AUTHOR : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE
“m-maaf, gue ga ada niat
buat bikin lo nangis (namakamu)” Iqbaal merangkul (namakamu) dengan lembut,
tangan kanannya menyeka air mata (namakamu) yang dengan deras turun dari mata
indah gadis ini, (namakamu) tersenyum dan mengangguk “yaudah kita pulang aja
yuk, daripada ditaman ini yang kita berdua punya cerita, gamau flashback kan?
Yaudah yuk pulang” Iqbaal berdiri dan menuntun (namakamu)
----
Iqbaal POV
‘(namakamu) cewe yang
baru ketemu gue selama satu hari, dia cantik, senyumannya manis banget pantesan
aja banyak yang naksir, pengertian banget orangnya, tatapannya ya tuhan bikin
gue amnesia. Tapi gue sama dia baru ketemu dua kali, ditaman dan hari ini
disekolah dan lagi lagi di taman, tuhan mukanya masih kebayang di benak gue,
entah ada perasaan apa gue sama (namakamu) yang jelas kalo gue deket deket sama
dia rasanya kaya ada getaran yang maksa gue buat jelajahin hatinya, (namakamu)
you are so special in my heart’
(namakamu) POV
‘gue sama Iqbaal baru
kenal, tapi kalo gue deket sama dia gue nyaman banget. Iqbaal itu ganteng,
manis, senyumannya bikin gue lupa caranya bernafas, dibalik sifat dia yang rada
rada cuek ternyata banyak banget rasa perhatian yang dalam, gue nyaman Baal
sama lo. Sejak gue ketemu sama lo, ga tau kenapa hati gue maksa gue buat
dapetin lo, tapi itu dulu karena kita belum kenal, dan sekarang. Kita satu
kelas, satu sekolah, dan satu perumahan, Baal i love you more than just friend’
----
Bulan telah bertukar
posisi dengan matahari, dengan senyumannya yang manis pagi ini (namakamu)
mengawali pagi ini dengan senyumannya, (namakamu) menuruni anak tangga
rumahnya, “(namakamu), semalem Iqbaal bilang sama gue, kalo dia minta lo bawa
motor kesekolah, gue juga bawa motor kesekolah.” “tapi Rel, gue takut loh bawa
motor,” ucap (namakamu) sambil mengambil sehelai roti dan memoleskan dengan
selai coklat “percuma lo minta motor kalo takut” balas Karel sambil meminum
susunya hingga setengah gelas
‘TINN..TINNN’
Suara klakson motor
terdengar di depan rumah “Iqbaal tuh, ayu (nanmakamu)” ucap Karel sambil
melemparkan kunci motor kearah (namakamu), dan dengan sigap (namakamu)
menangkapnya
‘BRUUM..BRUUM..’
(namakamu) menstater
motornya “wiih, ciee cewe ninja” ledek Iqbaal sambil melepaskan helmnya, “males
dia Baal bawa motor, tapi kalo ga dipake buat apa dia beli? Yakan Baal?” Karel
ikut meledeki (namakamu), (namakamu) yang mendapat ledekan tersebut hanya
mengerucutkan bibirnya “aah udah jangan ledekin terus, ayo berangkat. Telat
nih” ucap (namakamu) sambil memakai helmnya
----
Iqbaal, Karel, dan
(namakamu) telh sampai sekolah
“Rel, tumben bawa motor?
(namakamu) juga. Kok tumben kalian bawa motor?” sapa Ayana yang tidak sengaja
bertemu saat Ayana memarkirkan mobilnya “ini nih kak, aku bawa motor gara gara
dii..” (namakamu) menggantungkan kalimatnya saat menoleh kebelakang tak ada
Iqbaal, kemana dia? “gara gara siapa?” tanya Ayana “Iqbaal” jawab Karel santai,
Ayana terkekeh meilihat tingkah (namakamu)
“(namakamu), lo bawa
motor?” ucap Steffi tidak percaya saat (namakamu) masih menggunakan jaket
putihnya kedalam kelas, (namakamu) mengangguk “pasti disuruh Iqbaal ya
(namakamu)?” tanya Melody (namakamu) kembali mengangguk “lagi badmood jangan
tanya tanya dulu” bisik Cassie pada Melody, “HAAH, (namakamu) lo kemana? Gue cariin
juga dibawah, malah ngarem disini” ledek Iqbaal sambil menghampiri (namakamu)
“Baal, (namakamu) lagi badmood, jangan ganggu daripada lo diterkam” ledek Aldy,
Iqbaal mengasih kode pada Steffi agar Steffi berdiri dari tempat duduknya, kini
Iqbaal duduk tepat disamping (namakamu) “(namakamu), lo ngambek sama gue?
Kenapa? Gara-gara gue suruh bawa motor? Iya? (namakamu) motor itu butuh
pemanasan, motor lo kan jarang dipakai, bahkan gapernah kan? Gue tau dari
Karel.” Ucap Iqbaal seraya tersenyum “gue gamarah Baal, gue Cuma kesel sama lo,
lo tadi kemana pas ada Kak Ayana?” tanya (namakamu) sambil melipat jaketnya dan
menaruh dikolong meja “gue naro jaket gue” alibi Iqbaal, padahal Iqbaal tau
bahwa tadi Ayana akan menanyakan megapa bawa motor dan pasti (namakamu) akan
menunjuk Iqbaal, “ahahaaha, yaudah maafin gue ya (namakamu) cantikk” ucap
Iqbaal mengacak acak lembut rambut (namakamu), semua terkekeh melihat tingkah
Iqbaal terhadap (namakamu), Kiky meraba kening Iqbaal “ga sakit kok” “ishh
apaan sih Ky” Iqbaal menaruh tas dibangkunya “(namakamu), lo ga apa-apa kan?”
tanya Steffi heran, (namakamu) menggeleng dan
tersenyum pertanda moodnya sudah membaik
----
Bell istirahat sudah
berbunyi, Aldy, Kiky,Steffi,Cassie, Melody, dan Iqbaal sudah beranjak dari
tempat duduknya ke arah pintu kelas, tetapi (namakamu) memilih untuk diam dan
tidak pergi kekantin seperti yang lainnya, Iqbaal menoleh ke arah (namakamu)
dan menghampirinya “ck! (namakamu) ayo ke kantin, lo kan belum makan” Iqbaal
berdiri repat disamping (namakamu) “gue kenyang Baal, kalian kebawah aja. Gue
disini sendirian gapapa kok” ucapnya seraya tersenyum “alah, lo bohong. Lo
belum makan, ayo kebawah (namakamu)” paksa Iqbaal, (namakamu) pasrah, dan mengikuti
ajakan Iqbaal
----
#note: Bastian ceritanya
pindah sekolah ya, mereka semua tau kecuali (namakamu), Melody, Iqbaal
----
Mereka bertujuh tengah
asik menyantap makanan yang Kiky pesan
“hmm, (namakamu) lo tau
ga lo itu kaya apa?” gombal Iqbaal, (namakamu) hanya mengangkat bahunya dan
menggeleng
“kayaa bidadari jatuh
dari surga” ucap Iqbaal semabari memamerkan jajaran giginya yang dilapisi oleh
behel. (namakamu) yang mendapat gombalan tersebut hanya dapat tersenyum malu
“ciee Iqbaal” ucap Steffi, Melody, Cassie, Kiky, dan Aldy nyaris bersamaan
----
Bell
pulang sudah berbunyi, siswa/i sudah keluar kelas satu persatu tapi tidak
dengan ketujuh manusia ini, mereka masih sibuk mengemasi alat tulisnya
“(namakamu), bareng yah. Karel minta gue buat bareng sama lo selama lo bawa
motor” Iqbaal sudah berdiri didepan pintu kelas “iya Baal” jawabnya seraya
tersenyum, “oh iya, nanti sore dateng ya ke acara ulangtahun temen gue. Dia
minta gue buat ngajak temen baru gue,
kita ketemuan aja ya di cafe cengcorang. Jam 17.00 WIB, jangan telat ya. Dandan
yang cakep” Iqbaal menggenggam erat tangan (namakamu), namun (namakamu) tidak
memberontak sama sekali
Mereka
telah sampai diparkiran motor “(namakamu), lo mau langsung pulang? Gue, Cassie,
sama Melody mau cari baju buat acara temennya Iqbaal nanti” tanya Steffi pada
(namakamu) yang mulai memakai helmnya “gue mau pulang, tapi dia tuh, gimana?”
balas (namakamu) sembari menunjuk Iqbaal “yaudah gue ikut lo lah” balas Iqbaal
“yaudah Iqbaal ikut aja” ajak Melody “yaudah gue sama Kiky pulang ya” ucap
Aldy, semua mengangguk
----
Mereka
berlima sudah sampai disalah satu pusat perbelanjaan
“ke butik
langganan gue aja dulu Cass” ajak (namakamu), mereka hanya mengangguk “gue ga
dibeliin dong (namakamu)?” tanya Iqbaal dengan wajah polosnya “lo belanja aja
sendiri, nanti ketemuan di foodcourt aja Baal” tawar Cassie, “lo bertiga aja
gih, gue sama (namakamu) berdua, yayaya” ucap Iqbaal seraya merangkul
(namakamu) “tapi Baal?” (namakamu) ragu dengan ajakan Iqbaal “yaudah Baal, kalo
lo mau kaya gitu gapapa, gue bertiga aja juga gapapa, nanti ketemuan di foodcourt
aja ya” Steffi menyetujui ajakan Iqbaal, Iqbaal mengangguk dan menarik lengan
(namakamu)
“mau
kemana dulu Baal?” tanya (namakamu), “ke
toko lo dulu deh ya, biasanya kan kalo cewe nyarinya suka lama tuh, dua
sampai tiga jam” ledek Iqbaal, (namakamu) hanya berdengus sebal “nah, itu aja
tuh, kita ke toko itu aja ya” tawar Iqbaal, (namakamu) hanya mengikuti langkah
kemana Iqbaal mengajaknya
Iqbaal
dan (namakamu) memasuki salah satu butik, Iqbaal sibuk memilih dress yang bagus
untuk (namakamu), sedangkan (namakamu) dari tadi hanya keluar masuk kamar pass
“cape gue Baal” desis (namakamu) “sekali lagi (namakamu), nah iya yangg ini aja ya, cantik” Iqbaal menunjuk
dress yang sedang (namakamu) kenakan, sebuah drees selutut berwarna hijau tosca
bagian leher dan tangan jungkis berbalut kain brukat, dibagian pinggang sampai
lutut dibalut dengan kain sifon dengan lapisan brukat diluarnya berwarna peach
nampak terlihat manis jika (namakamu) mengenakannya, tau kan? Gatau bayangin
sendiri aja kaya gimana. Gue aja ga tau setelah mencari dress untuk (namakamu),
(namakamu) mengajak Iqbaal ke tempat dimana Karel sering belanja di distro
tersebut “ini toko Karel, dia sering beli baju disini, gue cariin ya” tawar
(namakamu) seraya tersenyum, Iqbaal mengangguk sembari membuka-buka display
yang tersedia di distro tersebut “ini Baal coba” ucap (namakamu) sambil menaruh
baju tersebut di depan dada Iqbaal, Iqbaal mengangguk,
Beberapa
menit kemudian
Iqbaal
keluar dengan menggunakan kemeja berwarna putih bercorak hijau dan biru dongker
berlengan panjang ‘ganteng’
“gimana?”
tanya Iqbaal “yaudah ini aja ya Baal” “yaudah”
Iqbaal
dan (namakamu) sudah selesai mencari baju untuk nanti sore, mereka segera
menuju ke foodcourt disana sudah ada Steffi, Cassie, dan Melody
“eh
gimana? Dapat?” tanya Steffi pada Iqbaal dan (namakamu), mereka berdua
mengangguk, menghabiskan makanan yang sudah dipesan oleh Melody
----
“Rel, gue
jam 17.00 di undang Iqbaal ke acara ulangtahun temennya, boleh ya?” tanya pada
Karel yang sedang sibuk memainkan ponselnya “iya”
----
Pukul
17.00 WIB
‘TINN..TINNN’
Suara
kalckson motor dari bawah sudah terdengar, ‘pasti Iqbaal’ tak lama ponsel
(namakamu) bergetar pertanda ada pesan singkat masuk
--------------------------------------------------------
From:
Iqbaal
Gue udah
dibawah, cepetan ya
--------------------------------------------------------
Dengan
cepat (namakamu) menuruni anak tangga rumahnya, terlihat Karel sedang berdiri
di depan pintu dan menoleh ke dalam untuk memanggil (namakamu), namun
(namakamu) sudah ada dibawah
“cantik
banget ade gue” puji Karel, (namakamu) hanya tersenyum mendapat pujian dari
Karel
‘(namakamu)
cantik banget. Sumpah’ Iqbaal terpesona melihat penampilan (namakamu) sekarang,
menggunakan dress yang dipilihnya tadi siang, dengan sepatu sneakers wedges
berwarna putih peach mempermanis dandananya sore ini, rambut yang dibiarkan
tergerai, tas kecil yang ditaruh di pundaknya ‘sempurna’ ucap Iqbaal dalam hati
“yaudah yuk”
Mereka
bertujuh sudah sampai dicafe cengcorang dan segera menuju rumah teman Iqbaal
----
Mereka
bertujuh telah sampai disalah satu perumahan elite di kawasan Jakarta Timur
“hey bro, ini temen gue sesuai pesenan lo. Kenalin ini (namakamu), Steffi,
Cassie, Aldy, dan ini Kiky orang paling bijaksana, mereka semua baik banget
sama gue sama Melmel (melody) waktu gue masuk sekolah mereka langsung nyapa gue
sama Melmel, baikk banget, Cuma waktu gue pertama kali masuk sekolah mereka
(namakamu) ga masuk, dan ternyata dia cewe yang waktu itu ga sengaja gue tabrak
di taman” ucap Iqbaal panjang lebar “Aldy” ucap Aldy menyodorkan tangannya
“Dinar” “(namakamu)” ucap (namakamu) mengikuti Aldy dan seterusnya
‘namanya
(namakamu), cantik anaknya, simple, type cewe gue banget, gue suka dia’ ucap
Dinar dalam hati
“Baal,
gue risih, banyak banget yang liatin gue kaya gini” bisik (namakamu) dan menarik
lengan Iqbaal “itu tandanya lo cantik, jadi banyak yang liatin lo kaya gitu”
balas Iqbaal sambil terkekeh
----
Acara
telah usai mereka bertujuh sudah pulang, tapi tidak dengan Iqbaal dan
(namakamu)
“Baal,
mau kemana? Ini bukan jalan rumah gue loh” tanya (namakamu) “emang bukan jalan
kerumah lo, emang siapa bilang kita mau pulang?” jawab Iqbaal dengan santai
----
Mereka
berdua telah sampai di sebuah danau yang sangat sepi
“mau
ngapain Baal?” “mau kesini aja, disini kita bisa dapat ketenangan, kesunyian,
kedamaian. Jarangkan kita dapat ini semua?” (namakamu) mengangguk, kedua insan
ini duduk di hamparan permadani hijau nan luas ini “auu, shh” (namakamu)
meringis memegangi kepalanya “(namakamu) lo kenapa? Lo-lo sakit? Mau pulang
aja? Yaudah yuk pulang” Iqbaal merangkul (namakamu) menuju motor, namun saat
ingin berdiri tubuh (namakamu) lunglai (namakamu) pingsan, dengan cepat Iqbaal
mengambil ponsel (namakamu) dan mencari contact Karel di phonebooknya
Via
telepon
“hallo..”
“hallo
Rel, i-ini gue Iqbaal, (namakamu) Rel, (namakamu)”
“(namakamu)
kenapa Baal?”
“ping-pingsan
Rel”
“hah? Kok
bisa?
“gu-gue
ga tau Rel”
“ya-yaudah,
posisi lo dimana? Gue kesana sekarang”
“di danau
Situlembang Rel”
Telepon
terputus
“(namakamu),
sabar ya. Karel lagi menuju kesini, kuat ya (namakamu)”
Tak lama
kemudian Karel datang bersama ambulance, (namakamu) dibawa ke rumah sakit
Siloam
“Baal,
jelasin sama gue. Kenapa (namakamu) bisa kaya gini? Jelasin Baal” paksa Karel
“gue ga tau Rel, tadi gue sama (namakamu) di danau Cuma ngomong tentang
ketenangan, kedamaian, eh tiba-tiba (namakamu) meringis megang kepalanya, terus
gue ajak pulang eh baru diri dia udah pingsan Rel” ucap Iqbaal panjang lebar
‘jangan sekarang tuhan jangan sekarang” ucap Karel memegangi keningnya dengan
kedua tangannya “Rel, cerita sama gue, sebenernya (namakamu) kenapa?” tanya
Iqbaal dengan nada yang sangat khawatir, “gue juga ga tau Baal. Tapi dia sering
ngeluh ke gue kalo kepalanya pusing, udah gitu di kalo pusing muntah-muntah,
bahkan dulu dia sempat ga masuk sekolah beberapa hari karena pendengaran,
penglihatannnya terganggu”
‘CLEK’
---BERSAMBUNG---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar