Senin, 23 Juni 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 11 --


SORRY GAJE, TYPO(S), DLL

JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!

LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE 



---



(namakamu) sudah di tidurkan di kamarnya, Iqbaal, Karel, Steffi, dan Bella sedang berbincang.



"makasih ya baal, untung lo ngeliat dia dan ngikutin (namakamu), gue gatau kalo ga aada lo disana gimana jadinya.." ucap Karel menaruh gelas berisi minuman


"iya sama-sama, lagian juga tadi gue ga sengaaja lewat sana. terus kaya ada ikaatan batin gitu buat nengok ke arah (namakamu)." ucap Iqbaal santai, Bella, Steffi, dan Karel menatap sinis ke arah Iqbaal, Iqbaal menautkan alisnya seperti ada yang salah dari perkataannya.

"kenapa dah?" ucap Iqbaal

"ikatan batin?" ucap Steffi, Bella, dan Karel berbarengan.

"lo suka sama (namakamu)?" ucap Karel.

"emhh.. enggak" ucap Iqbaal gugup

"ciee... bangke!!" ucap Karel menimpuk Iqbaal dengan bantal sofa.

"hahaha, kalo gue suka kenapa?" ucap Iqbaal.

"gaboleh!" ucap Steffi dan Bella.

"kenapa emangnya?" ucap Iqbaal.

"kalo mau jadi cowo nya ade gue, harus bisa ngerubah  sifat dia.." ucap Karel.

"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.



---



"badannya panas banget.." ucap Steffi saat memegangi kening (namakamu).

"ya, gue berharap setelah dia sembuh dia bisa berubah deh. ga biasanya dia sepanas ini" ucap Karel.

"amin.." ucap Steffi, Bella, dan Iqbaal.

"lo ngerasa aneh ga sih? dulu (namakamu) sempet berubah, dan sekarang dia balik lagi kaya dulu. suka ngeclub, mabuk lagi.." ucap Karel duduk di pinggiran kasur.

"itu semua gara-gara gue rel, maaf kalo gue ga bisa ngerubah (namakamu) sepenuhnya" ucap Iqbaal menunduk, tak berani menatap Karel.

"lo apain dia?" ucap Karel.

"gini rel, waktu itu Iqbaal dateng ke rumah (namakamu) buat minta maaf karena sebelumnya mereka berdua ada konflik gitu, terus Iqbaal dateng kesini buat minta maaf, tapi tiba-tiba bundanya Iqbaal sama Kakaknya dateng bilang kalo (namakamu) itu bukan perempuan baik-baik, Iqbaal disuruh menjauh dari (namakamu), tapi Iqbaal gabisa, setiap jam Istirahat, pulang sekolah, Iqbaal selalu berusaha buat ga ngejauhin (namakamu), tapi (namakamu) tetap aja ngejuhin Iqbaal, (namakamu) sempet depresi beberapa hari, dia juga sempet ga makan semenjak Iqbaal ngejauhin, terus juga dia sering bolos jam pelajaran, dia malah ngerokok di atap sekolah. pokoknya miris banget deh keadaanya (namakamu) pas itu" ucap Steffi.


"konflik?" ucap Karel. Bella, Steffi, dan Iqbaal mengangguk.

"koflik apaan?" ucap Karel.

"lo inget kan yang katanya Shalsa nempelin foto (namakamu) di bar?" ucap Steffi, Karel mengangguk.



---



"ohh, jadi karena itu" ucap Karel maggut-manggut.


"iya, rel gue minta maaf ya kalo sifat (namakamu) berubah lagi kaya dulu" ucap Iqbaal mulai memberanikan diri menatap Karel.


"iya gapapa, justru gue mau  bilang makasih, udah sempet ngerubah sifat (namakamu).


"nggh.." ringis (namakamu)


"(namakamu), udah bangun?" ucap Karel


"mau makan? nih tadi Steffi bikinin lo makanan" ucap Karel, (namakamu) menggeleng.


"makan, biar cepet sembuh!" ucap Karel menyendokan bubur.


"gamau, rel." ucap (namakamu), menjauhkan suapan yang Karel ingin berikan.


"yaudah lah, terserah lo." ucap Karel.


"gue mau ke bawah dulu." ucap Karel membuka pintu kamar.


"gue mau ke toilet dulu, di kamar lo toiletnya rusak." ucap Steffi.


"gue mau ke alfa, mau nitip ga?" ucap Bella.


"terus, kamu mau pergi juga? ninggalin aku disini sendirian?" ucap (namakamu).


"enggak lah, aku mau nemenin kamu disini." ucap Iqbaal, mencoba membantu (namakamu) untuk duduk.


"aku mau.."


