---PART 4---
AUTHOR: Deasyana .P. Larasati
NO COPAS!!
Sorry typo, gaje, dll
Maaf kalo ada kata-kata yang nggak pantes buat ditulis, maaf jelek karena saya bukan penulis handal yang serba bisa. Makasih.
---
"Bagas, nanti malem Steffi ngadain acara gitu, nah setiap orang harus bawa pasangan, terus.."
"yaa terus? masalah buat gue?"
"lo jadi pasangan gue ya" (namakamu) tersenyum dan menatap Bagas dengan tatapan memohonnya.
"what? coba ulang"
"l-o-j-a-d-i-p-a-s-a-n-g-a-n-g-u-e-y-a" (namakamu) mengulang kembali ucapannya dengan mengeja nya.
"ga ah."
"yah..
please Bagas.." (namakamu) memohon, kini tatapannya berubah seperti
seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu tetapi tidak dituruti.
"yaudah, iya.."
---
Malam hari nya, (namakamu) sudah rapi dengan pakaiannya, begitupun dengan Bagas.
"emang acaranya penting banget ya? sampe-sampe gue harus pake jas perpisahan gue? kaya mau kondangan aja deh, emang Steffi nikah apa, kita sampe disuruh dandan kaya begini banget?" Bagas, sedaritadi pria ini ngoceh tidak jelas, mulai dari mengapa ia harus menggunakan tuxedo hitam sewaktu SMP-nya, bilang kalau ini berlebihan lah. Semua telah Bagas keluarkan hingga ia lebih memilih untuk duduk diam disofa, semabari menunggu (namakamu).
"udah jangan bawel, kata nya tuh ini acara formil. Lo tau kan, kak Nasya? cewe yang lo sukain dulu, lo ngejar-ngejar dia, bolak-balik nembak dia tapi sama dia di to..."
"please jangan bahas itu, sekarang intinya kenapa gue harus pake jas? Nasya mau nikah? dia kan baru kelas 12 sama kaya gue." sela Bagas.
"apaan sih kelas 12, dia kuliah emang lo ga inget? dia 1 tahun lebih tua daripada lo."
"nah terus kenapa? kok jadi belibet?"
"gue belum selesai ngomong sama lo udah disela duluan, kan bego lo nya. Malam ini Nasya ngadain acara ulangtahun sekaligus tunangan." balas (namakamu) santai seraya memakai sepatu wedgesnya.
"hah? TUNANGAN?" Bagas tersentak, matanya membesar seperi hendak ingin keluar, (namakamu) mengangguk dan tersenyum tipis.
"iya, kenapa? Lo cemburu? Masih suka sama ka Nasya?"
"Enggak, yaudah yuk berangkat, takut telat."
"Ciee.. udah ga sabar liat kak Nasya ya? Tunggu sebentar gue ambil tas dulu"
---
(namakamu) dan Bagas sudah sampai di tempat yang akan di jadikan sebagai tempat untuk merayakan ulangtahun Nasya dan pertunangannya.
"Steffi mana ya?"
"(namakamu)" sapa seseorang dari kejauhan, (namakamu) menoleh matanya menyipit memandangi seorang yang sedang bersama Steffi.
"haii, mana Bagas? ga jadi ikut?" tanya Steffi celingak-celinguk mencari Bagas.
"ikut kok, tuh dia lagi jalan kesini" balas (namakamu) menunjuk Bagas yang sedang berjalan menuju mereka.
"ohhiya, kenalin ini Karel, dia sepupu gue yang udah lama pindah ke Bali, dan dia baru ke Jakarta lagi kemarin." ucap Steffi seraya tersenyum.
"Karel"
"(namakamu)"
"malem ini lo cantik banget, hii.. gue suka penampilan lo" puji Steffi pada (namakamu). Yap, malam ini (namakamu) mengenakan dress selutut berwarna biru dongker, berkerah, berlengan panjang, serta sedikit ornamen pita dibagian pinggang, serta tambahan sepatu wedges boots berwarna merah mempercantik penampilannya malam ini.
"haii, gas. Apa kabar?" tanya Steffi pada Bagas.
"nanya-nanya gue apa kabar, setiap hari juga ketemu di sekolah kali, dia siapa? Pacar lo ya? eh kok lo mau sih pacaran sama Steffi? dia kan killer.."
