Selasa, 11 Februari 2014

^PATIENCE^



-----part 1-----


Di siang hari, terdapat dua orang makhluk berbeda jenis yang sedang duduk di salah satu bangku taman yang terletak di tengah-tengah salah satu perumahan. Kedua insan berbeda jenis ini  saling bertatap muka, sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting #apaansih
----
“(namakamu), aku udah suka sama kamu dari awal kiita sekelas, aku udah jatuh hati sama kamu. (namakamu) mau ga kamu jadi pacar aku ? aku janji ga akan nyakitin kamu.” Ucap seorang pria berambut kribo bernamma Bastian.
Yep, ternyata laki laki tersebut bernama Bastian Bintang Simbolon, dan perempuan yang sedang bersamanya bernama (nama panjang kamu)
Dua orang pelajar SMA yang sudah saling menaruh hati. Bastian menyukai (namakamu0 sejak pertama bertemu dengannya di kelas X SMA, begitupun dengan (namakamu).
“i-iya Bas, a-aku terima kamu. Sebenarnya aku udah lama suka sama kamu.” (namakamu) menerima permintaan Bastian untuk menjadikannya kekasih. “makasih ya, aku sayng kamu. Jangan sakitin aku ya.” Ucap (namakamu) pada Bastian, karna (namakamu) tahu, bahwa Bastian adalah cowo playboy yang sering nyakitin hati cewe satu sekolahan. “iya (namakamu) sayang, aku janji ga akan nyakitin kamu. Aku sayang sama kamu pake banget.” Ucap Bastian genit.
“yaudah pulang yuk, udah mau sore nih.” Ajak Bastian pada (namakamu). (namakamu) hanya mengangguk.
----
Mereka berdua telah sampai di salah satu rumah yang letaknya tak jauh dari taman tersebut.
“makasih ya Bas,”
‘eh. Maksudnya sayang” ucap (namakamu) pada Bastian sambil tertawa kecil. “ iya, sama-sama sayang ku..” ucap Bastian sambil mengacak lembut rambut (namakamu)
“cuci tangan, cuci kaki, makan, yaa.” Ucap Bastian sangat perhatian. (namakamu) hanya mengangguk.
----
Matahari tealh berganti bulan, malam ini hanya ada bulan yang menemaninya di balkon kamar.
“(namakamu)”
Suara yang sangat familiar terdengar memanggil namanya, yap itu adalah Karel, kakak laki laki yang sangat menyayangi (namakamu). “ iya apa Rel?” (namakamu) menjawab sapaan Karel, walau tatapannya tetap tertuju pada llayar ponselnya.
‘gue denger, lo sama Bastian jadian ya tadi sore?” tanya Karel, ia mengetahui itu karna tadi ia tak sengaja melihat Bastian dan (namakamu) sedang berduaan di taman. “ i-iya Rel.” Jawab (namakamu) gelagapan, ia tahu, kalau ia menyeritakan statusnya dengan Bastian, pasti Karel sangat tidak suka. Karna Karel  tahu Bastian adalah cowo playboy yang suka nyakitin hat cewe.” Lo ga ingat pesan gue (namakamu)? Gue udah pernah bilang sama lo Bastian itu playboy, dia udah sering nyakitin hati cewe, lo mau di sakitin sama dia juga?” Karel menanyakan itu karna ia tidak mau adiknya menjadi korban cintanya Bastian, “ tapi. Tapi katanya dia tulus Rel sama gue, sayang sama gue Rel.” Jawab (namakamu) dan menatap Karel sekilas. “ aduh (namakamu), lo kaya gatau anak jaman sekarang aja sih, palingan dia Cuma omong doang, ‘OMDO’ gitu kaya orang orang apaan tau.” Karel meyakinkan (namakamu). Namun (namakamu) hanya membalasnya dengan senyuman, ‘ kalo yang di ucapin Karel itu benar gimana ya? Bastian kan playboy, kalo gue jadi korban cintanya dia gimana?? Arghhh!!’ gumamnya dalam hati sembari menggarku-garukan kepalanya yang tidak gatal.
----
Hari pun telah pagi, gadis ini sedang merapihkan rambutnya, memoleskan sedikit bedak dan lipgloss pada wajahnya yang cantik, dan mulus ini. (namakamu) pun menuruni satu per satu anak tangga rumahnya, kini di ruang makan sudah ada Karel yang sedang menyantap sarapan paginya. “ makan sini cepetan, nanti keburu telat.” Ajak Karel (namakamu) hanya mengangguk.
Mereka berdua telah usai menyantap sarapan paginya, “ udah siap? Yuk berangkat.” Ajak Karel sambil merangkul adiknya, dan membawanya kedalam mobil.
‘HENING’ yang ada didalam mobil saat ini.
“(namakamu).” Karel memecahkan keheningan yang sedari tadi menghisai dalam mobilnya, “ hmm? “ balas (namakamu) hanya berdeham, “ Bastian kenapa ga jemput lo? Lo kan udah jadian. Seharusnya yang nganterin lo kesekolah kan dia.” Karel bertanya tetapi tatapannya tetap fokus pada jalan raya.”gue gatau” jawabnya singkat, jelas, dan padat, Karel hanya memutar matanya.
----
Meraka telah sampai di pekarangan sekolah, (namakamu) mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut sekolah.
Karel dan (namakamu) ber jalan berdampingan menusuri koridor sekolah, dengan posisi Karel yang merangkul pundak (namakamu), mereka berdua menaiki anak tangga menuju lantai dua. Tanpa disadari Karel dan (namakamu) telah sampai  pada depan pintu kelas (namakamu)
“belajar yang  bener yah, jangan pacaran terus yang dipikirin.”  Ucap Karel sembari mengelus puncak kepala (namakamu), (namakamu) hanya membalasnya dengan senyuman.
“pagii.” (namakamu) menyapa Steffi, dan Cassie sahabatnya, “pagi juga (namakamu)” balas Steffi dan Cassie nyaris bersamaan. “ kok yang disini ga di sapa sihh?” Tanya Bastian sambil menoel dagu (namakamu), namun nihil. (namakamu) hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
          Bell masuk pun berbunyi, (namakamu) mengeluarkan buku Bahasa Indonesianya dan peralatan menulisnya.
----
Bell istirahat pun berbunyi, setelah 3 jam pelajaran yang cukup membuat suntuk akhirnya terbebas juga.
“kekantin yuk.” Ajak Cassie kepada 5 sahabatnya yang sedang merapikan alat tulisnya, “ iya tunggu Cass,” jawab Steffi.  (namakamu) hanya sibuk memainkan ponselnya, karena ia merasa dirinya di cuekin, “ heyy! Ayo ke kantin, ngapain masih disini aja. Emang ga lapar apa kamu?” Tanya Bastian pada (namakamu) yang sedari tadi hanya menatapnya dengan alis yang berkerut.
----
Mereka ber 6 telah sampai di kantin, dan menempati tempat duduk paling pojok di kantin sehingga mereka dapat leluasa melihat pengunjung kantin yang berlalu lalang. Mereka tengah menyantap kentang  goreng satu piring berramai-ramai. Mereka asik bercanda ria hingga bell masuk pun berbunyi.
----
Bell berdering empat kali pertanda kegiatan belajar mengajar telah selesai.
“baiklah anak-anak, kita akhiri pertemuan kita sampai hari ini. Silahkan kalian lanjutkan tugas kelompok kalian di rumah. Tugas dikumpulkan paling lambat hari kamis. Baiklah sekian pertemuan kita hari ini.” Guru pun meninggalkan kelas, siswa/i telah berhamburan keluar kelas,” kerja kelompoknya di rumah (namakamu) ajah yaa. Kalo di rumah gue kasian lo-lo pada kejauhan.”  Ajak Kiky karena mengingat rumahnya yang sangat jauh membuatnya kasihan terhadap teman-temannya apabila harus kerumahnya, “ yaudah dirumah (namakamu) aja. Lagian kan kita semua udah PW kerja kelompok dirumah (namakamu)” Steffi menyetujui ajakan Kiky, karena memang biasanya saat ada tugas kelompok, selalu rumah (namakamu) yang menjadi sasaran, Bastian,  Cassie, dan Aldy hanya mengangguk pertanda menyetujuinya. Mereka semua menuju rumah (namakamu) menggunakan kendaraannya masing-masing kecuali Cassie, dan Steffi, mereka ikut (namakamu) menggunakan mobil yang Karel bawa.
----
Mereka ber6 sudah sampai di rumah (namakamu), namun bukannya mengerjakan tugas kelompok tersebut mereka malah asik bercanda kecuali Kiky dan (namakamu)
“yah, minumannya abis nih.” Gerutu Bastian, yap itu adalah kode agar (namakamu) mengizinkannya untuk mengambil minuman kaleng ‘lagi’, namun saat Bastian ingin beranjak pergi ke dapur tiba tiba

‘CLEK’
Pintu rumah terbuka, tampak seorang gadis berponi tebal, bedak yang terlalu tebal, lipgloss yang berlebihan, rambut panjang yang tergerai panjang serta rambut yang ‘sedikit’ di warnai berwarna ‘dark purple’ pakaian yang cukup ‘ketat dan PENDEK’ membuat Bastian membuka mulutnya sangat ‘LEBAR’
“Bella, ngapain lo kesiini?” tanya Karel yang baru saja turun dari anak tangga terakhir, “ gue mau main aja kesini, ga boleh ya Rel?” balas Bella dengan senyuman yang ‘lumayan’manis, “ini siapa ya? Kok sok cantik banget sih. Ilfeel ih gue liat mereka berdua” ucap Bella sambil menunjuk Steffi dan Cassie, Karel memutar matanya, penyakit Bella kini mulai kambuh, yaitu sering menyindir orang lain yang ia rasa sangat ‘sok cantik’ padahal yang terlihat ‘genit/sok cantik’ adalah Bella, bukan Steffi dan Cassie, “temen gue Bell, lo ga usah sok cantik deh, yang ada gue yang ilfeel sama lo. Mau kerumah saudara aja dandanannya kaya mau ke diskotik!” ucap (namakamu) kesal “tau tuh ih!! Geli gue, yang ada lo tuhh yang SOK CANTIK” ucap Steffi kesal, tak terima dirinya di katakan ‘sok cantik’. Bella hanya bersidekap dada dan menghentakan kakinya ke lantai “ ihh, lucu banget sih rambutnyaa, iini ini aduhh apalagi ini, manis banget sih senyumannya, kalo yang ini sih. Dih OGAH banget gue sama yang ini” ucap Bella memainkan rambut Bastian, menoel dagu Aldy, dan menudingkan jarinya tepat di depan muka Kiky. “ ishh, apaan sih lo Bell, gangguin ade-ade gue aja lo! Pulang sana! Hapus tuh make up lo yang berlebihan!! Menor banget kaya TANTE TANTE JANDA YANG MANGKAL DI DISKOTIK” ucap Karel sambil merangkul Kiky yang wajahnya menunduk karena malu “ga usah malu ky” bisik Karel tepat di telinga Kiky. Bella menghentakan kakinya kesal. “ ihh gitu banget sama saudara-_-“ Bella kesal karna setiap dia bekunjung ke rumah Karel selalu saja di ejek ejek, ‘gila, cantik banget tuh cewe, Bella? Ohh ya namanya Bella.’ Ucap Bastian dalam hatinya, sepertinya Bastian menyukai Bella, dasar laki laki sinting-_-
----
Malam harinya, (namakamu) sedang sibuk smsan dengan Bastian ‘pacarnya’. Isi pesan tersebut adalah
------------------------------------------------------------
From: Bastian
Malam bidadari cantik ku;*
To: Bastian
Malam jugaJ
From: Bastian
Lagi apa bidadari cantik ku?:)
To: Bastian
Lagi nonton ajah, kamu?
Bastian tak membalas SMS dari (namakamu), (namakamu) berfikir bahwa Bastian sudah tertidur
------------------------------------------------------------
Bulan telah bertukar posisi pada matahari. Terlihat gadis cantik yang tingginya berkisaran 160 cm sedang membenahi rambutnya tepat didepan cermin, sesekali memoleskan bedak tipis ke wajahnya dan memakai lipgloss natural ke bibirnya yang mungli ini
“pagii adek gue yang cantik” ucap Karel memasuki kamar (namakamu)
“ehh, pagi jugaa kakak gue yang.. emmm” ucap (namakamu) kaget sembari mengetukan jari telunjuknya pada dagu “ yang GANTENG” ucap Karel sembari merangkul pundak (namakmu)
“sarapan yuk, nanti takut telat” ajak Karel, (namakamu) hanya mengangguk sambil berjalan menuju lantai bawah. Setelah mereka selesai sarapan pagi, mereka menuju ke mobil dan segera pergi kesekolah
----
Mereka menusuri koridor sekolah yang sudah ramai, seperti biasa, Karel merangkul (namakamu) dan itu sangat membuat (namakamu) nyaman berlama-lama dengan Karel.
Mereka telah sampai di depan kelas (namakamu) seperti biasa Karel selalu menyemangati (namakamu) dan (namakamu) hanya mengangguk dan tersenyum
----
Bell istirahat telah berbunyi. Mereka ber 6 di tambah lagi Karel yang akhir-akhir ini sering bergabung dengan (namakamu) dan teman temannya bertambah menjadi 7 orang.
‘HENING’
mereka sibuk memainkan ponselnnya masing-masing termasuk (namakamu)
‘Brak’
Karel menggebrak meja kantin dan hampir membuat ke-6 adik kelasnya tersentak kaget dan orang-orang yang berlalu lalang melewati meja mereka sempat menoleh
“KAREL!!” (namakamu) tersentak dan membentak Karel, “ hahaha, sorry sorry. Abisnya pada sibuk banget main hp sih, gue kan bosen” balas Karel yang semula cengengesan tiba-tiba menekuk wajahnya. “ lo juga kan mainan hp Rel? Masa bosen?” tanya Steffi mulai me’unlock’ ponselnya dan menaruhnya sembarang di atas meja kantin, Karel hanya membalas ucapan Steffi dengan memamerkan giginya yang tersusun sangat rapi
“haii” sapa Bella pada Karel dan yang lainnya, mereka mulai pura pura sibuk bercanda termasuk Karel, KECUALI Bastian, dia hanya diam mematung melihat kehadiran Bella
“h-h-haii juga Bell, eh ‘kak Bella’ “ balas Bastian sambil nyengir seperti kuda, mereka ber 6 kaget melihat tingkah laku Bastian yang menyapa sapaan BELLA. Apalagi (namakamu)  sangat bingung melihat tingkah lakuKEKASIHNYA
^^^BERSAMBUNG^^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar