SORRY TYPO, GAJE, DLL..
L+C!!
KEMAREN PADA KEMANA? YANG LIKE DIKIT AMAT.-.
kritik? boleh :)
maafin gue ini masih abal-abal :)
---
".......Artinya, kalor yang dilepaskan oleh zat X sama dengan kalor yang diterima oleh zat Y. Gue tanya nih, kalian ber3 pasti sering mencampurkan air panas dan air dingin, kan? gimana suhu air setelah dicampur?" ucap Iqbaal.
Yap, untuk saat ini sepertinya Iqbaal merubah jabatannya sebagai siswa menjadi seorang guru, karena harus mengajari pelajaran IPA pada ketiga anak bodoh ini._. *guejugabodohpadahal,-
"anget anget gitu." ucap Steffi.
"nah! pinter Steff. saat proses pencampuran, kalor yang dilepas oleh air panas diserap oleh air dingin hingga suhu campuran jadi sama. Secara matematika rumusnya kaya gini nih.." ucap Iqbaal mencoret-coret kembali kertas A4 yang ia bawa.
"oh, jadi QAir panas = QAir dingin
Jadi, pertukaran kalor di antara zat-zat yang berantaraksi, energi totalnya sama dengan nol.QAir panas + QAir dingin = 0 ?" ucap Steffi, sepertinya yang memahami apa yang di ucapkan Iqbaal hanya Steffi.
"iya. udah paham belum?" ucap Iqbaal, Steffi menganggk.
"oke, sekarang kita masuk ke pembahasan yang kedua, pengukuran penetapan kalorimeter, pertama yang harus lo tau adalah ini, kalorimeter itu alat untuk mengukur kalor, kalo lo gatau nama alatnya yang mudah ini kalian kebangetan." ucap Iqbaal.
"kalo kalian mau ngukur kalor reaksi dalam kalorimeter, ini yang perlu kalian ketahui terlebih dahulu kalor yang dipertukarkan dengan kalorimeter sebab pada saat terjadi reaksi, sejumlah kalor dipertukarkan antara sistem reaksi dan lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Besarnya kalor yang diserap atau dilepaskan oleh kalorimeter dihitung dengan persamaan:
Qkalorimeter = Ck. Δ T
dengan Ck adalah kapasitas kalor kalorimeter.
Dalam reaksi eksoterm, kalor yang dilepaskan oleh sistem reaksi akan diserap oleh lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Jumlah kalor yang diserap oleh lingkungan dapat dihitung berdasarkan hukum kekekalan energi. Secara matematika dirumuskan sebagai berikut.
Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0" ucap Iqbaal kembali mencorat coret di dalam buku.
---
"....paham? oke tuntas! udah jam 4, sekarang kita balik oke. lagian tugasnya udah selesai kan?" ucap Iqbaal.
Mereka membenahkan peralatan-peralatan mereka. begitupun Iqbaal, yang kini sedang men-shut down laptopnya.
"makasih, baal. ya walaupun gue belum begitu paham." ucap Bella bangkit dari posisi duduknya dan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"iya sama-sama, yaudah yuk pulang."
---
"makasih ya, baal." ucap (namakamu) saat turun dari motor Iqbaal.
"iyaa, jangan lupa mandi, makan, ngerjain pr, belajar, tidur ya.." ucap Iqbaal mengusap puncak kepala (namakamu).
"iyaa, sip bos!" ucap (namakamu) hormat kepada Iqbaal.
"haha, apaan sih, yaudah gue balik dulu ya udah sore takut bunda nyariin." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.
"hati-hati yaa!!." ucap (namakamu) --sedikit berteriak--
---
"weey, mba udah lama ga kesini. kenapa?" ucap seseorang wanita berseragam putih hitam.
"haha, iya nih mba banyak tugas waktu jadi kesita semuanya deh.." ucap (namakamu) membalas ucapan seorang waniita tersebut.
"hmm.. kemaren kemaren disini ada tiga cowo mbak, nyariin mbak, saya bilang aja mbak udah jarang lagi ke sini. terus dua hari berikutnya mereka bertiga datang lagi kesini mbak, tapi mereka nggak nyariin mbak, malah mereka bertiga di kroyok sama 4 orang berjubah hitam." jelas pelayan bar malam tersebut.
"ohhya? terus gimana?" ucap (namakamu).
"mereka bertiga babak belur mbak." jelas sang pelayan.
"ohh gitu, terus mereka masih kesini lagi?" ucap (namakamu).
"sepertinya sudah tidak lagi semenjak kejadian malam itu."
"yasudah mbak, ini wine nya." ucap sang pelayan.
"oke, makasih."
Setelah mengakhiri perbincangannya dengan pelayan bar, ponsel yang tergeletak di atas meja berderinng, pertanda ada panggilan masuk.
"hallo.." ucap (namakamu).
"hallo, (namakamu) lo dimana?" ucap seseorang di sebrang sana yang sedang menelepon (namakamu).
"emm... gu-gue di kost-kost an gue lah, baal. kenapa?" ucap (namakamu), ternyata yang meneleponnya adalah Iqbaal.
"aku lagi di kost-kostan kamu nih, keluar dong" ucap Iqbaal.
"hah?" desis (namakamu).
"hallo.." ucap Iqbaal
"hallo (namakamu), kamu gapapa kan?" ucap Iqbaal.
'BUGH'
"ha-hallo baal, baal lo gapapa kan?" ucap (namakamu).
"(namakamu).." ucap Iqbaal. suaranya terdengar begitu jauh, sangat jauh. apa mungkin Iqbaal di copet? di gebuki penghuni kostan yang lain karena mengganggu?
"hallo Iqbaal!!" ucap (namakamu).
'TUT..TUTT..TUT'
suara itu yang terdengar di telinga (namakamu), panggilan nya terputus pada Iqbaal, tanpa babibubebo (namakamu) segera keluar dari bar malam ini dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju kost-kostannya.
---
"baal, kok bisa kaya gini sih?" ucap (namakamu) saat sedang mengkompres Iqbaal.
"aww.." ringis Iqbaal memegangi luka memarnya yang sedang di kompres.
"duh duh.. maaf maaf.."ucap (namakamu).
"kalo kamu udah mendingan, kamu boleh cerita kenapa kamu bisa kaya gini." ucap (namakamu) bangkit dari duduknya dan mengambil segelas air yang berada di meja yang tak jauh darinya.
"jadi gini......
---
Iqbaal dan (namakamu) jalan berdampingan menusuri koridor sekolah, semua mata tertuju kepada mereka berdua, menatap Iqbaal dan (namakamu) dengan tatapan yang menjijikan seperti bahwa Iqbaal dan (namakamu) adalah pemeran film porno internasional.
"baal, kenapa sih kok pada ngeliatin kita gitu banget?" bisik (namakamu) tepat di telinga Iqbaal.
"gatau, aneh gue jadi risih" ucap Iqbaal.
"coba sini deh.. lo gapapa kok lo ga aneh dandanannya" ucap Iqbaal membalikan tubuh (namakamu) menghadapnya.
"kalo gue?" ucap Iqbaal.
"lo juga gapapa, fine fine aja kok. terus kenapa ya?" ucap (namakamu).
"Iqbaaallll.... (namakamu)!!" teriak seseorang dari lorong koridor menuju kantin.
"Bella, Steffi!" pekik (namakamu).
"you know? di mading ada berita hot pake b g t lohh!!.." ucap Bella heboh.
"Bella, apaan sih pala lo peang, itu berita menjatuhkan harga diri (namakamu) banget!" ucap Steffi menoyor kening Bella.
"hah, gue? berita apaan?" ucap (namakamu) segera berlari menuju mading sekolah.
"(namakamu).." desis Iqbaal saat melihat foto (namakamu) di bar.
"baal, sumpah aku gatau apa apa tentang foto ini, aku berani sumpah baal."
"ohh.. kasian yaa, udah cape cape ngajarin malah di khianatin.." ucap seseorang dari arah belakang.
"Shalsa!" pekik (namakamu), yap. Shalsabila Adriani seorang ketua gang yang terkenal dengan ke'nakal'annya dan ke'jahil'annya, yang di anggotai oleh Shalsa, Cassie, dan Celine.
"pasti nyesel yaa udah ngajari dia shalat dan segala macem.." ucap Shalsa pada Iqbaal.
"diem, sha. Nyesel atau enggak nya gue ngajar dia shalat itu bukan urusan lo, ini hak gue mau ngajarin dia shalat atau enggak mau berteman sama dia atau enggak itu urusan gue ini hak gue dan sama sekali bukan urusan lo dan hak lo, ngerti?" ucap Iqbaal penuh penekanan.
"aduh Iqbaal, harusnya tuh kamu malu dong, secara gitu kamu kan terkenal di sekolah ini gara gara kamu pinter dan jago main basket, masa tiba-tiba nama kamu jadi tercoreng gara gara perempuan murahan ini sih?" ucap Iqbaal.
'PLAK'
"jaga omongan lo, yang murahan itu lo, bukan ade gue! ngerti!" ucap Karel yang tiba-tiba saja datang dan menampar Shalsa.
"ouuuh, ada kakaknya yang sok pahlawan dateng ngebelain adenya yang jelas jelas murahan. aduhh takut.." ucap Shalsa dengan mimik wajah yang sok imut. ewwh.-.
---
"baal, lo marah sama gue?" ucap (namakamu)
"ga." ucap Iqbaal singkat
"bohong"
"bener, baal aku gatau apa apa tentang berita yang ada di mading itu, aku berani sumpah, aku kemarin ga main ke bar" ucap (namakamu).
"baru kemarin, belum besok, lusa atau kapan kan? berarti masih ada harapan lo t datang ke club malam itu." ucap Iqbaal dingin sedingin es di kutub._.
---
Iqbaal dan (namakamu) jalan berdampingan menusuri koridor sekolah, semua mata tertuju kepada mereka berdua, menatap Iqbaal dan (namakamu) dengan tatapan yang menjijikan seperti bahwa Iqbaal dan (namakamu) adalah pemeran film porno internasional.
"baal, kenapa sih kok pada ngeliatin kita gitu banget?" bisik (namakamu) tepat di telinga Iqbaal.
"gatau, aneh gue jadi risih" ucap Iqbaal.
"coba sini deh.. lo gapapa kok lo ga aneh dandanannya" ucap Iqbaal membalikan tubuh (namakamu) menghadapnya.
"kalo gue?" ucap Iqbaal.
"lo juga gapapa, fine fine aja kok. terus kenapa ya?" ucap (namakamu).
"Iqbaaallll.... (namakamu)!!" teriak seseorang dari lorong koridor menuju kantin.
"Bella, Steffi!" pekik (namakamu).
"you know? di mading ada berita hot pake b g t lohh!!.." ucap Bella heboh.
"Bella, apaan sih pala lo peang, itu berita menjatuhkan harga diri (namakamu) banget!" ucap Steffi menoyor kening Bella.
"hah, gue? berita apaan?" ucap (namakamu) segera berlari menuju mading sekolah.
"(namakamu).." desis Iqbaal saat melihat foto (namakamu) di bar.
"baal, sumpah aku gatau apa apa tentang foto ini, aku berani sumpah baal."
"ohh.. kasian yaa, udah cape cape ngajarin malah di khianatin.." ucap seseorang dari arah belakang.
"Shalsa!" pekik (namakamu), yap. Shalsabila Adriani seorang ketua gang yang terkenal dengan ke'nakal'annya dan ke'jahil'annya, yang di anggotai oleh Shalsa, Cassie, dan Celine.
"pasti nyesel yaa udah ngajari dia shalat dan segala macem.." ucap Shalsa pada Iqbaal.
"diem, sha. Nyesel atau enggak nya gue ngajar dia shalat itu bukan urusan lo, ini hak gue mau ngajarin dia shalat atau enggak mau berteman sama dia atau enggak itu urusan gue ini hak gue dan sama sekali bukan urusan lo dan hak lo, ngerti?" ucap Iqbaal penuh penekanan.
"aduh Iqbaal, harusnya tuh kamu malu dong, secara gitu kamu kan terkenal di sekolah ini gara gara kamu pinter dan jago main basket, masa tiba-tiba nama kamu jadi tercoreng gara gara perempuan murahan ini sih?" ucap Iqbaal.
'PLAK'
"jaga omongan lo, yang murahan itu lo, bukan ade gue! ngerti!" ucap Karel yang tiba-tiba saja datang dan menampar Shalsa.
"ouuuh, ada kakaknya yang sok pahlawan dateng ngebelain adenya yang jelas jelas murahan. aduhh takut.." ucap Shalsa dengan mimik wajah yang sok imut. ewwh.-.
---
"baal, lo marah sama gue?" ucap (namakamu)
"ga." ucap Iqbaal singkat
"bohong"
"bener, baal aku gatau apa apa tentang berita yang ada di mading itu, aku berani sumpah, aku kemarin ga main ke bar" ucap (namakamu).
"baru kemarin, belum besok, lusa atau kapan kan? berarti masih ada harapan lo t datang ke club malam itu." ucap Iqbaal dingin sedingin es di kutub._.
"enggak, baal" ucap (namakamu).
"udahalah lupakan." ucap Iqbaal.
"dengerin gue dulu baal." ucap (namakamu).
"ga ada lagi yang harus gue dengerin dan lo jelasin (namakamu)." ucap Iqbaal, bangkit dari duduknya.
"salah apa sih bel, stef gue? kenapa setiap orang yang hadir dalam hidup gue pasti pergi? apa gue harus pergi juga?" ucap (namakamu).
"enggak (namakamu), lo ga boleh ngomong kaya gitu. kalo lo pergi kita sama siapa?" ucap Bella.
"kalian berdua itu gampang cari temen, gue yang susah, maksih ya udah jadi temen gue.." ucap (namakamu).
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang
-BERSAMBUNG-
L+C
MINTA SARAN DONGG :)
@deasyana_pl
"udahalah lupakan." ucap Iqbaal.
"dengerin gue dulu baal." ucap (namakamu).
"ga ada lagi yang harus gue dengerin dan lo jelasin (namakamu)." ucap Iqbaal, bangkit dari duduknya.
"salah apa sih bel, stef gue? kenapa setiap orang yang hadir dalam hidup gue pasti pergi? apa gue harus pergi juga?" ucap (namakamu).
"enggak (namakamu), lo ga boleh ngomong kaya gitu. kalo lo pergi kita sama siapa?" ucap Bella.
"kalian berdua itu gampang cari temen, gue yang susah, maksih ya udah jadi temen gue.." ucap (namakamu).
---
"kenapa ya, setiap gue kenal sama orang atau apa pasti mereka pergi, cape tau ga gue kaya gini terus" ucap (namakamu) duduk sambil memeluk lututnya sendiri *ngertiga?
"gue mau mati kalo kaya gini aja! cape!" ucap (namakamu) menjambak rambutnya sendiri.
(namakamu) bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil pisau
'TOK..TOK..TOK..'
"alah, siapa sih?!" ucap (namakamu)
'CLEK'
"Iqbaal?" ya, ternyata Iqbaal yang datang kesini.
"ngaapain lo kesini?" ucap (namakamu)
"gue.."
"bukannnya lo marah sama gue?" ucap (namakamu).
"gue kesini mau minta maaf sama lo, ga seharusnya gue bersikap kaya gitu ke lo." ucap Iqbaal.
"gue udah maafin lo..."
"Iqbaal.." ucap seseorang
-BERSAMBUNG-
L+C
MINTA SARAN DONGG :)
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar