Minggu, 23 Maret 2014

`LOVE TRIANGLE~

---PART 7---


Sorry typi, gaje dll
Maaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya. Dan gue tau kalo cerbung gue jelek, ga bagus dan ga ada apa-apanya..
Dan sorry baru nge-next, gue abis dirawat.. makasih




---

Julian dan (namakamu) sudah sampai disekolah, (namakamu) sedang menunggu Julian yang sedang memarkirkan motornya.

"emm, sorry yah lama, lama ya nunggunya?" Julian berdiri dan menunduk untuk menatap mata indah milik (namakamu), karena (namakamu) lebih rendah beberapa cm dari Julian.

"enggak kok, ehhmm yaudah yuk kekelas 5 mennit lagi masuk"

"ahh, iya udah yuuk" Julian berjalan sembari menarik tangan (namakamu) untuk mempercepat langkahnya.
"emm, Julian. Bagas kenapa nggak bisa nganter gue? Jadinya kan gue ngerepotin lo.." tanya (namakamu) menatap Julian dari arah samping.
"gue juga gatau, dia bilangnya ga bisa, dan dia nyuruh gue buat nganter jemput lo." jawab Julian dengan seutas senyuman manisnya.
"ohh, gitu.. Btw makasih ya, tapi nanti gue bisa kok pulang sendiri, bareng Steffi, Iqbaal, Kiky, sama Bastian kan bisa.."
"emm, tapii"
"gue mau cari buku dulu, jul"
"gue juga"

'gimana pun caranya, gue harus tetap ada disamping (namakamu). Biar Bagas percaya kalo gue bisa jagain dia kalo nantinya gue jadi pacar (namakamu)'


---



'KRIIINNGG...KRRIINGG..'

Bell istirahat berbunyi, semua siswa/i diperbolehkan keluar kelas.

"pada mau ke kantin?" Iqbaal menata buku pelajaran selanjutnya dan menaruuhnya dikolong meja.
"iyaa, (namakamu)? ikut kan?" ucap Steffi menatap (namakamu) yang sedang menelengkupkan kepalanya kedalam lipatan tangan.
"(namakamu)?" ulang Iqbaal.
"ga lucu deh.." tindas Kiky..
"hoaamm.. husssh, apa sih? orang gue lagi tidur malah di panggil-panggil ga jelas. Apa? gue di hukum?" ucap (namakamu) membenarkan tataan rambutnya, mengucek-ucek mata merah nya.
"issh, elo.. Kita kira lo mat.."
"pingisan, dia ga mungkin mati.." ucap Iqbaal menoyor kening Bastian.
"heheh.., yaudah yuk makan, laperrr" Bastian menyengir dan mengusap-usapakan telapak tangannya dan perutnya.
"gue aja laper biasa aja" ucap Kiky santi dan pergi meninggalkan Bastian.


---



"aah kenyangg.." ucap Bastian menjatuhkan tubuhnya kesandaran kursi kantin.
"iya lo kenyang, gue enggak! jatah gue lo ambil semua, bas." (namakamu) memajukan bibirnya, dan menatap Bastiann dengan tatapan ibanya.

"nih makan, gue kenyang" tawar Iqbaal, memberi setengah mangkuk bubur ayam milik nya.
"hah? serius?" jawab (namakamu) dengan wajah sumringahnya, dan menatap Iqbaal dengan tatapan meyakinkannya, Iqbaal mengangguk.
"iya buat lo, gue gampang beli lagi. Udah abisin sana.. dikit lagi masuk" ucap Iqbaal sembari mengeluarkan ponsel dalam sakunya, namun aktifitasnya berhenti karena melihat jari (namakamu) terperban.

"(namakamu)? jari lo kenapa?" ucap Iqbaal, menaruh kedua tangannya di meja dan melipatnya.

"ini?" jawab (namakamu) menunjukan jari yang terperban, Iqbaal mengangguk.
"jadi gini, kemarin kan Julian sama Bagas ke rumah, ngerjain tugas tataboga bareng, terus pas gue lagi motong strawberry, tangan gue ke iris gara-gara Bagas bercanda ngedorong Julian sampe akhirnya Julian nabrak gue.." jelas (namakamu)

"terus?" ucap Steffi menatap (namakamu) dan merubah posisi duduknya.

"yaa, dia ngemut jari gue biar darahnya ilang, terus dia perbanin jari gue deh" sambung (namakamu) mengusap-usap jarinya yang terbalut perban.


"ohh gitu, oh iya nanti gue mau beli buku loh, ada buku keluaran terbaru.." ucap Steffi menatap (namakamu) yang sedang memainkan ponselnya.

"ohh ya? Nanti pulang sekolah juga gue mau ke toko buku, dianterin sama Julian.." ucap (namakamu) menjejalkan ponsel kedalam saku bajunya.

"JULIAN?" ucap Steffi, Iqbaal, Kiky, dan Bastian secara serempak, dan itu sontak membuat (namakamu) menatap mereka bertiga dengan tatapan herannya.

"iya, kenapa?" jawabnya polos.

"Julian kan suk.."ucapan Bastian terhenti, karena Kiky membekap mulutnya.
"enggh,, enggak kok gapapa" jaawab Iqbaal seraya meringis menginjak kaki Bastian.

"aneh" desis (namakamu)


---

"(namakamu)? jadi?" Julian menghampiri (namakamu) yang masih sibuk membereskan alat tulisnya.

"Julian tuh, (namakamu)" bisik Steffi, memperingatkan (namakamu) bahwa ia punya janji dengan Julian
"iya tau" balas (namakamu)

"jadi" (namakamu) menghampiri Julian, dan tersenyum.
"yaudah yuk.." jawab Julian menggandeng erat tangan (namakamu)

"dululaan yaaa.." teriak (namakamu) pada ke empat temannya yang masih berada didalam kelas


~

"lo liat kan Julian sekarang lagi ngedeketin (namakamu)?" tanya Kiky yang berjalan menuruni anak tangga sekolah bersama ketiga teman nya.
"maksud lo? gue ga mudeng nih..." jawab Bastian dengan polos.

"iyaa, mungkin karena dia suka, jadi dia ngedeketin.. hhffhh.." balas Iqbaal.

"lo kenapa, baal?" Steffi melihat adanya perubahan pada raut wajah Iqbaal, dengan cepat Iqbaal menggeleng.

"ahh, iya Steff lo jadi beli buku? gue temenin yah, gue juga mau nyari buku.." Iqbaal mengalihkan pembicaraan.

"jadi, yaudah yuk.. duluan yaa.." ucap Steffi meninggalkan Kiky dan Bastian


~


(namakamu) dan Julian sudah sampai ditoko buka tempat ia dan teman-temannya membeli buku. Julian dan (namakamu) sedang mencari tempat parkir motor.


"udah yuk, mau langsung nyari buku? apa mau makan dulu?" ucap Julian sembari memasukan kunci motornya kedalam saju bajunya.
'emm? nyari buku dulu deh, makan gampang, nanti juga bisa.." balas (namakamu) disertai senyuman manisnya.
"yaudah yu.." Julian menarik tangan (namakamu) untuk menuju lantai dua. Julian menggemgam erat tangan (namakamu), tanpa Julian ketahui saat ini didalam jantung (namakamu) ada yang hendak keluar.


---


"udah beli ini aja? Cukup?" ucap Julian saat sedang mengantri di kasa untuk membayar.
"udah kok, lagi pula segitu belum tentu selesai bacanya. Heheh.." jawab (namakamu) sambil memainkan ponselnya.

"nanti abis pulang dari sini, temenin aku ya.."

'aku? tumben banget Julian ngomong aku sama gue.. Aneh.." gumam (namakamu) dalam hati.

"kemana? eh, tapi ga lama-lama ya, oma-opa mau dateng ke rumah, kan nggak enak kalo oma-opa dateng, gue ga ada dirumah" balas (namakamu) menatap Julian.

"iya ga akan lama.. tapi mungkin yang lama nunggu jawabannya doang.. hfhh" balas Julian seraya menapaki kakinya pada escalator.
"lo kenapa sih? Kayanya gelisah banget?" tanya (namakamu) merubah posisinya menjadi disamping Julian, yang semula berada di belakang Julian.

"enggak apa-apa" jawabnya singkat.


---


(namakamu) dan Julian sudah sampai disalah satu restaurant berbau Jepang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari toko buka tadi, Kini Julian dan (namakamu) sudah menempati kursi paling pojok, dengan suasana yang outdoor, dapat melihat gemerlapnya lampu-lampu indah kendaaraan dan jalanan...

"(namakamu).." Julian membuka pembicaraan, meraih tangan (namakamu) yang sedang memainkan ponselnya. (namakamu) yang tangannya digenggam sontak menatap Julian "apa?"

"aku.."

"permisi, mba-mas ini pesenannya" ucap seorang waitress menaruh pesanan makanan satu persatu dan mengabssennya kembali. "ohh, iya makasih ya mba.." ucap (namakamu), sang waitress pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"aku, su-suka sama kamu.." Julian menatap (namakamu) dengan tatapan teduhnya, tangan nya terus menggemgam erat tangan (namakamu) seperti enggan untuk melepaskannya. (namakamu) hanya menggernyitkan alisnya, tak tahu apa arti dari semua ini, seperti sebuah kode Julian mulai mencoba membenarkan posisinya dan menjelaskan apa yang ia maksud.

"aku udah lama suka sama kamu, (namakamu). Sekarang aku mau anggap kamu lebih dari sekedar teman, aku  mau kita ngejalin suatu hubungan. Dan yang pasti lebih daro seorang teman, sahabat.. Aku suka sama kamu, kamu mau jadi pacar aku?" jelas Julian, kini telapak tangan (namakamu) mulai basah, apa yang diharapkan (namakamu) kini mulai terwujud, bahwa Julian juga memiliki perasaan yang sama pada dirinya.

"gimana?" ucap Julian membuyarkan lamunan (namakamu)
"emm, udah sore nih barusan Bagas sms gue, katanya oma-opa gue udah dateng, pulang yuk.." (namakamu) mulai mengeluarkan alibinya agar Julian cepat membawanya pulang, tanpa harus meminta jawaban.

"tapi kamu kan belum jawab, (namakamu)" paksa Julian.
"gue kasih tau lewat sms, okey. Sekarang kita pulang"

Terlihat raut wajah Julian tampak kesal, namun ia tutup-tutupi.

"nanti aku kasih tau.." bisik (namakamu) saat keluar dari restaurant tersebut.


---


"makasih ya untuk hari ini.." (namakamu) berucap dan menuruni motor Julian.
"iya sama-sama (namakamu)" jawab Julian dan tersenyum
"ga usah takut sama jawabannya, nanti aku kasih tau ke kamu, okey. Sekarang pulang yah, udah sore.. Bye" ucap (namakamu) pada Julian, Julian tersenyum dan mengagguk.
"aku pulang yah.." Julian menstater motornya, dan,

'BRUMM...'

"Bye.." (namakamu) melambaikan tangannya ke arah Julian, hingga Julian sudah tidak terlihat lagi hilang ditelan tikungan.



---


'CLEK'

"asalamu'alaikum" (namakamu) menutup pintu.
"Wa alaikum as salam" jawab orang  yang ada didalam rumah.#MaafBuayYangNonIslam.

"eh, oma-opa. udah lama disini ?" tanya (namakamu) dan salim kepada oma-opanya.

"beeh, udah lama banget, rela nungguin loo doang nih, jadi belum pulang" ucap Bagas
"apaan sih, ga nanya lo!!" balas (namakamu)

"oma, liat tuh cucu oma jam segini baru pulang tuh, oma" ledek Bagas, oma, opa, papa, dan mama hanya cekikikan mendengar kedua adik dan kakak ini berantem.

"enggak apa-apa, duli papa mu semasa pacaran juga begitu, pulangnya malam terus, jadi lupa sama opa dan oma" jawab opa tersenyum ke arah (namakamu) dan Bagas.
"nanti juga kamu ngalamin kok, Bagas" lanjut oma

"ahh, yaudah (namakamu) mau cuci kaki cuci tangan ganti baju, abis ini (namakamu) balik lagi.."


---

'DRRTT..DRRTT..DRRTTT'

Ponsel (namakamu) bergetar pertanda ada panggilan masuk.

'DRRTT..DRRTT...DRRRTT'

Berulang-ulang kali ponselnya bergetar, namun tidak dihiraukan oleh (namakamu)


'CLEK'

Pintu kamar mandi terbuka, dengan lilitan handuk dikepalanya (namakamu) merebahkan tubuhnya diatas kasur.

'hah? 15 missed call 24 message? ihh gila, baru gue tinggal beberapa menit yang lalu aja kaya begini..hffh' gumam (namakamu) dalam hati.


'TOK..TOK..TOK..'

"(namakamu). cepetan kebawah, mau makan nggak?" ucap Bagas dari luar kamar.
"iyaa tunggu.."

'CLEK'

(namakamu) membuka pintu kamar.

"ayo makan, udah pada nunggu dibawah" ucap Bagas seraya pergi meninggalkan  (namakamu)



---



Setelah selesai menghabiskan makan malam, (namakamua) segera berlari menuju kamarnya, untuk membalas semua pesan singkat yang Julian kirim.

'DRRRTT...DRRRRRTTTT....'


"Hallo, iya jul?"
"jawaban?"
"adduhh.. aku.."
"aku belum miikir, jul.."
"kasih aku waktu ya"
"hah? 15 menit?"
"yaudah deh.. aku mikir dulu.."

'tutt...tuuutt...tuuutt..'




-BERSAMBUNG-

sorrry ya, mau bully?silahkan. Kritik? ohh boleh banget malah. Terimakasih.
Jangan jadi pembaca gelap ya hargain L+C nyaaa, butuh saran lohh.. Hargainnya jangan lupa, like boleh, comment boleh, dua duanya juga bolehh

@deasyana_pl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar