AUTHOR : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE
----
Mereka berdua menempati
kursi yang selalu mereka isi
“mau ngapain?” tanya
Karel heran, “ batin gue bilang, kalo Bastian ada disini Rel, gue kangen
Bastian” suara (namakamu) mulai bergetar, Karel merangkul (namakamu), “ Rel,
i-itu Bastian kan?” terlihat beberapa meter dari tempat duduk mereka nampak
seseorang pria berambut kribo dan perempuan yang lebuh pendek darinya dengan
rambut panjang sepnggang bercat dark purple “ ikut gue Rel” (namakamu) berdiri
dan menarik lengan Karel
“Bas” gumam (namakamu)
Sontak Bastian dan Bella
menengok, Bella tersenyum tapi tidak dengan Bastian, “ ohhh haii eh (namakamu)
ini cow “ belum sempat menyelesaikan kalimatnya (namakamu) sudah menangis dan
membuat Bella bingung, “ ini cowo gue Bell” balas (namakamu) dengan suara yang
bergetar, “Bas, jelasin Bas. Jangan diem aja dong!!” Karel mulai emosi karena
Bastian dari tadi hanya terdiam dan menunduk “ (na-na-namakamu), maaf. A-aku ga
ada iat buat ngeduain kamu” ucap Bastian gelagapan “terus kalo lo ga niat
ngeduain gue apa maksud lo pacarin Bella? Apa maksud lo menghindar dari gue
selama tiga hari ini Bas? Apa?! Ga nyangka gue Bas! Lo kan tau Bas, Bella tuh
sepupu gue! Kenapa lo hancurin tali persaudaraan gue sama Bella?” kini tangis
(namakamu) mulai meledak, Karel langsung mempererat rangkulannya “ dan lo Bell,
gue ga nyangka yaa lo bisa nyakitin gue! GANYANGKA GUE BELL!! Jangan pernah lo
berdua hadir lagi di kehidupan gue! Dan lo Bell, gue ga akan anggap lo sebagai
SEPUPU gue lagi!! Bas, kita putus!! Cukup tau gue sama lo berdua” (namakamu)
kembali terisak “ sumpah lo berdua keterlaluan banget ya!! TEGA LO BUAT ADE GUE
NANGIS, lo Bas ga ada rasa malu nya lo yah, inget Bas (namakamu) sayang banget
sama lo, tapi lo ga balas semua kasih sayang dia ke elo! JANGAN GANGGU ADE GUE
LAGI!!” Karel menumpahkan semua emosinya “kita pulang, daripada disini terus
bikin lo makin sakit hati lo doang (namakamu)” Karel mengayunkan kakinya dan
meninggalkan taman yang penuh duka ini
Disepanjang perjalanan
(namakamu) masih sibuk terisak, namun Karel dapat menenangkannya
----
Bulan menggantikan posisi
matahari, malam ini bulan bersinar cukup terang seperti biasa (namakamu) duduk
di balkon kamarnya dan ‘melamun’
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka,
tampak 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki memasukin kamar (namakamu), dan
menghampirinya di balkon kamarnya
“(namakamu)” desis Aldy,
(namakamu) menoleh dan dengan cepat (namakamu) menghapus air matanya,
(namakamu) tersenyum melihat kehadiran Aldy, Steffi, Kak Ayana, dan Karel
“(namakamu) udah
sembuh?” tanya Kak Ayana ramah,
(namakamu) mengangguk “apaan udah sembuh, suruh makan aja gamau ya belum sembuh
lah (namakamu)” balas Karel yang berdiri di samping kiri (namakamu) dan
mengusap puncak kepala (namakamu) “makan yukk, gue bawa makanan kesukaan lo
nihh” ucap Steffi sambil menunjukan dua kantong yang berisi lima kotak chiken
katsu dan kantong plastik berikutnya iced caramel latte sambil nyengir,
(namakamu) tertawa “tau aja lagi mau iced caramel latte Steff” ucap Karel,
semua tertawa, dan itu dapat membuat (namakamu) lupa akan kejadian yang sedang
ia alami
“(namakamu), tau nggak,
kita punya dua temen baru loh, udah gitu dia sepupuan lagi” ucap Steffi
ngos—ngosan karena terlalu banyak tertawa, “oh
ya? Siapa namanya ? pindahan darimana?” balas (namakamu) sambil menyeruput
minumannya “ namanyaa Iqbaal sama Melody, pindahan dari SMP Cahaya Shakti”
balas Steffi sambil memainkan ponselnya, “ehemmm” (namakamu) pra-pura keselek,
padahal ingin menggoda Karel dan Ayana yang sibuk dengan aktifitas
‘foto-fotonya’ “ berdua aja, kita-kita ga di ajak nihh?” ucap (namakamu dan
bersidekap dada, Karel dan Ayana menoleh
mengernyitkan alisnya “ mau ikutan? Sini-sini “ ajak Ayana. Mereka semua
menghabiskan malam itu dengan penuh canda dan tawa
----
Seorang gadis cantik sedang tangah memandang dirinya
didepan cermin rambut yang di kuncir setengah, bedak yang tipis, lipgloss yang
natural
Dengan cepat (namakamu)
menuruni anak tangga rumahnya, Karel sedang menyantap sarapan paginya,
“morninngg” sapa Karel “morning jugaa” balas (namakamu dengan senyuman manisnya
----
Mereka berdua telah
sampai di sekolah, dengan senyuman manisnya (namakamu) mengawali paginya
“pagii (namakamuuu)” sapa
Ayana dan mencubit pipi (namakamu) saat bertemu di koridor sekolah “pagii juga
kaka” balas (namakamu) dengan senyuman manisnya
“(namakamu)” sapa Steffi,
“iyaa” balas (namakamu) ramah, “ ini Iq” ucapan Steffi terhenti saat melihat
(namakamu) dan Iqbaal saling kaget karena satu kelas dan satu sekolah “ lo kan
yang waktu itu ketemu gue di” ucapan Iqbaal terhenti “iya gue yang di tamanyyang
waktu itu lo nabrak gue “ balas (namakamu) dengan wajah polosnya “kalian udah
saling kenal?” tanya Aldy “iya udah” Iqbaal dan (namakamu) balas secara
serempak,
----
‘KRINGG..KRRIINGG’
Bell istirahat berbunyi,
mereka ber tujuh menuju kantin dan lagi-lagi tanpa Bastian
“ini yang namanya (namakamu)
ya? Yang kemarin kalian ceritain?” tanya Melody sambil menyeruput ice lemon tea
nya, Steffi mengangguk “ namanya cantik, tapi jalan aja nabrak” Iqbaal
memasukan beberapa kentang goreng kedalam mulutnya
‘Tuk’
Satu kentang goreng mendarat
mulus di kening Iqbaal “ diem lo! Gue tuh ga nabrak lo, jelas-jelas lo yang
jalannya kecepetan jadi nabrak sana nabrak sini” balas (namakamu) tak kalah
sewotnya semua hanya menahan tawanya
----
Bell pulang berbunyi
Mereka ber tujuh masih
berada didalam kelas, sibuk dengan aktifitasnya masing-masing
“(namakamu), gue hari ini
ada tugas kelompok, ga bisa pulang bareng lo” Karel tiba-tiba saja memasuki
kelas (namakamu) “ gue pulang sama siapa? Kerja kelompoknya dirumah aja yaa,
yayaya please” (namakamu) memohon agar ia dapat pulang bersama Karel “ emang
(namakamu) rumahnya dimana? “ tanya Melody ramah “diperumahan Apple Green Mel”
jawab (namakamu) sambil memasukan earphone kedalam telinganya “sama Iqbaal aja,
dia satu perumahan sama kamu (namakamu)” Iqbaal yang semula sedang sibuk
berbicara kepada Steffi tiba-tiba berhenti dan menatap Melody dengan tatapan
‘pembunuh’ “why?” Melody membalas tatapan Iqbaal dengan tatapan yang lebih
sangar, Iqbaal menggeleng ‘gue pulang sama (namakamu)? Oh my GOD, mimpi apa gue
semalam?’ gumam Iqbaal dalam hatinya “yaudah sama itu aja, siapa tuh namanya ?”
ucap Karel sembari menunjuk Iqbaal “ Iqbaal Rel” tukas Kiky “nah yuadah sama
Iqbaal aja, kan searah tuh. Yaudah gue duluan yaa, bye” Karel meninggalkan
(namakamu) dan yang lainnya sambil menarik lengan Ayana.” Yaudah yuk pulang.
Udah mendung nih “ ajak Kiky “tapi” ucapan (namakamu) tepotong saat Steffi dan
yang lainnya meninggalkan (namakamu) sendirian didalam kelas “gue gamau pulang
bareng diaaa!!” ucap (namakamu) dan Iqbaal secara berbarengan, semua tersentak
dan menoleh ke belakang tepat disana ada Iqbaal dan (namakamu) “ishh, ngikutin
gue aja lo ngomongnya sama!” (namakamu) berdecak llidah sebal “ihh, emang siapa
juga yang mau ngikutin lo. Ihh ga usah ke geeran deh yaa jadi cewe” Iqbaal
membalas ucapan (namakamu) dengan tangan yang dilipat didepan dada apaan tuh
namanya??
----
Mereka bertujuh sudah
sampai di parkiran tepat dimana Aldy, Kiky, Steffi, Melody, dan Iqbaal
memarkirkan kendaraan mereka, sebenarnya (namakamu) punya kendaraan sendiri,
tetapi Karel tidak mengizinkan adiknya membawanya sendiri, padahal (namakamu)
sudah memilik SIM “yuk pulang” ajak Steffi yang sudah mulai memanaskan mobilnya
di ikuti oleh Melody, Aldy dan Kiky mulai menstater motornya tapi tidak dengan
Iqbbal dan (namakamu), mereka berdua
masih diam mematung “HEY, ayo pulang. Mau sampe kapan disini terus?
Sampe jamuran?” tanya Steffi dan membuat Iqbaal dan (namakamu) tersentak
----
Iqbaal dan (namakamu)
telah sampai didepan perumahan mereka “ rumah lo cluster apaan? Nomor berapa?”
tanya Iqbaal dengan suara yang agak keras karena tertutup helm “Ossaka 21”
----
Mereka berdua telah
sampai didepan pintu pagar sebuah rumah minimalis “makasih” ucap (namakamu)
dengan singkat “mau masuk dulu nggak?” terlihat bodoh memang pertanyaan
(namakamu) , jelas saja Iqbaal pasti akan menolaknya namun dugaan (namakamu)
salah ternyata Iqbaal menyetujui ajakan (namakamu) “boleh” ucap Iqbaal sambil
menyunggingkan satu senyuman manis, (namakamu) membuka pintu pagar seperti kode
agar Iqbaal memasukan motornya kedalam
----
“lo Cuma berdua doang
disini?” tannya Iqbaal sambil menaruh tasnya pada sofa dan duduk disamping
(namakamu) “ enggak, ada pembatu satu” jawab (namakamu) disertai senyuman
‘manis,cantik,tapi sayang jutek’ “ohh, terus nyokap bokap lo mana?” Iqbaal
menanyakan pertanyaan yang paling (namakamu) hindarkan “nyokap gue lagi tugas
di luar negeri, bokap gue pun sama” (namakamu) beerusaha tersenyum padahal ia
sangat meridukan kasih sayang kedua oranngtuanya, terlihat dari wajah
(namakamu) bahwa (namakamu) sangat merindukan kedua orangtuanya “m-ma-maaf yaa
(namakamu), ga seharusnya gue nanya ini
sama lo. Gue juga kaya lo kok, gue kurang dapat perhatian dari orangtua gue
karena yaa mereka yang sering pergi-pergi, tapi gue yakin mereka berdua juga
pasti kangen sama kita.” Fix ucapan Iqbaal mampu membuat satu senyuman manis
dibibir (namakamu) mengembang, tanpa disadari tangan Iqbaal merangkul
(namakamu) “makasih Baal, lo baik” tanpa (namakamu) sadari ucapan itu keluar
dari mulut (namakamu) tanpa diperintah, Iqbaal tersenyum “gue pulang ya, oh iya
bagi nomor hp lo boleh?” tanya Iqbaal sambil memakai tasnya, (namakamu)
menyebutkan nomor ponselnya dan Iqbaal mulai meninggalkan (namakamu) sendirian
dirumahnya
----
‘DRRRT...DRRRT’
Ponsel (namakamu)
berdering pertanda ada pesan singkat yang masuk
----------------------------------------------------
From: 0857*******
Hai (namakamu) J
To: 0857*******
Hai juga, ini siapa ya?
From: 0857*******
Ini gue Iqbaal, yang tadi
siang minta nomor loJ
---------------------------------------------------
(namakamu) yang
mengetahui bahwa yang mengirimnya pesan singkat adalah Iqbaal langsung kaget,
tidak percaya bahwa Iqbaal benar mengirimnya pesan singkat
‘CLEK’
Pintu kamar (namakamu)
terbuka, terlihat Karel sedang berdiri diambang pintu, Karel terkekeh melihat
adiknya yang sedang duduk di kursi belajarnya sambil senyum-senyum seperti
‘orang gila’ (namakamu) yang baru menyadari adanya Karel di dalam kamarnya
langsung men’unlock’ ponselnya
“ada Iqbaal dibawah”
Karel menghampiri (namakamu) yang masih sibuk merapikan rambutnya dengan
sela-sela jarinya “iya tunggu” balas (namakamu)
(namakamu) menuruni satu
persatu anak tangga rumahnnya, terlihat
seorang pria mengenakan kaos polo berwarna merah biru dengan celana pendek
selututnya sedang memainkan ponselnya, setibanya (namakamu) di samping Iqbaal,
Iqbaal langsung memaskan ponselnya kedalam saku celanya
“ada apa Baal? Kok
malam-malam kesini?” tanya (namakamu) heran, “mau ngajak lo jalan jalan, boleh
kan?” jawabnya seraya tersenyum manis
menatap wajah (namakamu), (namakamu) mengalihkan pandangannya menatap Karel,
meminta izin kepada Karel melalui kode tatapan, Karel mengangguk seraya
tersenyum, (namakamu) mengangguk menyetujui ajakan Iqbaal, “gue ganti baju dulu
ya” Iqbaal mengangguk (namakamu) menuju lantai dua kamarnya, “mau ngajak
(namakamu) kemana Baal?” tanya Karel sembari menghampiri Iqbaal, “ke taman deket
sini aja kok Kak” jawab Iqbaal ramah, Iqbaal sempat gugup berbicara dengan
Karel karena tatapan Karel yang sangat sangar-_- “gausah panggil gue kak,
panggil Karel aja Baal, Aldy,Kiky, Steffi, Cassie manggil gue Karel ga pake
kak, oke” Iqbaal mengangguk “oh iya Karel, b-boleh nggak besok (namakamu)
berangkat bawa motor dia sendiri? Kan sayang tuh motor dia nganggur gitu aja”
Iqbaal menatap Karel dengan tatapan yang sangat takut, Karel mengangguk “ tapi
lo ikutin dia ya” Iqbaal mengangguk, kini (namakamu) telah sampai tepat
disamping Karel, “gue berangkat Rel” (namakamu) dan Iqbaal keluar rumah dan
diluar (namakamu) bertanya kepada Iqbaal “mau kemana Baal?” “taman” jawabnya
singkat
----
Mereka berdua telah
sampai di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari rumah (namakamu) “mau
ngapain Baal malem-malem ngajakin gue kesini?” (namakamu) heran dengan tingkah
Iqbaal ‘tadi siang cuek banget sama gue, kok sekarang jadi baik gini sih?
Kesambet apaan nih orang?’ gumamnya dalam hati
‘HENING’
“(namakamu)”Iqbaal
menatap lembut (namakamu) ucapan Iqbaal mampu memecahkan keheningan, (namakamu)
hanya berdeham dan membalas tatapan Iqbaal “besok temenin gue ya ke acara ulangtahun temen gue, Kiky,
Steffi, Aldy, Cassie, Melody diundang kok” “besok ya? Jam berapa? Hmm, gue ga
janji ya Baal” (namakamu) tersenyum dan mengalihkan pandangannya “i-iya, oh iya
lo inget taman ini? Ini taman pertama kalinya kita ketemu kan? Gue ga sengaja
nabrak lo karena gue buru-buru banget ada janji sama cewe gue, tapi..” Iqbaal
menggantungkan kalimatnya “tapi kenapa Baal?” (namakamu) menoleh dan sedikit
menurunkan kepalanya agar dapat menatap Iqbaal “ tapi pas gue kasini ternyata
cewe gue..” lagi dan lagi Iqbaal menggantungkan kalimatnya”yaudah Baal, kalo
emang lo ga sanggup nyeritain, yaudah gapapa. Lo bisa nyeritain kapan aja, gue
siap jadi pendengar cerita setia lo” ucap (namakamu) seraya tersenyum “taman
ini juga punya kisah buat diri gue Baal, sehari setelah gue ketemu lo, cowo gue
kepergok berduaan sama sepupu gue sendiri dibibir danau itu, gue kecewa banget
Baal” (namakamu) menceritakan kejadian yang menimpanya di taman ini, suaranya
mulai bergetar, ternyata Iqbaal membawanya ketaman penuh cerita “m-maaf, gue ga
ada niat buat bikin lo nangis (namakamu)” Iqbaal merangkul (namakamu) dengan
lembut, tangan kanannya menyeka air mata (namakamu) yang dengan deras turun
dari mata indah gadis ini, (namakamu) tersenyum dan mengangguk “yaudah kita
pulang aja yuk, daripada ditaman ini yang kita berdua punya cerita, gamau
flashback kan? Yaudah yuk pulang” Iqbaal berdiri dan menuntun (namakamu)
---BERSAMBUNG---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar