-Deandra Kireina-
"Ka Vero, ngapain siih bilang bilang ke Bunda? Lagian kan aku ga suka ka sama Damar"Ucap ku, sambil memainkan ponsel ku.
"Bilang apa sih?" Ucap Ka Vero yang pura pura tidak tahu. Astaga!! Aku lupa!! Barusan aku menyebut nama Damar didepan ka Vero. Bodoh!
"Cieee, jadi kamu udah tau namanya?" Ucap Ka Vero meledekku, benar saja. Aku sudah menebak, pasti Ka Vero akan meledek ku.
Aku dan Ka Vero sudah sampai disekolah, tidak tidak, Ka Vero sudah jalan duluan dan aku masig di belakangnya. Langkah ku terlalu pendek sepertinya apabila berjalan berdampingan dengan Ka Vero.
Bugh
Aku berharap ini bukan bola basket lagi. Ya, bukan. Melainkan seorang laki laki yang sedang membawa buku buku tebal terjatuh tertabrak diriku, sial.
"Eheh, aduuh.. maaf ga sengaja" ucap ku merapihkan beberapa buku yang terjatuh dan juga beberapa kertas yang keluar dari dalam buku tersebut.
"Iya, gapapa. Gue juga jalannya bengong ga hati hati, maaf ya. Ada yang sakit ga?" Ucapnya mulai menatap ku.
"Ehh lo, ketemu lagi" ucap ku, basa basi dikit lahh.
"Eh. Eh iyaa, hehe sorry ya dari kemaren gue ga hati hati." Ucap lelaki itu yang aku ketahui bernama Damar.
"Iya gapapa kok" ucap ku, melontarkan seutas senyuman manis.
Freak.
Hening.
Salting.
Spechless.
"Kenalin, nama gue Damar Athalahasya, panggil gue Damar boleh, atau sesuka hati lo aja. Tapi jangan panggil gue say aja.." ucap Damar dengan PD nya, aku hanya terkekeh kecil dan membalas uluran tangan Damar yang berada didepan ku.
"Deandra Kireina Pattiraga" ucap ku.
"Ehh kesebut deh nama marganya.."ucap ku terkekeh sendiri, namun dibalas senyuman oleh Damar.
"Haha gapapa kali. Oh ya lo kelas berapa?" Tanya Damar, dan kami sudah mulai melangkahkan kaki kami menelusuri koridor sekolah.
"IPA 11-D, kalo lo sendiri?" Ucap ku menoleh sedikit kearahnya--Damar--
"Gue IPS 11-D juga" ucap Damar, terkekeh kecil.
"Haha, kok bisa sama ya?"
"Jodoh kali tuh..." ucap seseorang dari arah belakang kami, aku mengenal suaranya. Yap, itu suara... Naomi!!! Arggh, Naomi. Mengapa kau harus muncul disaat saat seperti ini, sih? Naomi, bukan Naomi namanya kalau tidak asal ceplas ceplos ngomongnya. NAOMI MENGAPA KAU HADIR DISAAT SAAT SEPERTI INI, SIH? Untung kau temanku, Naomi. Coba kalau tidak. Akan ku potong lidahmu, akan aku sobek bibirmu, aku penggal kepala mu, dann akan aku mutilasu tubuhmy menjadi 15 bagian, dan akan ku buang kau di kolam ikan bawal Saung Talaga.
"Gue duluan ya"aku terjaga, ternyata kita sudah sampai di ujung tangga kelas 11, dan kelas kita memang beda satu koridor.
Mengapa rasannya begitu cepat saat bersamanya? Padahal kan aku ingin berlama laa dengan-nya.
-Naomi Putridelia-
Saat aku melangkahkan kaki ku dikoridor sekolah, aku menemukan pemandangan yang tidak enak, eh bukan gitu, eh atau apalag itu. Aku melihat Ana dari jauh sedang merapihkan buku buku dan kertas yang berserakan dilantai, bersama... damar. Ya aku kenal dia, Ana sudah menceritakannya kemarin. Aku mempercepat langkah ku, mengikuti mereka dari belakang dengan langkah hati hati, dan aku memutuskan untuk mngeluarkan suara ku. Walau aku tau aku akan jadi pengganggu.
BERSAMBUNG AJA DEH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar