AUTHOR: Deasyana Putrisya Larasati
sorry typo and gaje..
---
Matahari memunculkan sinarnya tanpa malu-malu, menerobos masuk kedalam setiap ruangan melalui celah-celah yang sedikit terbuka. Hari ini, hari Senin membuat setiap orang bermalas-malasan untuk melakukan kegiatan, kecuali anak bayi :3
"(namakamu), bangun.. udah siang, gue tinggal nih kalo ga mau bangun" ucap seorang laki-laki, menarik selimut yang masih dalam dekapan seseorang.
"huaahh.. masih ngantuk ahh.. nanti aja, 10 menit lagi" ucap (namakamu) menarik kembali selimutnya hingga kepala dan membalikan badannya.
"ahh, nggak ada 10 menit lagi.. ayo cepet bangun, udah jam setengah tujuh (nama panjang kamu)"
"hah? setengah tujuh? aduhh, gue telat gue telat, lo juga kenapa nggak bangunin gue dari tadi? malah diem aja" balas (namakamu) kocar-kacir mencari peralatan mandinya.
"terus aja salahin gue, gue disini udah dari 15 menit yang lalu buat bangunin lo. Tapi emang dasarnya lo males sih ya jadi mau aja gue bohongin. Sekarang masih jam enam" ucap pria tersebut berlalu meninggalkan (namakamu) yang masih sibuk mencari seragam sekolahnya.
---
(namakamu) sudah siap dengan pakaian sekolahnya, begitupun dengan pria tadi, yang diketahui adalah kakak (namakamu) yang bernama, Bagas.
"ayo berangkat, telat nih" dengus (namakamu) membenarkan pakaiannya, melirik jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 06.30
"bawel, lo aja bangun lama gue ga bawel" balas Bagas mengambil tasnya yang berada di kursi sebelahnya.
"tapi lo kan udah bohongin gue, gas." balas (namakamu) mengalihkan pandangannya menuju halaman belakang.
---
Mereka berdua sudah sampai dipekarangan sekolah.
"emm, (namakamu) gue ga bisa pulang bareng lo nanti, gue nanti ada tambahan, pulang sendiri ya. Nanti gue suruh pak Jamal yang jemput lo, ya?" ucap Bagas menghampiri (namakamu) yang langkah nya berada di depannya
"hah? yahh, gue bawa mobil lo deh, gas"
"gue pulang naik apaan, bego" ucap Bagas menoyor kening (namakamu)
"issh, lo suruh jemput pak Jamal.."
"yaudah lah.. up to you deh ya.." balas Bagas, meninggalkan (namakamu).
---
"(namakamu), lo ga ke kantin?" ucap Iqbaal, menghampiri kursi (namakamu).
"iya baal, nanti gue ke bawah, lo duluan aja. gue nyusul sama Steffi" balas (namakamu) disertai senyum manisnya.
"iya, nanti gue sama (namakamu) nyusul, lo duluan aja baal, bas, ky"
---
Steffi, dan (namakamu) sudah sampai dikantin, suasana dikantin yang sangat ramai membuat (namakamu) dan Steffi malas untuk pergi ke kantin.
"mana sih Steff, Iqbaal nya?? duh gue males nih" ringis (namakamu), mengelap keringat yang sudah membasahi keningnya menggunakan tissue yang ia bawa.
"ya sabar lah, eh itu dia tuh. yuk (namakamu)" Steffi menarik lengan (namakamu), untuk menghampiri Iqbaal dan yang lainnya.
---
"udah pesen makanan?" tanya Steffi duduk tepat disamping Bastian.
"udah.. tuh kiky" balas Iqbaal menunjuk Rizky yang sedang membawa nampan berisi pesanan mereka.
---
Mereka sudah menghabiskan makanan yang dipesan oleh Kiky, mereka meninggalkan kantin karena 5 menit lagi waktu istirahat akan habis.
"nanti pulang sekolah temenin gue nyari buku yuk" ajak (namakamu) memandang teman-temannya yang sibuk dengan ponselnya.
"buku apa? gue juga lagi nyari buku, bareng gue aja yuk? jawab Iqbaal memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
"novel apa aja gitu" jawab (namakamu) singkat.
"gue lagi ga bawa mobil (namakamu)" balas Steffi menatap (namakamu)
"gue bawa mobil."
"terus Bagas?"
"dia di jemput Pak Jamal, mau ada tugas kelompok, jadi mobil gue bawa"
"kalo gitu gue ikut" ucap Bastian dan Kiky serempak
---
'KRIINGG...'
Bell sudah berdering, pertanda kegiatan belajar mengajar sudah selesai, lima sekawan ini pergi meninggalkan kelas, menuju tempat parkiran untuk segera menujun toko buku.
"nih (namakamu) kuncinya, hati-hati" ucap Bagas di tempat parkiran
"oh iya, gue mau ketoko buku dulu boleh ya, gas?" tanya (namakamu) mengambil alih kunci yang Bagas pegang.
"mau ngapain? beli novel? novel yang gue beliin masih numpuk di kamar lo, belum disentuh sama sekali. Dan sekarang mau beli lagi? gila kali lo ya.."
"novel yang lo beliin, itu gue udah punya, oke? bye" balas (namakamu) seraya pergi meninggalkan Bagas
"(namakamu).. (namakamu), demen banget baca novel ya.."
---
Mereka ber-5 sudah sampai disalah satu toko buku, yang letaknya lumayan jauh dari sekolah, dan ini adalah toko buku favorite (namakamu)
"gue mau cari novel, terus kalian ngapain?" pertanyaan itu, pertanyaan yang selalu (namakamu) tanyakan pada temannya jika menemaninya membeli buku--novel.
"dunkin donut's" jawab Iqbaal, Kiky, dan Bastian, lalu Steffi? menemani (namakamu) membeli novel.
"okey, gue jangan lupa pesenan gue ya" ucap Steffi
"gue juga"
---
(namakamu) dan Steffi, sedang asik memilih buku yang menurut (namakamu) bagus, dan menarik.
"ehmm, Steff ini bagus ga?" ucap (namakamu) memberikan sebuah novel, ber warna cream bergambar dua buah kursi dan bertuliskan ' BEST FRIEND BECAUSE LOVERS'
"kalo menurut lo bagus, yaudah ambil aja. lagian kan yang mau baca lo, bukan gue" jawab Steffi pergi meninggalkan (namakamu) untuk mencari yang ia butuhkan.
"yaudah gue ambil yang baru"
Saat (namakamu) membalikan badan nya untuk mengambil buku yang masih tersegel, buku yang dalam genggaman (namakamu) digenggam juga dengan seseorang.
"eh, eh maaf lo mau ngambil buku ini?" tanya ramah seorang pria.
"i-iya, gue mau buku ini, lo juga mau?" jawab (namakamu) dengan gugup, tatapan pria itu membuat (namakamu) lupa bagaimana caranya mengedipkan mata.
"iya, yaudah nih ambil aja, lagian masih ada banyak kok"
"ohh, yaudah."
"iya, gue duluan ya."
"iya."
"(namakamu), tadi siapa?" tanya Steffi yang tiba-tiba datang, dan menghampirinya.
"gatau, tiba-tiba gue sama dia mau ngambil buku yang sama, terus dia ngalah buat ngambil buku yang ada dibelakangnya."
"ohh gitu, yaudah yuk bayar, belanjaan lo udah banyak banget, lagi pula kasian Kiky, Bastian, Iqbaal, nanti kelamaan nunggu nnya."
"yaudah yuk."
---
(namakamu), dan Steffi sudah selesai membayar. Mereka berdua menuju ke Dunkin Donut's untuk menemui Kiky dan yang lainnya. Saat berjalan dengan terburu-buru..
'BRUK..'
Tubuh (namakamu) terhempas kelantai, ada seseorang yang menabraknya.
"awhh.." ringis (namakamu) memegangi sikutnya.
"eh, aduh.. ma-ma.."
"elo??" ucap (namakamu) dan seorang yang menabraknya secara berbarengan.
-BERSAMBUNG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar