SORRY GAJE, TYPO(S), DLL
JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!
LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE :3
---
'CLEK'
"(namakamu)" ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat didepan pintu.
"(namakamu)...(namakamu), tunggu aku!" ucap seseorang tersebut masih terus berusaha mengejar (namakamu).
"apa lagi sih...baal!" ucap (namakamu) membalikan tubuhnya. Baal? ya jelas saja Iqbaal.
"aku ga bisa ngejauhin kamu (namakamu), aku mohon jangan jauhin aku.." uucap Iqbaal.
"itu permintaan bunda kamu, aku juga tau kok aku bukan perempuan baik-baik, jadi aku mohon sama kamu, baal. Jauhin aku.." ucap (namakamu)
"tapi aku ga akan pernah bisa buat ngejauhin kamu.." ucap Iqbaal.
"udahlah baal, lepasin aku.." ucap (namakamu).
---
"(namakamu), lo kenapa?" ucap Steffi saat (namakamu) sampai di dalam kelas.
"Iqbaal mana?" ucap Bella saat mengetahui bahwa tidak ada Iqbaal disamping (namakamu).
"bell, steff.." lirih (namakamu).
"iya, kenapa (namakamu)?" ucap Steffi merangkul (namakamu).
"jujur sama gue, semurahan apasih gue dimata kalian berdua?" ucap (namakamu) menatap Bella dan Steffi.
"lo ga murahan, ya maaf maaf aja ya, ya mungkin lo cuma butuh perhatian doang dari orangtua lo atau orang lain." ucap Steffi dengan bijak.
"iya, lo ga murahan kok, kalo lo murahan lo udah jual diri lo (namakamu)." ucap Bella
"kalo gue ga murahan, kenapa bundanya Iqbaal bilang kalo gue murahan?" ucap (namakamu), dengan mata yang berkaca-kaca.
"(namakamu).. mungkin eman udah saatnya lo berubah.." ucap seseorng yang tiba-tiba datang ke kelas, dan duduk disamping Bella.
"Karel?" ucap (namakamu). Karel tersenyum melihat adiknya tersenyum akan kedatangannya kesini.
"lo harus bisa berubah, kalo lo emang bener bener ga mau di bilang cewe murahan." ucap Karel.
"gabisa, gue udah terlanjur nyaman sama kehidupan gue yang kaya gini"ucap (namakamu).
"harus bisa dong, kita bakal ngebantuin lo kok.." ucap Steffi.
"yaudah lah ya, liat nanti aja. berubah syukur, enggak ya gapapa, gini gini aja. haha" ucap (namakamu).
---
3 minggu semenjak Bunda Iqbaal menyuruh Iqbaal menjauhi (namakamu), sifat (namakamu) kembali berubah seperti awal, kembali sering datang ke bar malam.
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
---
"dimana nih gue?" ucap (namakamu), saat menyadari dirinya di ikat dalam sebuah ruangan yang penuh dengan barang-barang.
"wei!! lepasin gue!!" ucap (namakamu) berteriak.
"ehh lo, dah bangun.." ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
"BD, Aldy, Bastian?" ucap (namakamu).
"lepasin gue!!" bentak (namakamu).
"lepasin? segampang itu lo minta lepasin?" ucap BD menoel dagu (namakamu).
"cowo lo udah buat kita bertiga babak belur, malah sekaranng lo minta lepasin?" ucap BD.
"GA BISA! LO HARUS NGERASAIN APA YANG KITA JUGA RASAIN!" ucap BD.
"lepasin gue!! TOLONG!!" teriak (namakamu).
"percuma aja lo teriak teriak minta tolong, ga akan adaa yang mau nolongin lo!" ucap BD.
'SRREEK..'
dalam sekali cakar baju yang (namakamu) kenakan sudah robek di bagian tangan atas *namanyaapaan?,-
"gue mohon jangan! gue gatau apa-apa tentang kejadian itu!!" ucap (namakamu) mulai menjatuhkan airmatanya.
"alah bohong!! itu pasti lo yang ngelakuin kan? karena lo dendam sama kita bertiga!" ucap Bastian.
"enggak! gue berani sumpah itu bukan gue, dan gue juga ga pernah dendam sama kalian!" ucap (namakamu) mulai memberontak, mendang nendang.
"ga usah banyak omong lo!" ucap BD mulai membuka kancing baju paling atas.
"gue mohon jangan lakuin ini!! gue mohon!!" ucap (namakamu) sesegukan.
'BRAK'
~
'DRRTT..'
'KLING'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, seperti ada yang menghubungi nya. namun entah siapa.
"hallo?" ucap (namakamu).
'BUGH'
(namakamu) terjatuh.
"'cepet bawa dia!." ucap seseorang menggunakan masker dan penutup kepala, entah (namakamu) akan dibawa kemana oleh 3 orang bermasker (ini gaje ga sih? abaikan aa terserah deh mau kaya gimana-_-)
"itu bukannya (namakamu), itu siapa? gue ikutin aja kali ya!.."
"hallo, rel. lo sekarang ada dimana? gawat nih!" ucap seseorang itu dalam perbincangan melalui telpon.
"dirumah, kenapa?" ucap seseorang tersebut yang diketahui bernama Karel.
"tadi gue ngeliat (namakamu), di bawa sama tiga orang pake jaket hitam, sama ketutup masker gue gatau mereka siapa"
"serius lo, baal?" ucap Karel. Baal? yap ternyata itu Iqbaal yang tak sengaja melihat (namakamu) saat sedang dibawa oleh BD dan cs.
"iya rel, gue serius. sekarang mereka lagi menuju ke arah Bekasi, nanti alamat jelasnya gue kasih tau ke lo, gue sms." ucap Iqbaal
"lo naik apa kesana?" ucap Karel.
"gue bawa mobil, tapi pake supir jadi gue suruh supir tuh bawa pulang mobilnya" ucap Iqbaal
"yaudah tunggu, gue kesana sekarang" ucap Karel mengakhiri panggilannya.
"(namakamu), kamu tenang yaa.." ucap Iqbaal.
"aaku bakalan tolongin kamu, tapi nanti kalo waktunya udah pas" ucap Iqbaal
"duh, Karel mana sih? kasian ini (namakamu), apa gue masuk duluan aja ya?"
'BRAK'
~
'BRAK'
"Iqbaal?" desis (namakamu)
"ouu.. ceritanya ngadu ya? aduhh!!" ucap BD.
'PLAK'
'PLAK'
'PLAK'
PLAK'
4 kali tamparan itu mendarat mulus di pipi (namakamu).
"jangan coba buat sakitin dia!" ucap Iqbaal.
"lawan gue kalo emang lo berani! jangan lawan perempuan" ucap seseorang yang berdiri tepat di belakang Iqbaal. Karel.
'BUGH'
BD jatuh tersungkur kebawah, bogeman Karel memang sangat kencang :v
Sementara Karel menghajar BD, Aldy, dan Bastian, Iqbaal membuka ikatan yang berada di tangan (namakamu).
'BUGH'
Karel terjatuh, saat BD kembali bangkit dan menghajarnya.
'BUGH'
Kali ini Iqbaal tak tinggal diam, ia kembali menghajar BD hingga tak sadarkan diri.
'BYUR'
hujan datang secara tiba-tiba, Iqbaal memberikan jaketnya kepada (namakamu).
"pake ini" ucap Iqbaal memberikan jaketnya.
"gausah, kamu aja yang pake." ucap (namakamu).
"udah gapapa, pake aja" ucap Iqbaal.
"nanti kamu masuk angin.." lanjut Iqbaal.
"yaudah, makasih ya.." ucap (namakamu), masih sesegukan.
'BRAK'
'BRAK'
Mereka sudah berada didalam mobil, (namakamu) masih saja menangis.
"udah jangan nangis terus.." ucap Iqbaal, menyeka air mata yang jatuh ke pipi (namakamu).
(back song) Judika- setengah mati merindu --bagian reff--
"cup..cup..cup.." ucap Iqbaal menenangkan (namakamu), ia merangkul (namakamu) sudah lama ia tak sedekat ini dengan (namakamu), ia sangat merindukan sosok (namakamu), dan sekarang adalah waktu yang pas.
Tanpa Iqbaal sadari (namakamu) telah tertidur pulas dalam dekapannya.
"aku sayang kamu" bisik Iqbaal.
"aku gamau kita jauh jauhan kaya gini" lanjut Iqbaal.
---
(namakamu) sudah di tidurkan di kamarnya, Iqbaal, Karel, Steffi, dan Bella sedang berbincang.
"makasih ya baal, untung lo ngeliat dia dan ngikutin (namakamu), gue gatau kalo ga aada lo disana gimana jadinya.." ucap Karel menaruh gelas berisi minuman
"iya sama-sama, lagian juga tadi gue ga sengaaja lewat sana. terus kaya ada ikaatan batin gitu buat nengok ke arah (namakamu)." ucap Iqbaal santai, Bella, Steffi, dan Karel menatap sinis ke arah Iqbaal, Iqbaal menautkan alisnya seperti ada yang salah dari perkataannya.
"kenapa dah?" ucap Iqbaal
"ikatan batin?" ucap Steffi, Bella, dan Karel berbarengan.
"lo suka sama (namakamu)?" ucap Karel.
"emhh.. enggak" ucap Iqbaal gugup
"ciee... bangke!!" ucap Karel menimpuk Iqbaal dengan bantal sofa.
"hahaha, kalo gue suka kenapa?" ucap Iqbaal.
"gaboleh!" ucap Steffi dan Bella.
"kenapa emangnya?" ucap Iqbaal.
"kalo mau jadi cowo nya ade gue, harus bisa ngerubah sifat dia.." ucap Karel.
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
-BERSAMBUNG-
L+C
@deasyana_pl
"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.
-BERSAMBUNG-
L+C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar