian?" Baagas dan Julian mengangguk, menatap (namakamu) dengan tatapan memohon agar dapat dibuat kankembali.

"okey, kita beli lagi keperluannya apa aja, abis itu ayo kita buat lagi.. go go go.." (namakamu) menyemangati Bagas dan Julian.



---


2 jam (namakamu) habiskan untuk membantu Bagas, dan Julian membuat tugas mereka, Julian sudah pamit untuk pulang.


"emm, besok gue gabisa bareng sama lo, tapi gue udah nyuruh Julian buat jemput lo.. gapapa ya?" Bagas menatap (namakamu) yang kini terfokus pada layar laptopnya.
"emang kenaapa? kok lo ga bisa tapi Julian bisa? Aneh. Lagian kan ada pak Jamal, gue bisa kok dianter sama dia"ucap (namakamu) tanpa sedikit pun menoleh ke arah Bagas, jemarinya menari-nari diatas keyboard tanpa terganggu dengan luka yang ada pada jari tellunjuknya.

"emm, gue udaha janji sama dia. Lagian juga kan pak Jamal lagi pulang kampung" ucap Bagas, menatap layar tv di depannya.

"yah, iya ya. Yaudah deh, emang lo kenapa sih?"
"gue gabisa, harus dateng lebih awal.." Bagas beranjak dari duduknya meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk dengan laptopnya.



---



Pagi harinya, suasana dingin yang menusuk kulit tubuh, cuacana sehabis hujan. Membuat semua orang bermalas-malasan untuk melakukan semua aktifitas hari ini.

'TOK...TOK..TOK..'

"iyaa tungguu.." teriak seseorang dari dalam rumah.
"emm, permisi tante, (namakamu) ada?" Julian, ya yang mengetuk pintu tadi adalah Julian yang mendapat tugas menjemput (namakamu).

"ehh, Julian ada kok, masuk sini tante panggilin dulu (namakamu) nya"
"iya tante, makasih"


~


"(namakamuuu)... udah siap belum? ada Julian nih dibawah.." teriak mama dari ujung tangga.
"iyaaa maa... sebentar lagii..." balas (namakamu)


~



"udah siap? yuk berangkat" ucap Julian menatap (namakamu) yang berdiri tepat dibelakangnya.
"udah, yuk. Ma, pa aku berangkat dulu ya.. Ass"


---


Julian dan (namakamu) sudah sampai disekolah, (namakamu) sedang menunggu Julian yang sedang memarkirkan motornya.

"emm, sorry yah lama, lama ya nunggunya?" Julian berdiri dan menunduk untuk menatap mata indah milik (namakamu), karena (namakamu) lebih rendah beberapa cm dari Julian.

"enggak kok, ehhmm yaudah yuk kekelas 5 mennit lagi masuk
"

 





sorrry ya, mau bully?silahkan. Kritik? ohh boleh banget malah. Terimakasih.
Jangan jadi pembaca gelap ya ;) :* hargain L+C nyaaa, butuh saran lohh..







-BERSAMBUNG-



@deasyana_pl

Jumat, 14 Maret 2014

~POSSIBLE

---PART 5---


AUTHOR: Deasyana Putrisya .L.



Sorry typo, gaje, dll
Maaf jelek saya bukan penulis yang handal, yang serba bisa dan bagus, maaf kalo ada kata-kata yang ga pantes buat ditulis.
Oh iyaa, gue lupa pas part 1 kan bilangnya hari senin, tapi part 2 dst nya Sabtu&Minggu, jadi anggap aja part 1 tuh hari Jum'at yaa.. :D
Maaf gue lupaa X_X

Makasih :)







---


Minggu pagi, suasana dingin sehabis hujan, ditambah lagi dinginnya AC, membuat (namakamu) ingin  berlama-lama menghabiskan waktunya untuk tidur pada hari ini, namun sayang, niatnya harus di kubur dalam-dalam, karena sekarang ada seseorang yang mengganggu tidurnya.

'BRAK'

Pintu kamar terbuka dengan keras, membuat beberapa kertas yang berada tak jauh dari pintu kamar pun harus berjatuhan..

"kakak...." suara itu..
"Aca dateng lagi kakak, kakak bangun dong kak, Aca kan udah jauh-jauh ke sini tapi kakak masih tidur. Bangun dong kak."
"hoaaamm, Aca ah, kakak ngantuk. ntar sebentar lagi kakak bangun, Aca main aja dulu sama abang."
"nggak, gue mau jalan. Dan lo harus jaga Aca." Bagas? tumben dia mau menjaga Aca.
"emang mama papa mana? kan udah ada Aca berarti udah ada papa mama dong?"
"papa mama lagi beres-beres barang mereka, dan sekarang gue harus pergi, jadi lo ya yang jaga Aca, gue cape." ucap Bagas seraya pergi meninggalkan (namakamu) dan Aca.


---



(namakamu) sedang berada diruang tengah, duduk bersama Aca yang sedang asik dengan film Masha anD the Bear, lain halnya dengan (namakamu), kini ia sibuk dengan ponselnya entah dia sedang apa.

"kakak, kata mama 3bulan lagi kita harus pindah.." ucap Aca pada (namakamu) walau tatapannya tetap tertuju pada layar tv 42 inch tersebut.
"pindah kemana?" jawab (namakamu)
"ke German."
'German? gue bisa ketemu Aldy dong? ah udahlah dia masa lalu gue' gumam nya dalam hati.
"bukan ke German kakak, ke Bali.."
"hah? Bali? mau jadi item gue disana.." protes (namakamu).

"ada apa sih (namakamu) ? kok ngomong sama Aca pake lo-gue ?" Tanya Mama yang tiba-tiba datang dan duduk disebelah Aca.
"emang iya ma, kita lima bulan lagi pindah ke Bali?" (namakamu) merubah posisi duduknya menjadi menghadap mama, mama mengangguk pertanda meng-iya kan pertanyaan yang ditanya (namakamu).
"hah? mama kok gitu sih? nanti kalo (namakamu) mendadak hitam gara-gara panas nya diBali yang duhh.. yang ga bisa aku tahan gimana?" (namakamu) kembali protes, kini tangan nya mulai menggebuk-gebukan bantalan sofa.
"ahh lebay kamu kak, nanti juga kalo udah pindah juga kamu bakalan senang banget, mama tau sifat kamu kaya gimana loh kak." jawab mama dengan santai, dan di iringi oleh tertawaan kecil.
"ihh mama, kakak. kalian kalo mau berantem jangan di tengah-tengah Aca, Aca jadi ga fokus tau."
"lebay nih.." ketus (namakamu)
"tapi mah, tiga bulan lagi kan bukan waktu yang lama, eh lumayan sih, dan kira-kira kita diBali berapa lama?"
"sampai tugas mama papa selesai disana.."



---



Malam harinya, (namakamu) dan yang lainnya sedang berada diruang makan, menyantap hidangan malam beramai-ramai, yang sangat jarang..

"emm, Bagas, (namakamu). Papa mau bicara sama kalian"
"bicara apa pa? ngomong aja.." sahut Bagas memasukansesuap nasi kedalam mulutnya.
"tiga bulan lagi, kita pindah ke Bali karena papa dan mama ada tugas di Bali yang mungkin sangat lama, dan untuk berapa lama nya papa dan mama belum bisa tentuin, jadi papa harap kalian berdua mau ya.."
"yaaah, pah?" desis Bagas, raut wajah berubah tidak seceria tadi, bahkan kini Bagas hanya mengaduk-aduk nasinya saja.
"kenapa? Bagas nggak mau kalo pindah ke Bali?" tanya mama, menatap Bagas dengan tatapan teduhnya.
"bukan.."
"kita berdua takut item ma..pa.." (namakamu) menatap mama dan papa secara silih berganti.
"bukan bego.." desis Bagas pelan.
"terus apaan?" balas (namakamu) tak kalah pelan.
"Bagas udah nyaman di Jakarta, dan harus pindah ke Bali itu bukan sesuatu yang mudah ma..pa.."
"jadi kamu ga mau?" sela papa
"mau sih mau pa, cuma Bagas ga bisa menyesuakan etika-etika disana.. Bagas takuit, nanti pas lagi jalan tiba-tiba 'prashh' pas diliat Bagas nginjek sesajen.."
"kan bisa hati-hati, lagi pula ga sesusah itu kok Bagas, (namakamu).."


---



Pagi ini, awal dimana setiap orang mulai menjalankan aktifitasnya di minggu pertama.


"pagii.." sapa (namakamu) menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"pagi juga kakak" jawab Aca.
"makan sini nanti kamu telat" ucap mama menyiapkan beberapa helai roti untuk (namakamu)

---



Bagas, dan (namakamu) sudah sampai disekolah, cuaca pagi ini sedikit mendung, mungkin sedikit lagi akan turun hujan.

"gue duluan ya."ucap (namakamu) seraya berlari meninggalkan Bagas yang baru menutup pintu dan menguncinya, pagi ini (namakamu) terlihat aneh, tidak biasanya ia bangun kepagian, terburu-buru seperti ini..

"(namakamu) kenapa? buru-buru banget. Aneh" desis Bagas.

"Bagas..." teriak seseorang dari kejauhan, Bagas mengenali nama ituu namun lidahnya sulit untuk digerakkann.

"woii.. bengong aja, kesambet lo!!" ucap seseorang menepuk bahu kanan Bagas.
"Julian.." desis Bagas.
"iya gue Julian, kenapa? kok lo kaya ga ngenalin gue gitu sih?" tanya Julian yang mulai menyadarkan Bagas dari tatapan bloonnya.
"tau.. gue amnesia mendadak ngeliat tingkah ade gue yang keburu-buru" jawab Bagas santai seraya berjalan menuju kelas, Julian mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Bagas.
"ada pr yang belum di kerjain kali, jadi buru-buru"
"maybe"
"eh ade lo (namakamu) kan? cewe cantik yang paling terkenal di sekolah karena dulu dia pernah pacaran sama Aldy cowo beken paling terkenal di sekolah ini? Bahkan gue yang KETUA OSIS kalah sama dia.."
"iya, masa lo temenan lama sama gue gatau ade gue sih? ga asik lo.." jawab Bagas diakhiri dengan tertawaan kecil




---




"hah? lo serius (namakamu)? lo pindah ke Bali?" mata Steffi terbelalak saat (namakamu) mencceritakan bahwa dirinya akan pindah ke Bali tiga bulan lagi, (namakamu) mengangguk menatap satu per satu wajah sahabatnya yang kini merunduk.


"jangan sedih gitu, gue juga ga akan lama kok.." (namakamu) berusaha tersenyum, walau sebenarnya ia enggan untuk tersenyum, namun demi sahabatnya ia rela.
"tapi gue--kita ga mau pisah sama lo (namakamu) nanti Steffi ga ada temen" ucap Iqbaal menegakan posisi duduknya.
"heyy, kalo sahabatan itu ga mandang fisik, mau cowo seribu cewenya cuam satu pun ga jadi masalah, gue yakin kalian bisa" ucap (namakamu) merangkul Iqbaal.

"ga usah sedih gini dong... nanti kerumah gue aja deh, Aca udah balik ke Indonesia." (namakamu) mengganti topik pembicaraan.
"Aca?" ucap Steffi, Iqbaal, Kiky, dan Bastian secara berbarengan, (namakamu) tersenyum dan mengangguk.
"berarti nanti pulang sekolah kita kerumah lo yaa, kangen Aca nihh.." ucap Kiky.
"iyaa, terserah kalian kalo emang buat kalian seneng sih silahkan."

"balik ke kelas yuk, istirahat udah mau abis 10 menit lagi" ucap Bastian seraya berdiri



---




'KRRIINGGGG...KRRIINGGG'

Bell sekolah sudah berbunyi, kegiatan belajar mengajar sudah selesai, semua siswa membereskan alat tulis berdoa dan pergi meninggalkan kelas.