"dia bukan pacar gue, Bagas. Dia sepupu gue, cakep kan."
"ohh sepupu, hehe.. gue gatau sorry.
"ahaha, iya gapapa.."
"Bagas, orang paling ganteng se-Indonesia." Bagas menjulurkan tangannya tepat di hadapan tubuh Karel.
"Karel"
"ngarep lo, gas. Jangan dengerin dia, dia gila" ucap (namakamu)
"sekawan lo mana? pada belum dateng?" tanya Bagas yang kini sibuk dengan ponselnya.
"dateng kok, mungkin sebentar lagi, yaudah yuk kesana acaranya udah mau dimulai" ajak Steffi.
---
Selesai sudah acara pesta ulangtahun kak Nasya, perlahan-lahan seluruh tamu undangan pergi meninggalkan area karena waktu yang menunjukan pukul 22.00, tetapi salah satu dari mereka ber empat belum ada yang izin pulang.
"kok lo kesini pada ga bawa pasangan sih?" tanya (namakamu) pada Iqbaal, Kiky, dan Bastian.
"gue kan ga punya pacar" sahut Bagas.
"ga nanya loo.." ucap kelima adik kelasnya.
"ihh, yaudah sih biasa ga usah barengan gitu kali" jawab Bagas dengan tidak santai.
"Bella ga bisa ikut, katanya dia ada acara keluarga" jawab Iqbaal menatap (namakamu)
"Cassie ga bisa ikut, dia sakit" balas Bastian menjejalkan ponselnya kedalam saku jasnya.
"kalo Vanka, lagi diluar kota" balas Kiky santai, memasukan beberapa potong kue kedalam mulutnya.
"kalo gue kan jones, hehehee.." Steffi tertawa, mengingat statusnya yang jones.
"sama Stef, tos dong.. Ayo gas!! Lo kan juga jones kaya kita" ledek (namakamu)
'TOSS'
"TRIO JONES" teriak Steffi, Bagas, dan (namakamu) serempak, Kiky, Bastian, dan Iqbaal tertawa melihat tingkah laku Bagas, Steffi, dan (namakamu)
Hari semakin larut malam, namun ke-6 makhluk ini masih tetap dalan keadaan yang sama, bercanda, berbicara, bahkan bergosip.
"pulang yuk gue ngantuk" rengek (namakamu) mengucek matanya yang kini mulai memeerah.
"sama gue juga udah ngantuk" balas Steffi.
Mungkin bisa saja kalau bukan (namakamu) yang meminta pulang, bisa saja mereka masih terus melakukan tindakan konyol.
"yaudah pulang yuk, bye. see you yaaa.." ucap Bagas, seraya pergi meninggalkan Steffi, Iqbaal, Bastian, dan Kiky yang akan bersiap-siap untuk pulang.
---
Minggu pagi, suasana dingin sehabis hujan, ditambah lagi dinginnya AC, membuat (namakamu) ingin berlama-lama menghabiskan waktunya untuk tidur pada hari ini, namun sayang, niatnya harus di kubur dalam-dalam, karena sekarang ada seseorang yang mengganggu tidurnya.
'BRAK'
Pintu kamar terbuka dengan keras, membuat beberapa kertas yang berada tak jauh dari pintu kamar pun harus berjatuhan..
"kakak...." suara itu..
"Aca dateng lagi kakak, kakak bangun dong kak, Aca kan udah jauh-jauh ke sini tapi kakak masih tidur. Bangun dong kak."
"hoaaamm, Aca ah, kakak ngantuk. ntar sebentar lagi kakak bangun, Aca main aja dulu sama abang."
"nggak, gue mau jalan. Dan lo harus jaga Aca." Bagas? tumben dia mau menjaga Aca.
"emang mama papa mana? kan udah ada Aca berarti udah ada papa mama dong?"
"papa mama lagi beres-beres barang mereka, dan sekarang gue harus pergi, jadi lo ya yang jaga Aca, gue cape." ucap Bagas seraya pergi meninggalkan (namakamu) dan Aca.
-BERSAMBUNG-
Hargain L+C
Mau Bully ? silahkan. Kritik? boleh banget, jangan jadi pembaca gelap yaa
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar