Jumat, 19 Desember 2014

I JUST NEED HAPPINESS AND I JUST NEED LOVE

Pagi pagi buta gini gue udah post something.
Gue baru pertama kali nulis tulisan macam ini ke blog gue.
Cerita pribadi. Tapi cukup sakit menyimpannya sendiri.
Gue gatau gue harus ngawalin cerita gue dimana. Karena. Cukup rumit:')

Jakarta, 21Desember 2001 - Jakarta, 21 Desember 2014

Pas itu gue tau mama gue lagi jerit jerit kesakitan, berjuang hidup dan mati hanya demi melahirkan ku didunia.

Aku telah lahir didunia karenanya.

12 tahun aku di besarkan
12 tahun aku di ajarkan sesuatu yang berati
12 tahun...

Tapi.

Semua berubah.
Semua ga kaya dulu lagi.
3 tahun belakangan ini, aku sering mengira bahwa aku anak 'broken home', mama sama ayah jadi sering berantem.
Kadang capek.
Kadang bosen.
Kadang ada niatan buat gue bunuh diri.
Mungkin lo ngira gue itu gila, pyschopat, stress, atau semacem itu.
Kalo boleh jujur.

JUJUR.

Gue capek hidup yang terus terusan begini.
Nunjukin bahwa diri gue itu 'baik baik aja' padahal lagi 'ga baik baik aja'.

Kadang suka mikir.
"Kapan hidup gue sebahagia mereka?"
"Kapan gue bisa ngeliat keluarga gue pelukan?"
Kapan?kapan? Dan kapan?

Banyak yang bilang hidup gue enak, apa apa serba dibolehin.
"Yas, enak banget sih jadi lo. Apa apa dibolehin"
"Yas lo mah enak apa apa dibolehin lah gue enggak"
"Enak yas jadi lo. Ga pernah susah"

Not nice.

Kadang gue juga suka mikir;
"Iya ya, enak hidup jadi gue. Apa apa selalu dibolehin. Ga kaya mereka yang harus nyisain uang jajan mereka buat tabungan mereka, buat keperluan mereka. Mereka mau minta sama orangtua mereka pun ga enak."
Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi emang fakta.

WRONG. IT'S WRONG.

Kalo hidup gue enak, gue gabakalan mungkin nangis nangisan gini.
Bilang kalo gue anak Broken Home.

JUJUR YA.

Kalo gue disuruh milih, gue pasti bakalan milih kehidupan mereka. Iya.

KENAPA?

Karena mereka masih kecil, udah diajarkan buat nabung. Apa apa pakai duit nya sendiri. TIDAK seperti aku.
Aku kadang juga suka kasihan sama mereka.
Kadang aku suka kalap dengan ego ku sendiri. Kenapa? Contoh;

Aku mengajaknya kedufan, padahal mereka ga ada duit, mau minta pun ga enak sama ortu mereka.
Aku mengajaknya nonton, dengan alasan yang sama. Tak ada duit.

Bahkan mereka selalu bilang aku 'orang kaya'. Tidak, aku tidak kaya. Aku tidak terlahir dari keluarga 'konglomerat', aku hanya lahir dikeluarga yang cukup sederhana, hanya saja memang pekerjaan mama ku yang besar dan juga tunjangan tunjangannya.

Kalo boleh JUJUR mah, gue pengen punya sahabat yang 'BENER BENER' sahabat.
Gue butuh tempat curhat, rasanya semua emosi yang tersimpan didalam dada gye udah menggebu gebu.
Gue pengen kesuatu lapangan atau tenpat luas yang kosong, biar gue bisa TERIAK semua uneg uneg gue, jujur gue udah cape sama semua ini. Mau bunuh diri tapi masih banyak dosa.

Sampai kapan aku akan merasakan hal seperti ini terus?
Aku benar benar sangat butuh seseorang yang bisa menjaga semua privacy ku. Tidak menyebarkannya.

Ya Allah, cabut nyawa ku kapan pun. Aku rela, aku ikhlas, asalkan mereka orang yang aku sayangi BAHAGIA.

Satu pinta ku:
Jaga mereka semua, kalau nanti aku benar benar kau panggil, aku ingin meninggal dengan cara khusnul khatimah.

Aku sayang kalian, sampai kapan pun.
Bila
Vivi
Mama
Ayah

Love♥
Laras

Selasa, 16 Desember 2014

A bestfriend story

Ditengah tengah kebosanan gue disekolah, karena masih ngadain acara Classmeet, gldan kebetulan gue paling gasuka ikut bertanding diacara classmeet jadi gada kerjaan selain main hp, galau, baca wattpad, selfie. Gue memutuskan buat ngeshare cerita freak ini-,- bahkan temen gue ada yang bilang gue lagi nonton bo**p. Dasar.


-Deandra Kireina-


Bel istirahat berbunyi, aku keluar kelas bersama Calis, tetapi tidak dengan Naomi. Kita sekelas, hanya saja Naomi sudah ilang sejak 2jam mata pelajaran terakhir, sudah biasa.

Istirahat kali ini Calis tidak bisa ikut, karena ia ingin berduaan dengan Devan ditamn sekolah, Naomi entah kemana, dan ka Vero? Yah, dia sedang ada rapat OSIS, dan aku tau pasti ia akan telat menemuiku dikantin. Dengan berat hati aku melangkahkan kaki ku menuju kantin, sendirian, sial!

Aku sudah memesan roti isi, dan es jeruk. Hanya sendirian disini, biasanya selalu ramai meja kantin yang aku duduki saat ini.

Bosen

Bete

Freak

Hening

Gajelas

Butuh temen

"Emm, misi. Boleh gabung nggak? Mejanya udah penuh semua soalnya, tinggal disini doang yang kosong" ucap seseorang. Aku mengenalnya! Damar! Ya, ini Damar!!

"Iya, boleh. Silahkan." Ucapku, menatap Damar yang tersenyum kepada ku, ya tuhan!! Melihat senyumnya membuat kupu kupu dalam hati ku berterbangan.

Tapi, tidak salah kan aku memperbolehkan Damar duduk disini? Lagipula disaat saati istirahat seperti ini meja dan suasana kantin sangat penuh, jadi ya tidak masalah lah, ya.

Hening

Gadgetan

Salting

Melting

Blushing

Freak

"Umm, Deandra, ehh Kireina...ehh" ucap Damar seperti salah tingkah-,-

"Panggil gue Ana aja" ucap ku, menaruh ponselku diatas meja, dan...sekilas menatap mata hazel milik Damar.

"Ohehe, iya iya..." ucap Damar menganguk, tersenyum. Ya tuhan!! Senyumnya mematikan semua saraf motorik yang aku punya!!


---percepat---


-Deandra Kireina-

Tak terasa, aku mengenalnya sudah tiga bulan lebih, dan sekarang Damar sudah akrab denganku, bahkan sebagian dari beberapa teman ku mengira bahwa aku sudah menjalin hubungan dengannya.

Hari demi hari aku lewati bersamanya, rasa nyaman sudah mulai muncul, aku selalu dibuat terbang olehnya, bagaikan ratu kupu-kupu. Namun, ada sesuatu yang mengganjal perasaan ku saat ini, selalu merasa deg degan saat bersamanya, apa aku menyukai Damar? Tidak tidak, tidak mungkin.


-Damar Athalahasya-

Ana. Cewe yang udah dua kali ketemu gue karena keteledoran gue. Menurut gue, Ana itu anaknya lucu, imut, gemesin, apalagi pipinya, bawaannya pengen nyubitin mulu, dia suka marah kalo gue bilang dia pendek, emang nyatanya dia pendek, walaupun diantara Naomi dan Calis dia yang rada tinggi.-.

Ada yang ga biasa pas gue kenal --re:pertama kali kenal--  Ana, gue nyaman deket sama dia, happy terus. Dan gue, ngerasa kalo gue...... suka sama Ana. Nggak, gue tau ini gamungkin. Gue sama Ana cuma temen, oke temen. Galebih.


-Author-


Ana, Naomi, dan Calis sedang nongkrong disalah satu kedai kopi yang cukup ramai pada saat jam 12an, karena sebagian orang yabg datang kesini orang berbisnis untuk sekedar merefresh otak mereka, atau sedang janji dengan clien mereka

"Mi, Cal. Salah ga sih gue suka sama temen gue sendiri?" Ucap Ana, sambil memasukan sesuap cake red velvet kedalam mulutnya.

"Kenapa emang? Atau jangan jangan..."

"Enggak, enggak bukan gituu. Bukan berarti gue suka sama lo berdua, cuma kayanya gue.."

"Lo suka kan sama Damar, na?"ucap Naomi, dan sunggu itu mampu membuat Ana terkejut. Tetapi benar apa yang diucapkan Naomi, Ana menyukai Damar.

"Jujur sama kita, na. Biar kita juga tau, kali aja bisa bantu." Ucap Calis, menyeruput swamp monster miliknya.

Ana hanya menggelengkan kepalanya, kini ia menunduk. Tak tahu akan perasaannya saat ini keoada Damar.

"Na, kita sahabatan udah lama. Gue tau sifat lo kaya gimana,na. Udah jujur aja sama kita. Lo suka kan sama Damar?" Ucao Naomi, Ana belum berani menatap kedua sahabatnya kini.

"Gue gatau" ucap Ana masih dengan posisinya yang sama. Menunduk sambil melilitkan bajunya.

"Gue tau. Lo ga ysah nutupin semua ini lagi, na. Oke, gue tau karena gue juga pernah ngerasain hal yang sama, kaya lo." Ucap Calis mulai menyentuh bahu Ana.

"Gue pernah ngerasain friendzone kaya lo juga, bahkan lebih lama. 1 tahun bukan waktu yang sebentar kan? Sedangkan lo? Baru 3bulan, dan gue rasa Dama juga ada perasaan yang sama kaya lo. Believe me." Lanjut Calis, Ana mulai berani mengangkat kepalanya. Menatap kedua sahabatnya kini.

"Gue ga yakin kalo Damar punya perasaan yang sama" ucap Ana dengan ekspresi datar.


---


-Naomi Putridelia-


Akhir akhir ini gue liat Ana berubah, dia uda jarang bareng bareng sama Damar, gue gatau dia kenapa. Mungkin dia coba buat ngehindar dari Damar, tapi disisi lain Ana juga pasti ga bakalan bisa.

"Ka Vero"

"Hm?" Jawab ka Vero dengan alis bertaut, sekarang jam istirahat, Ana sedang izin ketoilet. Mungkin kesempatan ini akan aku gunakan untuk membicarakan tingkah aneh Ana.

"Ana ga pernah curhat sama ka Vero?" Tanya gue

"Enggak. Gue gatau kenapa akhir akhir ini kayanya dia sering banget nunjukin sesuatu yang fake. Example fake smile, dia pura pura senyum, dia pura pura fine padahal gue tau sebelumnya dia lagi nangis, dan gue gasengaja nguping, kalo dia nyebut nyebut nama...Damar" ucap Ka Vero merendah pada bagian akhir ucapannya.

Benar dugaan gue. Ana sering menangisi Damar dirumah, menunjukan fake smilenya kepada kita semua padahal didalamnya dia lagi rapuh.

Mencoba tersenyum saat terluka.

Miris.


BERSAMSUNG;P


Minggu, 14 Desember 2014

A Bestfriend Story

-Deandra Kireina-

"Ka Vero, ngapain siih bilang bilang ke Bunda? Lagian kan aku ga suka ka sama Damar"Ucap ku, sambil memainkan ponsel ku.

"Bilang apa sih?" Ucap Ka Vero yang pura pura tidak tahu. Astaga!! Aku lupa!! Barusan aku menyebut nama Damar didepan ka Vero. Bodoh!

"Cieee, jadi kamu udah tau namanya?" Ucap Ka Vero meledekku, benar saja. Aku sudah menebak, pasti Ka Vero akan meledek ku.


Aku dan Ka Vero sudah sampai disekolah, tidak tidak, Ka Vero sudah jalan duluan dan aku masig di belakangnya. Langkah ku terlalu pendek sepertinya apabila berjalan berdampingan dengan Ka Vero.


Bugh


Aku berharap ini bukan bola basket lagi. Ya, bukan. Melainkan seorang laki laki yang sedang membawa buku buku tebal terjatuh tertabrak diriku, sial.


"Eheh, aduuh.. maaf ga sengaja" ucap ku merapihkan beberapa buku yang terjatuh dan juga beberapa kertas yang keluar dari dalam buku tersebut.


"Iya, gapapa. Gue juga jalannya bengong ga hati hati, maaf ya. Ada yang sakit ga?" Ucapnya mulai menatap ku.


"Ehh lo, ketemu lagi" ucap ku, basa basi dikit lahh.


"Eh. Eh iyaa, hehe sorry ya dari kemaren gue ga hati hati." Ucap lelaki itu yang aku ketahui bernama Damar.

"Iya gapapa kok" ucap ku, melontarkan seutas senyuman manis.

Freak.

Hening.

Salting.

Spechless.

"Kenalin, nama gue Damar Athalahasya, panggil gue Damar boleh, atau sesuka hati lo aja. Tapi jangan panggil gue say aja.." ucap Damar dengan PD nya, aku hanya terkekeh kecil dan membalas uluran tangan Damar yang berada didepan ku.

"Deandra Kireina Pattiraga" ucap ku.

"Ehh kesebut deh nama marganya.."ucap ku terkekeh sendiri, namun dibalas senyuman oleh Damar.

"Haha gapapa kali. Oh ya lo kelas berapa?" Tanya Damar, dan kami sudah mulai melangkahkan kaki kami menelusuri koridor sekolah.

"IPA 11-D, kalo lo sendiri?" Ucap ku menoleh sedikit kearahnya--Damar--

"Gue IPS 11-D juga" ucap Damar, terkekeh kecil.

"Haha, kok bisa sama ya?"

"Jodoh kali tuh..." ucap seseorang dari arah belakang kami, aku mengenal suaranya. Yap, itu suara... Naomi!!! Arggh, Naomi. Mengapa kau harus muncul disaat saat seperti ini, sih? Naomi, bukan Naomi namanya kalau tidak asal ceplas ceplos ngomongnya. NAOMI MENGAPA KAU HADIR DISAAT SAAT SEPERTI INI, SIH? Untung kau temanku, Naomi. Coba kalau tidak. Akan ku potong lidahmu, akan aku sobek bibirmu, aku penggal kepala mu, dann akan aku mutilasu tubuhmy menjadi 15 bagian, dan akan ku buang kau di kolam ikan bawal Saung Talaga.

"Gue duluan ya"aku terjaga, ternyata kita sudah sampai di ujung tangga kelas 11, dan kelas kita memang beda satu koridor.

Mengapa rasannya begitu cepat saat bersamanya? Padahal kan aku ingin berlama laa dengan-nya.

-Naomi Putridelia-

Saat aku melangkahkan kaki ku dikoridor sekolah, aku menemukan pemandangan yang tidak enak, eh bukan gitu, eh atau apalag itu. Aku melihat Ana dari jauh sedang merapihkan buku buku dan kertas yang berserakan dilantai, bersama... damar. Ya aku kenal dia, Ana sudah menceritakannya kemarin. Aku mempercepat langkah ku, mengikuti mereka dari belakang dengan langkah hati hati, dan aku memutuskan untuk mngeluarkan suara ku. Walau aku tau aku akan jadi pengganggu.



BERSAMBUNG AJA DEH


Sabtu, 13 Desember 2014

A Bestfriend Story

"Ehemm.. makanya jangan bengong, kesambet bola kan akhirnya, untung bola bukan setan" ucap Ka Vero yang sudah jauh beberapa langkah dari tempat ku kini berada.

"Ma-maaf ya ka cewenya ga sengaja kena bola tadi" ucap lelaki yang berada disamping ku. Apa dia bilang? Cewe? Gue cewenya ka Vero? Ingin sekali rasanya aku menjedotkan kepalanya ke tembok.

"Ohehee, sorry dia bukan cewe gue, dia addk gue. Iya iya gapapa lain kali hati-hati" ucap ka Vero menyunggingkan sebuah senyuman manis.

"Damar, woiii maar, damaaarrr, amaaarr cepetaaan coooy" teriak beberapa temannya yang berada dilapangan menunggu bolanya. Apa tadi aku ga salah denger? Namanya Damar? Ya ampun ganteng sekali dia.

---

-Author-

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari 20 menit yang lalu, namun Ana, Naomi, Calis, Ka Vero, dan Devan masih berada diarea sekolah di cafetaria.

"Coy, main yuk" ucap Calis sambil sesekali menyeruput es jeruknya.

"Kemana? Gue mau capoera, Lis" ucap Naomi,

"Jam berapa emang? Bayarin gue yaaa" ucap Ana memasang puppy eyes nya.

"Ahh lo, duit lo berjibun di atm. Masih aja minta bayarinn" ucap Calis, Devan hanya tertawa kecil mendengar ucapan Calis

---

-Damar Athalahasya-

"Marr, lo lama banget tadi ngambil bolanga tadi"Daniel berucap seperti itu kepada ku, aku hanya terkekeh kecil.

"Suk dia sama adeknya ka Ver, si Ana tuh, niel.." Farid main asal cerocos sajaa.-. Apa dia bilang? Adiknya ka Vero? Namanya Ana? Apa aku ga salah dengar? Entahlah.

"Diem aja lo, mar. Suka lo sama Ana?" Ucap Farid kepada ku.

"Tadi lo bilang nama adenya Ka Vero namanya siapa, rid?" Ucap ku, Farid dan Daniel menatapku dengan tatapan yang....errrr seperti pembunuh.
Ka Andreas Vernando Pittaraga, atau Ka Vero nama kecilnya. Siapa sih yang tak kenal dengan Ka Vero? Ketua osis disekolahku yang sangat tenar, bukan hanya sebagai ketua osis saja, tetapi dia juga menjabat sebagai ketua tim basket. Mungkin hampir 99,9% kaum wanita yang sekolah disini akan terperangah melihat senyumnya yang menawan. Ehh gue ngomong gini gue ga homo yeh..

Tuk

"Aduuuh, eh lo gila sakit gila, rid" ucapku meringis memegangi kening ku yang berdenyut akibat Farid memukul keningku menggunakan sumpit.

"Lagian lo, bengong mulu. Kenapa sih? Masih bingung yeh siapa nama ade nya ka Vero?" Ucap Daniel menunjukan wajahnya yang seperti sedang menahn ketawa.

"Enggaklah, ihh ya kali..." ucap ku, mengalihkan pandangan ku ketempat yang lebih..mengasikan.

Aku menemukan pemandangan yang sangat mengasikan, adem rasanya melihat pemandangan yang satu ini. Aku menemukannya, Ka Vero, dan Ka Devan serta tiga orang perempuan salah satunya...Ana. Aku tersenyum sendiri melihat keadaan Ana yang hanya beda beberapa meja dari mejaku. Farid dan Daniel melihat kearah tatapan ku, dan...1...2...3...

"Uhuk..uhuk..uhuk, rid bagi minum dong.. gue keselek sendal bang udin.. uhukk uhukk" dan, benar saja apa aku bilang, Daniel dan Farid pasti akan mengerjaiku, sial.

"Ini nih, niel. Minum cepetan gue takut lo mati!!" Ucap Farid dengan suara lantang, memalukan. Aku yakin, pasti ada seseorang yang memperhatikan meja kami, aku sedikit menengok, dan benar saja disebrang sana Ka Vero, Ka Devan dan tiga orang perempuan melihat kearah meja kamu dengan tatapan tanda tanya, aku hanya memberi kode sebuah senyuman dan kedua tangan yang ku jadikan satu serta menenunduk🙏🙏 seperti sebuah kode meminta maaf. Pantas saja mereka mengalihkan pandangan kekami suasana cafetaria ini sangat sepi hanya kita ber 8 saja yang menempati cafetaria ini.

-Deandra Kireina-

Apa aku tidak salah lihat tadi? Aku melihay seseorang yang tadi pagi tak sengaja melemparkan bola basket ke kepala ku. Damar. Yapp!! Kini aku mengetahui namanya, nama depan doang si. Ya setidaknya aku tahu namanya.

"Na, ki, rei, ana, kireina.. ya ampun.. DEANDRA KIREINA PATTIRAGA!!" ucap ka Vero memanggil ku. Aku kaget, sangat kaget. Sialan sekali kaka ku ini.

"Apan sih ka? Gausah ngagetin kali.." ucap ku sambil meraih ponselku yang tergeletak diatas meja dan selanjutnya berdiri.

"Ayo pulang, lo mau nginep disini, na?" Ucap Naomi memasang wajah ganasnya, aku takut melihatnya.

"Lagian gabilang daritadi kalo mau pulang.." ucap ku agak' sedikit kesal.

"Gabilang gimana, kita dari tadi udah manggil-manggil lo, tapi lo aja budek, malah bengong disitu" ucap Calis, memainkan ujung rambutnya.

"Ahhelah, tau deh." Ucap ku sangat' kesal, dan menghentakan kaki ku kelantai dengan keras dan jalan mendahului mereka menuju mobil ku, ralat mobil ka Vero.

---

-Author-

Mentari pagi telah membangun kan seorang gadis berparas cantik ini. Ia sedang membenahi dirinya didepan sebuah cermin yang tingginya setara dengan tubuhnya.

"Pagiii..." ucapnya, menyapa Bunda, dan Ka Vero yang sudah memulai sarapan.

Hening.

"Bun, Bunda tau ga? Ana lagi suka sama orang tau.." ucap Ka Vero membuyarkan keheningan.

"Ohhya? Bagus dong suka sama orang, masa iya suka sama binatang sih, Ver. Kamu mah kalo ngomong yang bener aja kali" ucap Bunda

"Iya maksudku juga begitu,bun."
"Orangnya cakep sih bun, putih, tinggi, cakep dehh.. tapi sayang matanya sipit, sampe sampe kemaren ngelempar bola basket ke Ana." Lanjut Ka Vero, aku hanya menunduk, menyembunyikan semburat merah yang pasti sedang berada dipipi ku.

"Ngelempar bola basket?" Tanya Bunda dengan tatapan penuh selidik.

"Iyaa, bun-----

"Ka Vero ayo berangkat udah siang ini telat kita bisa bisa..." ucap Ana sambil menarik lengan Ka Vero.


BERSAMBUNG DULU YEAAA

A bestfriend story

-Deandra Kireina-

Mentari pagi mengusik tidur lelap ku, aku mendengar suara derap langkah kaki seseorang  yaap!! Biar ku tebak pasti itu  Bunda yang datang untuk membangunkan ku.

"Ana, bangun sayang. Udah pagi, nanti kamu telat lohh." Ucap Bunda yang sedang membuka gordyn kamar ku. Aku merenggangkan otot otot ku yang kaku.
"Mmm, iya bun.." ucap ku, aku membangun kan tubuh ku lalu duduk dipinggiran tempat tidur untuk mengumpulkan semua tenaga dan nyawa ku yang mungkin belum sepenuhnya terkumpul.

Lima belas menit kemudian aku telah selesai membenahi diriku, dan sudah berpakaian lengkap seragam sekolah.

"Pagu bun, pagi ka Vero.." ucapku,  pasti kalian bertanya - tanya kemana Ayah ku, Ayah ku sedang bertugas ke luar negeri mengurusi bisnisnya disana, ya aku bisa dibilang sangat berkecukupan, tetapi aku bukan tipikal orang yang sering menghambur-hamburkan uang untuk berbelanja seperti kebanyakan orang orang kaya yang lainnya.

"Cepetan abisin makanannya, abis itu berangkat takut telat" ucap Bunda.

"Iya bund, ana bewangkat.duwu@*#*¥%*¥-#-#8;" ucap ku karena mulutku penuh dengan roti.

"Pergi dulu, bun." Ucap Ka Vero.

Ka Vero dan aku berjalan berdampingan menusuri koridor sekolah.

"Ana!!" Teriak seseorang dari arah belakang, yaapp itu adalah Callista Arthamevia atau Calis salah satu sahabat Ana dari dirinya SD hingga sekarang SMA.

"Eh Calis, tumben udah dateng. Biasanya si Naomi duluan yang dateng, pasti ada apa apa nih kaka tau. Belum ngerjain PR kan kamu?" ucap Ka Vero.

"Heheh, iya kak belum ngerjain PR aku mau liat ke Ana, karena aku tau Ana pasti udahan. Iya kan, na?" Ucap Calis cengengesan tidak jelas.

"Apaan, gue aja belum ngerjain. Malah gue mau nyontek ke Naomi, dia jago Math nya, lah gue Biologi doang pahamnya." Ucap Ana.

"Yah elo----" belum sempat Calis menyelesaikan kalimatnya tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang, sehingga membuat dirinya kaget.

"Ehh, Devan ihh bikin gue kaget aja lo." Ucap Calis memukul sedikit lengan Devan namun Devan hanya tertawa.

"Yaelah, masih pagi cooy udah pacaran aja.." ucap Ka Vero dengan nada kesal, namun hanya bercanda.

"Haha, cemburu ye lo? Makanya buru tembak, kasian dia lo gantung mulu dikasih harapan yang ga pasti" ucap Devan. Ya mereka memang kakak kelas kami namun kami sudah menganggapnya sebagai kakak kami, mau pun sebaliknya.

Aku --Ana-- memiliki dua orang sahabat yang sangat aku sayangi. Naomi Putridelia Wilianatama, dia gadis yang mempunya nama yang begitu cantik pasti kalian juga mengira bahwa Naomi ini adalah gadis yang modis, minimalis dan sebagainya. Tapi tebakan kalian salah, Naomui si pemilik nama yang cantik ini sama sekali tidak memiliki kepribadian yang sangat sangat menunjukan bahwa dirinya perempuan, ia memilimi postur tubuh yang tinggo dan juga ideal bagi kaum wanita, namun ia sangat berkepribadian seperti layaknya seorang lelaki, rambut cepak, memakai motor gede, dan apapun itu yang menjurus kearah laki laki. Tetapi dia aering memotivasi kami ketika kami sedang galau anak abg labil. Tapi dia tidak lesbi ya, dia masih normal dan setau ku sekarang dia sedang memiliki gebetan, adik kelas kami.
Sahabat ku kedua, Callista Arthamevia Winatama, aku mengenalnya dari aku SD, hingga sekarang kita kelas 2SMA dan sialnya selalu sekelas, bayangkan saja, aku sudah 11tahun bersama Calis, namun tak ada rasa bosan diantara kita. Lain halnya dengan Naomi, Callista atau Calis memiliki kepribadian yang sangat mewanitakan ah apalag entah itu namanya. Ia selalu berpakaian modis layaknya seorang model, ahh ya aku lupa dia memang model sejak balita.-. Sehingga wajar saja dia selalu memperhatikan perawatan, Calis menjalin hubungan dengan Devan sejak kelas 9 diSMP, saat itu Ka Devan sedang dalam acara ProomNight kelulusannya dan siapa sangka ternyata ka Devan menyatakan cintanya pada Calis pada malam itu, perfect.

'Bugh'

Aku tersadar dari lamunan ku, ternyata seseorang dari lapangan basket tak sengaja melemparkan bolanya tepat dikepalaku, sasaran.

"Upss, so-sorry gue ga sengaja" ucap seseorang yang ku yakini tak sengaja melempar bolanya tepat ke kepala ku.

"Aww, i-iya gapapa kok" ucap ku sambil meringis memegangi kepala ku yang terasa berdenyut.

"Ehemm.. makanya jangan bengong, kesambet bola kan akhirnya, untung bola bukan setan" ucap Ka Vero yang sudah jauh beberapa langkah dari tempat ku kini berada.

"Ma-maaf ya ka cewenya ga sengaja kena bola tadi" ucap lelaki yang berada disamping ku. Apa dia bilang? Cewe? Gue cewenya ka Vero? Ingin sekali rasanya aku menjedotkan kepalanya ke tembok.

"Ohehee, sorry dia bukan cewe gue, dia addk gue. Iya iya gapapa lain kali hati-hati" ucap ka Vero menyunggingkan sebuah senyuman manis.

"Damar, woiii maar, damaaarrr, amaaarr cepetaaan coooy" teriak beberapa temannya yang berada dilapangan menunggu bolanya. Apa tadi aku ga salah denger? Namanya Damar? Ya ampun ga teng sekali dia.


BERSAMBUNG

Selasa, 21 Oktober 2014

ARTI SEORANG SAHABAT

David merupakan sahabat Nabelle yang sudah berteman semenjak mereka berada dibangku sekolah dasar. David dan Nabelle adalah sahabat yang sudah merasakan berbagai macam pengalaman yang mereka jalani bersama, baik dikala sedih maupun senang.

David sangat perhatian terhadap Nabelle. David seringkali mengorbankan kepentingan pribadinya demi Nabelle yang sangat dihargainya. David tidak jarang meluangkan banyak waktunya demi kepentingan sahabatnya tersebut. Seperti halnya David, Nabelle atau yang biasa di sapa Abel ini pun juga bersikap yang sama terhadap David. Nabelle sangat perhatian dan selalu memastikan sahabat tercintanya ini dalam keadaan baik-baik saja. Jika ada masalah mereka saling berbagi dan mencoba mencari jalan keluar bersama. Mereka terus menjalin persahabatan baiknya meski pada saat-saat yang sangat sulit. David tidak letih memberikan dorongan moril kepada Abel, tatkala Abel sedang dirundung banyak masalah. Disisi lain, Abel juga selalu menjadi pelita dalam kehidupan David dengan ketulusannya sebagai seorang teman sejati.

Tanggal 21 November 2013 merupakan hari ulang tahun Abel yang 17. Sehari sebelum Abel berulang tahun, Abel mengunjungi rumah David agar jangan sampai melewatkan acara hari jadinya yang sudah menginjak 17 tahun tersebut. Abel tentunya sangat mengharapkan kedatangan David pada acara party ulang tahunnya, terlebih lagi ini merupakan ulang tahunnya yang ke 17 tahun yang tentunya ia sangatlah special.

“assalamualaikum.. David”
“wa’alaikumsalam.. Eh Abel, kenapa bel? Tumben lo dateng kesini?”
“hehe iya nih, mau ngasih ni. Inget ga lo besok gue ulangtahun nih coy.. hahha dateng ya dav..”
“oh.. haha ohhiya gue hamper lupa, bel. Haha siip gue pasti dateng kok”
“yaudah kalo itu, gue balik dulu ya dav. Masih banyak urusan, hehe”
“jiaah gaya lo urusan, mainan handphone doang palingan”
David berpikir untuk memberikan kado apa diulang tahun sahabatnya yang special ini mengingat ulang tahun sahabatnya kali ini adalah bertepatan dengan usianya yang ke 17 tahun. Setelah selesai berpikir akhirnya David merasa menemukan sebuah kado yang tepat yang akan diberikan kepada Abel dihari ulang tahunnya nanti. David memang sangat perhatian dan selalu ingin menjadi sahabat yang baik untuk Abel.

Hari itu tepat diadakannya acara pesta ulang tahun Abel. Semua sahabat Abel yang diundang dalam acara tersebut sudah terlihat ramai memenuhi halaman belakang rumah Abel tempat diadakannya acara tersebut. Sudah jam 19.00 tapi David masih belum terlihat batang hidungnya. Abel terlihat sedih menantikan kedatangan sahabat tercintanya yang tidak juga kunjung datang padahal waktu sudah semakin malam.

20 menit kemudian, Abel merasa ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.

“haii.. hehe.. happy birthday ya, udah tujuh belas tahun nih ya. Ciee..”
“hehe, makasih ya dav.”
“haha sama-sama. Wishnya yang baik-baik aja ya, asal lo bahagia. Yang penting sih biar lo cepet dapet pacar, biar ga jomblo terus. Haha”
“ihh, yakali wishnya begitu. Haha yaudah deh yang penting makasih banyak ya, dav”
“iya sama sama Nabelle, udah berapa kali sih lo bilang makasih dan gue jawab sama sama?”
“hehe, yaudah.. lo mau cari cari kue apa mau disini nemenin gue?”
“disini aja kali ya..”
“yaudah, sebentar lagi potong kue kok.”

Beberapa saat kemudian, potong kue dilakukan, kue pertama Abel beri untuk kedua orangtuanya, dan kedua untuk David sahabat kecilnya yang ia cintai.

“makasih ya dav, udah jadi sahabat gue selama tujuh belas tahun ini. Makasih juga udah nemenin hari-hari gue, udah rela berkorban demi gue, udah—pokoknya makasih banget, karena lo udah berusaha keras selalu buat gue bahagia, udah nemenin gue sampe sekarang gue umur tujuh belas tahun, susah seneng kita sama-sama terus”

“iya Abel, sama-sama. Makasih juga udah nemenin gue, setiap ada masalah kita selalu saling bantu.”




-TAMAT-

NOTE: Seorang sahabat yang baik ialah sahabat yang berada disamping kita saat suka maupun duka.

Minggu, 27 Juli 2014

ALL ABOUT LOVE'

--- PART 3---

SORRY TYPO, GAJE, DLL.
HAPPY EID MUBARAK. NAAF BARU NEXT. NAAFIN MIN YAAA.

---

"sekarang lo coba dulu, oke? bisa atau enggak nnya lo, lo harus bersikap biasa aja ke Bella, kasih kepercayaan ke dia kalo lo bener bener sayang dan cinta sama dia, walaupun itu cuma lo ucapain doang, ga bener bener dari hati lo" ucap Kiky

"jadi gue harus nyoba dulu nh, ki?" ucap Iqbaal.

"ya, semangat!!" ucap Kiky

"sebenernya perasaan gue berubah semenjak gue nembak dia tadi ki." ucap Kiky.

"jadi lo udah nembak dia?" ucap Kiky "udah,ki" ucap Iqbaal.

Kiky merubah posisi duduk nya menjadi tiduran. Menatap langit langit kamar yang berwarna putih.

"Tunggu tunggu. Tadi lo bilang lo mendadak udah ga ada rasa gitu sama Bella semenjak lo nembak dia?" Ucap Kiky kembali bangkit dari tidurnya. Iqbaal mengangguk

"Terus lo jalanin hubungan terpaksa gitu baal sama Bella?" Ucap Kiky.

'Tuk'

"lah kan tadi lo yang nyuruh pea" ucap Iqbaal.

"Gitu ya, yaudah deh. Jalanin aja dulu" ucap Kiky. Entah mengapa Kiky terlihat bodoh saat ini.

---

4Bulan kemudian😄

"Baal, nanti temenin aku yuk" ucap Bella saat jam istirahat telah tiba.

"Kemana bell? Aku ga mau ya disuruh nemenin kamu belanja lagi. Cape tau, udah pacaran sejauh ini kalo jalan aku jadi babu kamu. Disuruh ini lah itu lah. Cape aku bell" ucap Iqbaal.

"Kamu kenapa sih, baal?! Kamu udah ga sayang aku?!" Ucap Bella.

"Aku tanya sama kamu. Semalem kamu kemana?!" Ucap Iqbaal mulai geram.

"Ak-aku? Aku ya dirumah lah" ucap Bella

"Yakin?" Ucap Iqbaal meyakin kan Bella.

"I-iya lah, baal" ucap Bella.

"Ini apa?!" Ucap Iqbaal memperlihatkan ponselnya kehadapan Bella. Terlihat jelas bahwa Bella yang berada di dalam foto itu bersama Naufal. Kapten basket sekolah ini.

"Ya emang aku ga ada disana. Aku juga gatau ini real atau fake. Tapi kayanya aku yakin kalo ini real." Ucap Iqbaal.

"Kamu ngapain jalan sama Naufal? Kamu ngeduain aku?" Lanjut Iqbaal.

"Eng-enggak baal. AKu ga ngeduain kamu" ucap Iqbaal.

"Haahahha.. ternyata aku salah menilai orang. Kamu. Di depan doang kamu baik. Kalo di belakang mah kamu busuk!!"ucap Iqbaal penuh penekanan.

"Kita putus bell." Ucap Iqbaal.

"Tapi baal"

"Ga ada tapi tapian"

---

"lo beneran mutusin dia, baal?" Ucap Kiky. Iqbaal mengangguk.

"Lo susah payah dapetin dia, dan sekarang lo putusin dia? Tanpa ada alasan?" Ucap Kiky.

"Apasih ki? Gue mutusin dia karena ada alasannya!" Ucap Iqbaal.

"Apa alasannya baal? Karena dia tukang shooping?" Ucap Kiky.

"Ga cuma itu Ki. Dia ngeduain gue. Dia pacaran sama Naufal" ucap Iqbaal.

"Ada buktinya?" Ucap Kiky. Iqbaal melempar ponselnya kearah Kiky.

"Liat tuh. Itu Bella sama Naufal kan? Mereka selingkuh, ki!" Ucap Iqbaal.

"Dari siapa lo dapet foto ini?" Ucap Kiky.

"Dari Hazzel. Anak 11.3" ucap Iqbaal.

"Lo yakin ini asli? Bukan editan?" UCap Kiky.

"Editan apanya sih, ki?" Ucap Iqbaal.

"Ya lo tau kan? Sekarang apa aja bisa di edit? Pake papelook kek, pake photoshop kek, pake eraser kek. Apa aja deh, baal" ucap Kiky.

"Lo kenapa sih ki? Kok kayanya sekarang lo ngebelain Bella, Bella, Bella mulj. Kenapa ki? Lo suka sama dia?" Ucap Iqbaal.

"Enggak gitu, baal. Gue cuma pengen lo---

"kalo lo ga suka sama gue. Lo boleh pulang" ucap Iqbaal, mengusir Kiky. Lebih tepatnya mengusir secara halus.

"Gue cuma ga pengen lo salah ambil keputusan, baal"lirih Kikh berjalan gontai keluar dari kamar Iqbaal.

-BERSAMBUNG-

PENDEK? IYA LAGI DI NUNGGU BAGASI SOALNYA, WKWK MAAF YAA.

Like sama Comment nya dong. Kan besok lebaran gaboleh gituuu😝

@deasyana_pl

Rabu, 09 Juli 2014

ALL ABOUT LOVE'

--- PART 3 ---


SORRY TYPO(S), GAJE, DLL.
sorry baru next.





---



"ki, anterin gue laah" ucap Iqbaal.

"motor lo gimana, baal?" ucap Kiky.

"lo anterin ke rumah gue aja, lo nginep kek dirumah gue. Sepi nih malem ini, mama sama ayah gue ke Bandung.." ucap Iqbaal.

"yaudah, nanti gue ke rumah lo deh, jam 8" ucap Kiky.

"makasih, beb Kiky atas antaran pulangnya, wkwk jijik ihh" ucap Iqbaal.

"haha, sama sama ayang Iqbaal" ucap Kiky.

"ihh gue jijik, haha yaudah makasih ya ki, jangan lupa jam 8 lo kesini oke!" ucap Iqbaal.

"oke deh, lo call gue aja biar gue ga lupa." ucap Kiky.

"sip deh, nanti gue calling lo bolak balik, sampe pulsa gue abis, oke" ucap Iqbaal.




---



'kriiing...kriiingg..'

"baal, bangun baal. Gila lo ye, udah jam berapa nih. baal.." ucap Kiky mengguncang-guncangkan tubuh Iqbaal.

1 menit kemudian...

'tong..tong..tong..'

Kiky memukul tutup panci tepat di depan telinga Iqbaal, berharap Iqbaal bangun dan segera mandi.

"huff.. gila, emaknya ngidam apaan sih waktu  hamilin dia? gila!! susah banget di bangunin.." ucap Kiky mulai menyerah membangunkan Iqbaal.

prassh..prash..'

semburan air yang Kiky berikan juga tak mempan. Sebenarnya ada apa dengan Iqbaal. Kiky pasrah, ia duduk di pinggiran kasur, berharap Iqbaal bangun dengan sendirinya.

"aduhh, baal-baal. susah banget bangunin lo.. kaya bangunin---


'NGOKK..NGOKK..NGOOK..NGOOK..'

'gubrak!'

"IQBAAL! ya ampun!! jadi lo bangun cuma karena alarm?!" ucap Kiky terlonjak kaget saat alarm handphone Iqbaal berbumyi.

"he'eh, ehh ada lo, ki. dari kapan?" ucap Iqbaal mengusap-usap kepalanya.

"kan dari semalem, bego. Lo lupa?" ucap Kiky.

"ohh.." ucap Iqbaal,

'bless'

'bugh'

"woi! bangun! yeee, udah jam berapa Iqbaal!! woi!! telat ntar.. hah..hah..hah.." ucap Kiky ngos-ngosan.




---



'teeettt...'

jam istirahat sudah terdengar, helaan nafas kebebasan sudah terdengar dari setiap siswa/i.


"baal, lo ke kantin?" ucap Kiky, membenahi buku-bukunya.

"hmm..iya. Eh, tapi lo tanya Sadhe dulu dong, ada Bella ga di kantin" ucap Iqbaal.

"ah elah, ntar juga ketemu.." ucap Kiky.




---



"ki, abisin nih gue kenyang.." ucap Iqbaal menggeser mangkuk basonya *aduhh,-

"tumben lo kenyang, baal." ucap Kiky.

"iya lah, gue mah masih inget-inget, emangnya lo. kalo makan gabisa di sortir.." ucap Iqbaal.

"haha.. eh, baal. ntar pulang sekolah temenin gue ke rumah Sadhe lagi yak, kali aja lo ketemu Bella lagi." ucap Kiky.


"males. gue mau langsung pulang aja" ucap Iqbaal.

"yah, lo kenapa sih? kok jadi mendadak badmood gini?" ucap Kiky.

"gue kelas 11 harus pindah, ki." ucap Iqbaal.

"uhuk!, serius lo baal? terus gue disini sama siapa?" ucap Kiky, sempat tersedak mendengar penjelasan Iqbaal barusan.

"iya ki. Yaelah, kaya ga ada temen aja ki, kan ada Alfa.." ucap Iqbaal.

"ya tapi kan kita udah lama bareng-bareng, dari SMP, sampe sekarang SMA---


"iya gue tau, tapi gue mau gimana lagi? Bunda semalem telfon gue, katanya gue harus pindah ke Bandung, soalnya ayah gue ada tugas disana, ya mau ga mau gue harus ngikutin kemauan mereka kan?" ucap Iqbaal.

"tenang aja ki, lo ga usah merasa kehilangan atas kepindahan gue, gue bakal tetap ke Jakarta kok sabtu minggu, jadi kita masih bisa main PS bareng, ya ga.." ucap Iqbaal merangkul Kiky.

"bukannya gitu, lo kalo mau pindah sih pindah aja. Cuma ada 1 yang gue takutin.." ucap Kiky.

"apaan?" ucap Iqbaal.

"sia-sia dong lo pdkt-in si Bella?" ucap Kiky dengan wajah polosnya.

'tuk'

"yee, bego, gue kira apaan. ya enggak lah, dalam waktu dekat ini gue bakal nembak Be--

"jangan nanti dia mati, baal" ucap Kiky.

"bukan gitu ki maksud gue. Maksudnya gue bakal nyatain perasaan gue yang sebenarnya sama Bella. Gitu.." ucap Iqbaal.

"ohhh gituu.." ucap Kiky manggut-manggut



---



2 bulan kemudian..


'klibg'

ponsel Iqbaal berbunyi, pertanda ada pesan singkat yang masuk.

"Kiky, ngapain dia sms gue pagi-pagi begini? ini kan Sabtu, bukan Senin." ucap Iqbaal.

'baal, lo ada dirumah ga? nyusul gue dong. Gue ada di PIM 1 nih.. cepetan, rumah lo kan deket PIM.'

"ngapain Kiky nyuruh gue ke PIM? dia gatau apa gue baru bangun?" ucap Iqbaal.

"ahh yaudah deh, gue nyusul aja. males juga dirumah." ucap Iqbaal.



---



"hallo, ki. lo dimana? gue udah di Lobby" ucap Iqbaal dalam panggilan telfon.

"ohh yaudah, tunggu ya gue kesana nih" ucap Iqbaal.


"ahh Kiky repot." ucap Iqbaal geram.



---



"ki.." ucap Iqbaal saat menemui Kiky disalah satu tempat makan.

"eh, Iqbaal. sini bro" ucap Kiky

"ki, lo ngapain ngajak Bella segala?" bisik Iqbaal, namun Kiky hanya diam saja, tak merespon ucapan Iqbaal.


'pasrah aja gue mah, ki! lo ngerjain gue. sial" umpat Iqbaal dalam hati.




---



"gue pulang duluan ya, Kiky sama gue ada acara" ucap Sadhe

"iya baal,  bye" ucap Kiky.


Kini sekarang hanya ada Iqbaal dan Bella disini. Keduanya hanya mampu terdiam, sibuk dengan perasaan nya masing-masing.


"ehmm... ka.. sebenernya akku mau ngomong" ucao Iqbaal

"ngomong apa baal? ngomong aja" ucap Bella.

"ehmm.. sebenernya aku suka sama kaka, dari awal aku masuk SMA, aku udah suka kakak, gatau kenapa. Pas kakak tampil buat demo Eskul yang penutupan MOS, kakak cantik banget, udah gitu hampir semua neriakin nama kakak, dan gataunya kita ketemu di perpus. pas aku bilang ke Kiky, ternyata dia kenal sama kaka.." ucap Iqbaal

"kaka mau ga jadi pacar aku?" ucap Iqbaal *dooh, memegangi kedua tanga Bella.

"jangan panggil kakak Baal, panggil aja bella. hmm iya aku mau kok" ucap Bella




---



"makasih ya, baal" ucap Bella.

"iya sama sama, bell" ucap Iqbaal.

"mau mampir dulu ga?" ucap Bella sembari membenarkan roknya yang kusut.

"ehhmm.. ga usah deh, langsung pulang aja" ucap Iqbaal mulai memakai helm nya.

"yaudah, makasih ya" ucap Bella, Iqbaal mengangguk.

'brumm'

dalam sekejap motor Iqbaal sudah hilang ditelan tikungan,-




---



"kok gue kaya udah ga ada rasa gitu ya sama Bella? kayanya tuh perasaan gue ke dia udah biasa biasa aja, udah kaya selayaknya kakak kelas sama ade kelas" ucap Iqbaal saat sudah sampai dirumha, dan merebahkan dirinya di kasur.

"ahh, masa iya sih perasaan gue berubah cepet banget?" ucap Iqbaal.

'clek'

"woii, baal. gimana? sukses ga?" ucap Kiky yang tiba-tiba hadir dan ikut merebahkan dirinya di samping Iqbaal

"sukses? tunggu dulu deh, jadi maksud lo tadi nyuruh gue kesana tuh biar gue jadian gitu sama Bella?" ucap Iqbaal merubah posisinya menjadi duduk.

"ya, ga gitu juga sih. Maksudnya biar lo makin deket gitu sama dia.." ucap Kiky.

"gue gatau ya ki, ini beneran atau enggak. Tapi--duh gimana ya ki" ucap Iqbaal menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"kenapa baal? jangan bilang kalo lo..." ucap Kiky setengah setengah.
"iya ki, gatau kenapa perasaan gue berubah gitu aja ke Bella, sekarang gue udah ga ada perasaan lagi ke dia ki." ucap Iqbaal merunduk.

"lo serius baal? ga mau coba dulu?" ucap Kiky.

"ga ada salahnya kan Baal kalo nyoba dulu?" ucap Kiky.

"gimana ya? kalo gue nyoba sama aja gue mainin perasaan dia kan, Ki?" ucap Iqbaal.

"sekarang lo coba dulu, oke? bisa atau enggak nnya lo, lo harus bersikap biasa aja ke Bella, kasih kepercayaan ke dia kalo lo bener bener sayang dan cinta sama dia, walaupun itu cuma lo ucapain doang, ga bener bener dari hati lo" ucap Kiky

"jadi gue harus nyoba dulu nh, ki?" ucap Iqbaal.

"ya, semangat!!" ucap Kiky

"sebenernya perasaan gue berubah semenjak gue nembak dia tadi ki." ucap Kiky.

"jadi lo udah nembak dia?" ucap Kiky





BERSAMBUNG


L+C NYA, JANGAN JADI PEMBACA GELAP WOII!! PUASA NIH PUASA!!


@deasyana_pl

Selasa, 01 Juli 2014

ALL ABOUT LOVE'

--- PART 2 ---

SORRY GAJE, TYPO(S), DLL.
NO COPAS!

#NOTE: Mungkin di part-part ini masih 'flat' ya, datar-datar aja gitu, belum ada (namakamu) sama yang lainnya, tapi nanti kedepannya ada, dan kayanya lebih banyak ke Iqbaal sama (namakamu)nya. so? sabar aja :) pasti (namakamu) bakal keluar kok^^

JANGAN JADI PEMBACA GELAP WOYY!! PUASA NIH PUASA!! JUJUR OII JUJURR!! WKWK~

---



Bella.." ucap Iqbaal.

"Bella Graceva Amanda Putri, baal?" ucap Kiky.

"gatau tuh, gue di kasih tau namanya Bella, udah gitu doang" ucap Iqbaal.

"kelas berapa?" ucap Kiky.

"IPA 11.3" ucap Iqbaal.

"lo serius?" ucap Kiky kaget.

"iya, kenapa?" ucap Iqbaal tak kalah heboh. sepertinya mereka berdua lupa, dimana mereka saat ini berada.

"hey, diam! ini perpustakaan, bukan mall" ucap seorang pria tua berkacamata.

"ayo deh kita keluar, gue mau ngomong.." ucap Kiky.



---



"kenapa sih ki sama Bella?" ucap Iqbaal.

"dia tuh, kapten cheers, baal" ucap Kiky.

"kok lo tau?" ucap Iqbaal.

"tau lah, sepupu gue kan disini, pe'a" ucap Kiky.

"oh iya ya" ucap Iqbaal manggugt-manggut.

"lo beneran suka sama dia?" ucap Kiky, Iqbaal hanya mengangguk.

"baal, satu sekolah itu tau Bella, dari kakak kelas 12, 10, sampe kita nih yang baru masuk aja tau siapa Bella" ucap Kiky.

"gitu ya?" ucap Iqbaal dengan wajah polosnya.

"gue harus gimana dong?" lanjut Iqbaal, Kiky hanya mengangkat kedua bahunya.

"banyak loh, baal yang suka sama---"

'BRUK'

"he'eh, sorry. maaf-maaf ga sengaja!" ucap Iqbaal saat bertubrukan dengan seseorang di depannya.

"e-eh.. Bella.." ucap Iqbaal.

"ehmm.. eh, maaf ya kak, ga sengaja. Tadi Iqbaal nya lagi bengong" ucap Kiky membantu Iqbaal memungut buku Bella yang berjatuhan.

"he.. iya kok, gapapa. Justru aku  yang minta maaf, tadi lagi bengong juga soalnya.." ucap Bella.

"nih kak bukunya.." ucap Iqbaal, menyodorkan 3 tumpuk buku kepada Bella.

"makasih ya, hmm.. Iqbaal" ucap Bella tersenyum simpul kepada Iqbaal.

"iiya, sama-sama kak^" ucap Iqbaal.

"ki!!" ucap Iqbaal histeris.

"ah lebay lu, baal" ucap Kiky.



---



'clek'

"assalamu'alaikum, bunda.." ucap Iqbaal, saat memasuki rumahnya.

"wa'alaikumsalam, eh Iqbaal udah pulang nak?" ucap Bunda.

"udah, bun" ucap Iqbaal.

"ohiya, bun nanti Iqbaal mau main ke rumahnya Kiky, boleh?" ucap Iqbaal

"mau ngapain?" ucap Bunda.

"main aja bun, lumayan belum banyak banyaknya tugas" ucap Iqbaal.

"yaudah, tapi pulangnya jangan malam-malam ya, baal. Rumah kosong, Bunda mau ke Bandung sama Papa, mungkin kamu cuma berdua sama bibi"  ucap Bunda.

"hmm.. okay, Iqbaal kekamar dulu,  bun" ucap Iqbaal, dan sedikit berlari menuju kamarnya.



---



"ki.." ucap Iqbaal.

"apaan, baal" ucap KIky, pandangannya masih terfokus pad layar tv 23" tersebut, memandang lekat-lekat gambar bola pada layar tersebut. sepertinya tidak ingin di ganggu,-

"pause dulu dong!" ucap Iqbaal.

"tanggung nih--- goaalll!!!" teriak Kiky.

"ahhh, sial!" gumam Iqbaal.

"50 rb ke gue, baal!" ucap Kiky.

"apaan sih lo ki? baru 2-0" ucap Iqbaal.

"iyalah, 1 goal  25 ribu, sue!" ucap Kiky.

"lo sih, mikirin Bella mulu" ledek Kiky

"apaan sih, ki" ucap Iqbaal melempar bantal ke arah Kiky.

"wkwk, ampun-ampun.. oh ya lo mau tau asal-usulnya Bella?" ucap Kiky

"hmm.. boleh-boleh" ucap Iqbaal semangat.

"hmm, gimana kalo kita ke rumah sepupu gue? kebetulan mama gue juga lagi ada disana, jadi sekalian jemput aja gitu" ucap Kiky.

'tuk'

"bilang dong, jadi gue gabosen disini, main  ps mulu" ucap Iqbaal

"haha, sorry bro. yaudah yuk!" ucap Kiky.



---



'tok..tok..tok..'

"assalamu'alaikum.. Sadhe.." ucap Kiky mengetuk-ngetuk pintu rumah sepupunya itu.

"ga ada kali ki.." ucap Iqbaal.

"ada kok,  udah tenang aja deh." ucap Kiky merangkul sahabatnya yang kini sudah mulai badmood,-

'clek'

"eh, mas Kiky. ada apa mas?" ucap seorag wanita paruh baya, yang tiba-tiba mucul dari balik pintu --Bi Onah--

"mau jemput mama, hi. sama sekalian  aja mau main sama Sadhe.." ucap Kiky.

"ohh, tapi barusan mamanya mas Kiky sudah pulang tuh mas, di antar sama Pak Aan" ucap Bi Onah.

""yaudah mas, ayo masuk dulu.." ucap Bi Onah, mempersilahkan Kiky, dan Iqbaal masuk.

"Sadhe.. woii!" ucap Kiky saat melihat sepupunya sedang bersama teman-temannya.

"eh, lo ki. Mau ngapain lo kesini tumben?" ucap Sadhe menatap Kiky.

"tadinya mau jemput mama gue, sad. Tapi katanya udah di anter Pak Aan, yaudah gue main aja sama lo.. wkwk boleh kan sad?" ucap Kiky.

"boleh-boleh aja sih, oh iya itu temen lo?" ucap Sadhe.

"oh iya, ini Iqbaal, sobat gue dari SMP, sekarang SMA ketemu lagi deh.." ucap Kiky memperkenalkan Iqbaal.

"ohya, bel. Tunggu sebentar ya, gue mau ngambil alat-alatnya dulu.." ucap Sadhe kepada temannya.

"ohiya, kenalin ini Bella, dia juga sekolah di Binus, yang gue bilang ke lo ki.. Ketua Cheers" ucap Sadhe.

"loh, Iqbaal.." ucap Bella.

"ehh, iya kak, Iqbaal.." ucap Iqbaal gugup, menggaruk-garukan tengkuknya yang tidak gatal.

"udah kenal ya? ohaha.. gue gatau sorry.." ucap Sadhe.

"haha iya, jadi kita kenal waktu di perpus,  ya kan baal?" ucap Bella tersenyum menatap Iqbaal.

"he.. ha.. i-iya kak.." ucap Iqbaal gugup, entah apa yang Iqbaal rasakan saat ini, seperti bertemu dengan artis internasional,-

"ga usah guguo juga kali, Iqbaal." ucap Sadhe.

"lo ga bakalan di suruh split kok.. hahah" ucap Sadhe.

"tau nih Iqbaal, ga usah gugup gitu. biasa aja kali, gue Bella bukan Harper Beckham" ucap Bella menahan tawanya.

"emmh.. hehe iyaa.." ucap Iqbaal.



---



"Sadhe, gue sama Iqbaal balik dulu deh yaa, udah sore nih.." ucap Kiky.

"yaudah, hati-hati ya, ki.." ucap Sadhe.

"baal, ga di ajak pulang nih?" ucap Sadhe melirik ke arah Bella yang sedang memainkan laptopnya, dan menaik turunkan alisnya.

"he'eh, wkwk. ajak tuh, baal" ucap Kiky.

"apaan sih lo, ki." ucap Iqbaal



---



"ki, anterin gue laah" ucap Iqbaal.

"motor lo gimana, baal?" ucap Kiky.

"lo anterin ke rumah gue aja, lo nginep kek dirumah gue. Sepi nih malem ini, mama sama ayah gue ke Bandung.." ucap Iqbaal.

"yaudah, nanti gue ke rumah lo deh, jam 8" ucap Kiky.

"makasih, beb Kiky atas antaran pulangnya, wkwk jijik ihh" ucap Iqbaal.

"haha, sama sama ayang Iqbaal" ucap Kiky.

"ihh gue jijik, haha yaudah makasih ya ki, jangan lupa jam 8 lo kesini oke!" ucap Iqbaal.

"oke deh, lo call gue aja biar gue ga lupa." ucap Kiky.

"sip deh, nanti gue calling lo bolak balik, sampe pulsa gue abis, oke" ucap Iqbaal.




BERSAMBUNG


L+C NYA YAA, JANGAN JADI PEMBACA GELAP, INGET NIH BULAN PUASA!! DOSA WOY DOSA!!!


@deasyana_pl

Senin, 30 Juni 2014

ALL ABOUT LOVE'

--- PART 1 ---

Haai, apa kabaar? :D maaf ya kemaren sempet ilang beberapa hari yang lalu:( gue ga ada masukan buat broken homenya, wkwk :|. Oh ya, selamat bulan Puasa yaa^^, maafin kalo ada salah, dsb.
Oh iyaa, ini cerbung baru selama Broken Home vacum, Semoga kalian suka yaa^^

Sorry typo, gaje, dll.
Ini masih percobaan dulu yaa, kalian suka atau enggak comment aja biar aku putusin lanjut atau stop :) oke. makasih.



---


--- Iqbaal POV ---



Yeaah, setelah menunggu 1 bulan lebih  setelah libur kelulusan SMP tepatnya, masa-masa yang gue tunggu dateng juga. Yap! hari pertama masuk SMA^^.
'SMA? Beneran masa paling Indah?'
FYI(For Your Information) aja sih, dari dulu gue selalu dibuat penasaran sama moment itu. Beneran masa paling Indah bukan, sih? Banyak banget yang bilang kalo masa SMA itu adalah masa paling Indah. Tapi gue juga kangen masa-masa SD, masih unyu-unyu banget tuh. Masa SMP juga, masa mulainya merasakan 'cinta' dan masih takut sama cewek. HAHA~ Emang SMA udah berani, baal?
Oh iya, satu lagi kenalin nama gue Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, terserah kalian mau manggil gue, baal, iq, atau apaan gitu, asal kan jangan 'jones'-_- buat para cewe-cewe boleh lah panggil gue sayang, beb, atau cinta. *plaak'



---



Hari pertama MOS...
Hari kedua MOS...
Hari ketiga MOS...


'tap..tap..tap..'

suara langkah kaki terdengar menggema di sepanjang lorong koridor sekolah, dengan name tag yang menggantung di leher, dan.. enggg.. dandan an yang sangat menjijikan.

"Untuk seluruh siswa peserta MOPDB, silahkan berkumpul ke lapangan sekarang, acara penutupan 'Masa Orientasi Sekolah' akan segera ditutup." ucap salah seorang anggota Osis, di mimbar upcara.


'BRUK..BRUK..BRUK..'

Sesekali sempat terjadinya tabrakan bahu di antara siswa/i peserta MOPDB yang sedang menuju ke lapangan.



---



Dalam kesendriannya, Iqbaal mencari-cari teman SMPnya yang kebetulan mendapat SMA yang sama dengannya. Teuku Rizky Muhammad.

'puk'

"baal, lo udah liat kelas? udah di bagiin loh!" ucap RIzky yang baru saja menemukan Iqbaal yang tengah kebingungan.

"eh.. belum nih, ki. lo udah liat?" ucap Iqbaal tersentak saat mengetahui Rizky berada dibelakangnya.

Ki? ya  ternyata Rizky akrab di sapa dengan sebutan Kiky.

"belum nih.." ucap Kiky.

"ohh, yaudah kalo gitu mah bareng aja kali.." ucap Iqbaal.

"hmm, yaudah yuk!" ucap Kiky merangkul Iqbaal.



---



Jemarinya menelusuri kolom nama dan kelas pada Papan Pengumuman, dimana ia akan menempati kelasnya.

"ga ada ki, nama gue.." ucap Iqbaal.

"cari lagi.." ucap Kiky masih serius meneliti kolom-kolom tersebut.

"ah, ini dia! Yes.. dapet kelas 10.8" ucap Kiky.

"ki.." desis Iqbaal.

"hmm?" balas Kiky.

"kita sekelas coyy!!" ucap Iqbaal mendekap tubuh Kiky.

"serius lo bro? wee!!" ucap Kiky sedikit berteriak.



---



'CLEK'

"eh, baal. Gimana sekolahnya?" ucap seorang wanita paruh baya yang sedang berada di ruangtamu, dengan sebuah majalah di genggamannya.

"biasa aja, ga ada yang spesial.." ucap Iqbaal.

"ohh gitu, oh iya." ucap bunda Iqbaal.




---



"hmm.. ki, lo pernah nggerasain jatuh cinta ga sih?" ucap Iqbaal, saat bell istirahat.

"pernah lah, baal." ucap Kiky.

"emang kenapa? lo lagi suka sama seseorang di sekolah ini?" lanjut Kiky.

"gini deh, baal. Lo kan salah satu anggota baru di sekolah ini, kita juga belum genap 1 bulan kan?" ucap Kiky.

"iya.. terus?" sahut Iqbaal.

"mendingan, lo coba untuk jadi terkenal dulu deh. misal.."

"contohnya?" ucap Iqbaal menyela ucapan Kiky.

'tuk'

"gue belum selesai ngomong, bego. Ya, misalkan lo masuk ke tim basket gitu, ya lo tau sendiri kan? biasanya anak-anak yang masuk tim basket itu beken." ucap Kiky.

"apa lagi lo, SMP ikut eskul basket, sd lo ikut eskul basket, yaudah mendingan lo sekarang daftar eskul basket aja deh sana" lanjut Kiky.

"terus lo ikut eskul apaan, ki?" ucap Iqbaal.

"gue mah gampang, dance gue bisa, nyanyi bisa, silat bisa, taekwondo bisa, semuanya gue bisa" ucap Kiky.

'tuk"

"jadi cheers aja lo, ki. sexy deh" ledek Iqbaal, tangan nya membentuk tubuh wanita (apasih,-)

"ahh ngeledek deh lo.. eh tapi masih ada yang lebih gede loh dari gue.." ucap Kiky kagum, bahwa bukan hanya dirinya siswa paling besar di sekolah ini.

"siapa?" ucap Iqbaal.

"tuh, Ramanda anak 10.6" ucap Kiky, kepalanya terarah pada Ramanda,-

"gilaa.." ucap Iqbaal berdecak kagum.

"untung aja, lo ga kaya gitu ya ki.." ucap Iqbaal menggeleng-gelengkan kepalanya.



---



"ki, ke perpus yuk!" ucap Iqbaal.

"mau ngapain? ayo aja deh." ucap Kiky.

"mau nyari buku philosop" ucap Iqbaal.

"yaudah"



---



Suasana dalam ruangan ini begitu sepi, seperti tidak ada kehidupan di dalam ruangan ini. Bagi sebagian orang merasa nyaman dalam ruangan ini, tapi tidak bagi Iqbaal dan Kiky.

"silahkan isi nama, kelas, dan tanda tangan dulu" ucap penjaga perpustakaan, yang di ketahui bernama ibu 'Vivi Luthfianti", dari name tag yang ia kenakan.


"bu, buku philosop di rak bagian mana ya bu?" ucap Kiky.

"kalian dari sini lurus terus, di ujung sana ada dua ruangan, kalian pilih ruangan yang paling pojok dekat balkon, harap tenang ya nak" ucap Bu Vivi kurang lebih seperti itu(author bodoh.-.)

"baiklah, terimakasih bu." ucap Iqbaal.


"ini ya, ki?" ucap Iqbaal berbisik.

"gatau, iya kali.." ucap Kiky.

'sstt!!'

hanya itu yang terdengar kala mereka berdua mengeluarkan suara.

"iyakali, ini balkon, nah berarti ini.." ucap Kiky.

"yaudah yuk masuk aja dulu.." ucap Iqbaal.

"gue tunggu sini ya, baal" ucap Kiky, Iqbaal hanya mengacungkan kedua jempolnya.


"hmm.. mana ya?" ucap Iqbaal mecari-cari buku yang ia ingin baca.

"ini dia.." ucap Iqbaal...namun tak sendiri,- sepertinya juga ada yang ingin buku ini, tangannya bertumpuk dengan tangan orang lain, entah itu siapa Iqbaal tak tahu.

"upss..sorry" ucap Iqbaal.

"mau ngambil buku ini yah?" tanya Iqbaal.

"emm..iya, udah gapapa ambil aja, aku bisa kok ambil yang lain" ucap seseorang yang ingin mengambil buku yang sama.

"udah gapapa.. ambil aja" ucap Iqbaal memberikan buku tersebut.

"makasih ya.." ucap someone :3

"iya sama-sama, Iqbaal" ucap Iqbaal mengulurkan tangannya--berjabat tangan--

"Bella" yap, Bella ternyata namanya,- senyumnya manis, putih, tingginya agak sedikit dibawah Iqbaal.-.

"kelas berapa?" ucap Iqbaal.

"IPA 11.3" ucap Bella.

"kamu?" ucap Bella.

"mhh.. 10.8" ucap Iqbaal gugup.

"yuadah, ak-aku kesana dulu ya" ucap Bella sedikit gugup.

"iya.." ucap Iqbaal tersenyum ramah.

"wehh.. ki, tadi gue ketemu sama cewe yang gue suka, ki" ucap Iqbaal, menepuk pundak Kiky.

"siapa namanya?" ucap Kiky.

"Bella.." ucap Iqbaal.

"Bella Graceva Amanda Putri, baal?" ucap Kiky.

"gatau tuh, gue di kasih tau namanya Bella, udah gitu doang" ucap Iqbaal.

"kelas berapa?" ucap Kiky.

"IPA 11.3" ucap Iqbaal.

"lo serius?" ucap Kiky kaget.

"iya, kenapa?" ucap Iqbaal tak kalah heboh. sepertinya mereka berdua lupa, dimana mereka saat ini berada.

"hey, diam! ini perpustakaan, bukan mall" ucap seorang pria tua berkacamata.

"ayo deh kita keluar, gue mau ngomong.." ucap Kiky.



BERSAMBUNG DULU YA :D
ini percobaan, liat ratting LIKE-nya dulu, kalo 'lumayan' banyak bakalan di next nihhh:)


@deasyana_pl

Selasa, 24 Juni 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 12 ---

SORRY GAJE, TYPO(S), DLL.

MAAF JUGA KALO ADA KESALAHAN TEMPAT ATAU APA GITU, LANGSUNG IKUTIN ALURNYA AJA YAA :D HEHE~

L+C= SEMANGAT GUE :3

JANGAN JADI PEMBACA GELAP YEEY :)

NO COPAS!!
COPAS? KARMA LAGI OTW.
EHH ENGGAK DEH,- MANA ADA YANG MAU COPAS CERBUNG ABAL-ABAL. YE GA? :D


---


(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.

'UHK..UHUK'

"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.

"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel

"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.

"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas d lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).

"karena mereka udah, ngenalin lo ke narkoba" ucap Karel.

"ya, tapi lo.."

"gue harus buatt pelajaran ke mereka!" ucap Karel menyela ucapan (namakamu).

"tapi kan ga kaya gitu caranya, rel." desis (namakamu).

"lo hampir aja buat ade lo sendiri rusak, kehilangan masa depannya." ucap (namakamu).

"ya. ya gue gatau kalo bakalan kaya gini" ucap Karel menunduk.

"kenapa nih?" ucap Steffi dan Bella yang masuk kedalam kamar (namakamu) berbarengan.

"gapapa" ucap (namakamu)



---



"gue balik dulu ya, kalian jadi pada nginep kan?" ucap Iqbaal berdiri, mengambil jaket yang tergantung di belakang pintu.

"iya, gue nginep disini" ucap Steffi memainkan ponselnya.

"temenin gue dulu yuk bell, beli makan" ucap Karel.

"gue sama siapa?" ucap (namakamu).

"sama Steffi.." ucap Karel.

"hmm. yaudah" ucap (namakamu)



~

Disisi lain Karel dan Bella sedang membeli makanan untuk (namakamu), Steffi, dan Iqbaal.

"bell.." ucap Karel.

"hmm?" balas Bella.

"lo yakin ga? kalo Iqbaal bakal ngerubah sifat (namakamu)?" ucap Karel

"gue sih yakin yakin aja.." ucap Bella.

"tapi gue rada ga yakin gitu deh.." ucap Karel.

"buktinya kemaren dia bisa kan? nah kalo sekarang lebih serius mungkin bisa aja (namakamu) berubah 100%" ucap Bella.

"kalo dia ga berubah gimana?" ucap Karel.

"gue belimn lo, (namakamu), Steffi, sama Iqbaal ice cream bubble gum.." ucap Bella.

"itu kan ada nya di London, baka!" ucap Karel menoyor kening Bella.

"yaudah, gue bayarin lo masuk dufan" ucap Bella.

"bener ya?" ucap Karel.

"iya, tapi kalo sebaliknya?" ucap Bella.

"kita liburan ke pulau Tidung" ucap Karel.

"siapa yang bayar?" ucap Bella

"ya sendiri-sendiri laah" ucap Karel menahan taawanya.

"yaah gitu ya.. oke jadi" ucap Bella mengerucutkan bibirnya.

"haha.. gue bayarin deh! tapi kita naik kapal yang dari Merak ya, bukan yang dari Marina. haha" ucap Karel.

"kapal roro? lo mau gue sampe sampe jalannya keliengan?" ucap Bella memukul lengan Karel.

"haha, ya enggak lah. Steffi udah ngambek duluan kali. ya kita dari Marina" ucap Karel.



~


"bund, Iqbaal pergi dulu ya." ucap Iqbaal berpamitan pada Bundanya.

"mau kemana kamu, baal?" ucap Bunda.

"mau nginep di rumah Alfa ma, udahlah mama  tenang aja." ucap Iqbaal.

"yaudah, hati-hati ya, baal." ucap bunda

"iya bun"



~


'TOK..TOK..TOK'

"masuk.." ucap Karel saat ada seseorang yang mengetuk-ngetuk piintu

Senin, 23 Juni 2014

BROKEN HOME!~

--- PART 11 --


SORRY GAJE, TYPO(S), DLL

JANGAN JADI PEMBACA GELAP, AND NO COPAS!!

LIKE+COMMENT= PENYEMANGAT GUE 



---



(namakamu) sudah di tidurkan di kamarnya, Iqbaal, Karel, Steffi, dan Bella sedang berbincang.



"makasih ya baal, untung lo ngeliat dia dan ngikutin (namakamu), gue gatau kalo ga aada lo disana gimana jadinya.." ucap Karel menaruh gelas berisi minuman


"iya sama-sama, lagian juga tadi gue ga sengaaja lewat sana. terus kaya ada ikaatan batin gitu buat nengok ke arah (namakamu)." ucap Iqbaal santai, Bella, Steffi, dan Karel menatap sinis ke arah Iqbaal, Iqbaal menautkan alisnya seperti ada yang salah dari perkataannya.

"kenapa dah?" ucap Iqbaal

"ikatan batin?" ucap Steffi, Bella, dan Karel berbarengan.

"lo suka sama (namakamu)?" ucap Karel.

"emhh.. enggak" ucap Iqbaal gugup

"ciee... bangke!!" ucap Karel menimpuk Iqbaal dengan bantal sofa.

"hahaha, kalo gue suka kenapa?" ucap Iqbaal.

"gaboleh!" ucap Steffi dan Bella.

"kenapa emangnya?" ucap Iqbaal.

"kalo mau jadi cowo nya ade gue, harus bisa ngerubah  sifat dia.." ucap Karel.

"in shaa allah gue bisa" ucap Iqbaal.



---



"badannya panas banget.." ucap Steffi saat memegangi kening (namakamu).

"ya, gue berharap setelah dia sembuh dia bisa berubah deh. ga biasanya dia sepanas ini" ucap Karel.

"amin.." ucap Steffi, Bella, dan Iqbaal.

"lo ngerasa aneh ga sih? dulu (namakamu) sempet berubah, dan sekarang dia balik lagi kaya dulu. suka ngeclub, mabuk lagi.." ucap Karel duduk di pinggiran kasur.

"itu semua gara-gara gue rel, maaf kalo gue ga bisa ngerubah (namakamu) sepenuhnya" ucap Iqbaal menunduk, tak berani menatap Karel.

"lo apain dia?" ucap Karel.

"gini rel, waktu itu Iqbaal dateng ke rumah (namakamu) buat minta maaf karena sebelumnya mereka berdua ada konflik gitu, terus Iqbaal dateng kesini buat minta maaf, tapi tiba-tiba bundanya Iqbaal sama Kakaknya dateng bilang kalo (namakamu) itu bukan perempuan baik-baik, Iqbaal disuruh menjauh dari (namakamu), tapi Iqbaal gabisa, setiap jam Istirahat, pulang sekolah, Iqbaal selalu berusaha buat ga ngejauhin (namakamu), tapi (namakamu) tetap aja ngejuhin Iqbaal, (namakamu) sempet depresi beberapa hari, dia juga sempet ga makan semenjak Iqbaal ngejauhin, terus juga dia sering bolos jam pelajaran, dia malah ngerokok di atap sekolah. pokoknya miris banget deh keadaanya (namakamu) pas itu" ucap Steffi.


"konflik?" ucap Karel. Bella, Steffi, dan Iqbaal mengangguk.

"koflik apaan?" ucap Karel.

"lo inget kan yang katanya Shalsa nempelin foto (namakamu) di bar?" ucap Steffi, Karel mengangguk.



---



"ohh, jadi karena itu" ucap Karel maggut-manggut.


"iya, rel gue minta maaf ya kalo sifat (namakamu) berubah lagi kaya dulu" ucap Iqbaal mulai memberanikan diri menatap Karel.


"iya gapapa, justru gue mau  bilang makasih, udah sempet ngerubah sifat (namakamu).


"nggh.." ringis (namakamu)


"(namakamu), udah bangun?" ucap Karel


"mau makan? nih tadi Steffi bikinin lo makanan" ucap Karel, (namakamu) menggeleng.


"makan, biar cepet sembuh!" ucap Karel menyendokan bubur.


"gamau, rel." ucap (namakamu), menjauhkan suapan yang Karel ingin berikan.


"yaudah lah, terserah lo." ucap Karel.


"gue mau ke bawah dulu." ucap Karel membuka pintu kamar.


"gue mau ke toilet dulu, di kamar lo toiletnya rusak." ucap Steffi.


"gue mau ke alfa, mau nitip ga?" ucap Bella.


"terus, kamu mau pergi juga? ninggalin aku disini sendirian?" ucap (namakamu).


"enggak lah, aku mau nemenin kamu disini." ucap Iqbaal, mencoba membantu (namakamu) untuk duduk.


"aku mau.."


"oh ya, handphone gue mana ya?" (namakamu) mencela ucapan Iqbaal.


"(namakamu)" ucap Iqbaal.


"berhenti untuk minta maaf atas kesalahan kamu dan bunda kamu, baal" (namakamu) kembali menyela ucapan Iqbaal.

Sial, sepertinya (namakamu) menyadari bahwa Iqbaal ingin meminta maaf atas kesalahan bunda, dan kakaknya.


"ohiya, baal.."

"berhenti untuk bilang terimakasih atas apa yang udah aku perbuat, (namakamu)" ucap Iqbaal, mengikuti intonasi yang (namakamu) perbuat sebelumnya.

'TUK'

"apa sih kamu, GR banget. aku cuma mau bilang, tadi kenapa kamu bisa ada disana?" ucap (namakamu).

"karena ini." ucap Iqbaal menunjuk dadanya --hatinya-- dan tersenyum menatap (namakamu).

"ck! apaan sih, baal" ucap (namakamu).

"kamu ga percaya?" ucap Iqbaal, (namakamu) menggeleng.

"tadi kamu ke LBV'S CAFE kan?" ucap Iqbaal.

"baru mau masuk, lebih tepatnya." ucap (namakamu) membenarkan sedikit perkataan Iqbaal yang salah.

"ahh iya, maksud aku itu. Tadi aku juga mau kesana, cuma aku baru bayar parkir, terus aku ngeliat kaya ada orang gitu, perempuan aku udah kaya kenal gitu sama dia, terus kok dia ada yang gotong gitu tiga orang, hati aku bilang kamu itu kamu, yaudah akhirnya aku bilang ke supir aku suruh ngikutin orang yang bawa kamu, terus aku jadi pahlawan kamu deh.." ucap Iqbaal memperlihatkan giginya,-

"itu alay story ya baal namanya?" ucap (namakamu).

"oh iya, kamu ngapain ke LBV'S CAFE?" ucap (namakamu).

"aku mau dateng ke acara sepupu aku, dia ngadain sweet seventeen dia gitu di outdoorynya, eh malah ketemu kamu. Mungkin kita jodoh.." ucap Iqbaal mulai ngalorngidul.

"ngawur. baal aku bilangin yaa ke kamu, kalo mimpi itu jangan tinggi tinggi turunnya susah ga ada tangga, mau kamu jatoh gedebuk gitu?" ucap (namakamu) dengan ekspresi yang...susah di deskripsikan-,-

"kaya lagunya yovie and nuno dong yang kaya gini aku sakit aku sakit kau terbangkan ku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang" ucap Iqbaal sedikit bersenandung tidak jelas.


"nah tuh tau.." ucap (namakamu).

"oh iya, lo kan belum makan. makan dulu yuk" ucap Iqbaal mengambil mangkuk yang berisi bubur yang berada di nakas samping tempat tidur.



---



"hmm, baal. aku mau nanya boleh?" ucap (namakamu).

"boleh, nanya apaan?" ucap Iqbaal.

"kamu inget ciri-ciri orang yang waktu itu ngeroyok kamu?" ucap (namakamu).

"dia yang ngeroyok aku!" ucap Iqbaal menatap foto yang berada di meja sebrang Iqbaal saat ini.

"BD?" ucap Iqbaal.

"yang mau ngerusak kamu, dia yang ngeroyok aku." ucap Iqbaal.

"kamu serius?" ucap (namakamu).

"Karel.." ucap (namakamu) saat Karel memasuki kamarnya.

"apaan?" ucap Karel.

"lo tau BD kam?" ucap (namakamu).

"hmm.." balas Karel.

"gue mau bilang sesuatu sama lo sebenernya (nam..)" ucap Karel

"bilang apa? bilang aja.." ucap (namakamu)

"mungkin lo belum tau ini sebelumnya.." ucap Karel.

"saat lo mulai dekat sama Iqbaal, dan bahkan lo udah hampir berubah 98%, gue coba buat ngunjungiin club yang sering lo dateng in, gue cuma mau liat doang lo nepatin janji lo sama Iqbaal atau enggak, gue kesana di temenin sama temen temen otomotif gue, pas gue kesana ngecek ternyata ga ada lo, dan lo mungkin bener-bener udah 100% ngelupain kebiasaan buruk lo itu, tapi.."

"tapi di saat gue kesana, gue malah ketemu sama...BD." ucap Karel.

"gue sama temen otomotif gue nyamar, dan gue..."

"gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.

(namakamu) terrsedakmendengar penjelasan Karel 'gue ngehajar BD, Bastian, dan Aldy' jadi Karel yang menyebabkan semua ini terjadi? Karel yang membuat BD salah sangka? dan menampar Iqbaal? dan bahkan hampir saja merusak (namakamu)? oh tidak, ini sanngat sulit di percaya.

'UHK..UHUK'

"jadi lo yang ngelakuin semua ini?" ucap (namakamu) tak percaya. Karel mengangguk tanpa beban.

"lo tau kan apa yang udah lo perbuat?" ucap (namakamu) menatap tajam Karel

"Iqbaal babak belur gara gara BD salah paham sama Iqbaal, dan gue juga hampir dirusak sama BD gara gara dia ngira kalo Iqbaal yang udah buat mereka jadi banyak lebam-lebam gitu.." ucap (namakamu.

"dan sebenernya gue juga udah tau sama kasus ada 3 orang cowo yang ngehajar BD, gue udah tau. cuma gue gatau kalo itu lo. dan sebenarnya atas dasar apa lo ngehajar mereka?" ucap (namakamu).

"karena mereka udah.........




-BERSAMBUNG-

L+C


@deasyana_pl