Minggu, 16 Februari 2014

^PATIENCE^

---PART 5---
AUTHOR : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE



“m-maaf, gue ga ada niat buat bikin lo nangis (namakamu)” Iqbaal merangkul (namakamu) dengan lembut, tangan kanannya menyeka air mata (namakamu) yang dengan deras turun dari mata indah gadis ini, (namakamu) tersenyum dan mengangguk “yaudah kita pulang aja yuk, daripada ditaman ini yang kita berdua punya cerita, gamau flashback kan? Yaudah yuk pulang” Iqbaal berdiri dan menuntun (namakamu)
----
Iqbaal POV
‘(namakamu) cewe yang baru ketemu gue selama satu hari, dia cantik, senyumannya manis banget pantesan aja banyak yang naksir, pengertian banget orangnya, tatapannya ya tuhan bikin gue amnesia. Tapi gue sama dia baru ketemu dua kali, ditaman dan hari ini disekolah dan lagi lagi di taman, tuhan mukanya masih kebayang di benak gue, entah ada perasaan apa gue sama (namakamu) yang jelas kalo gue deket deket sama dia rasanya kaya ada getaran yang maksa gue buat jelajahin hatinya, (namakamu) you are so special in my heart’
(namakamu) POV
‘gue sama Iqbaal baru kenal, tapi kalo gue deket sama dia gue nyaman banget. Iqbaal itu ganteng, manis, senyumannya bikin gue lupa caranya bernafas, dibalik sifat dia yang rada rada cuek ternyata banyak banget rasa perhatian yang dalam, gue nyaman Baal sama lo. Sejak gue ketemu sama lo, ga tau kenapa hati gue maksa gue buat dapetin lo, tapi itu dulu karena kita belum kenal, dan sekarang. Kita satu kelas, satu sekolah, dan satu perumahan, Baal i love you more than just friend’
----
Bulan telah bertukar posisi dengan matahari, dengan senyumannya yang manis pagi ini (namakamu) mengawali pagi ini dengan senyumannya, (namakamu) menuruni anak tangga rumahnya, “(namakamu), semalem Iqbaal bilang sama gue, kalo dia minta lo bawa motor kesekolah, gue juga bawa motor kesekolah.” “tapi Rel, gue takut loh bawa motor,” ucap (namakamu) sambil mengambil sehelai roti dan memoleskan dengan selai coklat “percuma lo minta motor kalo takut” balas Karel sambil meminum susunya hingga setengah gelas
‘TINN..TINNN’
Suara klakson motor terdengar di depan rumah “Iqbaal tuh, ayu (nanmakamu)” ucap Karel sambil melemparkan kunci motor kearah (namakamu), dan dengan sigap (namakamu) menangkapnya
‘BRUUM..BRUUM..’
(namakamu) menstater motornya “wiih, ciee cewe ninja” ledek Iqbaal sambil melepaskan helmnya, “males dia Baal bawa motor, tapi kalo ga dipake buat apa dia beli? Yakan Baal?” Karel ikut meledeki (namakamu), (namakamu) yang mendapat ledekan tersebut hanya mengerucutkan bibirnya “aah udah jangan ledekin terus, ayo berangkat. Telat nih” ucap (namakamu) sambil memakai helmnya
----
Iqbaal, Karel, dan (namakamu) telh sampai sekolah
“Rel, tumben bawa motor? (namakamu) juga. Kok tumben kalian bawa motor?” sapa Ayana yang tidak sengaja bertemu saat Ayana memarkirkan mobilnya “ini nih kak, aku bawa motor gara gara dii..” (namakamu) menggantungkan kalimatnya saat menoleh kebelakang tak ada Iqbaal, kemana dia? “gara gara siapa?” tanya Ayana “Iqbaal” jawab Karel santai, Ayana terkekeh meilihat tingkah (namakamu)
“(namakamu), lo bawa motor?” ucap Steffi tidak percaya saat (namakamu) masih menggunakan jaket putihnya kedalam kelas, (namakamu) mengangguk “pasti disuruh Iqbaal ya (namakamu)?” tanya Melody (namakamu) kembali mengangguk “lagi badmood jangan tanya tanya dulu” bisik Cassie pada Melody, “HAAH, (namakamu) lo kemana? Gue cariin juga dibawah, malah ngarem disini” ledek Iqbaal sambil menghampiri (namakamu) “Baal, (namakamu) lagi badmood, jangan ganggu daripada lo diterkam” ledek Aldy, Iqbaal mengasih kode pada Steffi agar Steffi berdiri dari tempat duduknya, kini Iqbaal duduk tepat disamping (namakamu) “(namakamu), lo ngambek sama gue? Kenapa? Gara-gara gue suruh bawa motor? Iya? (namakamu) motor itu butuh pemanasan, motor lo kan jarang dipakai, bahkan gapernah kan? Gue tau dari Karel.” Ucap Iqbaal seraya tersenyum “gue gamarah Baal, gue Cuma kesel sama lo, lo tadi kemana pas ada Kak Ayana?” tanya (namakamu) sambil melipat jaketnya dan menaruh dikolong meja “gue naro jaket gue” alibi Iqbaal, padahal Iqbaal tau bahwa tadi Ayana akan menanyakan megapa bawa motor dan pasti (namakamu) akan menunjuk Iqbaal, “ahahaaha, yaudah maafin gue ya (namakamu) cantikk” ucap Iqbaal mengacak acak lembut rambut (namakamu), semua terkekeh melihat tingkah Iqbaal terhadap (namakamu), Kiky meraba kening Iqbaal “ga sakit kok” “ishh apaan sih Ky” Iqbaal menaruh tas dibangkunya “(namakamu), lo ga apa-apa kan?” tanya Steffi heran, (namakamu) menggeleng dan  tersenyum pertanda moodnya sudah membaik
----
Bell istirahat sudah berbunyi, Aldy, Kiky,Steffi,Cassie, Melody, dan Iqbaal sudah beranjak dari tempat duduknya ke arah pintu kelas, tetapi (namakamu) memilih untuk diam dan tidak pergi kekantin seperti yang lainnya, Iqbaal menoleh ke arah (namakamu) dan menghampirinya “ck! (namakamu) ayo ke kantin, lo kan belum makan” Iqbaal berdiri repat disamping (namakamu) “gue kenyang Baal, kalian kebawah aja. Gue disini sendirian gapapa kok” ucapnya seraya tersenyum “alah, lo bohong. Lo belum makan, ayo kebawah (namakamu)” paksa Iqbaal, (namakamu) pasrah, dan mengikuti ajakan Iqbaal
----
#note: Bastian ceritanya pindah sekolah ya, mereka semua tau kecuali (namakamu), Melody, Iqbaal
----
Mereka bertujuh tengah asik menyantap makanan yang Kiky pesan
“hmm, (namakamu) lo tau ga lo itu kaya apa?” gombal Iqbaal, (namakamu) hanya mengangkat bahunya dan menggeleng
“kayaa bidadari jatuh dari surga” ucap Iqbaal semabari memamerkan jajaran giginya yang dilapisi oleh behel. (namakamu) yang mendapat gombalan tersebut hanya dapat tersenyum malu “ciee Iqbaal” ucap Steffi, Melody, Cassie, Kiky, dan Aldy nyaris bersamaan
----
Bell pulang sudah berbunyi, siswa/i sudah keluar kelas satu persatu tapi tidak dengan ketujuh manusia ini, mereka masih sibuk mengemasi alat tulisnya “(namakamu), bareng yah. Karel minta gue buat bareng sama lo selama lo bawa motor” Iqbaal sudah berdiri didepan pintu kelas “iya Baal” jawabnya seraya tersenyum, “oh iya, nanti sore dateng ya ke acara ulangtahun temen gue. Dia minta gue buat  ngajak temen baru gue, kita ketemuan aja ya di cafe cengcorang. Jam 17.00 WIB, jangan telat ya. Dandan yang cakep” Iqbaal menggenggam erat tangan (namakamu), namun (namakamu) tidak memberontak sama sekali
Mereka telah sampai diparkiran motor “(namakamu), lo mau langsung pulang? Gue, Cassie, sama Melody mau cari baju buat acara temennya Iqbaal nanti” tanya Steffi pada (namakamu) yang mulai memakai helmnya “gue mau pulang, tapi dia tuh, gimana?” balas (namakamu) sembari menunjuk Iqbaal “yaudah gue ikut lo lah” balas Iqbaal “yaudah Iqbaal ikut aja” ajak Melody “yaudah gue sama Kiky pulang ya” ucap Aldy, semua mengangguk
----
Mereka berlima sudah sampai disalah satu pusat perbelanjaan
“ke butik langganan gue aja dulu Cass” ajak (namakamu), mereka hanya mengangguk “gue ga dibeliin dong (namakamu)?” tanya Iqbaal dengan wajah polosnya “lo belanja aja sendiri, nanti ketemuan di foodcourt aja Baal” tawar Cassie, “lo bertiga aja gih, gue sama (namakamu) berdua, yayaya” ucap Iqbaal seraya merangkul (namakamu) “tapi Baal?” (namakamu) ragu dengan ajakan Iqbaal “yaudah Baal, kalo lo mau kaya gitu gapapa, gue bertiga aja juga gapapa, nanti ketemuan di foodcourt aja ya” Steffi menyetujui ajakan Iqbaal, Iqbaal mengangguk dan menarik lengan (namakamu)
“mau kemana dulu Baal?” tanya (namakamu), “ke     toko lo dulu deh ya, biasanya kan kalo cewe nyarinya suka lama tuh, dua sampai tiga jam” ledek Iqbaal, (namakamu) hanya berdengus sebal “nah, itu aja tuh, kita ke toko itu aja ya” tawar Iqbaal, (namakamu) hanya mengikuti langkah kemana Iqbaal mengajaknya
Iqbaal dan (namakamu) memasuki salah satu butik, Iqbaal sibuk memilih dress yang bagus untuk (namakamu), sedangkan (namakamu) dari tadi hanya keluar masuk kamar pass “cape gue Baal” desis (namakamu) “sekali lagi (namakamu), nah iya  yangg ini aja ya, cantik” Iqbaal menunjuk dress yang sedang (namakamu) kenakan, sebuah drees selutut berwarna hijau tosca bagian leher dan tangan jungkis berbalut kain brukat, dibagian pinggang sampai lutut dibalut dengan kain sifon dengan lapisan brukat diluarnya berwarna peach nampak terlihat manis jika (namakamu) mengenakannya, tau kan? Gatau bayangin sendiri aja kaya gimana. Gue aja ga tau setelah mencari dress untuk (namakamu), (namakamu) mengajak Iqbaal ke tempat dimana Karel sering belanja di distro tersebut “ini toko Karel, dia sering beli baju disini, gue cariin ya” tawar (namakamu) seraya tersenyum, Iqbaal mengangguk sembari membuka-buka display yang tersedia di distro tersebut “ini Baal coba” ucap (namakamu) sambil menaruh baju tersebut di depan dada Iqbaal, Iqbaal mengangguk,
Beberapa menit kemudian
Iqbaal keluar dengan menggunakan kemeja berwarna putih bercorak hijau dan biru dongker berlengan panjang ‘ganteng’
“gimana?” tanya Iqbaal “yaudah ini aja ya Baal” “yaudah”
Iqbaal dan (namakamu) sudah selesai mencari baju untuk nanti sore, mereka segera menuju ke foodcourt disana sudah ada Steffi, Cassie, dan Melody
“eh gimana? Dapat?” tanya Steffi pada Iqbaal dan (namakamu), mereka berdua mengangguk, menghabiskan makanan yang sudah dipesan oleh Melody
----
“Rel, gue jam 17.00 di undang Iqbaal ke acara ulangtahun temennya, boleh ya?” tanya pada Karel yang sedang sibuk memainkan ponselnya “iya”
----
Pukul 17.00 WIB
‘TINN..TINNN’
Suara kalckson motor dari bawah sudah terdengar, ‘pasti Iqbaal’ tak lama ponsel (namakamu) bergetar pertanda ada pesan singkat masuk
--------------------------------------------------------
From: Iqbaal
Gue udah dibawah, cepetan ya
--------------------------------------------------------
Dengan cepat (namakamu) menuruni anak tangga rumahnya, terlihat Karel sedang berdiri di depan pintu dan menoleh ke dalam untuk memanggil (namakamu), namun (namakamu) sudah ada dibawah
“cantik banget ade gue” puji Karel, (namakamu) hanya tersenyum mendapat pujian dari Karel
‘(namakamu) cantik banget. Sumpah’ Iqbaal terpesona melihat penampilan (namakamu) sekarang, menggunakan dress yang dipilihnya tadi siang, dengan sepatu sneakers wedges berwarna putih peach mempermanis dandananya sore ini, rambut yang dibiarkan tergerai, tas kecil yang ditaruh di pundaknya ‘sempurna’ ucap Iqbaal dalam hati “yaudah yuk”
Mereka bertujuh sudah sampai dicafe cengcorang dan segera menuju rumah teman Iqbaal
----
Mereka bertujuh telah sampai disalah satu perumahan elite di kawasan Jakarta Timur “hey bro, ini temen gue sesuai pesenan lo. Kenalin ini (namakamu), Steffi, Cassie, Aldy, dan ini Kiky orang paling bijaksana, mereka semua baik banget sama gue sama Melmel (melody) waktu gue masuk sekolah mereka langsung nyapa gue sama Melmel, baikk banget, Cuma waktu gue pertama kali masuk sekolah mereka (namakamu) ga masuk, dan ternyata dia cewe yang waktu itu ga sengaja gue tabrak di taman” ucap Iqbaal panjang lebar “Aldy” ucap Aldy menyodorkan tangannya “Dinar” “(namakamu)” ucap (namakamu) mengikuti Aldy dan seterusnya
‘namanya (namakamu), cantik anaknya, simple, type cewe gue banget, gue suka dia’ ucap Dinar dalam hati
“Baal, gue risih, banyak banget yang liatin gue kaya gini” bisik (namakamu) dan menarik lengan Iqbaal “itu tandanya lo cantik, jadi banyak yang liatin lo kaya gitu” balas Iqbaal sambil terkekeh
----
Acara telah usai mereka bertujuh sudah pulang, tapi tidak dengan Iqbaal dan (namakamu)
“Baal, mau kemana? Ini bukan jalan rumah gue loh” tanya (namakamu) “emang bukan jalan kerumah lo, emang siapa bilang kita mau pulang?” jawab Iqbaal dengan santai
----
Mereka berdua telah sampai di sebuah danau yang sangat sepi
“mau ngapain Baal?” “mau kesini aja, disini kita bisa dapat ketenangan, kesunyian, kedamaian. Jarangkan kita dapat ini semua?” (namakamu) mengangguk, kedua insan ini duduk di hamparan permadani hijau nan luas ini “auu, shh” (namakamu) meringis memegangi kepalanya “(namakamu) lo kenapa? Lo-lo sakit? Mau pulang aja? Yaudah yuk pulang” Iqbaal merangkul (namakamu) menuju motor, namun saat ingin berdiri tubuh (namakamu) lunglai (namakamu) pingsan, dengan cepat Iqbaal mengambil ponsel (namakamu) dan mencari contact Karel di phonebooknya
Via telepon
“hallo..”
“hallo Rel, i-ini gue Iqbaal, (namakamu) Rel, (namakamu)”
“(namakamu) kenapa Baal?”
“ping-pingsan Rel”
“hah? Kok bisa?
“gu-gue ga tau Rel”
“ya-yaudah, posisi lo dimana? Gue kesana sekarang”
“di danau Situlembang Rel”
Telepon terputus
“(namakamu), sabar ya. Karel lagi menuju kesini, kuat ya (namakamu)”
Tak lama kemudian Karel datang bersama ambulance, (namakamu) dibawa ke rumah sakit Siloam
“Baal, jelasin sama gue. Kenapa (namakamu) bisa kaya gini? Jelasin Baal” paksa Karel “gue ga tau Rel, tadi gue sama (namakamu) di danau Cuma ngomong tentang ketenangan, kedamaian, eh tiba-tiba (namakamu) meringis megang kepalanya, terus gue ajak pulang eh baru diri dia udah pingsan Rel” ucap Iqbaal panjang lebar ‘jangan sekarang tuhan jangan sekarang” ucap Karel memegangi keningnya dengan kedua tangannya “Rel, cerita sama gue, sebenernya (namakamu) kenapa?” tanya Iqbaal dengan nada yang sangat khawatir, “gue juga ga tau Baal. Tapi dia sering ngeluh ke gue kalo kepalanya pusing, udah gitu di kalo pusing muntah-muntah, bahkan dulu dia sempat ga masuk sekolah beberapa hari karena pendengaran, penglihatannnya terganggu”
‘CLEK’

---BERSAMBUNG---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar