AUTHOR: Deasyana Putrisya Larasati
sorry typo dan gaje dll..
hargain L+C
---
(namakamu), dan Steffi sudah selesai membayar. Mereka berdua menuju ke Dunkin Donut's untuk menemui Kiky dan yang lainnya. Saat berjalan dengan terburu-buru..
'BRUK..'
Tubuh (namakamu) terhempas kelantai, ada seseorang yang menabraknya.
"awhh.." ringis (namakamu) memegangi sikutnya.
"eh, aduh.. ma-ma.."
"elo??" ucap (namakamu) dan seorang yang menabraknya secara berbarengan.
ya, dia orang bertemu dengan (namakamu) di toko buku tadi.
"ahh.. lo lagi lo lagi!! dua kali gue ketemu sama lo." bentak (namakamu), mencoba membangunkan tubuhnya.
"maaf, gue buru-buru" ucap pria tersebut pergi berlalu meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk mengusap-usap sikuktnya yang memerah.
"udahlah (namakamu) biarin aja, mungkin dia ga sengaja, yuk balik."
---
(namakamu) dan Steffi sudah sampai di Dunkin Donut's tempat Iqbaal dan yang lain menunggu.
"ehh sorry lama, ada cek cok sedikit." ucap Steffi menyeruput minuman yang sudah Kiky pesan.
"ohh, iya gapapa. (namakamu) mana Steff?" balas Iqbaal membuka bungkusan buku yang Steffi beli
"(namakamu)? ada nih" ucap Steffi membalikan badan, berharap melihat (namakamu). Namuun..
"lohh? (namakamu) mana? tadi? tadi dia ada disini, disamping gue" ucap Steffi panik.
"apaan sih nyariin gue? kangen lo pada sama gue?" balas (namakamu) dengan santai dan menaruh tubuhnya di sandaran kursi.
"lo abis darimana sih? kita semua panik tau ga sih" balas Steffi, menatap (namakamu) dengan tatapan tajamnya.
"beli ini.." (namakamu) menunjukan satu kantung plastik besar, entah apa isinya.
"apaan tuh?" tanya Iqbaal, ingin meraih plastik itu.
"eitss, ga boleh, ini tuh.. taraaaa..."
"gue tau, pasti boneka kelinci.." desis Bastian"
"kelinci.." desis Iqbaal, Kiky, dan Steffi secara berbarengan.
"lucu kan kaya gue?" balas (namakamu) menggembungkan pipinya dan menempelkan pipi kelinci ke pipi kanan nya.
"setelah gue itung-itung, boneka kelinci di rumah lo tuh ada 15, belum lagi kelinci benerannya, aduhh." ucap Steffi menepuk jidatnys.
---
"(namakamuuuu).." seseorang meneriaki namanya dari luar kamar
'BRAK'
'PRANG..PRASH..' *apalahini
'oh my god'
"Bagas, ishh.. bisa ga sih ga usah banting-banting pintu begitu? liat tuh handphone gue!! jatuh kan!!" (namakamu) menghempaskan kakinnya kelantai.
"BODO, egepe.. siapa suruh denger lagu pake earphone kenceng-kenceng, terus gue teriak-teriak dari tadi ga disautin" balas Bagas tak kalah emosi.
"emang lo manggil gue? kok gue ga denger ya?" balas (namakamu) menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"lo budek"
"lo tolol"
"bego"
"idiot"
"sinting"
"o aja"
"a aja belom."
"terserah gue"
"ah bawel"
"bodo, masalah?"
"enggak"
"ahh berisik!! ada apa lo manggil-manggil gue? ada perlu? kalo enggak yaudah sana cabut" (namakamu) memberhentikan adu bacot karena ia tahu, ia akan kalah jika adu bacot dengan Bagas *maafKaloGaSopan
"ada orang tuh dibawah"
"masa iya setan."
"gue serius, ada yang nyariin lo, bawa ka..."
"oh my god, kandang kelinci? ohh ya, gue tau, pasti ini mama kirim kelinci buat gue."
"dengerin gue dulu" Bagas menarik lengan (namakamu), memegang pundaknya.
"ada orang di bawah, nyariin lo, TAPI dia bukan bawa KANDANG KELINCI yang lo titip sama mama.."
"terus bawa apa?"
"bawa kado, dah sana temuin.."
---
(namakamu) menuruni anak tangganya dengan terburu-buru..
"permisi" seorang tengah berdiri di ujung pintu, seorang memakai seragam orens hitam, memakai topi, dibaju beertuliskan 'pos indonesia'
"ya?"
"ada paket mba"
"paket? oh terimakasih ya, mas eh bang" (namakamu) memuta-mutar kotak tersebut
'siapa? rajin banget ngirim paket'
---
(namakamu) duduk di sofa tengah, masih memandangi kotak--paket itu.
"apa isinya? dari siapa" tanya Bagas, duduk disamping (namakamu), meraih kotak yang tergeletak dimeja
"gatau, gue takut itu bom, kayanya gue ga beli online deh, dan terus gue ga minta paket, jadi?.."
"iini BOM" ucap (namakamu) menutup telinga, memejamkan matanya, menaikan kakinya ke atas*gila , Bagas memandang (namakamu) dengan tatapan yang.. enggghh, polos.
"lo kenapa?" tanya Bagas dengan wajah polosnya
"itu bom, bego.." (namakamu) teriak histeris, menoyor kening Bagas.
"buka dulu dong ah.. gue penasaran, ga usah takut. matinya bareng-bareng ini kok" balas Bagas dengan santai.
'SREEKK..SRREEKK..'
Bagas membuka bungkusan paket itu
"kelinci nih covernya" ucap Bagas menyerahkan kotak itu pada (namakamu).
"haa? bukan bom?" tanya nya masih tak percaya.
"bukan, bego" balas Bagas mengusap wajah (namakamu) dengan telapak tangannya.
"tapi dari siapa?"
(namakamu) membuka bungkusan itu, --sebelumnya warna coklat bungkusnya, kaya sampul buku--
'untuk (nama panjang kamu)
dari Alvaro Maldini'
"Aldy" desis (namakamu)
-BERSAMBUNG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar