~JUST IN TIME~
Author : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
NO COPAS!!
SORRY TYPO AND GAJE..
---
Semilir angin bertabrakan menyentuh kulit tiap insan yang bertelang dada pada malam ini, bulan memancarkan cahaya redupnya dengan taburan beberapa bintang disampingnya, yang ikut menemaninya pada malam yang dingin karena habis terguyur hujan seharian. Seorang gadis berperawakan tinggi, putih sedang duduk dibalkon kamarnya bersama laki-laki berbehel, entah sedang membicarakan apa hanya mereka yang tahu..
"hmm..(namakamu), udah dong jangan nangis kaya gini, gue janji deh bakalan temenin lo terus, lagian kan gue udah pernah bilang sama lo, jangan mau deket-deket sama Aldy, jadi ginikan akhrnya" ucap pria berbehel itu pada (namakamu) sahabat kecilnya
"lagian gue kan gatau baal, kalo jadi kaya gini.. hkss" ucap (namakamu) di sela tangisnya
'CLEK'
pintu kamar (namakamu) terbuka, terlihat pria berponi lempar memakai kacamata memasuki kamar (namakamu), yang tidak bukan adalah Aldy dan itu sontak membuat mereka berdua menoleh
"mau ngapain lo kesini? hah? belum puas lo udah nyakitin dia?" ucap pria berbehel itu mencegah Aldy untuk mendekati (namakamu)
"Iqbaal, (namakamu), kalian berdua salah paham, gue sama Tasya ga ada hubungan apa-apa, dan soal tadi.. nghhh.. soal.." ucap Aldy dengan kalimat yang menggantung
"soal lo nampar (namakamu), itu beneran kan? bukan salah tampar kan?" balas pria berbehel yang diketahu bernama Iqbaal itu, Aldy menunduk mendengar ucapan Iqbaal. Menampar? ya Aldy menampar (namakamu) tadi siang saat berada di taman belakang sekolah
"tadi..egg..tadi itu gue ga.."
'PLAK'
satu tamparan mendarat mulus dipipi Aldy.
"pergi dari sini, jangan pernah kenal gue, jangan anggap kita pernah kenal, jangan anggap kita pernah PACARAN!! PERGI!! GA USAH MUNCUL DI KEHIDUPAN GUE!!" Aldy yang mendengar ancaman yang keluar dari mulut (namakamu) hanya dapat menunduk, punggungnya menurun seperti tidak ada yang menopangnya
'sialan lo sya!!'
---
sang surya sudah menapkaan dirinya tanpa malu-malu, cuaca cerah tanpa adanya awan hitam yang menutupi sang surya, tanpa ada rintikan yang membasahi bumi pagi ini..
"banguunnn..." teriak seseorang dari balik pintu kamar, suara yang sangat familiar ditelinga (namakamu)
"sshhh.. berisik, kebiasaan" desisnya
'CLEK'
Iqbaal memasuki kamar (namakamu)
"wesss.. tumben udah raph, biasanya masih molor" ledek Iqbaal, dengan senyuman manisnya
"huhhh, gue tabok lo" ucap (namakamu) memoleskan sedikit lipgloss pada bibir nya
"hmm.. berangkat yukk"
---
Iqbaal dan (namakamu) sudah sampai di pekarangan sekolah, dengan senyuman manisnya (namakamu) mengawali paginya.
"(namakamuuuu)....." teriak seorang perempuan berambut panjang agak curly, berwarnaagak-agak pirang, Iqbaal dan (namakamu) menoleh, perlahan senyuman (namakamu) mengembang melihat yang memanggilnya adalah sahabat kedua terbaiknya setelah Iqbaal
"ke kelas yuk.. lima menit lagi masuk" ujar Steffi, mendapat anggukan dari kedua sahabatnya yang lain..
---
bell istirahat sudah berdentang sebanyak tiga kali, pertanda kegiatan belajar mengajar harus terjeda selama 30 menit..
"ga istirahat?" tanya Steffi melirik kearah (namakamu), (namakamu) menggeleng dan tersenyum
"ga.. ga ada acara ga istirahat, lo harus ikut gue MAKAN, lo belum makan (namakamu..)" ucap Iqbaal menarik lengan (namakamu), (namakamu) hanya bisa pasrah mendapat paksaan dari Iqbaal, baginya Iqbaal lah orang yang sangat memperhatikannya karena kedua orang tuanya sibuk mengurusi bisnisnya diluar negeri
---
mereka bertiga sudah sampai di kantin, suasana kantin yang sangat penuh, sesak, dan sempit mengharuskan Iqbaal, Steffi, dan (namakamu) mendapat tempat duduk paling pojok.
"gue yang pesenin ya. (namakamu), lo harus makan ga boleh cuma ngemil aja nanti sakit loh"
Iqbaal sudah kembali membawa nampan berisi tiga piring nasi, dan tiga ice lemon tea.
"gimana kondisi ka Nasya, sama bang Julian? masih belum sadar juga?" ucap Steffi menatap (namakamu), (namakamu) menggeleng
"belum Steff, luka nya cukup parah gue sih berharap mereka akan sadar secepat mungkin, karenaa.. karena cuma mereka yang gue punya, orangtua gue terlalu sibuk sama urusan bisnisnya, sampai-sampai mereka lupa sama anaknya disini" balas (namakamu) menunduk, mengaduk-aduk makanan yang ia miliki.
Nasya dan Julian, adalah kakak kandung (namakamu), dua hari yang lalu mereka masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri akibat benturan keras yang menimpa keduanya, Kak Nasya dan Bang Julian, adalah kakak yang sangat baik. mereka ada di saat (namakamu) butuh, kapan pun itu.
---
bell pulang sudah berbunyi lima menit yang lalu, Steffi, Iqbaal, dan (namakamu) masih sibuk menulis catatan yang berada di papan tulis
"huhh... selesaai" ucap (namakamu) membenahi beberapa alat tulis miliknya
"gue juga udah selesai, kita jodoh" ucap Iqbaal mencubit pipi tembem (namakamu)
---
Iqbaal dan (namakamu) sudah sampai di parkiran rumah sakit, untuk menengoki kak Nasya, dan bang Julian.
"asalamualaikum.." ucap Iqbaal dan (namakamu) secara berbarengan
"waalaikumsalam" balas seseorang di dalamnya
"haa? kak Nasyaaa, bang Juliannn..." ucap (namakamu) kaget melihat kedua kakaknya sudah tersadar.
"kakak udah sadar? kapan sadarnya?" tanya (namakamu) duduk bersebelahan dengan kedua kakaknya, berhubung kamar ini VIP, jam untuk berkunjungnya bebas.
"emm. Iqbaal, gimana (namakamu) semenjak ga ada kita berdua di rumah, dia malas makan nggak?" tanya Julian kepada Iqbaal
"syukurnya enggak kok kak, cuma tadi pas istirahat dia ga mau ke kantin, tapi udah Iqbaal paksa akhirnya dia mau juga" balas Iqbaal dengan senyuman manisnya
"ahahahha.. syukur deh, makasih ya Iqbaal, kamu baik banget" ucap Nasya dengan senyuman khasnya
"kak, tau nggak? selama dirumah nggak ada kakak, Iqbaal tuh baaaweell banget.. masa aku lagi siap-siap sama dia di teriakin biar cepet-cepet" ucap (namakamu) mengerucutkan bibirnya.
"hahhhaha.. gapapa biar kamu ga lelet, kamu kan lelet banget sampai-sampai kalau mau berangkat sama kak Nasya, kak Julian telat mulu" jawab Nasya mengusap puncak kepala (namakamu), Nasya, dan Julian memang satu sekolah.
---
Nasya, dan Julian sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, kini (namakamu) sudah tidak sendirian di rumah.
"yeeaayy, akhirnya (namakamu) udah nggak sendirian lagi di rumah" ucap (namakamu) girang.
"seneng amat lu dek" ledek Julian mengusap muka (namakamu) dengan telapat tangannya, (namakamu) nyengir memamerkan jajaran gigi putihnya yang nyaris sempurna.
---
malam harinya, (namakamu) duduk dibalkon kamarnya di temanin oleh, secangkir coklat panas, ponselnya, dan buku dairynya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
DEAR DAIRY
TUHAN..
TUHAN, TERIMAKASIH SUDAH MENGEMBALIKAN KEDUA KAKAK KESAYANGAN KU KEMBALI KEPADA KU. TUHAN, AKU RINDU ORANGTUA KU, TUHAN AKU INGIN KEDUA ORANGTUA KU KEMBALI KESINI, MENEMANI HARI-HARI KU BERSAMA KEDUA ORANGTUA KU, DAN KEDUA KAKAK YANG AKU SAYANGI
~(NAMAKAMU)~
JAKARTA, 21 APRIL 2014
-----------------------------------------------------------------------------------------------
pagi harinya, (namakamu) sedang membenahkan penampilannya di depan cermin.
'CLEK'
Pintu kamar (namakamu) terbuka, Julian memasuki kamar (namakamu)
"ada Iqbaal, dah sana berangkat" (namakamu) hanya mengangguk
---
iqbaal dan (namakamu) sudah sampai di sekolah, Iqbaal memarkirkan motornya sedangkan (namakamu) menunggu di pintu masuk.
"yuk" Iqbaal menggandeng tangan (namakamu).
saat perjalanan menuju kelas
'BRUK..'
tubuh (namakamu) limbun kebelakang, badan nya dingin, nafasnya sedikit. Iqbaal panik, membawanya kerumah sakit menggunakan mobil Steffi, Steffi menghubungi Nasya, dan Julian.
---
IQBAAL POV
Gue sama (namakamu) udah sahabatan dari kecil, tanpa sengaja gue SMP satu sekolah sama dia, bahkan satu kelas. Rasanya tuh kaya ada yang dag..dig..dug.. gitu kalo deket dia, dia itu imut, cantik, dia penyabar, penyayang, dia paling suka tentang sosial, jiwa kesosialannya itu besar banget, kalo di ajak ke panti asuhan dia langsung nyumbangin keperluan yang menurutnya udah ga berguna, gue sayang banget sama dia, tapi gue gatau rasa sayang sahabat atau lebih yang gue rasain sekarang.
(NAMAKAMU) POV
Weh gila, gue sahabatan sama Iqbaal lama juga yaah. hampir.. emmm... hampir empat tahun lah.. ga tau kenapa kalo gue deket Iqbaal tuh.. nyamaaan banget, gue sayang tau sama Iqbaal
---
'CLEK'
pintu dimana (namakamu) di tangani terbuka, seorang wanita berjas putih keluar dari dalam, mencopot masker dan stetoskop nya.
"keluarga (namakamu)"
'saya dok" ucap Julian
"(namakamu) tidak apa-apa, hanya sedikit masuk angin, mungkin dia lagi banyak pikiran, jadi asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya sedikit, membbuat dia lemas" jelas sang dokter, semua bernafas lega setelah mengetahui bahwa (namakamu) hanya masuk angin biasa.
---
"emhh.. (namakamu), guee.."
'CLAK...CLAKK..CLAAAKK..BYURRR'
saat Iqbaal ingin mengucapkan sesuatu, hujan turun dengan deras, itu membuat Iqbaal mengurungkan niatnya
---
hari ini hari minggu, membuat semua orang ingin menghabiskan hari libur ini untuk tidur..
'DRTT..DRRTT..DDDRRTT...'
Ponsel (namakamu) bergetar, pertanda ada telpon masuk
"halo.."
"ahh? apa? ihh gila lo ya, males ah"
"yaudah masuk, gue siap-siap dulu"
"iyaa, bye"
---
(namakamu) menurununi satu persatu anak tangga rumahnya, dengan menggunakan baju hitam bergaris putih lengan panjang, dan celana jeans selutut, mempercantik dirinya hari ini, apa lagi hari ini (namakamu) mengenakan sepatu yang di berikan Iqbaal, pada hari ulangtahunnya
"udah yuk" ajak Iqbaal menarik lengan (namakamu)
"tunggu, gue belum izin"
---
Iqbaal dan (namakamu) sudah sampai disalah satu taman, dengan hamparan luas permadani hijau, dan danau yang berada di tengah-tengah taman, udara yang sejuk.. aghhh sempurna
"ahh, gila, keren banget. sumpah keren bangettt.. aaaaa gue sukaaaa" teriak (namakamu) dan menghadap Iqbaal, tempat ini sangat sepi hanya ada mereka berdua di tempat ini, tanpa ada siapa pun.
"gimana? bagus kan?" tanya Iqbaal, (namakamu) hanya mengangguk, memainkan air danau yang dingin.
"ehhmm..(namakamu)..." (namakamu) menoleh dan menautkan kedua alisnya
"guee..guee.." ucap Iqbaal dengan kalimat menggangtung
"apa?"
"gue suka sama lo.." ucap Iqbaal menunduk, meraih lengan (namakamu)
"lo mau nggak jadi pacar gue? anggap gue lebih dari sahabat?" (namakamu) mengangguk
"gue juga suka sama lo, baal" jawab (namakamu) disertai senyum manisnya, pipinya berubah warna menjadi merah merona.
"jadi?"
"sekarang kita pacarannn" teriak Iqbaal dan (namakamu) berpelukan..
--TAMAT
SAYANGI DIA SELAMA DIA MASIH ADA DI SISI MU, JANGAN SIA-SIA KAN DIA YANG SUDAH MEMENDAM PERASAAN YANG SAMA SEPERTI DIRI MU, KARENA SESUNGGUHNYA DIA LAH YANG AKAN MENJADI YANG ABADI UNTUK MU.
~JUST IN TIME~
Deasyana Putrisya Larasati
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar