---PART 6---
Sorry typo, gaje, dll
Maaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya.
Cerbungnya berubah judul yaa jadi `LOVE TRIANGLE~ bukan ~POSSIBLE lagi :D *AnakLabil,-
Makasih :)
---
"(namakamu), bisa tolongin gue ga?" teriak Bagas dari ruang tamu.
"tolongin apaan?" (namakamu) menghampiri Bagas yang memintanya bantuan.
"tolongin gue, temenin Julian beli keperluan buat bikin tugas tata bog,
karena gue ga ngerti, jadi lo aja yang nemenin Julian, ya?"
"terus lo diem disini? ga ngapa-ngapain? Ikut dong lo!" ucap (namakamu)
"gue? i-iya gue ikut lah.."
"yaudah yuk.."
---
(namakamu), Julian, dan Bagas sudah sampai disalah satu swalayan yang jaraknya tidak terlalu jauh.
"apa aja yang dibutuh in? biar gue yang nyari, gue tau kalo kalian berdua yang nyari ga akan bener" lirih (namakamu), tangannya mengadah meminta catatan/resep yang akan dibeli.
"yaah lupa.. gue taro mana ya? ga ada Jul, di kantong gue.."
"digue juga ga ada, gas.."
"ayolah jangan bercanda gini, males ah gue.." ucap (namakamu) pergi berlalu meninggalkan Bagas dan Julian yang masih sibuk mencari catatan yang akan dibeli.
"ohh iya, kan ga lo catat gas. Lo nulis di memo, bego.." ucap Julian menoyor kening Bagas, dan pergi menyusul (namakamu) yang sedang sibuk mencari makanan ringan.
"tumben lo kesini ga nyari VCD terbarunya -K--8 ?" ucap Julian berdiri tepat dibelakang (namakamu) *KaloGueSebutinPastiKalianPadaGaSuka.
"ehh?emhh.. iya lagi ga mood buat beli vcd nya, hehe.. Lagian kan dirumah masih ada yang baru apalagi kemaren Bagas baru beliin yang KPNKJ di TIS." balas (namakamu) dengan seringaian khasnya.
"ohh gitu ya? kalo ulangtahun mau gue beliin apaan? mau yang berbau kelinci atau yang berbau idolgroup?" tanya Julian yang kini sudah berada disamping (namakamu), dan menatapnya.
"apa aja terserah lo.. kan lo yang mau beliin, yaa jadi terserah lo aja" (namakamu) membalas tatapan Julian, dan pergi menghampiri Bagas.
"ada ga catetan nya?" (namakamu) menghampiri Bagas yang asik dengan ponselnya.
"haah? apa? ohh catetan ya, ada kok.." Bagas menjawab namun tatapannya tetap tertuju pada ponselnya, dan sekilas melirik (namakamu) yang sudah membawa 4 macam snack.
"yaudah ayo cari, jangan diem aja" bentak (namakamu) dan itu tetap tidak membuat Bagas merubah posisinya.
"sini deh ah!! kelamaan.." karena kesal (namakamu) merampas ponsel milik Bagas.
"owww, ternyata lagi chat an sama Shalsa" ledek (namakamu), pergi meninggalkan Bagas yang masih kesal dengan tingkah (namakamu)
"emm, Julian ini pastanya mau rasa apa? lo yang pilih aja ya.. gue nyari bahan-bahan yang lain biar cepet" (namakamu) mengambil salah satu barang yang diperlukan untuk tugas Bagas, dan Julian. Bagas? dimana dia? hanya ada (namakamu) dan Julian yang sibuk mencari keperluan sedangkan Bagas? Bagas sibuk memainkan kunci mobil dan berdiri dibelakang Julian dan (namakamu)
"lo ga bantuin gitu? cihh enak di lo nya dong!!" (namakamu) membalikan badan nya dan menatap Bagas dengan tatapan pembunuhnya.
"abisnya daritadi gue dicuekin, ga dikasih tau apa aja, jadi? gue harus gimana? nyelip diantara lo berdua kan ga enak, nanti gue kaya setan, kaya pho, dst" cerocos Bagas tanpa henti dan 'sok' sibuk memilih baranng-barang.
"ini ga diperluin! keluarin. Bagas, please deh lo jangan tolol tolol amat" ucap (namakamu) memberikan barang yang tidak dibutuhkan kepada Bagas, Julian yang melihat tingkah laku kakak beradik iini hanya tertawa kecil.
"ape lo ketawa? seneng gue menderita?" Bagas menunduk.
"ckck! abisnya lo berdua lucu, yaudah yuk udah cukup kan (namakamu)? kalo udah kita bayar, terus bikin tugasnya deh"
---
Mereka sudah kembali kerumah Bagas, mengeluarkan keperluan-keperluan yang dibutuh kan.
"gue mau fokus!! gamau kaya dulu, bercanda-bercanda malah jadinya penyok.." ucap (namakamu) membuka cara kerja yang tertera dalam buku.
"iya nyah." ucap Bagas da Julian secara serempak.
"apaan sih"
(namakamu) sedang membaca cara kerja dengan teliti, tidak ingin melewatkan satu huruf pun.
'dia cantik kalo lagi serius, walau kadang-kadang dia galak tapi dia cantik, aura kecantikannya ga hilang walaupun dia lagi marah, hahahaa. Kok gue jadi kaya ada rasa yaa sama dia? ah ga mungkin' gumam Julian dalam hati.
"oii.. bengong aja lo, kesambet loh" ucap Bagas mengagetkan Julian yang sedang menatap (namakamu) dengan serius.
"ahh, apaan sih lo, gas" balas Julian memukul bahu Bagas.
"shutt, udah tau nih ayo bantuin.." ucap (namakamu) menatap Julian dan Bagas silih berganti, dan beranjak dari duduknya, di ikuti oleh Bagas dan Julian.
---
"nih caranya gini lo campur biskuit dan mentega rataindidasar loyang abis itu, lo dingi in dalam freezer" (namakamu) memberi contoh pada Bagas apa yang ia kerjakan.
"nah lo Julian ini kerjaan lo. kocok cream cheese nih yang ini, kalo udah lo tambahin margarine dan setengah bagian dari gula, kocok semua bahan yang udah lo masukin tadi nih sampe semua nya lembut. terus lo masukin kuning telur satu persatu sambil terus dikocok jangan berhenti, ngerti?" Julian menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti apa yang diajarkan barusan oleh (namakamu).
"nah nanti nih jul, kalo udah bilang ke gue, nanti gue mau nambahin kulit jeruk, air jeruk lemon dan sour creamm, abis itu lo kocok rata lagi, okey?" (namakamua) menunjukan ibu jarinya, Julian tersenyum.
"terus gue ngapain?" tanya Bagas berdiri tepat disamping (namakamu) memperhatikan (namakamu) yang sedang memberi instruksi kepada Julian.
"emhhh, lo ini nih gas, nanti lo nambahin tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata sisihin deh, dan lo pecahin telur ambil putihnya aja, kuningnya lo taro situ tuh, kalo udah lo kocok putih telur sampai mengembang tambahin sisa gula pasir yang tadi Julian pake" jelas (namakamu)
"selama putih telur dikocok sama Bagas, adonannya Julian di diemin aja, terus Bagas sendokin putih telur kedalam adonan Julian, aduk sampe rata, kalo udah tuang keatas biskuit yang udah Bagas taro freezer, nanti selebihnya gue yang urus" ucap (namakamu) santai dan menyiapkan cream untuk garnish dan mengiris-iris buah strawberry.
'BUGH'
Tubuh Julian menbarak tubuh (namakamu), akibat Bagas mendorong tubuh Julian.
"sshh.. awww, sakit" ringis (namakamu) memegangin tangannya yang berdarah karena terkena pisau, darah nya menetes dengan lancar keluar dari tubuh (namakamu).
"(namakamu).." ucap Julian dan Bagas secara berbarengan.
"aww, gue bilang jangan bercanda, ya jangan bercanda!!! gini kan jadinya!! awwshh.." ringis (namakamu) masih memegangi tangannya yang berlumuran darah
"sini" Julian mengambil tangan (namakamu) yang tergores dan mengemutnya, sedangkan (namakamu), dan Bagas masih bingung melihat tingkah Julian.
"ma-makasih." ucap (namakamu) dengan gugup.
"maaf ya (namakamu) tadi gara-gara gue dorong Julian jadi kena lo deh, maaf ya?" ucap Bagas dengan tatapan bersalahnya dan mengasih kotak P3K pada Julian, (namakamu) mengangguk.
"masih sakit?" tanya Julian yang kini menatap (namakamu).
"enggak kok, ehmm makasih ya, jul"
"iya sama-sama, yaudah lo ga usah bantuin bikin garnish, gue sama Bagas udah cukup kok, lo istirahat aja, tadi darah yang keluar cukup banyak jadi mending lo istirahat.."saran Julian tersenyum menatap (namakamu)
"iya" jawab (namakamu) singkat.
'Julian perhatian banget, kalah sama gue' gumam Bagas
'Julian perhatian banget, Bagas aja yang kakak gue ga sampe segitunya, ckck' gumam (namakamu)
---
1 jam sudah berlalu, sekarang menunjukan pukul 16.00 dan Julian belum kembali--pulang, masih berada di pantry bersama Bagas, mengurus tugasnya yang belum selesai.
"ihh, udah selesai belum?" tanya (namakamu) menghampiri Bagas dan Julian yang sedang duduk diam dimeja makan, mereka berdua menggeleng memperlihatkan raut wajah kekecewaan.
"kenapa? gagal lagi ya?" (namakamu) merangkul Bagas dan Julian yang duduk berdaampingan.
"iya, ini karena ga ada lo, gaada yang ngebawelin kita jadinya gagal deh, liat tuh" Bagas memperlihatkan chesse cake buatannya dengan Julian yang gosong, hancur tak berbentuk. Tawa (namakamu) pecah saat melihat apa yang ada didepan matanya kini.
"kan gue bilang apa jul, dia pasti ketawa diatas penderitaan kita.." Bagas mengerucutkan bibirnya.
"ahahhaa.. enggak bukannya begitu, emang ada atau enggak nya gue berpengaruh banget ya sama kalian?" Baagas dan Julian mengangguk, menatap (namakamu) dengan tatapan memohon agar dapat dibuat kankembali.
"okey, kita beli lagi keperluannya apa aja, abis itu ayo kita buat lagi.. go go go.." (namakamu) menyemangati Bagas dan Julian.
---
2 jam (namakamu) habiskan untuk membantu Bagas, dan Julian membuat tugas mereka, Julian sudah pamit untuk pulang.
"emm, besok gue gabisa bareng sama lo, tapi gue udah nyuruh Julian buat jemput lo.. gapapa ya?" Bagas menatap (namakamu) yang kini terfokus pada layar laptopnya.
"emang kenaapa? kok lo ga bisa tapi Julian bisa? Aneh. Lagian kan ada pak Jamal, gue bisa kok dianter sama dia"ucap (namakamu) tanpa sedikit pun menoleh ke arah Bagas, jemarinya menari-nari diatas keyboard tanpa terganggu dengan luka yang ada pada jari tellunjuknya.
"emm, gue udaha janji sama dia. Lagian juga kan pak Jamal lagi pulang kampung" ucap Bagas, menatap layar tv di depannya.
"yah, iya ya. Yaudah deh, emang lo kenapa sih?"
"gue gabisa, harus dateng lebih awal.." Bagas beranjak dari duduknya meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk dengan laptopnya.
---
Pagi harinya, suasana dingin yang menusuk kulit tubuh, cuacana sehabis hujan. Membuat semua orang bermalas-malasan untuk melakukan semua aktifitas hari ini.
'TOK...TOK..TOK..'
"iyaa tungguu.." teriak seseorang dari dalam rumah.
"emm, permisi tante, (namakamu) ada?" Julian, ya yang mengetuk pintu tadi adalah Julian yang mendapat tugas menjemput (namakamu).
"ehh, Julian ada kok, masuk sini tante panggilin dulu (namakamu) nya"
"iya tante, makasih"
~
"(namakamuuu)... udah siap belum? ada Julian nih dibawah.." teriak mama dari ujung tangga.
"iyaaa maa... sebentar lagii..." balas (namakamu)
~
"udah siap? yuk berangkat" ucap Julian menatap (namakamu) yang berdiri tepat dibelakangnya.
"udah, yuk. Ma, pa aku berangkat dulu ya.. Ass"
---
Julian dan (namakamu) sudah sampai disekolah, (namakamu) sedang menunggu Julian yang sedang memarkirkan motornya.
"emm, sorry yah lama, lama ya nunggunya?" Julian berdiri dan menunduk untuk menatap mata indah milik (namakamu), karena (namakamu) lebih rendah beberapa cm dari Julian.
"enggak kok, ehhmm yaudah yuk kekelas 5 mennit lagi masuk
"
sorrry ya, mau bully?silahkan. Kritik? ohh boleh banget malah. Terimakasih.
Jangan jadi pembaca gelap ya ;) :* hargain L+C nyaaa, butuh saran lohh..
-BERSAMBUNG-
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar