Selasa, 16 Desember 2014

A bestfriend story

Ditengah tengah kebosanan gue disekolah, karena masih ngadain acara Classmeet, gldan kebetulan gue paling gasuka ikut bertanding diacara classmeet jadi gada kerjaan selain main hp, galau, baca wattpad, selfie. Gue memutuskan buat ngeshare cerita freak ini-,- bahkan temen gue ada yang bilang gue lagi nonton bo**p. Dasar.


-Deandra Kireina-


Bel istirahat berbunyi, aku keluar kelas bersama Calis, tetapi tidak dengan Naomi. Kita sekelas, hanya saja Naomi sudah ilang sejak 2jam mata pelajaran terakhir, sudah biasa.

Istirahat kali ini Calis tidak bisa ikut, karena ia ingin berduaan dengan Devan ditamn sekolah, Naomi entah kemana, dan ka Vero? Yah, dia sedang ada rapat OSIS, dan aku tau pasti ia akan telat menemuiku dikantin. Dengan berat hati aku melangkahkan kaki ku menuju kantin, sendirian, sial!

Aku sudah memesan roti isi, dan es jeruk. Hanya sendirian disini, biasanya selalu ramai meja kantin yang aku duduki saat ini.

Bosen

Bete

Freak

Hening

Gajelas

Butuh temen

"Emm, misi. Boleh gabung nggak? Mejanya udah penuh semua soalnya, tinggal disini doang yang kosong" ucap seseorang. Aku mengenalnya! Damar! Ya, ini Damar!!

"Iya, boleh. Silahkan." Ucapku, menatap Damar yang tersenyum kepada ku, ya tuhan!! Melihat senyumnya membuat kupu kupu dalam hati ku berterbangan.

Tapi, tidak salah kan aku memperbolehkan Damar duduk disini? Lagipula disaat saati istirahat seperti ini meja dan suasana kantin sangat penuh, jadi ya tidak masalah lah, ya.

Hening

Gadgetan

Salting

Melting

Blushing

Freak

"Umm, Deandra, ehh Kireina...ehh" ucap Damar seperti salah tingkah-,-

"Panggil gue Ana aja" ucap ku, menaruh ponselku diatas meja, dan...sekilas menatap mata hazel milik Damar.

"Ohehe, iya iya..." ucap Damar menganguk, tersenyum. Ya tuhan!! Senyumnya mematikan semua saraf motorik yang aku punya!!


---percepat---


-Deandra Kireina-

Tak terasa, aku mengenalnya sudah tiga bulan lebih, dan sekarang Damar sudah akrab denganku, bahkan sebagian dari beberapa teman ku mengira bahwa aku sudah menjalin hubungan dengannya.

Hari demi hari aku lewati bersamanya, rasa nyaman sudah mulai muncul, aku selalu dibuat terbang olehnya, bagaikan ratu kupu-kupu. Namun, ada sesuatu yang mengganjal perasaan ku saat ini, selalu merasa deg degan saat bersamanya, apa aku menyukai Damar? Tidak tidak, tidak mungkin.


-Damar Athalahasya-

Ana. Cewe yang udah dua kali ketemu gue karena keteledoran gue. Menurut gue, Ana itu anaknya lucu, imut, gemesin, apalagi pipinya, bawaannya pengen nyubitin mulu, dia suka marah kalo gue bilang dia pendek, emang nyatanya dia pendek, walaupun diantara Naomi dan Calis dia yang rada tinggi.-.

Ada yang ga biasa pas gue kenal --re:pertama kali kenal--  Ana, gue nyaman deket sama dia, happy terus. Dan gue, ngerasa kalo gue...... suka sama Ana. Nggak, gue tau ini gamungkin. Gue sama Ana cuma temen, oke temen. Galebih.


-Author-


Ana, Naomi, dan Calis sedang nongkrong disalah satu kedai kopi yang cukup ramai pada saat jam 12an, karena sebagian orang yabg datang kesini orang berbisnis untuk sekedar merefresh otak mereka, atau sedang janji dengan clien mereka

"Mi, Cal. Salah ga sih gue suka sama temen gue sendiri?" Ucap Ana, sambil memasukan sesuap cake red velvet kedalam mulutnya.

"Kenapa emang? Atau jangan jangan..."

"Enggak, enggak bukan gituu. Bukan berarti gue suka sama lo berdua, cuma kayanya gue.."

"Lo suka kan sama Damar, na?"ucap Naomi, dan sunggu itu mampu membuat Ana terkejut. Tetapi benar apa yang diucapkan Naomi, Ana menyukai Damar.

"Jujur sama kita, na. Biar kita juga tau, kali aja bisa bantu." Ucap Calis, menyeruput swamp monster miliknya.

Ana hanya menggelengkan kepalanya, kini ia menunduk. Tak tahu akan perasaannya saat ini keoada Damar.

"Na, kita sahabatan udah lama. Gue tau sifat lo kaya gimana,na. Udah jujur aja sama kita. Lo suka kan sama Damar?" Ucao Naomi, Ana belum berani menatap kedua sahabatnya kini.

"Gue gatau" ucap Ana masih dengan posisinya yang sama. Menunduk sambil melilitkan bajunya.

"Gue tau. Lo ga ysah nutupin semua ini lagi, na. Oke, gue tau karena gue juga pernah ngerasain hal yang sama, kaya lo." Ucap Calis mulai menyentuh bahu Ana.

"Gue pernah ngerasain friendzone kaya lo juga, bahkan lebih lama. 1 tahun bukan waktu yang sebentar kan? Sedangkan lo? Baru 3bulan, dan gue rasa Dama juga ada perasaan yang sama kaya lo. Believe me." Lanjut Calis, Ana mulai berani mengangkat kepalanya. Menatap kedua sahabatnya kini.

"Gue ga yakin kalo Damar punya perasaan yang sama" ucap Ana dengan ekspresi datar.


---


-Naomi Putridelia-


Akhir akhir ini gue liat Ana berubah, dia uda jarang bareng bareng sama Damar, gue gatau dia kenapa. Mungkin dia coba buat ngehindar dari Damar, tapi disisi lain Ana juga pasti ga bakalan bisa.

"Ka Vero"

"Hm?" Jawab ka Vero dengan alis bertaut, sekarang jam istirahat, Ana sedang izin ketoilet. Mungkin kesempatan ini akan aku gunakan untuk membicarakan tingkah aneh Ana.

"Ana ga pernah curhat sama ka Vero?" Tanya gue

"Enggak. Gue gatau kenapa akhir akhir ini kayanya dia sering banget nunjukin sesuatu yang fake. Example fake smile, dia pura pura senyum, dia pura pura fine padahal gue tau sebelumnya dia lagi nangis, dan gue gasengaja nguping, kalo dia nyebut nyebut nama...Damar" ucap Ka Vero merendah pada bagian akhir ucapannya.

Benar dugaan gue. Ana sering menangisi Damar dirumah, menunjukan fake smilenya kepada kita semua padahal didalamnya dia lagi rapuh.

Mencoba tersenyum saat terluka.

Miris.


BERSAMSUNG;P


Tidak ada komentar:

Posting Komentar