"oh ya, handphone gue mana ya?" (namakamu) mencela ucapan Iqbaal.


"(namakamu)" ucap Iqbaal.


"berhenti untuk minta maaf atas kesalahan kamu dan bunda kamu, baal" (namakamu) kembali menyela ucapan Iqbaal.

Sial, sepertinya (namakamu) menyadari bahwa Iqbaal ingin meminta maaf atas kesalahan bunda, dan kakaknya.


"ohiya, baal.."

"berhenti untuk bilang terimakasih atas apa yang udah aku perbuat, (namakamu)" ucap Iqbaal, mengikuti intonasi yang (namakamu) perbuat sebelumnya.

'TUK'

"apa sih kamu, GR banget. aku cuma mau bilang, tadi kenapa kamu bisa ada disana?" ucap (namakamu).

"karena ini." ucap Iqbaal menunjuk dadanya --hatinya-- dan tersenyum menatap (namakamu).

"ck! apaan sih, baal" ucap (namakamu).

"kamu ga percaya?" ucap Iqbaal, (namakamu) menggeleng.

"tadi kamu ke LBV'S CAFE kan?" ucap Iqbaal.

"baru mau masuk, lebih tepatnya." ucap (namakamu) membenarkan sedikit perkataan Iqbaal yang salah.

"ahh iya, maksud aku itu. Tadi aku juga mau kesana, cuma aku baru bayar parkir, terus aku ngeliat kaya ada orang gitu, perempuan aku udah kaya kenal gitu sama dia, terus kok dia ada yang gotong gitu tiga orang, hati aku bilang kamu itu kamu, yaudah akhirnya aku bilang ke supir aku suruh ngikutin orang yang bawa kamu, terus aku jadi pahlawan kamu deh.." ucap Iqbaal memperlihatkan giginya,-

"itu alay story ya baal namanya?" ucap (namakamu).

"oh iya, kamu ngapain ke LBV'S CAFE?" ucap (namakamu).

"aku mau dateng ke acara sepupu aku, dia ngadain sweet seventeen dia gitu di outdoorynya, eh malah ketemu kamu. Mungkin kita jodoh.." ucap Iqbaal mulai ngalorngidul.

"ngawur. baal aku bilangin yaa ke kamu, kalo mimpi itu jangan tinggi tinggi turunnya susah ga ada tangga, mau kamu jatoh gedebuk gitu?" ucap (namakamu) dengan ekspresi yang...susah di deskripsikan-,-

"kaya lagunya yovie and nuno dong yang kaya gini aku sakit aku sakit kau terbangkan ku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang" ucap Iqbaal sedikit bersenandung tidak jelas.


"nah tuh tau.." ucap (namakamu).

"oh iya, lo kan belum makan. makan dulu yuk" ucap Iqbaal mengambil mangkuk yang berisi bubur yang berada di nakas samping tempat tidur.



---



"hmm, baal. aku mau nanya boleh?" ucap (namakamu).

"boleh, nanya apaan?" ucap Iqbaal.

"kamu inget ciri-ciri orang yang waktu itu ngeroyok kamu?" ucap (namakamu).

"dia yang ngeroyok aku!" ucap Iqbaal menatap foto yang berada di meja sebrang Iqbaal saat ini.

"BD?" ucap Iqbaal.

"yang mau ngerusak kamu, dia yang ngeroyok aku." ucap Iqbaal.

"kamu serius?" ucap (namakamu).

"Karel.." ucap (namakamu) saat Karel memasuki kamarnya.

"apaan?" ucap Karel.

"lo tau BD kam?" ucap (namakamu).

"hmm.." balas Karel.

"gue mau bilang sesuatu sama lo sebenernya (nam..)" ucap Karel

"bilang apa? bilang aja.." ucap (namakamu)

"mungkin lo belum tau ini sebelumnya.." ucap Karel.

"saat lo mulai dekat sama Iqbaal, dan bahkan lo udah hampir berubah 98%, gue coba buat ngunjungiin club yang sering lo dateng in, gue cuma mau liat doang lo nepatin janji lo sama Iqbaal atau enggak, gue kesana di temenin sama temen temen otomotif gue, pas gue kesana ngecek ternyata ga ada lo, dan lo mungkin bener-bener udah 100% ngelupain kebiasaan buruk lo itu, tapi.."

"tapi di saat gue kesana, gue malah ketemu sama...BD." ucap Karel.

"gue sama temen otomotif gue nyamar, dan gue..."

"gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.

(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.

'UHK..UHUK'

"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.

"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel

"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.

"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas dasar apa lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).

"karena mereka udah.........




-BERSAMBUNG-

L+C


@deasyana_pl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar