--- PART 1 ---
Haai, apa kabaar? :D maaf ya kemaren sempet ilang beberapa hari yang lalu:( gue ga ada masukan buat broken homenya, wkwk :|. Oh ya, selamat bulan Puasa yaa^^, maafin kalo ada salah, dsb.
Oh iyaa, ini cerbung baru selama Broken Home vacum, Semoga kalian suka yaa^^
Sorry typo, gaje, dll.
Ini masih percobaan dulu yaa, kalian suka atau enggak comment aja biar aku putusin lanjut atau stop :) oke. makasih.
---
--- Iqbaal POV ---
Yeaah, setelah menunggu 1 bulan lebih setelah libur kelulusan SMP tepatnya, masa-masa yang gue tunggu dateng juga. Yap! hari pertama masuk SMA^^.
'SMA? Beneran masa paling Indah?'
FYI(For Your Information) aja sih, dari dulu gue selalu dibuat penasaran sama moment itu. Beneran masa paling Indah bukan, sih? Banyak banget yang bilang kalo masa SMA itu adalah masa paling Indah. Tapi gue juga kangen masa-masa SD, masih unyu-unyu banget tuh. Masa SMP juga, masa mulainya merasakan 'cinta' dan masih takut sama cewek. HAHA~ Emang SMA udah berani, baal?
Oh iya, satu lagi kenalin nama gue Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, terserah kalian mau manggil gue, baal, iq, atau apaan gitu, asal kan jangan 'jones'-_- buat para cewe-cewe boleh lah panggil gue sayang, beb, atau cinta. *plaak'
---
Hari pertama MOS...
Hari kedua MOS...
Hari ketiga MOS...
'tap..tap..tap..'
suara langkah kaki terdengar menggema di sepanjang lorong koridor sekolah, dengan name tag yang menggantung di leher, dan.. enggg.. dandan an yang sangat menjijikan.
"Untuk seluruh siswa peserta MOPDB, silahkan berkumpul ke lapangan sekarang, acara penutupan 'Masa Orientasi Sekolah' akan segera ditutup." ucap salah seorang anggota Osis, di mimbar upcara.
'BRUK..BRUK..BRUK..'
Sesekali sempat terjadinya tabrakan bahu di antara siswa/i peserta MOPDB yang sedang menuju ke lapangan.
---
Dalam kesendriannya, Iqbaal mencari-cari teman SMPnya yang kebetulan mendapat SMA yang sama dengannya. Teuku Rizky Muhammad.
'puk'
"baal, lo udah liat kelas? udah di bagiin loh!" ucap RIzky yang baru saja menemukan Iqbaal yang tengah kebingungan.
"eh.. belum nih, ki. lo udah liat?" ucap Iqbaal tersentak saat mengetahui Rizky berada dibelakangnya.
Ki? ya ternyata Rizky akrab di sapa dengan sebutan Kiky.
"belum nih.." ucap Kiky.
"ohh, yaudah kalo gitu mah bareng aja kali.." ucap Iqbaal.
"hmm, yaudah yuk!" ucap Kiky merangkul Iqbaal.
---
Jemarinya menelusuri kolom nama dan kelas pada Papan Pengumuman, dimana ia akan menempati kelasnya.
"ga ada ki, nama gue.." ucap Iqbaal.
"cari lagi.." ucap Kiky masih serius meneliti kolom-kolom tersebut.
"ah, ini dia! Yes.. dapet kelas 10.8" ucap Kiky.
"ki.." desis Iqbaal.
"hmm?" balas Kiky.
"kita sekelas coyy!!" ucap Iqbaal mendekap tubuh Kiky.
"serius lo bro? wee!!" ucap Kiky sedikit berteriak.
---
'CLEK'
"eh, baal. Gimana sekolahnya?" ucap seorang wanita paruh baya yang sedang berada di ruangtamu, dengan sebuah majalah di genggamannya.
"biasa aja, ga ada yang spesial.." ucap Iqbaal.
"ohh gitu, oh iya." ucap bunda Iqbaal.
---
"hmm.. ki, lo pernah nggerasain jatuh cinta ga sih?" ucap Iqbaal, saat bell istirahat.
"pernah lah, baal." ucap Kiky.
"emang kenapa? lo lagi suka sama seseorang di sekolah ini?" lanjut Kiky.
"gini deh, baal. Lo kan salah satu anggota baru di sekolah ini, kita juga belum genap 1 bulan kan?" ucap Kiky.
"iya.. terus?" sahut Iqbaal.
"mendingan, lo coba untuk jadi terkenal dulu deh. misal.."
"contohnya?" ucap Iqbaal menyela ucapan Kiky.
'tuk'
"gue belum selesai ngomong, bego. Ya, misalkan lo masuk ke tim basket gitu, ya lo tau sendiri kan? biasanya anak-anak yang masuk tim basket itu beken." ucap Kiky.
"apa lagi lo, SMP ikut eskul basket, sd lo ikut eskul basket, yaudah mendingan lo sekarang daftar eskul basket aja deh sana" lanjut Kiky.
"terus lo ikut eskul apaan, ki?" ucap Iqbaal.
"gue mah gampang, dance gue bisa, nyanyi bisa, silat bisa, taekwondo bisa, semuanya gue bisa" ucap Kiky.
'tuk"
"jadi cheers aja lo, ki. sexy deh" ledek Iqbaal, tangan nya membentuk tubuh wanita (apasih,-)
"ahh ngeledek deh lo.. eh tapi masih ada yang lebih gede loh dari gue.." ucap Kiky kagum, bahwa bukan hanya dirinya siswa paling besar di sekolah ini.
"siapa?" ucap Iqbaal.
"tuh, Ramanda anak 10.6" ucap Kiky, kepalanya terarah pada Ramanda,-
"gilaa.." ucap Iqbaal berdecak kagum.
"untung aja, lo ga kaya gitu ya ki.." ucap Iqbaal menggeleng-gelengkan kepalanya.
---
"ki, ke perpus yuk!" ucap Iqbaal.
"mau ngapain? ayo aja deh." ucap Kiky.
"mau nyari buku philosop" ucap Iqbaal.
"yaudah"
---
Suasana dalam ruangan ini begitu sepi, seperti tidak ada kehidupan di dalam ruangan ini. Bagi sebagian orang merasa nyaman dalam ruangan ini, tapi tidak bagi Iqbaal dan Kiky.
"silahkan isi nama, kelas, dan tanda tangan dulu" ucap penjaga perpustakaan, yang di ketahui bernama ibu 'Vivi Luthfianti", dari name tag yang ia kenakan.
"bu, buku philosop di rak bagian mana ya bu?" ucap Kiky.
"kalian dari sini lurus terus, di ujung sana ada dua ruangan, kalian pilih ruangan yang paling pojok dekat balkon, harap tenang ya nak" ucap Bu Vivi kurang lebih seperti itu(author bodoh.-.)
"baiklah, terimakasih bu." ucap Iqbaal.
"ini ya, ki?" ucap Iqbaal berbisik.
"gatau, iya kali.." ucap Kiky.
'sstt!!'
hanya itu yang terdengar kala mereka berdua mengeluarkan suara.
"iyakali, ini balkon, nah berarti ini.." ucap Kiky.
"yaudah yuk masuk aja dulu.." ucap Iqbaal.
"gue tunggu sini ya, baal" ucap Kiky, Iqbaal hanya mengacungkan kedua jempolnya.
"hmm.. mana ya?" ucap Iqbaal mecari-cari buku yang ia ingin baca.
"ini dia.." ucap Iqbaal...namun tak sendiri,- sepertinya juga ada yang ingin buku ini, tangannya bertumpuk dengan tangan orang lain, entah itu siapa Iqbaal tak tahu.
"upss..sorry" ucap Iqbaal.
"mau ngambil buku ini yah?" tanya Iqbaal.
"emm..iya, udah gapapa ambil aja, aku bisa kok ambil yang lain" ucap seseorang yang ingin mengambil buku yang sama.
"udah gapapa.. ambil aja" ucap Iqbaal memberikan buku tersebut.
"makasih ya.." ucap someone :3
"iya sama-sama, Iqbaal" ucap Iqbaal mengulurkan tangannya--berjabat tangan--
"Bella" yap, Bella ternyata namanya,- senyumnya manis, putih, tingginya agak sedikit dibawah Iqbaal.-.
"kelas berapa?" ucap Iqbaal.
"IPA 11.3" ucap Bella.
"kamu?" ucap Bella.
"mhh.. 10.8" ucap Iqbaal gugup.
"yuadah, ak-aku kesana dulu ya" ucap Bella sedikit gugup.
"iya.." ucap Iqbaal tersenyum ramah.
"wehh.. ki, tadi gue ketemu sama cewe yang gue suka, ki" ucap Iqbaal, menepuk pundak Kiky.
"siapa namanya?" ucap Kiky.
"Bella.." ucap Iqbaal.
"Bella Graceva Amanda Putri, baal?" ucap Kiky.
"gatau tuh, gue di kasih tau namanya Bella, udah gitu doang" ucap Iqbaal.
"kelas berapa?" ucap Kiky.
"IPA 11.3" ucap Iqbaal.
"lo serius?" ucap Kiky kaget.
"iya, kenapa?" ucap Iqbaal tak kalah heboh. sepertinya mereka berdua lupa, dimana mereka saat ini berada.
"hey, diam! ini perpustakaan, bukan mall" ucap seorang pria tua berkacamata.
"ayo deh kita keluar, gue mau ngomong.." ucap Kiky.
BERSAMBUNG DULU YA :D
ini percobaan, liat ratting LIKE-nya dulu, kalo 'lumayan' banyak bakalan di next nihhh:)
@deasyana_pl
Senin, 30 Juni 2014
Selasa, 24 Juni 2014
BROKEN HOME!~
--- PART 12 ---
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL.
MAAF JUGA KALO ADA KESALAHAN TEMPAT ATAU APA GITU, LANGSUNG IKUTIN ALURNYA AJA YAA :D HEHE~
L+C= SEMANGAT GUE :3
JANGAN JADI PEMBACA GELAP YEEY :)
NO COPAS!!
COPAS? KARMA LAGI OTW.
EHH ENGGAK DEH,- MANA ADA YANG MAU COPAS CERBUNG ABAL-ABAL. YE GA? :D
---
(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.
'UHK..UHUK'
"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.
"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel
"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.
"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas d lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).
"karena mereka udah, ngenalin lo ke narkoba" ucap Karel.
"ya, tapi lo.."
"gue harus buatt pelajaran ke mereka!" ucap Karel menyela ucapan (namakamu).
"tapi kan ga kaya gitu caranya, rel." desis (namakamu).
"lo hampir aja buat ade lo sendiri rusak, kehilangan masa depannya." ucap (namakamu).
"ya. ya gue gatau kalo bakalan kaya gini" ucap Karel menunduk.
"kenapa nih?" ucap Steffi dan Bella yang masuk kedalam kamar (namakamu) berbarengan.
"gapapa" ucap (namakamu)
---
"gue balik dulu ya, kalian jadi pada nginep kan?" ucap Iqbaal berdiri, mengambil jaket yang tergantung di belakang pintu.
"iya, gue nginep disini" ucap Steffi memainkan ponselnya.
"temenin gue dulu yuk bell, beli makan" ucap Karel.
"gue sama siapa?" ucap (namakamu).
"sama Steffi.." ucap Karel.
"hmm. yaudah" ucap (namakamu)
~
Disisi lain Karel dan Bella sedang membeli makanan untuk (namakamu), Steffi, dan Iqbaal.
"bell.." ucap Karel.
"hmm?" balas Bella.
"lo yakin ga? kalo Iqbaal bakal ngerubah sifat (namakamu)?" ucap Karel
"gue sih yakin yakin aja.." ucap Bella.
"tapi gue rada ga yakin gitu deh.." ucap Karel.
"buktinya kemaren dia bisa kan? nah kalo sekarang lebih serius mungkin bisa aja (namakamu) berubah 100%" ucap Bella.
"kalo dia ga berubah gimana?" ucap Karel.
"gue belimn lo, (namakamu), Steffi, sama Iqbaal ice cream bubble gum.." ucap Bella.
"itu kan ada nya di London, baka!" ucap Karel menoyor kening Bella.
"yaudah, gue bayarin lo masuk dufan" ucap Bella.
"bener ya?" ucap Karel.
"iya, tapi kalo sebaliknya?" ucap Bella.
"kita liburan ke pulau Tidung" ucap Karel.
"siapa yang bayar?" ucap Bella
"ya sendiri-sendiri laah" ucap Karel menahan taawanya.
"yaah gitu ya.. oke jadi" ucap Bella mengerucutkan bibirnya.
"haha.. gue bayarin deh! tapi kita naik kapal yang dari Merak ya, bukan yang dari Marina. haha" ucap Karel.
"kapal roro? lo mau gue sampe sampe jalannya keliengan?" ucap Bella memukul lengan Karel.
"haha, ya enggak lah. Steffi udah ngambek duluan kali. ya kita dari Marina" ucap Karel.
~
"bund, Iqbaal pergi dulu ya." ucap Iqbaal berpamitan pada Bundanya.
"mau kemana kamu, baal?" ucap Bunda.
"mau nginep di rumah Alfa ma, udahlah mama tenang aja." ucap Iqbaal.
"yaudah, hati-hati ya, baal." ucap bunda
"iya bun"
~
'TOK..TOK..TOK'
"masuk.." ucap Karel saat ada seseorang yang mengetuk-ngetuk piintu
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL.
MAAF JUGA KALO ADA KESALAHAN TEMPAT ATAU APA GITU, LANGSUNG IKUTIN ALURNYA AJA YAA :D HEHE~
L+C= SEMANGAT GUE :3
JANGAN JADI PEMBACA GELAP YEEY :)
NO COPAS!!
COPAS? KARMA LAGI OTW.
EHH ENGGAK DEH,- MANA ADA YANG MAU COPAS CERBUNG ABAL-ABAL. YE GA? :D
---
(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.
'UHK..UHUK'
"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.
"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel
"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.
"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas d lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).
"karena mereka udah, ngenalin lo ke narkoba" ucap Karel.
"ya, tapi lo.."
"gue harus buatt pelajaran ke mereka!" ucap Karel menyela ucapan (namakamu).
"tapi kan ga kaya gitu caranya, rel." desis (namakamu).
"lo hampir aja buat ade lo sendiri rusak, kehilangan masa depannya." ucap (namakamu).
"ya. ya gue gatau kalo bakalan kaya gini" ucap Karel menunduk.
"kenapa nih?" ucap Steffi dan Bella yang masuk kedalam kamar (namakamu) berbarengan.
"gapapa" ucap (namakamu)
---
"gue balik dulu ya, kalian jadi pada nginep kan?" ucap Iqbaal berdiri, mengambil jaket yang tergantung di belakang pintu.
"iya, gue nginep disini" ucap Steffi memainkan ponselnya.
"temenin gue dulu yuk bell, beli makan" ucap Karel.
"gue sama siapa?" ucap (namakamu).
"sama Steffi.." ucap Karel.
"hmm. yaudah" ucap (namakamu)
~
Disisi lain Karel dan Bella sedang membeli makanan untuk (namakamu), Steffi, dan Iqbaal.
"bell.." ucap Karel.
"hmm?" balas Bella.
"lo yakin ga? kalo Iqbaal bakal ngerubah sifat (namakamu)?" ucap Karel
"gue sih yakin yakin aja.." ucap Bella.
"tapi gue rada ga yakin gitu deh.." ucap Karel.
"buktinya kemaren dia bisa kan? nah kalo sekarang lebih serius mungkin bisa aja (namakamu) berubah 100%" ucap Bella.
"kalo dia ga berubah gimana?" ucap Karel.
"gue belimn lo, (namakamu), Steffi, sama Iqbaal ice cream bubble gum.." ucap Bella.
"itu kan ada nya di London, baka!" ucap Karel menoyor kening Bella.
"yaudah, gue bayarin lo masuk dufan" ucap Bella.
"bener ya?" ucap Karel.
"iya, tapi kalo sebaliknya?" ucap Bella.
"kita liburan ke pulau Tidung" ucap Karel.
"siapa yang bayar?" ucap Bella
"ya sendiri-sendiri laah" ucap Karel menahan taawanya.
"yaah gitu ya.. oke jadi" ucap Bella mengerucutkan bibirnya.
"haha.. gue bayarin deh! tapi kita naik kapal yang dari Merak ya, bukan yang dari Marina. haha" ucap Karel.
"kapal roro? lo mau gue sampe sampe jalannya keliengan?" ucap Bella memukul lengan Karel.
"haha, ya enggak lah. Steffi udah ngambek duluan kali. ya kita dari Marina" ucap Karel.
~
"bund, Iqbaal pergi dulu ya." ucap Iqbaal berpamitan pada Bundanya.
"mau kemana kamu, baal?" ucap Bunda.
"mau nginep di rumah Alfa ma, udahlah mama tenang aja." ucap Iqbaal.
"yaudah, hati-hati ya, baal." ucap bunda
"iya bun"
~
'TOK..TOK..TOK'
"masuk.." ucap Karel saat ada seseorang yang mengetuk-ngetuk piintu
Senin, 23 Juni 2014
BROKEN HOME!~
--- PART 11 --
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!
LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE
JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!
LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE
---
(namakamu) sudah di tidurkan di kamarnya, Iqbaal, Karel, Steffi, dan Bella sedang berbincang.
"makasih ya baal, untung lo ngeliat dia dan ngikutin (namakamu), gue gatau kalo ga aada lo disana gimana jadinya.." ucap Karel menaruh gelas berisi minuman
"iya sama-sama, lagian juga tadi gue ga sengaaja lewat sana. terus kaya ada ikaatan batin gitu buat nengok ke arah (namakamu)." ucap Iqbaal santai, Bella, Steffi, dan Karel menatap sinis ke arah Iqbaal, Iqbaal menautkan alisnya seperti ada yang salah dari perkataannya.
"kenapa dah?" ucap Iqbaal
"ikatan batin?" ucap Steffi, Bella, dan Karel berbarengan.
"lo suka sama (namakamu)?" ucap Karel.
"emhh.. enggak" ucap Iqbaal gugup
"ciee... bangke!!" ucap Karel menimpuk Iqbaal dengan bantal sofa.
"hahaha, kalo gue suka kenapa?" ucap Iqbaal.
"gaboleh!" ucap Steffi dan Bella.
"kenapa emangnya?" ucap Iqbaal.
"kalo mau jadi cowo nya ade gue, harus bisa ngerubah sifat dia.." ucap Karel.
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
---
"badannya panas banget.." ucap Steffi saat memegangi kening (namakamu).
"ya, gue berharap setelah dia sembuh dia bisa berubah deh. ga biasanya dia sepanas ini" ucap Karel.
"amin.." ucap Steffi, Bella, dan Iqbaal.
"lo ngerasa aneh ga sih? dulu (namakamu) sempet berubah, dan sekarang dia balik lagi kaya dulu. suka ngeclub, mabuk lagi.." ucap Karel duduk di pinggiran kasur.
"itu semua gara-gara gue rel, maaf kalo gue ga bisa ngerubah (namakamu) sepenuhnya" ucap Iqbaal menunduk, tak berani menatap Karel.
"lo apain dia?" ucap Karel.
"gini rel, waktu itu Iqbaal dateng ke rumah (namakamu) buat minta maaf karena sebelumnya mereka berdua ada konflik gitu, terus Iqbaal dateng kesini buat minta maaf, tapi tiba-tiba bundanya Iqbaal sama Kakaknya dateng bilang kalo (namakamu) itu bukan perempuan baik-baik, Iqbaal disuruh menjauh dari (namakamu), tapi Iqbaal gabisa, setiap jam Istirahat, pulang sekolah, Iqbaal selalu berusaha buat ga ngejauhin (namakamu), tapi (namakamu) tetap aja ngejuhin Iqbaal, (namakamu) sempet depresi beberapa hari, dia juga sempet ga makan semenjak Iqbaal ngejauhin, terus juga dia sering bolos jam pelajaran, dia malah ngerokok di atap sekolah. pokoknya miris banget deh keadaanya (namakamu) pas itu" ucap Steffi.
"konflik?" ucap Karel. Bella, Steffi, dan Iqbaal mengangguk.
"koflik apaan?" ucap Karel.
"lo inget kan yang katanya Shalsa nempelin foto (namakamu) di bar?" ucap Steffi, Karel mengangguk.
---
"ohh, jadi karena itu" ucap Karel maggut-manggut.
"iya, rel gue minta maaf ya kalo sifat (namakamu) berubah lagi kaya dulu" ucap Iqbaal mulai memberanikan diri menatap Karel.
"iya gapapa, justru gue mau bilang makasih, udah sempet ngerubah sifat (namakamu).
"nggh.." ringis (namakamu)
"(namakamu), udah bangun?" ucap Karel
"mau makan? nih tadi Steffi bikinin lo makanan" ucap Karel, (namakamu) menggeleng.
"makan, biar cepet sembuh!" ucap Karel menyendokan bubur.
"gamau, rel." ucap (namakamu), menjauhkan suapan yang Karel ingin berikan.
"yaudah lah, terserah lo." ucap Karel.
"gue mau ke bawah dulu." ucap Karel membuka pintu kamar.
"gue mau ke toilet dulu, di kamar lo toiletnya rusak." ucap Steffi.
"gue mau ke alfa, mau nitip ga?" ucap Bella.
"terus, kamu mau pergi juga? ninggalin aku disini sendirian?" ucap (namakamu).
"enggak lah, aku mau nemenin kamu disini." ucap Iqbaal, mencoba membantu (namakamu) untuk duduk.
"aku mau.."
"oh ya, handphone gue mana ya?" (namakamu) mencela ucapan Iqbaal.
"(namakamu)" ucap Iqbaal.
"berhenti untuk minta maaf atas kesalahan kamu dan bunda kamu, baal" (namakamu) kembali menyela ucapan Iqbaal.
Sial, sepertinya (namakamu) menyadari bahwa Iqbaal ingin meminta maaf atas kesalahan bunda, dan kakaknya.
"ohiya, baal.."
"berhenti untuk bilang terimakasih atas apa yang udah aku perbuat, (namakamu)" ucap Iqbaal, mengikuti intonasi yang (namakamu) perbuat sebelumnya.
'TUK'
"apa sih kamu, GR banget. aku cuma mau bilang, tadi kenapa kamu bisa ada disana?" ucap (namakamu).
"karena ini." ucap Iqbaal menunjuk dadanya --hatinya-- dan tersenyum menatap (namakamu).
"ck! apaan sih, baal" ucap (namakamu).
"kamu ga percaya?" ucap Iqbaal, (namakamu) menggeleng.
"tadi kamu ke LBV'S CAFE kan?" ucap Iqbaal.
"baru mau masuk, lebih tepatnya." ucap (namakamu) membenarkan sedikit perkataan Iqbaal yang salah.
"ahh iya, maksud aku itu. Tadi aku juga mau kesana, cuma aku baru bayar parkir, terus aku ngeliat kaya ada orang gitu, perempuan aku udah kaya kenal gitu sama dia, terus kok dia ada yang gotong gitu tiga orang, hati aku bilang kamu itu kamu, yaudah akhirnya aku bilang ke supir aku suruh ngikutin orang yang bawa kamu, terus aku jadi pahlawan kamu deh.." ucap Iqbaal memperlihatkan giginya,-
"itu alay story ya baal namanya?" ucap (namakamu).
"oh iya, kamu ngapain ke LBV'S CAFE?" ucap (namakamu).
"aku mau dateng ke acara sepupu aku, dia ngadain sweet seventeen dia gitu di outdoorynya, eh malah ketemu kamu. Mungkin kita jodoh.." ucap Iqbaal mulai ngalorngidul.
"ngawur. baal aku bilangin yaa ke kamu, kalo mimpi itu jangan tinggi tinggi turunnya susah ga ada tangga, mau kamu jatoh gedebuk gitu?" ucap (namakamu) dengan ekspresi yang...susah di deskripsikan-,-
"kaya lagunya yovie and nuno dong yang kaya gini aku sakit aku sakit kau terbangkan ku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang" ucap Iqbaal sedikit bersenandung tidak jelas.
"nah tuh tau.." ucap (namakamu).
"oh iya, lo kan belum makan. makan dulu yuk" ucap Iqbaal mengambil mangkuk yang berisi bubur yang berada di nakas samping tempat tidur.
---
"hmm, baal. aku mau nanya boleh?" ucap (namakamu).
"boleh, nanya apaan?" ucap Iqbaal.
"kamu inget ciri-ciri orang yang waktu itu ngeroyok kamu?" ucap (namakamu).
"dia yang ngeroyok aku!" ucap Iqbaal menatap foto yang berada di meja sebrang Iqbaal saat ini.
"BD?" ucap Iqbaal.
"yang mau ngerusak kamu, dia yang ngeroyok aku." ucap Iqbaal.
"kamu serius?" ucap (namakamu).
"Karel.." ucap (namakamu) saat Karel memasuki kamarnya.
"apaan?" ucap Karel.
"lo tau BD kam?" ucap (namakamu).
"hmm.." balas Karel.
"gue mau bilang sesuatu sama lo sebenernya (nam..)" ucap Karel
"bilang apa? bilang aja.." ucap (namakamu)
"mungkin lo belum tau ini sebelumnya.." ucap Karel.
"saat lo mulai dekat sama Iqbaal, dan bahkan lo udah hampir berubah 98%, gue coba buat ngunjungiin club yang sering lo dateng in, gue cuma mau liat doang lo nepatin janji lo sama Iqbaal atau enggak, gue kesana di temenin sama temen temen otomotif gue, pas gue kesana ngecek ternyata ga ada lo, dan lo mungkin bener-bener udah 100% ngelupain kebiasaan buruk lo itu, tapi.."
"tapi di saat gue kesana, gue malah ketemu sama...BD." ucap Karel.
"gue sama temen otomotif gue nyamar, dan gue..."
"gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.
(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.
'UHK..UHUK'
"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.
"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel
"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.
"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas dasar apa lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).
"karena mereka udah.........
-BERSAMBUNG-
L+C
@deasyana_pl
"(namakamu)" ucap Iqbaal.
"berhenti untuk minta maaf atas kesalahan kamu dan bunda kamu, baal" (namakamu) kembali menyela ucapan Iqbaal.
Sial, sepertinya (namakamu) menyadari bahwa Iqbaal ingin meminta maaf atas kesalahan bunda, dan kakaknya.
"ohiya, baal.."
"berhenti untuk bilang terimakasih atas apa yang udah aku perbuat, (namakamu)" ucap Iqbaal, mengikuti intonasi yang (namakamu) perbuat sebelumnya.
'TUK'
"apa sih kamu, GR banget. aku cuma mau bilang, tadi kenapa kamu bisa ada disana?" ucap (namakamu).
"karena ini." ucap Iqbaal menunjuk dadanya --hatinya-- dan tersenyum menatap (namakamu).
"ck! apaan sih, baal" ucap (namakamu).
"kamu ga percaya?" ucap Iqbaal, (namakamu) menggeleng.
"tadi kamu ke LBV'S CAFE kan?" ucap Iqbaal.
"baru mau masuk, lebih tepatnya." ucap (namakamu) membenarkan sedikit perkataan Iqbaal yang salah.
"ahh iya, maksud aku itu. Tadi aku juga mau kesana, cuma aku baru bayar parkir, terus aku ngeliat kaya ada orang gitu, perempuan aku udah kaya kenal gitu sama dia, terus kok dia ada yang gotong gitu tiga orang, hati aku bilang kamu itu kamu, yaudah akhirnya aku bilang ke supir aku suruh ngikutin orang yang bawa kamu, terus aku jadi pahlawan kamu deh.." ucap Iqbaal memperlihatkan giginya,-
"itu alay story ya baal namanya?" ucap (namakamu).
"oh iya, kamu ngapain ke LBV'S CAFE?" ucap (namakamu).
"aku mau dateng ke acara sepupu aku, dia ngadain sweet seventeen dia gitu di outdoorynya, eh malah ketemu kamu. Mungkin kita jodoh.." ucap Iqbaal mulai ngalorngidul.
"ngawur. baal aku bilangin yaa ke kamu, kalo mimpi itu jangan tinggi tinggi turunnya susah ga ada tangga, mau kamu jatoh gedebuk gitu?" ucap (namakamu) dengan ekspresi yang...susah di deskripsikan-,-
"kaya lagunya yovie and nuno dong yang kaya gini aku sakit aku sakit kau terbangkan ku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang" ucap Iqbaal sedikit bersenandung tidak jelas.
"nah tuh tau.." ucap (namakamu).
"oh iya, lo kan belum makan. makan dulu yuk" ucap Iqbaal mengambil mangkuk yang berisi bubur yang berada di nakas samping tempat tidur.
---
"hmm, baal. aku mau nanya boleh?" ucap (namakamu).
"boleh, nanya apaan?" ucap Iqbaal.
"kamu inget ciri-ciri orang yang waktu itu ngeroyok kamu?" ucap (namakamu).
"dia yang ngeroyok aku!" ucap Iqbaal menatap foto yang berada di meja sebrang Iqbaal saat ini.
"BD?" ucap Iqbaal.
"yang mau ngerusak kamu, dia yang ngeroyok aku." ucap Iqbaal.
"kamu serius?" ucap (namakamu).
"Karel.." ucap (namakamu) saat Karel memasuki kamarnya.
"apaan?" ucap Karel.
"lo tau BD kam?" ucap (namakamu).
"hmm.." balas Karel.
"gue mau bilang sesuatu sama lo sebenernya (nam..)" ucap Karel
"bilang apa? bilang aja.." ucap (namakamu)
"mungkin lo belum tau ini sebelumnya.." ucap Karel.
"saat lo mulai dekat sama Iqbaal, dan bahkan lo udah hampir berubah 98%, gue coba buat ngunjungiin club yang sering lo dateng in, gue cuma mau liat doang lo nepatin janji lo sama Iqbaal atau enggak, gue kesana di temenin sama temen temen otomotif gue, pas gue kesana ngecek ternyata ga ada lo, dan lo mungkin bener-bener udah 100% ngelupain kebiasaan buruk lo itu, tapi.."
"tapi di saat gue kesana, gue malah ketemu sama...BD." ucap Karel.
"gue sama temen otomotif gue nyamar, dan gue..."
"gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.
(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.
'UHK..UHUK'
"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.
"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel
"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.
"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas dasar apa lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).
"karena mereka udah.........
-BERSAMBUNG-
L+C
Minggu, 22 Juni 2014
BROKEN HOME!~
--- PART 10 ---
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!
LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE :3
---
'CLEK'
"(namakamu)" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat didepan pintu.
"(namakamu)...(namakamu), tunggu aku!" ucap seseorang tersebut masih terus berusaha mengejar (namakamu).
"apa lagi sih...baal!" ucap (namakamu) membalikan tubuhnya. Baal? ya jelas saja Iqbaal.
"aku ga bisa ngejauhin kamu (namakamu), aku mohon jangan jauhin aku.." uucap Iqbaal.
"itu permintaan bunda kamu, aku juga tau kok aku bukan perempuan baik-baik, jadi aku mohon sama kamu, baal. Jauhin aku.." ucap (namakamu)
"tapi aku ga akan pernah bisa buat ngejauhin kamu.." ucap Iqbaal.
"udahlah baal, lepasin aku.." ucap (namakamu).
---
"(namakamu), lo kenapa?" ucap Steffi saat (namakamu) sampai di dalam kelas.
"Iqbaal mana?" ucap Bella saat mengetahui bahwa tidak ada Iqbaal disamping (namakamu).
"bell, steff.." lirih (namakamu).
"iya, kenapa (namakamu)?" ucap Steffi merangkul (namakamu).
"jujur sama gue, semurahan apasih gue dimata kalian berdua?" ucap (namakamu) menatap Bella dan Steffi.
"lo ga murahan, ya maaf maaf aja ya, ya mungkin lo cuma butuh perhatian doang dari orangtua lo atau orang lain." ucap Steffi dengan bijak.
"iya, lo ga murahan kok, kalo lo murahan lo udah jual diri lo (namakamu)." ucap Bella
"kalo gue ga murahan, kenapa bundanya Iqbaal bilang kalo gue murahan?" ucap (namakamu), dengan mata yang berkaca-kaca.
"(namakamu).. mungkin eman udah saatnya lo berubah.." ucap seseorng yang tiba-tiba datang ke kelas, dan duduk disamping Bella.
"Karel?" ucap (namakamu). Karel tersenyum melihat adiknya tersenyum akan kedatangannya kesini.
"lo harus bisa berubah, kalo lo emang bener bener ga mau di bilang cewe murahan." ucap Karel.
"gabisa, gue udah terlanjur nyaman sama kehidupan gue yang kaya gini"ucap (namakamu).
"harus bisa dong, kita bakal ngebantuin lo kok.." ucap Steffi.
"yaudah lah ya, liat nanti aja. berubah syukur, enggak ya gapapa, gini gini aja. haha" ucap (namakamu).
---
3 minggu semenjak Bunda Iqbaal menyuruh Iqbaal menjauhi (namakamu), sifat (namakamu) kembali berubah seperti awal, kembali sering datang ke bar malam.
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
---
"dimana nih gue?" ucap (namakamu), saat menyadari dirinya di ikat dalam sebuah ruangan yang penuh dengan barang-barang.
"wei!! lepasin gue!!" ucap (namakamu) berteriak.
"ehh lo, dah bangun.." ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
"BD, Aldy, Bastian?" ucap (namakamu).
"lepasin gue!!" bentak (namakamu).
"lepasin? segampang itu lo minta lepasin?" ucap BD menoel dagu (namakamu).
"cowo lo udah buat kita bertiga babak belur, malah sekaranng lo minta lepasin?" ucap BD.
"GA BISA! LO HARUS NGERASAIN APA YANG KITA JUGA RASAIN!" ucap BD.
"lepasin gue!! TOLONG!!" teriak (namakamu).
"percuma aja lo teriak teriak minta tolong, ga akan adaa yang mau nolongin lo!" ucap BD.
'SRREEK..'
dalam sekali cakar baju yang (namakamu) kenakan sudah robek di bagian tangan atas *namanyaapaan?,-
"gue mohon jangan! gue gatau apa-apa tentang kejadian itu!!" ucap (namakamu) mulai menjatuhkan airmatanya.
"alah bohong!! itu pasti lo yang ngelakuin kan? karena lo dendam sama kita bertiga!" ucap Bastian.
"enggak! gue berani sumpah itu bukan gue, dan gue juga ga pernah dendam sama kalian!" ucap (namakamu) mulai memberontak, mendang nendang.
"ga usah banyak omong lo!" ucap BD mulai membuka kancing baju paling atas.
"gue mohon jangan lakuin ini!! gue mohon!!" ucap (namakamu) sesegukan.
'BRAK'
~
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!
LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE :3
---
'CLEK'
"(namakamu)" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat didepan pintu.
"(namakamu)...(namakamu), tunggu aku!" ucap seseorang tersebut masih terus berusaha mengejar (namakamu).
"apa lagi sih...baal!" ucap (namakamu) membalikan tubuhnya. Baal? ya jelas saja Iqbaal.
"aku ga bisa ngejauhin kamu (namakamu), aku mohon jangan jauhin aku.." uucap Iqbaal.
"itu permintaan bunda kamu, aku juga tau kok aku bukan perempuan baik-baik, jadi aku mohon sama kamu, baal. Jauhin aku.." ucap (namakamu)
"tapi aku ga akan pernah bisa buat ngejauhin kamu.." ucap Iqbaal.
"udahlah baal, lepasin aku.." ucap (namakamu).
---
"(namakamu), lo kenapa?" ucap Steffi saat (namakamu) sampai di dalam kelas.
"Iqbaal mana?" ucap Bella saat mengetahui bahwa tidak ada Iqbaal disamping (namakamu).
"bell, steff.." lirih (namakamu).
"iya, kenapa (namakamu)?" ucap Steffi merangkul (namakamu).
"jujur sama gue, semurahan apasih gue dimata kalian berdua?" ucap (namakamu) menatap Bella dan Steffi.
"lo ga murahan, ya maaf maaf aja ya, ya mungkin lo cuma butuh perhatian doang dari orangtua lo atau orang lain." ucap Steffi dengan bijak.
"iya, lo ga murahan kok, kalo lo murahan lo udah jual diri lo (namakamu)." ucap Bella
"kalo gue ga murahan, kenapa bundanya Iqbaal bilang kalo gue murahan?" ucap (namakamu), dengan mata yang berkaca-kaca.
"(namakamu).. mungkin eman udah saatnya lo berubah.." ucap seseorng yang tiba-tiba datang ke kelas, dan duduk disamping Bella.
"Karel?" ucap (namakamu). Karel tersenyum melihat adiknya tersenyum akan kedatangannya kesini.
"lo harus bisa berubah, kalo lo emang bener bener ga mau di bilang cewe murahan." ucap Karel.
"gabisa, gue udah terlanjur nyaman sama kehidupan gue yang kaya gini"ucap (namakamu).
"harus bisa dong, kita bakal ngebantuin lo kok.." ucap Steffi.
"yaudah lah ya, liat nanti aja. berubah syukur, enggak ya gapapa, gini gini aja. haha" ucap (namakamu).
---
3 minggu semenjak Bunda Iqbaal menyuruh Iqbaal menjauhi (namakamu), sifat (namakamu) kembali berubah seperti awal, kembali sering datang ke bar malam.
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
---
"dimana nih gue?" ucap (namakamu), saat menyadari dirinya di ikat dalam sebuah ruangan yang penuh dengan barang-barang.
"wei!! lepasin gue!!" ucap (namakamu) berteriak.
"ehh lo, dah bangun.." ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
"BD, Aldy, Bastian?" ucap (namakamu).
"lepasin gue!!" bentak (namakamu).
"lepasin? segampang itu lo minta lepasin?" ucap BD menoel dagu (namakamu).
"cowo lo udah buat kita bertiga babak belur, malah sekaranng lo minta lepasin?" ucap BD.
"GA BISA! LO HARUS NGERASAIN APA YANG KITA JUGA RASAIN!" ucap BD.
"lepasin gue!! TOLONG!!" teriak (namakamu).
"percuma aja lo teriak teriak minta tolong, ga akan adaa yang mau nolongin lo!" ucap BD.
'SRREEK..'
dalam sekali cakar baju yang (namakamu) kenakan sudah robek di bagian tangan atas *namanyaapaan?,-
"gue mohon jangan! gue gatau apa-apa tentang kejadian itu!!" ucap (namakamu) mulai menjatuhkan airmatanya.
"alah bohong!! itu pasti lo yang ngelakuin kan? karena lo dendam sama kita bertiga!" ucap Bastian.
"enggak! gue berani sumpah itu bukan gue, dan gue juga ga pernah dendam sama kalian!" ucap (namakamu) mulai memberontak, mendang nendang.
"ga usah banyak omong lo!" ucap BD mulai membuka kancing baju paling atas.
"gue mohon jangan lakuin ini!! gue mohon!!" ucap (namakamu) sesegukan.
'BRAK'
~
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
"itu bukannya (namakamu), itu siapa? gue ikutin aja kali ya!.."
"hallo, rel. lo sekarang ada dimana? gawat nih!" ucap seseorang itu dalam perbincangan melalui telpon.
"dirumah, kenapa?" ucap seseorang tersebut yang diketahui bernama Karel.
"tadi gue ngeliat (namakamu), di bawa sama tiga orang pake jaket hitam, sama ketutup masker gue gatau mereka siapa"
"serius lo, baal?" ucap Karel. Baal? yap ternyata itu Iqbaal yang tak sengaja melihat (namakamu) saat sedang dibawa oleh BD dan cs.
"iya rel, gue serius. sekarang mereka lagi menuju ke arah Bekasi, nanti alamat jelasnya gue kasih tau ke lo, gue sms." ucap Iqbaal
"lo naik apa kesana?" ucap Karel.
"gue bawa mobil, tapi pake supir jadi gue suruh supir tuh bawa pulang mobilnya" ucap Iqbaal
"yaudah tunggu, gue kesana sekarang" ucap Karel mengakhiri panggilannya.
"(namakamu), kamu tenang yaa.." ucap Iqbaal.
"aaku bakalan tolongin kamu, tapi nanti kalo waktunya udah pas" ucap Iqbaal
"duh, Karel mana sih? kasian ini (namakamu), apa gue masuk duluan aja ya?"
'BRAK'
~
'BRAK'
"Iqbaal?" desis (namakamu)
"ouu.. ceritanya ngadu ya? aduhh!!" ucap BD.
'PLAK'
'PLAK'
'PLAK'
PLAK'
4 kali tamparan itu mendarat mulus di pipi (namakamu).
"jangan coba buat sakitin dia!" ucap Iqbaal.
"lawan gue kalo emang lo berani! jangan lawan perempuan" ucap seseorang yang berdiri tepat di belakang Iqbaal. Karel.
'BUGH'
BD jatuh tersungkur kebawah, bogeman Karel memang sangat kencang :v
Sementara Karel menghajar BD, Aldy, dan Bastian, Iqbaal membuka ikatan yang berada di tangan (namakamu).
'BUGH'
Karel terjatuh, saat BD kembali bangkit dan menghajarnya.
'BUGH'
Kali ini Iqbaal tak tinggal diam, ia kembali menghajar BD hingga tak sadarkan diri.
'BYUR'
hujan datang secara tiba-tiba, Iqbaal memberikan jaketnya kepada (namakamu).
"pake ini" ucap Iqbaal memberikan jaketnya.
"gausah, kamu aja yang pake." ucap (namakamu).
"udah gapapa, pake aja" ucap Iqbaal.
"nanti kamu masuk angin.." lanjut Iqbaal.
"yaudah, makasih ya.." ucap (namakamu), masih sesegukan.
'BRAK'
'BRAK'
Mereka sudah berada didalam mobil, (namakamu) masih saja menangis.
"udah jangan nangis terus.." ucap Iqbaal, menyeka air mata yang jatuh ke pipi (namakamu).
(back song) Judika- setengah mati merindu --bagian reff--
"cup..cup..cup.." ucap Iqbaal menenangkan (namakamu), ia merangkul (namakamu) sudah lama ia tak sedekat ini dengan (namakamu), ia sangat merindukan sosok (namakamu), dan sekarang adalah waktu yang pas.
Tanpa Iqbaal sadari (namakamu) telah tertidur pulas dalam dekapannya.
"aku sayang kamu" bisik Iqbaal.
"aku gamau kita jauh jauhan kaya gini" lanjut Iqbaal.
---
(namakamu) sudah di tidurkan di kamarnya, Iqbaal, Karel, Steffi, dan Bella sedang berbincang.
"makasih ya baal, untung lo ngeliat dia dan ngikutin (namakamu), gue gatau kalo ga aada lo disana gimana jadinya.." ucap Karel menaruh gelas berisi minuman
"iya sama-sama, lagian juga tadi gue ga sengaaja lewat sana. terus kaya ada ikaatan batin gitu buat nengok ke arah (namakamu)." ucap Iqbaal santai, Bella, Steffi, dan Karel menatap sinis ke arah Iqbaal, Iqbaal menautkan alisnya seperti ada yang salah dari perkataannya.
"kenapa dah?" ucap Iqbaal
"ikatan batin?" ucap Steffi, Bella, dan Karel berbarengan.
"lo suka sama (namakamu)?" ucap Karel.
"emhh.. enggak" ucap Iqbaal gugup
"ciee... bangke!!" ucap Karel menimpuk Iqbaal dengan bantal sofa.
"hahaha, kalo gue suka kenapa?" ucap Iqbaal.
"gaboleh!" ucap Steffi dan Bella.
"kenapa emangnya?" ucap Iqbaal.
"kalo mau jadi cowo nya ade gue, harus bisa ngerubah sifat dia.." ucap Karel.
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
-BERSAMBUNG-
L+C
@deasyana_pl
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
-BERSAMBUNG-
L+C
BROKEFN HOME!~
--- PART 9 ---
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
SORRY INI MASIH ABAL-ABAL JADI MAU BACA ATAU ENGGAK ITU TERSERAH..
JANGAN JADI PEMBACA GELAP DONG :( LIKE+COMMENT=SEMANGAT BUAT GUE :3
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang tepat di belakang Iqbaal.
"Kak Nassya, bunda?" ucap Iqbaal saat membalikan badannya.
"baal.." ucap Kak Nassya lirih.
"kenapa? ohiya kak, kok bisa tau Iqbaal disini? dan tau rumah (namakamu) dari siapa kak?" ucap Iqbaal.
"ja-jauhin dia, baal." ucap Kak Nassya gugup.
"ke-kenapa kak? apa salah dia sampai-sampai aku disuruh ngejauhin (namakamu).." ucap Iqbaal.
"dia bukan perempuan baik-baik, jauhin dia. dia ga pantas untukk kamu. kalo kamu sayang bunda, papa, dan kak Nassya, bunda mohon jauhin dia.." ucap Bunda Iqbaal.
"ta-pi bun, Iqbaal ga bisa.." ucap Iqbaal.
"kalo kamu ga bisa, kamu ga sayang bunda baal.." ucap Kak Nassya.
"baal.." ucap (namakamu).
"aku mohon.." pinta (namakamu).
"aku ga bisa (namakamu), ga akan pernah bisa.." ucap Iqbaal memegangi kedua pergelangan tangan (namakamu).
"ini permintaan bunda kamu, baal. aku mohon.." ucap (namakamu) melepskan pegangan Iqbaal.
"aku yakin kamu pasti bisa." ucap (namakamu) tersenyum dan melangkah mundur.
'CLEK'
"kenapa sih? apa yang salah sama dia? sampai-sampai bunda nyuruh aku buat jauhin dia? maksudnya apa!" ucap Iqbaal sedikit membentak.
'BRUMM..'
dalam hitungan detik motor Iqbaal sudah menghilang.
---
sang surya telah menampakan dirinya di luar sana mencoba menyelinap masuk kedalam setiap ruangan yang memiliki celah-celah. Cahaya kemilau ke emasan yang masuk dan menusuk mata seorang gadis yang masih dalam tidur nya mendadak terusik.
"hoaaam..."
"udah jam berapa nih?"
'DRTT..DRTT..'
"elah, siapa sih?" ucap (namakamu) membuka ponselnya.
---
'CLEK'
"(namakamu)" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat didepan pintu.
"(namakamu)...(namakamu), tunggu aku!" ucap seseorang tersebut masih terus berusaha mengejar (namakamu).
"apa lagi sih...baal!" ucap (namakamu) membalikan tubuhnya. Baal? ya jelas saja Iqbaal.
"aku ga bisa ngejauhin kamu (namakamu), aku mohon jangan jauhin aku.." uucap Iqbaal.
"itu permintaan bunda kamu, aku juga tau kok aku bukan perempuan baik-baik, jadi aku mohon sama kamu, baal. Jauhin aku.." ucap (namakamu)
-BERSAMBUNG-
SORRY YA PENDEK :( LAGI GA KONSEN NULIS, GUE MASIH KEPIKIRAN NILAI RAPOR GUE GIMANA :( NAIK APA ENGGAK GUENYAA :'( HUHUH.. SORRY YAA..
@deasyana_pl
SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
SORRY INI MASIH ABAL-ABAL JADI MAU BACA ATAU ENGGAK ITU TERSERAH..
JANGAN JADI PEMBACA GELAP DONG :( LIKE+COMMENT=SEMANGAT BUAT GUE :3
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang tepat di belakang Iqbaal.
"Kak Nassya, bunda?" ucap Iqbaal saat membalikan badannya.
"baal.." ucap Kak Nassya lirih.
"kenapa? ohiya kak, kok bisa tau Iqbaal disini? dan tau rumah (namakamu) dari siapa kak?" ucap Iqbaal.
"ja-jauhin dia, baal." ucap Kak Nassya gugup.
"ke-kenapa kak? apa salah dia sampai-sampai aku disuruh ngejauhin (namakamu).." ucap Iqbaal.
"dia bukan perempuan baik-baik, jauhin dia. dia ga pantas untukk kamu. kalo kamu sayang bunda, papa, dan kak Nassya, bunda mohon jauhin dia.." ucap Bunda Iqbaal.
"ta-pi bun, Iqbaal ga bisa.." ucap Iqbaal.
"kalo kamu ga bisa, kamu ga sayang bunda baal.." ucap Kak Nassya.
"baal.." ucap (namakamu).
"aku mohon.." pinta (namakamu).
"aku ga bisa (namakamu), ga akan pernah bisa.." ucap Iqbaal memegangi kedua pergelangan tangan (namakamu).
"ini permintaan bunda kamu, baal. aku mohon.." ucap (namakamu) melepskan pegangan Iqbaal.
"aku yakin kamu pasti bisa." ucap (namakamu) tersenyum dan melangkah mundur.
'CLEK'
"kenapa sih? apa yang salah sama dia? sampai-sampai bunda nyuruh aku buat jauhin dia? maksudnya apa!" ucap Iqbaal sedikit membentak.
'BRUMM..'
dalam hitungan detik motor Iqbaal sudah menghilang.
---
sang surya telah menampakan dirinya di luar sana mencoba menyelinap masuk kedalam setiap ruangan yang memiliki celah-celah. Cahaya kemilau ke emasan yang masuk dan menusuk mata seorang gadis yang masih dalam tidur nya mendadak terusik.
"hoaaam..."
"udah jam berapa nih?"
'DRTT..DRTT..'
"elah, siapa sih?" ucap (namakamu) membuka ponselnya.
---
'CLEK'
"(namakamu)" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat didepan pintu.
"(namakamu)...(namakamu), tunggu aku!" ucap seseorang tersebut masih terus berusaha mengejar (namakamu).
"apa lagi sih...baal!" ucap (namakamu) membalikan tubuhnya. Baal? ya jelas saja Iqbaal.
"aku ga bisa ngejauhin kamu (namakamu), aku mohon jangan jauhin aku.." uucap Iqbaal.
"itu permintaan bunda kamu, aku juga tau kok aku bukan perempuan baik-baik, jadi aku mohon sama kamu, baal. Jauhin aku.." ucap (namakamu)
-BERSAMBUNG-
SORRY YA PENDEK :( LAGI GA KONSEN NULIS, GUE MASIH KEPIKIRAN NILAI RAPOR GUE GIMANA :( NAIK APA ENGGAK GUENYAA :'( HUHUH.. SORRY YAA..
Senin, 16 Juni 2014
BROKEN HOME!~
---PART 8---
SORRY TYPO, GAJE, DLL..
L+C!!
KEMAREN PADA KEMANA? YANG LIKE DIKIT AMAT.-.
kritik? boleh :)
maafin gue ini masih abal-abal :)
---
".......Artinya, kalor yang dilepaskan oleh zat X sama dengan kalor yang diterima oleh zat Y. Gue tanya nih, kalian ber3 pasti sering mencampurkan air panas dan air dingin, kan? gimana suhu air setelah dicampur?" ucap Iqbaal.
Yap, untuk saat ini sepertinya Iqbaal merubah jabatannya sebagai siswa menjadi seorang guru, karena harus mengajari pelajaran IPA pada ketiga anak bodoh ini._. *guejugabodohpadahal,-
"anget anget gitu." ucap Steffi.
"nah! pinter Steff. saat proses pencampuran, kalor yang dilepas oleh air panas diserap oleh air dingin hingga suhu campuran jadi sama. Secara matematika rumusnya kaya gini nih.." ucap Iqbaal mencoret-coret kembali kertas A4 yang ia bawa.
"oh, jadi QAir panas = QAir dingin
SORRY TYPO, GAJE, DLL..
L+C!!
KEMAREN PADA KEMANA? YANG LIKE DIKIT AMAT.-.
kritik? boleh :)
maafin gue ini masih abal-abal :)
---
".......Artinya, kalor yang dilepaskan oleh zat X sama dengan kalor yang diterima oleh zat Y. Gue tanya nih, kalian ber3 pasti sering mencampurkan air panas dan air dingin, kan? gimana suhu air setelah dicampur?" ucap Iqbaal.
Yap, untuk saat ini sepertinya Iqbaal merubah jabatannya sebagai siswa menjadi seorang guru, karena harus mengajari pelajaran IPA pada ketiga anak bodoh ini._. *guejugabodohpadahal,-
"anget anget gitu." ucap Steffi.
"nah! pinter Steff. saat proses pencampuran, kalor yang dilepas oleh air panas diserap oleh air dingin hingga suhu campuran jadi sama. Secara matematika rumusnya kaya gini nih.." ucap Iqbaal mencoret-coret kembali kertas A4 yang ia bawa.
"oh, jadi QAir panas = QAir dingin
Jadi, pertukaran kalor di antara zat-zat yang berantaraksi, energi totalnya sama dengan nol.QAir panas + QAir dingin = 0 ?" ucap Steffi, sepertinya yang memahami apa yang di ucapkan Iqbaal hanya Steffi.
"iya. udah paham belum?" ucap Iqbaal, Steffi menganggk.
"oke, sekarang kita masuk ke pembahasan yang kedua, pengukuran penetapan kalorimeter, pertama yang harus lo tau adalah ini, kalorimeter itu alat untuk mengukur kalor, kalo lo gatau nama alatnya yang mudah ini kalian kebangetan." ucap Iqbaal.
"kalo kalian mau ngukur kalor reaksi dalam kalorimeter, ini yang perlu kalian ketahui terlebih dahulu kalor yang dipertukarkan dengan kalorimeter sebab pada saat terjadi reaksi, sejumlah kalor dipertukarkan antara sistem reaksi dan lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Besarnya kalor yang diserap atau dilepaskan oleh kalorimeter dihitung dengan persamaan:
Qkalorimeter = Ck. Δ T
dengan Ck adalah kapasitas kalor kalorimeter.
Dalam reaksi eksoterm, kalor yang dilepaskan oleh sistem reaksi akan diserap oleh lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Jumlah kalor yang diserap oleh lingkungan dapat dihitung berdasarkan hukum kekekalan energi. Secara matematika dirumuskan sebagai berikut.
Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0" ucap Iqbaal kembali mencorat coret di dalam buku.
---
"....paham? oke tuntas! udah jam 4, sekarang kita balik oke. lagian tugasnya udah selesai kan?" ucap Iqbaal.
Mereka membenahkan peralatan-peralatan mereka. begitupun Iqbaal, yang kini sedang men-shut down laptopnya.
"makasih, baal. ya walaupun gue belum begitu paham." ucap Bella bangkit dari posisi duduknya dan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"iya sama-sama, yaudah yuk pulang."
---
"makasih ya, baal." ucap (namakamu) saat turun dari motor Iqbaal.
"iyaa, jangan lupa mandi, makan, ngerjain pr, belajar, tidur ya.." ucap Iqbaal mengusap puncak kepala (namakamu).
"iyaa, sip bos!" ucap (namakamu) hormat kepada Iqbaal.
"haha, apaan sih, yaudah gue balik dulu ya udah sore takut bunda nyariin." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.
"hati-hati yaa!!." ucap (namakamu) --sedikit berteriak--
---
"weey, mba udah lama ga kesini. kenapa?" ucap seseorang wanita berseragam putih hitam.
"haha, iya nih mba banyak tugas waktu jadi kesita semuanya deh.." ucap (namakamu) membalas ucapan seorang waniita tersebut.
"hmm.. kemaren kemaren disini ada tiga cowo mbak, nyariin mbak, saya bilang aja mbak udah jarang lagi ke sini. terus dua hari berikutnya mereka bertiga datang lagi kesini mbak, tapi mereka nggak nyariin mbak, malah mereka bertiga di kroyok sama 4 orang berjubah hitam." jelas pelayan bar malam tersebut.
"ohhya? terus gimana?" ucap (namakamu).
"mereka bertiga babak belur mbak." jelas sang pelayan.
"ohh gitu, terus mereka masih kesini lagi?" ucap (namakamu).
"sepertinya sudah tidak lagi semenjak kejadian malam itu."
"yasudah mbak, ini wine nya." ucap sang pelayan.
"oke, makasih."
Setelah mengakhiri perbincangannya dengan pelayan bar, ponsel yang tergeletak di atas meja berderinng, pertanda ada panggilan masuk.
"hallo.." ucap (namakamu).
"hallo, (namakamu) lo dimana?" ucap seseorang di sebrang sana yang sedang menelepon (namakamu).
"emm... gu-gue di kost-kost an gue lah, baal. kenapa?" ucap (namakamu), ternyata yang meneleponnya adalah Iqbaal.
"aku lagi di kost-kostan kamu nih, keluar dong" ucap Iqbaal.
"hah?" desis (namakamu).
"hallo.." ucap Iqbaal
"hallo (namakamu), kamu gapapa kan?" ucap Iqbaal.
'BUGH'
"ha-hallo baal, baal lo gapapa kan?" ucap (namakamu).
"(namakamu).." ucap Iqbaal. suaranya terdengar begitu jauh, sangat jauh. apa mungkin Iqbaal di copet? di gebuki penghuni kostan yang lain karena mengganggu?
"hallo Iqbaal!!" ucap (namakamu).
'TUT..TUTT..TUT'
suara itu yang terdengar di telinga (namakamu), panggilan nya terputus pada Iqbaal, tanpa babibubebo (namakamu) segera keluar dari bar malam ini dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju kost-kostannya.
---
"baal, kok bisa kaya gini sih?" ucap (namakamu) saat sedang mengkompres Iqbaal.
"aww.." ringis Iqbaal memegangi luka memarnya yang sedang di kompres.
"duh duh.. maaf maaf.."ucap (namakamu).
"kalo kamu udah mendingan, kamu boleh cerita kenapa kamu bisa kaya gini." ucap (namakamu) bangkit dari duduknya dan mengambil segelas air yang berada di meja yang tak jauh darinya.
"jadi gini......
---
Iqbaal dan (namakamu) jalan berdampingan menusuri koridor sekolah, semua mata tertuju kepada mereka berdua, menatap Iqbaal dan (namakamu) dengan tatapan yang menjijikan seperti bahwa Iqbaal dan (namakamu) adalah pemeran film porno internasional.
"baal, kenapa sih kok pada ngeliatin kita gitu banget?" bisik (namakamu) tepat di telinga Iqbaal.
"gatau, aneh gue jadi risih" ucap Iqbaal.
"coba sini deh.. lo gapapa kok lo ga aneh dandanannya" ucap Iqbaal membalikan tubuh (namakamu) menghadapnya.
"kalo gue?" ucap Iqbaal.
"lo juga gapapa, fine fine aja kok. terus kenapa ya?" ucap (namakamu).
"Iqbaaallll.... (namakamu)!!" teriak seseorang dari lorong koridor menuju kantin.
"Bella, Steffi!" pekik (namakamu).
"you know? di mading ada berita hot pake b g t lohh!!.." ucap Bella heboh.
"Bella, apaan sih pala lo peang, itu berita menjatuhkan harga diri (namakamu) banget!" ucap Steffi menoyor kening Bella.
"hah, gue? berita apaan?" ucap (namakamu) segera berlari menuju mading sekolah.
"(namakamu).." desis Iqbaal saat melihat foto (namakamu) di bar.
"baal, sumpah aku gatau apa apa tentang foto ini, aku berani sumpah baal."
"ohh.. kasian yaa, udah cape cape ngajarin malah di khianatin.." ucap seseorang dari arah belakang.
"Shalsa!" pekik (namakamu), yap. Shalsabila Adriani seorang ketua gang yang terkenal dengan ke'nakal'annya dan ke'jahil'annya, yang di anggotai oleh Shalsa, Cassie, dan Celine.
"pasti nyesel yaa udah ngajari dia shalat dan segala macem.." ucap Shalsa pada Iqbaal.
"diem, sha. Nyesel atau enggak nya gue ngajar dia shalat itu bukan urusan lo, ini hak gue mau ngajarin dia shalat atau enggak mau berteman sama dia atau enggak itu urusan gue ini hak gue dan sama sekali bukan urusan lo dan hak lo, ngerti?" ucap Iqbaal penuh penekanan.
"aduh Iqbaal, harusnya tuh kamu malu dong, secara gitu kamu kan terkenal di sekolah ini gara gara kamu pinter dan jago main basket, masa tiba-tiba nama kamu jadi tercoreng gara gara perempuan murahan ini sih?" ucap Iqbaal.
'PLAK'
"jaga omongan lo, yang murahan itu lo, bukan ade gue! ngerti!" ucap Karel yang tiba-tiba saja datang dan menampar Shalsa.
"ouuuh, ada kakaknya yang sok pahlawan dateng ngebelain adenya yang jelas jelas murahan. aduhh takut.." ucap Shalsa dengan mimik wajah yang sok imut. ewwh.-.
---
"baal, lo marah sama gue?" ucap (namakamu)
"ga." ucap Iqbaal singkat
"bohong"
"bener, baal aku gatau apa apa tentang berita yang ada di mading itu, aku berani sumpah, aku kemarin ga main ke bar" ucap (namakamu).
"baru kemarin, belum besok, lusa atau kapan kan? berarti masih ada harapan lo t datang ke club malam itu." ucap Iqbaal dingin sedingin es di kutub._.
---
Iqbaal dan (namakamu) jalan berdampingan menusuri koridor sekolah, semua mata tertuju kepada mereka berdua, menatap Iqbaal dan (namakamu) dengan tatapan yang menjijikan seperti bahwa Iqbaal dan (namakamu) adalah pemeran film porno internasional.
"baal, kenapa sih kok pada ngeliatin kita gitu banget?" bisik (namakamu) tepat di telinga Iqbaal.
"gatau, aneh gue jadi risih" ucap Iqbaal.
"coba sini deh.. lo gapapa kok lo ga aneh dandanannya" ucap Iqbaal membalikan tubuh (namakamu) menghadapnya.
"kalo gue?" ucap Iqbaal.
"lo juga gapapa, fine fine aja kok. terus kenapa ya?" ucap (namakamu).
"Iqbaaallll.... (namakamu)!!" teriak seseorang dari lorong koridor menuju kantin.
"Bella, Steffi!" pekik (namakamu).
"you know? di mading ada berita hot pake b g t lohh!!.." ucap Bella heboh.
"Bella, apaan sih pala lo peang, itu berita menjatuhkan harga diri (namakamu) banget!" ucap Steffi menoyor kening Bella.
"hah, gue? berita apaan?" ucap (namakamu) segera berlari menuju mading sekolah.
"(namakamu).." desis Iqbaal saat melihat foto (namakamu) di bar.
"baal, sumpah aku gatau apa apa tentang foto ini, aku berani sumpah baal."
"ohh.. kasian yaa, udah cape cape ngajarin malah di khianatin.." ucap seseorang dari arah belakang.
"Shalsa!" pekik (namakamu), yap. Shalsabila Adriani seorang ketua gang yang terkenal dengan ke'nakal'annya dan ke'jahil'annya, yang di anggotai oleh Shalsa, Cassie, dan Celine.
"pasti nyesel yaa udah ngajari dia shalat dan segala macem.." ucap Shalsa pada Iqbaal.
"diem, sha. Nyesel atau enggak nya gue ngajar dia shalat itu bukan urusan lo, ini hak gue mau ngajarin dia shalat atau enggak mau berteman sama dia atau enggak itu urusan gue ini hak gue dan sama sekali bukan urusan lo dan hak lo, ngerti?" ucap Iqbaal penuh penekanan.
"aduh Iqbaal, harusnya tuh kamu malu dong, secara gitu kamu kan terkenal di sekolah ini gara gara kamu pinter dan jago main basket, masa tiba-tiba nama kamu jadi tercoreng gara gara perempuan murahan ini sih?" ucap Iqbaal.
'PLAK'
"jaga omongan lo, yang murahan itu lo, bukan ade gue! ngerti!" ucap Karel yang tiba-tiba saja datang dan menampar Shalsa.
"ouuuh, ada kakaknya yang sok pahlawan dateng ngebelain adenya yang jelas jelas murahan. aduhh takut.." ucap Shalsa dengan mimik wajah yang sok imut. ewwh.-.
---
"baal, lo marah sama gue?" ucap (namakamu)
"ga." ucap Iqbaal singkat
"bohong"
"bener, baal aku gatau apa apa tentang berita yang ada di mading itu, aku berani sumpah, aku kemarin ga main ke bar" ucap (namakamu).
"baru kemarin, belum besok, lusa atau kapan kan? berarti masih ada harapan lo t datang ke club malam itu." ucap Iqbaal dingin sedingin es di kutub._.
"enggak, baal" ucap (namakamu).
"udahalah lupakan." ucap Iqbaal.
"dengerin gue dulu baal." ucap (namakamu).
"ga ada lagi yang harus gue dengerin dan lo jelasin (namakamu)." ucap Iqbaal, bangkit dari duduknya.
"salah apa sih bel, stef gue? kenapa setiap orang yang hadir dalam hidup gue pasti pergi? apa gue harus pergi juga?" ucap (namakamu).
"enggak (namakamu), lo ga boleh ngomong kaya gitu. kalo lo pergi kita sama siapa?" ucap Bella.
"kalian berdua itu gampang cari temen, gue yang susah, maksih ya udah jadi temen gue.." ucap (namakamu).
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang
-BERSAMBUNG-
L+C
MINTA SARAN DONGG :)
@deasyana_pl
"udahalah lupakan." ucap Iqbaal.
"dengerin gue dulu baal." ucap (namakamu).
"ga ada lagi yang harus gue dengerin dan lo jelasin (namakamu)." ucap Iqbaal, bangkit dari duduknya.
"salah apa sih bel, stef gue? kenapa setiap orang yang hadir dalam hidup gue pasti pergi? apa gue harus pergi juga?" ucap (namakamu).
"enggak (namakamu), lo ga boleh ngomong kaya gitu. kalo lo pergi kita sama siapa?" ucap Bella.
"kalian berdua itu gampang cari temen, gue yang susah, maksih ya udah jadi temen gue.." ucap (namakamu).
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang
-BERSAMBUNG-
L+C
MINTA SARAN DONGG :)
@deasyana_pl
Langganan:
Komentar (Atom)