"Acaa,, wuhhuu kita datanggg.." teriak Steffi menuju pintu.

"sampe segitunya ngefans sama ade gue, Steff" ucap (namakamu) menghampiri Steffi.




---




Mereka sudah sampai didepan rumah (namakamu), pintu pagar terbuka, mempersilahkan Iqbaal, Kiky, Bastian, dan Steffi untuk menaruh kendaraannya.


"siang.." (namakamu) mendorong pintu dengan tangannya. Sepi, kemana Aca, mama, dan papa nya? Sepertinya sedang keluar.

"pada kemana sih, gas?" tanya (namakamu) menghampiri Bagas yang sedang menaruh tas dan kunci mobil di sofa.
"gatau, gue mau ke atas dulu" jawabnya singkat.


"kakak..."
"Aca, ada temen kakak nih. Mau main sama Aca katanya" ucap (namakamu) memandang Aca yang membawa boneka unicorn berwarna putih peach
"ehh, ada Steffi, Iqbaal, Kiky, Bastian. Udah lama?" tanya papa (namakamu) memasuki ruang tengah
"ehmm, belum kok om, belum lama-lama banget, mungkin ada sekitar 10 menitan lah.." jawab Iqbaal santai, sembari membelai lembut rambut Aca.

"ohhalah, maaf ya tadi Acanya minta keluar, ya jadi harus om turut in."
"hahah.. iya om nggak apa-apa kok." ucap Steffi tersenyum manis.
"(namakamu) buatiin minum dong" ucap mama menghampiri (namakamu)
"iya ma.." (namakamu) beranjak pergi meninggalkan teman-temannya.



"gue bantuin yah.." ucap Iqbaal berdiri tepat dibelakang (namakamu)
"ehh? sejak kapan disini? yaudah nih bantuin bawa." (namakamu) menyodorkan 2 gelas beriisi squash kepada Iqbaal.
"haha, baru dateng kok.."



---


sudah dua jam lebih mereka bermain dengan Aca, hingga mereka ber-4 pamit untuk pulang.

"emhh. Pulang yuk, kasian kali Aca mau bobo.. lagian kan kita belum izin" ucap Bastian memencet mainan karet.

"iya yuk, pulang.." jawab Kiky.

"Aca, kita pulang dulu yaa. Kasian Aca mau bobo kan? tuh matanya Aca udah merah berarti Aca ngantuk" Iqbaal membelai lembut rambut Aca yang kini dalam pangkuannya

"kita pulang dulu ya ca.. bye Aca.. See you tommorow, see you again.. daaa" ucap Steffi dan yang lainnya berlalu seraya melambaikan tangannya.

"see you again kakak kakak" balas Aca berlari menuju kamarnya.


---


(namakamu) sedang berada diruang tengah, sedang asik dengan channel 'Thrill'



'TOK..TOK..TOK..'


(namakamu) beranjak dari duduknya, menghampiri pintu.

"iyaa.. tunggu" teriaknya dari dalam.

"sia..."

"ada Bagasnya?"

'Julian, omg cakep banget' gumamnya dalam hati.

"ehhmm, a-ada, tunggu sebentar, ehh masuk dulu deh sini duduk"
 "iya makasih nunggu sini aja deh, (namakamu)" Julian, pria ini tersenyum manis pada (namakamu).


~

'CLEK'

pintu kamar Bagas terbuka, Bagas sedang asik dengan laptopnya.

"ada Julian dibawah." (namakamu) memasukin kamar Bagas.
"mau ngapain? kok ga ngasih kabar gue dulu?"
"mana gue tau, kan yang ada perlu dia bego, temuin sana.." (namakamu) pergi berlalu meninggalkan Bagas, sedangkan Bagas mengekornya dari belakang.


~



"(namakamu), bisa tolongin gue ga?" teriak Bagas dari ruang tamu.
"tolongin apaan?" (namakamu) menghampiri Bagas yang memintanya bantuan.
"tolongin gue, temenin Julian beli keperluan buat bikin tugas tata bog, karena gue ga ngerti, jadi lo aja yang nemenin Julian, ya?"
"terus lo diem disini? ga ngapa-ngapain? Ikut dong lo!" ucap (namakamu)
"gue? i-iya gue ikut lah.."
"yaudah yuk.."







-BERSAMBUNG-





 Hargain L+C
Mau Bully ? silahkan. Kritik? boleh banget, jangan jadi pembaca gelap yaa ;) :*



@deasyana_pl

Kamis, 13 Maret 2014

~POSSIBLE

---PART 4---


AUTHOR: Deasyana .P. Larasati

NO COPAS!!
Sorry typo, gaje, dll
Maaf kalo ada kata-kata yang nggak pantes buat ditulis, maaf jelek karena saya bukan penulis handal yang serba bisa. Makasih.



---

"Bagas, nanti malem Steffi ngadain acara gitu, nah setiap orang harus bawa pasangan, terus.."
"yaa terus? masalah buat gue?"
"lo jadi pasangan gue ya" (namakamu) tersenyum dan menatap Bagas dengan tatapan memohonnya.
"what? coba ulang"
"l-o-j-a-d-i-p-a-s-a-n-g-a-n-g-u-e-y-a" (namakamu) mengulang kembali ucapannya dengan mengeja nya.
"ga ah."
"yah.. please Bagas.." (namakamu) memohon, kini tatapannya berubah seperti seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu tetapi tidak dituruti.
"yaudah, iya.."


---


Malam hari nya, (namakamu) sudah rapi dengan pakaiannya, begitupun dengan Bagas.

"emang acaranya penting banget ya? sampe-sampe gue harus pake jas perpisahan gue? kaya mau kondangan aja deh, emang Steffi nikah apa, kita sampe disuruh dandan kaya begini banget?" Bagas, sedaritadi pria ini ngoceh tidak jelas, mulai dari mengapa ia harus menggunakan tuxedo hitam sewaktu SMP-nya, bilang kalau ini berlebihan lah. Semua telah Bagas keluarkan hingga ia lebih memilih untuk duduk diam disofa, semabari menunggu (namakamu).
"udah jangan bawel, kata nya tuh ini acara formil. Lo tau kan, kak Nasya? cewe yang lo sukain dulu, lo ngejar-ngejar dia, bolak-balik nembak dia tapi sama dia di to..."
"please jangan bahas itu, sekarang intinya kenapa gue harus pake jas? Nasya mau nikah? dia kan baru kelas 12 sama kaya gue." sela Bagas.
"apaan sih kelas 12, dia kuliah emang lo ga inget? dia 1 tahun lebih tua daripada lo."
"nah terus kenapa? kok jadi belibet?"
"gue belum selesai ngomong sama lo udah disela duluan, kan bego lo nya. Malam ini Nasya ngadain acara ulangtahun sekaligus tunangan." balas (namakamu) santai seraya memakai sepatu wedgesnya.
"hah? TUNANGAN?" Bagas tersentak, matanya membesar seperi hendak ingin keluar, (namakamu) mengangguk dan tersenyum tipis.
"iya, kenapa? Lo cemburu? Masih suka sama ka Nasya?"
"Enggak, yaudah yuk berangkat, takut telat."
"Ciee.. udah ga sabar liat kak Nasya ya? Tunggu sebentar gue ambil tas dulu"


---


(namakamu) dan Bagas sudah sampai di tempat yang akan di jadikan sebagai tempat untuk merayakan ulangtahun Nasya dan pertunangannya.

"Steffi mana ya?"
"(namakamu)" sapa seseorang dari kejauhan, (namakamu) menoleh matanya menyipit memandangi seorang yang sedang bersama Steffi.
"haii, mana Bagas? ga jadi ikut?" tanya Steffi celingak-celinguk mencari Bagas.
"ikut kok, tuh dia lagi jalan kesini" balas (namakamu) menunjuk Bagas yang sedang berjalan menuju mereka.
"ohhiya, kenalin ini Karel, dia sepupu gue yang udah lama pindah ke Bali, dan dia baru ke Jakarta lagi kemarin." ucap Steffi seraya tersenyum.
"Karel"
"(namakamu)"
"malem ini lo cantik banget, hii.. gue suka penampilan lo" puji Steffi pada (namakamu). Yap, malam ini (namakamu) mengenakan dress selutut berwarna biru dongker, berkerah, berlengan panjang, serta sedikit ornamen pita dibagian pinggang, serta tambahan sepatu wedges boots berwarna merah mempercantik penampilannya malam ini.

"haii, gas. Apa kabar?" tanya Steffi pada Bagas.
"nanya-nanya gue apa kabar, setiap hari juga ketemu di sekolah kali, dia siapa? Pacar lo ya? eh kok lo mau sih pacaran sama Steffi? dia kan killer.."
"dia bukan pacar gue, Bagas. Dia sepupu gue, cakep kan."
"ohh sepupu, hehe.. gue gatau sorry.
"ahaha, iya gapapa.."
"Bagas, orang paling ganteng se-Indonesia." Bagas menjulurkan tangannya tepat di hadapan tubuh Karel.
"Karel"
"ngarep lo, gas. Jangan dengerin dia, dia gila" ucap (namakamu)
"sekawan lo mana? pada belum dateng?" tanya Bagas yang kini sibuk dengan ponselnya.
"dateng kok, mungkin sebentar lagi, yaudah yuk kesana acaranya udah mau dimulai" ajak Steffi.



---



Selesai sudah acara pesta ulangtahun kak Nasya, perlahan-lahan seluruh tamu undangan pergi meninggalkan area karena waktu yang menunjukan pukul 22.00, tetapi salah satu dari mereka ber empat belum ada yang izin pulang.

"kok lo kesini pada ga bawa pasangan sih?" tanya (namakamu) pada Iqbaal, Kiky, dan Bastian.
"gue kan ga punya pacar" sahut Bagas.
"ga nanya loo.." ucap kelima adik kelasnya.
"ihh, yaudah sih biasa ga usah barengan gitu kali" jawab Bagas dengan tidak santai.
"Bella ga bisa ikut, katanya dia ada acara keluarga" jawab Iqbaal menatap (namakamu)
"Cassie ga bisa ikut, dia sakit" balas Bastian menjejalkan ponselnya kedalam saku jasnya.
"kalo Vanka, lagi diluar kota" balas Kiky santai, memasukan beberapa potong kue kedalam mulutnya.
"kalo gue kan jones, hehehee.." Steffi tertawa, mengingat statusnya yang jones.
"sama Stef, tos dong.. Ayo gas!! Lo kan juga jones kaya kita" ledek (namakamu)

'TOSS'

"TRIO JONES" teriak Steffi, Bagas, dan (namakamu) serempak, Kiky, Bastian, dan Iqbaal tertawa melihat tingkah laku Bagas, Steffi, dan (namakamu)


Hari semakin larut malam, namun ke-6 makhluk ini masih tetap dalan keadaan yang sama, bercanda, berbicara, bahkan bergosip.

"pulang yuk gue ngantuk" rengek (namakamu) mengucek matanya yang kini mulai memeerah.
"sama gue juga udah ngantuk" balas Steffi.

Mungkin bisa saja kalau bukan (namakamu) yang meminta pulang, bisa saja mereka masih terus melakukan tindakan konyol.

"yaudah pulang yuk, bye. see you yaaa.." ucap Bagas, seraya pergi meninggalkan Steffi, Iqbaal, Bastian, dan Kiky yang akan bersiap-siap untuk pulang.


---


Minggu pagi, suasana dingin sehabis hujan, ditambah lagi dinginnya AC, membuat (namakamu) ingin  berlama-lama menghabiskan waktunya untuk tidur pada hari ini, namun sayang, niatnya harus di kubur dalam-dalam, karena sekarang ada seseorang yang mengganggu tidurnya.

'BRAK'

Pintu kamar terbuka dengan keras, membuat beberapa kertas yang berada tak jauh dari pintu kamar pun harus berjatuhan..

"kakak...." suara itu..
"Aca dateng lagi kakak, kakak bangun dong kak, Aca kan udah jauh-jauh ke sini tapi kakak masih tidur. Bangun dong kak."
"hoaaamm, Aca ah, kakak ngantuk. ntar sebentar lagi kakak bangun, Aca main aja dulu sama abang."
"nggak, gue mau jalan. Dan lo harus jaga Aca." Bagas? tumben dia mau menjaga Aca.
"emang mama papa mana? kan udah ada Aca berarti udah ada papa mama dong?"
"papa mama lagi beres-beres barang mereka, dan sekarang gue harus pergi, jadi lo ya yang jaga Aca, gue cape." ucap Bagas seraya pergi meninggalkan (namakamu) dan Aca.






-BERSAMBUNG-



Hargain L+C
Mau Bully ? silahkan. Kritik? boleh banget, jangan jadi pembaca gelap yaa 


@deasyana_pl

Rabu, 12 Maret 2014

~POSSIBLE

---PART 3---

AUTHOR: Deasyana Putrisya .L.

sorry gaje, typo, dll
maaf kalo ada kata-kata yang gapantas buat ditulis, dan lain sebagainya, karena saya bukan penulis yang Handal yang serba bisa dan tanpa ada salah. Makasih.




---

(namakamu) duduk di sofa tengah, masih memandangi kotak--paket itu.

"apa isinya? dari siapa" tanya Bagas, duduk disamping (namakamu), meraih kotak yang tergeletak dimeja
"gatau, gue takut itu bom, kayanya gue ga beli online deh, dan terus gue ga minta paket, jadi?.."
"iini BOM" ucap (namakamu) menutup telinga, memejamkan matanya, menaikan kakinya ke atas*gila , Bagas memandang (namakamu) dengan tatapan yang.. enggghh, polos.
"lo kenapa?" tanya Bagas dengan wajah polosnya
"itu bom, bego.." (namakamu) teriak histeris, menoyor kening Bagas.
"buka dulu dong ah.. gue penasaran, ga usah takut. matinya bareng-bareng ini kok" balas Bagas dengan santai.

'SREEKK..SRREEKK..'

Bagas membuka bungkusan paket itu

"kelinci nih covernya" ucap Bagas menyerahkan kotak itu pada (namakamu).
"haa? bukan bom?" tanya nya masih tak percaya.
"bukan, bego" balas Bagas mengusap wajah (namakamu) dengan telapak tangannya.
"tapi dari siapa?"

(namakamu) membuka bungkusan itu, --sebelumnya warna coklat bungkusnya, kaya sampul buku--
'untuk (nama panjang kamu)
dari Alvaro Maldini'

"Aldy" desis (namakamu)
"Aldy?  ngapai lagi dia ngirim-ngirim barang nggak jelas kaya begitu?" tanya Bagas merubah posisi duduknya menjadi menghadap (namakamu), (namakamu) menggeleng.
"coba buka, gue mau liat. Dan gue tau pasti itu dalemnya kecoa bukan kelinci." ledek Bagas, tidak ingin melihat (namakamu) larut dalam kesedihannya 'lagi'

Aldy, pria tampan yang memiliki poni lempar, berkacamata, mata sipit. Senyum manisnya membuat setiap kaum hawa terpesona melihat senyumannya. Aldy, pria ini, pria yang memiliki senyum manis ternyata adalah 'kekasih' (namakamu) yang pergi meninggalkan (namakamu) tanpa memberi kabar, setelah tiga bulan kepergian Aldy, (namakamu) baru mengetahui bahwa Aldy pergi meninggalkannya karena ia harus pindah keluar negeri untuk tugas kedua orangtuanya *RibetSihYangSibuk-_-. Aldy yang memberi tau? Tidak! bukan dia! melainkan teman-temannya, bahkan hingga saat ini (namakamu) tidak tahu status hubungan jelasnya dengan Aldy *hadeeeh

"ini, dia ngasih ini, ini, ini, ini, daaan..." (namakamu) menggantungkan kalimatnya, menatap sebuah sweater berwarna biru dongker bercorak triball, kini dalam genggamannya.
"ihh ada suratnya loh, gue liat dongg.." Bagas mengambil sebuah kertas bergambar kelinci dengan sebuah pita yang membungkusnya.
"ushh... jangaan"(namakamu) mengambil surat yang digenggam Bagas.

 '(namakamu)
Aldy

hai, (namakamu) apa kabar? aku harap sih baik-baik aja ya, yang lainnya juga baik kan?
(namakamu), maaf ya tiga bulan yang lalu aku pergi ninggalin kamu, pergi tanpa ngasih kabar. Jujur, aku sekarang kangen kamu, aku mau liat kamu yang sekarang. Mungkin sekarang kamu makin cantik ya, banyak cowo yang naksir kamu, daan pasti sekarang kamu udah punya pacar ya? pengganti aku yang pastinya lebih baik, sempurna, dan setia. iya kan?. (namakamu), maaf ya dulu aku nggak bilang sama kamu kalau aku harus pindah ke luar negeri sama kamu, karena dulu aku ga mau ngeliat kamu sedih, ngeliat kamu jadi kepikiran, dan harus mengakhiri hubungan secepat ini, jujur (namakamu) aku nyesel, aku minta maaf ya. Dan, soal sweater itu kenapa aku balikin, biar kamu nggak kangen aku^^, aku balikin semua kenangan kita. (namakamu), makasih ya dulu udah pernah jadi pengisi hati aku yang kosong, semoga pengganti akku jaaauhhh lebih baik daripada aku.

Aldy.
German, 17 Februari.'

'DEG'
Pacar?pengganti baru? apa maksudnya (namakamu) tidak mengerti. Aldy memutuskannya secara halus? ya sepertinya.

"jangan nangis, gue percaya sebenernya Aldy masih sayang sama lo, cuma keadaan yang ngubah semuanya. Aldy ga mau putus sama lo secepat ini, udah jangan nangis cowo di Jakarta masih banyak, Iqbaal contohnya, Kiky, Bastian, eh jangan deh sahabat belum tentu berakhir kembali menjadi sahabat, udah ya jangan nangis." Bagas mengusap airmata yang jatuh ke pipi (namakamu), (namakamu) tersenyum dan mengangguk.
"makasih, dia udah mutusin gue ya, gas?" (namakamu) bertanaya pada Bagas yang sedang asik melihat-lihat barang pemberian Aldy, Bagas memang anak yang KEPO *SamaSayaJuga^-^
'dasar cewek be*o, udah jelas-jelas bilang sekarang kamu udah punya pacar ya? pengganti aku yang pastinya lebih baik, sempurna, dan setia masih aja nanya'
"lo mau gitu ngejalanin cinta jarak jauh ? Long Distance Relationship? heyy, long distance relationship was not tasty! can not give the tidings any time, both of you must also trust each other. (hubungan jarak jauh tidak enak! tidak bisa memberikan kabar setiap saat, kalian berdua juga harus saling percaya.). pokoknya Ldran tuh ga enak, karena gue udah nyoba sendiri" 
"gitu ya?" tanya nya polos, memandang Bagas yang sepertinya menyukai baju yang Aldy kembalikan, lebih tepatnya baju couple mereka.
"buat gue ya.. hiii" ucap Bagas memamerkan jajaran giginya yang sempurna, menaruh baju Aldy tepat didadanya.
"serah lo."

---

'BYUUUR'

Air dalam kolam bercipratan kemana-mana, membasahi lantai disekita nya.

"buset, ehh (namakamu)! masih jam 7 udah berenang, dasar gila!" rutuk Bagas menghampiri (namakamu) yang sedang mengambil nafas untuk melanjutkan aktifitasnya lagi.
"bodo.. eh tuh baju ngutang yee sama gue!! belum bayar main pake!!" balas (namakamu) dari sebrang*sintingKaliGue.
"jiaah, masih kaku sama kakak!! udah yaa, gue mau jalan. Bye"
"kemana? ikutt!!"
"kuburan nyari tumbal. Ape? mau ikut?"
"gila lo!! yaudah sana pergii. GA USAH BALIK YA GAAS" teriak (namakamu)

---



Hari ini hari Sabtu, setiap orang pasti akan menghabiskan waktunya untuk tidur, bersenang-senang, dan lain sebagainya, apalagi nanti malam adalah malam minggu bagi setiap orang yang memiliki pasangan pasti--eh gajuga-- akan menghabiskan waktu bersama sang kekasih, lain halnya dengan yang jones :3 single deh.. pasti malam minggu disebut dengan 'sadnight no satnight' dan pasti hanya mendengarkan musik untuk menemani 'malam keramat' *GueBanget.

"halo"
"nanti malem ya?"
"yah, gue males."
"boleh ajak Bagas?"
"yaudah kalo ga boleh ajak Bagas, gue ga ikut"
"aduuhh, lo tau ga sih nanti malem gue harus bertapa? kan nanti malem, malem keramat"
"lo yang bego, masa gue ga ada pasangan?"
"Iqbaal? dia kan ada Bella, sedangkan gue ga ada"
"Bagas? boelh ikut? yeaayy, makasih Steffi"

---

"Bagas, nanti malem Steffi ngadain acara gitu, nah setiap orang harus bawa pasangan, terus.."
"yaa terus? masalah buat gue?"
"lo jadi pasangan gue ya" (namakamu) tersenyum dan menatap Bagas dengan tatapan memohonnya.
"what? coba ulang"
"l-o-j-a-d-i-p-a-s-a-n-g-a-n-g-u-e-y-a" (namakamu) mengulang kembali ucapannya dengan mengeja nya.
"ga ah."
"yah.. please Bagas.." (namakamu) memohon, kini tatapannya berubah seperti seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu tetapi tidak dituruti.
"yaudah, iya.."



-BERSAMBUNG-



@deasyana_pl

Senin, 10 Maret 2014

~POSSIBLE

---PART 2---

AUTHOR: Deasyana Putrisya Larasati

sorry typo dan gaje dll..

hargain L+C



---

(namakamu), dan Steffi sudah selesai membayar. Mereka berdua menuju ke Dunkin Donut's untuk menemui Kiky dan yang lainnya. Saat berjalan dengan terburu-buru..

'BRUK..'

Tubuh (namakamu) terhempas kelantai, ada seseorang yang menabraknya.
"awhh.." ringis (namakamu) memegangi sikutnya.
"eh, aduh.. ma-ma.."
"elo??" ucap (namakamu) dan seorang yang menabraknya secara berbarengan.

ya, dia orang bertemu dengan (namakamu) di toko buku tadi.

"ahh.. lo lagi lo lagi!! dua kali gue ketemu sama lo." bentak (namakamu), mencoba membangunkan tubuhnya.
"maaf, gue buru-buru" ucap pria tersebut pergi berlalu meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk mengusap-usap sikuktnya yang memerah.
"udahlah (namakamu) biarin aja, mungkin dia ga sengaja, yuk balik."

---

(namakamu) dan Steffi sudah sampai di Dunkin Donut's tempat Iqbaal dan yang lain menunggu.
"ehh sorry lama, ada cek cok sedikit." ucap Steffi menyeruput minuman yang sudah Kiky pesan.
"ohh, iya gapapa. (namakamu) mana Steff?" balas Iqbaal membuka bungkusan buku yang Steffi beli
"(namakamu)? ada nih" ucap Steffi membalikan badan, berharap melihat (namakamu). Namuun..
"lohh? (namakamu) mana? tadi? tadi dia ada disini, disamping gue" ucap Steffi panik.
"apaan sih nyariin gue? kangen lo pada sama gue?" balas (namakamu) dengan santai dan menaruh tubuhnya di sandaran kursi.
"lo abis darimana sih? kita semua panik tau ga sih" balas Steffi, menatap (namakamu) dengan tatapan tajamnya.
"beli ini.." (namakamu) menunjukan satu kantung plastik besar, entah apa isinya.
"apaan tuh?" tanya Iqbaal, ingin meraih plastik itu.
"eitss, ga boleh, ini tuh.. taraaaa..."
"gue tau, pasti boneka kelinci.." desis Bastian"
"kelinci.." desis Iqbaal, Kiky, dan Steffi secara berbarengan.
"lucu kan kaya gue?" balas (namakamu) menggembungkan pipinya dan menempelkan pipi kelinci ke pipi kanan nya.
"setelah gue itung-itung, boneka kelinci di rumah lo tuh ada 15, belum lagi kelinci benerannya, aduhh." ucap Steffi menepuk jidatnys.

---

"(namakamuuuu).." seseorang meneriaki namanya dari luar kamar

'BRAK'

'PRANG..PRASH..' *apalahini

'oh my god'
"Bagas, ishh.. bisa ga sih ga usah banting-banting pintu begitu? liat tuh handphone gue!! jatuh kan!!" (namakamu) menghempaskan kakinnya kelantai.
"BODO, egepe.. siapa suruh denger lagu pake earphone kenceng-kenceng, terus gue teriak-teriak dari tadi ga disautin" balas Bagas tak kalah emosi.
"emang lo manggil gue? kok gue ga denger ya?" balas (namakamu) menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"lo budek"
"lo tolol"
"bego"
"idiot"
"sinting"
"o aja"
"a aja belom."
"terserah gue"
"ah bawel"
"bodo, masalah?"
"enggak"
"ahh berisik!! ada apa lo manggil-manggil gue? ada perlu? kalo enggak yaudah sana cabut" (namakamu) memberhentikan adu bacot karena ia tahu, ia akan kalah jika adu bacot dengan Bagas *maafKaloGaSopan
"ada orang tuh dibawah"
"masa iya setan."
"gue serius, ada yang nyariin lo, bawa ka..."
"oh my god, kandang kelinci? ohh ya, gue tau, pasti ini mama kirim kelinci buat gue."
"dengerin gue dulu" Bagas menarik lengan (namakamu), memegang pundaknya.
"ada orang di bawah, nyariin lo, TAPI dia bukan bawa KANDANG KELINCI  yang lo titip sama mama.."
"terus bawa apa?"
"bawa kado, dah sana temuin.."

---

(namakamu) menuruni anak tangganya dengan terburu-buru..

"permisi" seorang tengah berdiri di ujung pintu, seorang memakai seragam orens hitam, memakai topi, dibaju beertuliskan 'pos indonesia'
"ya?"
"ada paket mba"
"paket? oh terimakasih ya, mas eh bang" (namakamu) memuta-mutar kotak tersebut
'siapa? rajin banget ngirim paket'


---

(namakamu) duduk di sofa tengah, masih memandangi kotak--paket itu.

"apa isinya? dari siapa" tanya Bagas, duduk disamping (namakamu), meraih kotak yang tergeletak dimeja
"gatau, gue takut itu bom, kayanya gue ga beli online deh, dan terus gue ga minta paket, jadi?.."
"iini BOM" ucap (namakamu) menutup telinga, memejamkan matanya, menaikan kakinya ke atas*gila , Bagas memandang (namakamu) dengan tatapan yang.. enggghh, polos.
"lo kenapa?" tanya Bagas dengan wajah polosnya
"itu bom, bego.." (namakamu) teriak histeris, menoyor kening Bagas.
"buka dulu dong ah.. gue penasaran, ga usah takut. matinya bareng-bareng ini kok" balas Bagas dengan santai.

'SREEKK..SRREEKK..'

Bagas membuka bungkusan paket itu

"kelinci nih covernya" ucap Bagas menyerahkan kotak itu pada (namakamu).
"haa? bukan bom?" tanya nya masih tak percaya.
"bukan, bego" balas Bagas mengusap wajah (namakamu) dengan telapak tangannya.
"tapi dari siapa?"

(namakamu) membuka bungkusan itu, --sebelumnya warna coklat bungkusnya, kaya sampul buku--
'untuk (nama panjang kamu)
dari Alvaro Maldini'

"Aldy" desis (namakamu)


-BERSAMBUNG-



@deasyana_pl

Jumat, 07 Maret 2014

~POSSIBLE

---PART 1---

AUTHOR: Deasyana Putrisya Larasati

sorry typo and gaje..

---

Matahari memunculkan sinarnya tanpa malu-malu, menerobos masuk kedalam setiap ruangan melalui celah-celah yang sedikit terbuka. Hari ini, hari Senin membuat setiap orang bermalas-malasan untuk melakukan kegiatan, kecuali anak bayi :3

"(namakamu), bangun.. udah siang, gue tinggal nih kalo ga mau bangun" ucap seorang laki-laki, menarik selimut yang masih dalam dekapan seseorang.
"huaahh.. masih ngantuk ahh.. nanti aja, 10 menit lagi" ucap (namakamu) menarik kembali selimutnya hingga kepala dan membalikan badannya.
"ahh, nggak ada 10 menit lagi.. ayo cepet bangun, udah jam setengah tujuh (nama panjang kamu)"
"hah? setengah tujuh? aduhh, gue telat gue telat, lo juga kenapa nggak bangunin gue dari tadi? malah diem aja" balas (namakamu) kocar-kacir mencari peralatan mandinya.
"terus aja salahin gue, gue disini udah dari 15 menit yang lalu buat bangunin lo. Tapi emang dasarnya lo males sih ya jadi mau aja gue bohongin. Sekarang masih jam enam" ucap pria tersebut berlalu meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk mencari seragam sekolahnya.

---

(namakamu) sudah siap dengan pakaian sekolahnya, begitupun dengan pria tadi, yang diketahui adalah kakak (namakamu) yang bernama, Bagas.

"ayo berangkat, telat nih" dengus (namakamu) membenarkan pakaiannya, melirik jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 06.30
"bawel, lo aja bangun lama gue ga bawel" balas Bagas mengambil tasnya yang berada di kursi sebelahnya.
"tapi lo kan udah bohongin gue, gas." balas (namakamu) mengalihkan pandangannya menuju halaman belakang.

---

Mereka berdua sudah sampai dipekarangan sekolah.
"emm, (namakamu) gue ga bisa pulang bareng lo nanti, gue nanti ada tambahan, pulang sendiri ya. Nanti gue suruh pak Jamal yang jemput lo, ya?" ucap Bagas menghampiri (namakamu) yang langkah nya berada di depannya
"hah? yahh, gue bawa mobil lo deh, gas"
"gue pulang naik apaan, bego" ucap Bagas menoyor kening (namakamu)
"issh, lo suruh jemput pak Jamal.."
"yaudah  lah.. up to you deh ya.." balas Bagas, meninggalkan (namakamu).

---

"(namakamu), lo ga ke kantin?" ucap Iqbaal, menghampiri kursi (namakamu).
"iya baal, nanti gue ke bawah, lo duluan aja. gue nyusul sama Steffi" balas (namakamu) disertai senyum manisnya.
"iya, nanti gue sama (namakamu) nyusul, lo duluan aja baal, bas, ky"

---

Steffi, dan (namakamu) sudah sampai dikantin, suasana dikantin yang  sangat ramai membuat (namakamu) dan Steffi malas untuk pergi ke kantin.

"mana sih Steff, Iqbaal nya?? duh gue males nih" ringis (namakamu), mengelap keringat yang sudah membasahi keningnya menggunakan tissue yang ia bawa.
"ya sabar lah, eh itu dia tuh. yuk (namakamu)" Steffi menarik lengan (namakamu), untuk menghampiri Iqbaal dan yang lainnya.

---

"udah pesen makanan?" tanya Steffi duduk tepat disamping Bastian.
"udah.. tuh kiky" balas Iqbaal menunjuk Rizky yang sedang membawa nampan berisi pesanan mereka.

---

Mereka sudah menghabiskan makanan yang dipesan oleh Kiky, mereka meninggalkan kantin karena 5 menit lagi waktu istirahat akan habis.
"nanti pulang sekolah temenin gue nyari buku yuk" ajak (namakamu) memandang teman-temannya yang sibuk dengan ponselnya.
"buku apa? gue juga lagi nyari buku, bareng gue aja yuk? jawab Iqbaal memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
"novel apa aja gitu" jawab (namakamu) singkat.
"gue lagi ga bawa mobil (namakamu)" balas Steffi menatap (namakamu)
"gue bawa mobil."
"terus Bagas?"
"dia di jemput Pak Jamal, mau ada tugas kelompok, jadi mobil gue bawa"
"kalo gitu gue ikut" ucap Bastian dan Kiky serempak

---

'KRIINGG...'

Bell sudah berdering, pertanda kegiatan belajar mengajar sudah selesai, lima sekawan ini pergi meninggalkan kelas, menuju tempat parkiran untuk segera menujun toko buku.
"nih (namakamu) kuncinya, hati-hati" ucap Bagas di tempat parkiran
"oh iya, gue mau ketoko buku dulu boleh ya, gas?" tanya (namakamu) mengambil alih kunci yang Bagas pegang.
"mau ngapain? beli novel? novel yang gue beliin masih numpuk di kamar lo, belum disentuh sama sekali. Dan sekarang mau beli lagi? gila kali lo ya.."
"novel yang lo beliin, itu gue udah punya, oke? bye" balas (namakamu) seraya pergi meninggalkan Bagas
"(namakamu).. (namakamu), demen banget baca novel ya.."

---

Mereka ber-5 sudah sampai disalah satu toko buku, yang letaknya lumayan jauh dari sekolah, dan ini adalah toko buku  favorite (namakamu)

"gue mau cari novel, terus kalian ngapain?" pertanyaan itu, pertanyaan yang selalu (namakamu) tanyakan pada temannya jika menemaninya membeli buku--novel.
"dunkin donut's" jawab Iqbaal, Kiky, dan Bastian, lalu Steffi? menemani (namakamu) membeli novel.
"okey, gue jangan lupa pesenan gue ya" ucap Steffi
"gue juga"

---

(namakamu) dan Steffi, sedang asik memilih buku yang menurut (namakamu) bagus, dan menarik.
"ehmm, Steff ini bagus ga?" ucap (namakamu) memberikan sebuah novel, ber warna cream bergambar dua buah kursi dan bertuliskan ' BEST FRIEND BECAUSE LOVERS'
"kalo menurut lo bagus, yaudah ambil aja. lagian kan yang mau baca lo, bukan gue" jawab Steffi pergi meninggalkan (namakamu) untuk mencari yang ia butuhkan.
"yaudah gue ambil yang baru"
Saat (namakamu) membalikan badan nya untuk mengambil buku yang masih tersegel, buku yang dalam genggaman (namakamu) digenggam juga dengan seseorang.
"eh, eh maaf lo mau ngambil buku ini?" tanya ramah seorang pria.
"i-iya, gue mau buku ini, lo juga mau?" jawab (namakamu) dengan gugup, tatapan pria itu membuat (namakamu) lupa bagaimana caranya mengedipkan mata.
"iya, yaudah nih ambil aja, lagian masih ada banyak kok"
"ohh, yaudah."
"iya, gue duluan ya."
"iya."

"(namakamu), tadi siapa?" tanya Steffi yang tiba-tiba datang, dan menghampirinya.
"gatau, tiba-tiba gue sama dia mau ngambil buku yang sama, terus dia ngalah buat ngambil buku yang ada dibelakangnya."
"ohh gitu, yaudah yuk bayar, belanjaan lo udah banyak banget, lagi pula kasian Kiky, Bastian, Iqbaal, nanti kelamaan nunggu nnya."
"yaudah yuk."

---

(namakamu), dan Steffi sudah selesai membayar. Mereka berdua menuju ke Dunkin Donut's untuk menemui Kiky dan yang lainnya. Saat berjalan dengan terburu-buru..

'BRUK..'

Tubuh (namakamu) terhempas kelantai, ada seseorang yang menabraknya.
"awhh.." ringis (namakamu) memegangi sikutnya.
"eh, aduh.. ma-ma.."
"elo??" ucap (namakamu) dan seorang yang menabraknya secara berbarengan.


-BERSAMBUNG-

@deasyana_pl