Minggu, 16 Februari 2014

^PATIENCE^

---PART 4---

AUTHOR : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE



----
Mereka berdua menempati kursi yang selalu mereka isi
“mau ngapain?” tanya Karel heran, “ batin gue bilang, kalo Bastian ada disini Rel, gue kangen Bastian” suara (namakamu) mulai bergetar, Karel merangkul (namakamu), “ Rel, i-itu Bastian kan?” terlihat beberapa meter dari tempat duduk mereka nampak seseorang pria berambut kribo dan perempuan yang lebuh pendek darinya dengan rambut panjang sepnggang bercat dark purple “ ikut gue Rel” (namakamu) berdiri dan menarik lengan Karel
“Bas” gumam (namakamu)
Sontak Bastian dan Bella menengok, Bella tersenyum tapi tidak dengan Bastian, “ ohhh haii eh (namakamu) ini cow “ belum sempat menyelesaikan kalimatnya (namakamu) sudah menangis dan membuat Bella bingung, “ ini cowo gue Bell” balas (namakamu) dengan suara yang bergetar, “Bas, jelasin Bas. Jangan diem aja dong!!” Karel mulai emosi karena Bastian dari tadi hanya terdiam dan menunduk “ (na-na-namakamu), maaf. A-aku ga ada iat buat ngeduain kamu” ucap Bastian gelagapan “terus kalo lo ga niat ngeduain gue apa maksud lo pacarin Bella? Apa maksud lo menghindar dari gue selama tiga hari ini Bas? Apa?! Ga nyangka gue Bas! Lo kan tau Bas, Bella tuh sepupu gue! Kenapa lo hancurin tali persaudaraan gue sama Bella?” kini tangis (namakamu) mulai meledak, Karel langsung mempererat rangkulannya “ dan lo Bell, gue ga nyangka yaa lo bisa nyakitin gue! GANYANGKA GUE BELL!! Jangan pernah lo berdua hadir lagi di kehidupan gue! Dan lo Bell, gue ga akan anggap lo sebagai SEPUPU gue lagi!! Bas, kita putus!! Cukup tau gue sama lo berdua” (namakamu) kembali terisak “ sumpah lo berdua keterlaluan banget ya!! TEGA LO BUAT ADE GUE NANGIS, lo Bas ga ada rasa malu nya lo yah, inget Bas (namakamu) sayang banget sama lo, tapi lo ga balas semua kasih sayang dia ke elo! JANGAN GANGGU ADE GUE LAGI!!” Karel menumpahkan semua emosinya “kita pulang, daripada disini terus bikin lo makin sakit hati lo doang (namakamu)” Karel mengayunkan kakinya dan meninggalkan taman yang penuh duka ini
Disepanjang perjalanan (namakamu) masih sibuk terisak, namun Karel dapat menenangkannya
----
Bulan menggantikan posisi matahari, malam ini bulan bersinar cukup terang seperti biasa (namakamu) duduk di balkon kamarnya dan ‘melamun’
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka, tampak 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki memasukin kamar (namakamu), dan menghampirinya di balkon kamarnya
“(namakamu)” desis Aldy, (namakamu) menoleh dan dengan cepat (namakamu) menghapus air matanya, (namakamu) tersenyum melihat kehadiran Aldy, Steffi, Kak Ayana, dan Karel
“(namakamu) udah sembuh?”  tanya Kak Ayana ramah, (namakamu) mengangguk “apaan udah sembuh, suruh makan aja gamau ya belum sembuh lah (namakamu)” balas Karel yang berdiri di samping kiri (namakamu) dan mengusap puncak kepala (namakamu) “makan yukk, gue bawa makanan kesukaan lo nihh” ucap Steffi sambil menunjukan dua kantong yang berisi lima kotak chiken katsu dan kantong plastik berikutnya iced caramel latte sambil nyengir, (namakamu) tertawa “tau aja lagi mau iced caramel latte Steff” ucap Karel, semua tertawa, dan itu dapat membuat (namakamu) lupa akan kejadian yang sedang ia alami
“(namakamu), tau nggak, kita punya dua temen baru loh, udah gitu dia sepupuan lagi” ucap Steffi ngos—ngosan karena terlalu banyak tertawa, “oh  ya? Siapa namanya ? pindahan darimana?” balas (namakamu) sambil menyeruput minumannya “ namanyaa Iqbaal sama Melody, pindahan dari SMP Cahaya Shakti” balas Steffi sambil memainkan ponselnya, “ehemmm” (namakamu) pra-pura keselek, padahal ingin menggoda Karel dan Ayana yang sibuk dengan aktifitas ‘foto-fotonya’ “ berdua aja, kita-kita ga di ajak nihh?” ucap (namakamu dan bersidekap dada, Karel dan Ayana menoleh  mengernyitkan alisnya “ mau ikutan? Sini-sini “ ajak Ayana. Mereka semua menghabiskan malam itu dengan penuh canda dan tawa
----
Seorang  gadis cantik sedang tangah memandang dirinya didepan cermin rambut yang di kuncir setengah, bedak yang tipis, lipgloss yang natural
Dengan cepat (namakamu) menuruni anak tangga rumahnya, Karel sedang menyantap sarapan paginya, “morninngg” sapa Karel “morning jugaa” balas (namakamu dengan senyuman manisnya
----
Mereka berdua telah sampai di sekolah, dengan senyuman manisnya (namakamu) mengawali paginya
“pagii (namakamuuu)” sapa Ayana dan mencubit pipi (namakamu) saat bertemu di koridor sekolah “pagii juga kaka” balas (namakamu) dengan senyuman manisnya
“(namakamu)” sapa Steffi, “iyaa” balas (namakamu) ramah, “ ini Iq” ucapan Steffi terhenti saat melihat (namakamu) dan Iqbaal saling kaget karena satu kelas dan satu sekolah “ lo kan yang waktu itu ketemu gue di” ucapan Iqbaal terhenti “iya gue yang di tamanyyang waktu itu lo nabrak gue “ balas (namakamu) dengan wajah polosnya “kalian udah saling kenal?” tanya Aldy “iya udah” Iqbaal dan (namakamu) balas secara serempak,
----
‘KRINGG..KRRIINGG’
Bell istirahat berbunyi, mereka ber tujuh menuju kantin dan lagi-lagi tanpa Bastian
“ini yang namanya (namakamu) ya? Yang kemarin kalian ceritain?” tanya Melody sambil menyeruput ice lemon tea nya, Steffi mengangguk “ namanya cantik, tapi jalan aja nabrak” Iqbaal memasukan beberapa kentang goreng kedalam mulutnya
‘Tuk’
Satu kentang goreng mendarat mulus di kening Iqbaal “ diem lo! Gue tuh ga nabrak lo, jelas-jelas lo yang jalannya kecepetan jadi nabrak sana nabrak sini” balas (namakamu) tak kalah sewotnya semua hanya menahan tawanya
----
Bell pulang berbunyi
Mereka ber tujuh masih berada didalam kelas, sibuk dengan aktifitasnya masing-masing
“(namakamu), gue hari ini ada tugas kelompok, ga bisa pulang bareng lo” Karel tiba-tiba saja memasuki kelas (namakamu) “ gue pulang sama siapa? Kerja kelompoknya dirumah aja yaa, yayaya please” (namakamu) memohon agar ia dapat pulang bersama Karel “ emang (namakamu) rumahnya dimana? “ tanya Melody ramah “diperumahan Apple Green Mel” jawab (namakamu) sambil memasukan earphone kedalam telinganya “sama Iqbaal aja, dia satu perumahan sama kamu (namakamu)” Iqbaal yang semula sedang sibuk berbicara kepada Steffi tiba-tiba berhenti dan menatap Melody dengan tatapan ‘pembunuh’ “why?” Melody membalas tatapan Iqbaal dengan tatapan yang lebih sangar, Iqbaal menggeleng ‘gue pulang sama (namakamu)? Oh my GOD, mimpi apa gue semalam?’ gumam Iqbaal dalam hatinya “yaudah sama itu aja, siapa tuh namanya ?” ucap Karel sembari menunjuk Iqbaal “ Iqbaal Rel” tukas Kiky “nah yuadah sama Iqbaal aja, kan searah tuh. Yaudah gue duluan yaa, bye” Karel meninggalkan (namakamu) dan yang lainnya sambil menarik lengan Ayana.” Yaudah yuk pulang. Udah mendung nih “ ajak Kiky “tapi” ucapan (namakamu) tepotong saat Steffi dan yang lainnya meninggalkan (namakamu) sendirian didalam kelas “gue gamau pulang bareng diaaa!!” ucap (namakamu) dan Iqbaal secara berbarengan, semua tersentak dan menoleh ke belakang tepat disana ada Iqbaal dan (namakamu) “ishh, ngikutin gue aja lo ngomongnya sama!” (namakamu) berdecak llidah sebal “ihh, emang siapa juga yang mau ngikutin lo. Ihh ga usah ke geeran deh yaa jadi cewe” Iqbaal membalas ucapan (namakamu) dengan tangan yang dilipat didepan dada apaan tuh namanya??
----
Mereka bertujuh sudah sampai di parkiran tepat dimana Aldy, Kiky, Steffi, Melody, dan Iqbaal memarkirkan kendaraan mereka, sebenarnya (namakamu) punya kendaraan sendiri, tetapi Karel tidak mengizinkan adiknya membawanya sendiri, padahal (namakamu) sudah memilik SIM “yuk pulang” ajak Steffi yang sudah mulai memanaskan mobilnya di ikuti oleh Melody, Aldy dan Kiky mulai menstater motornya tapi tidak dengan Iqbbal dan (namakamu), mereka berdua  masih diam mematung “HEY, ayo pulang. Mau sampe kapan disini terus? Sampe jamuran?” tanya Steffi dan membuat Iqbaal dan (namakamu) tersentak
----
Iqbaal dan (namakamu) telah sampai didepan perumahan mereka “ rumah lo cluster apaan? Nomor berapa?” tanya Iqbaal dengan suara yang agak keras karena tertutup helm “Ossaka 21”
----
Mereka berdua telah sampai didepan pintu pagar sebuah rumah minimalis “makasih” ucap (namakamu) dengan singkat “mau masuk dulu nggak?” terlihat bodoh memang pertanyaan (namakamu) , jelas saja Iqbaal pasti akan menolaknya namun dugaan (namakamu) salah ternyata Iqbaal menyetujui ajakan (namakamu) “boleh” ucap Iqbaal sambil menyunggingkan satu senyuman manis, (namakamu) membuka pintu pagar seperti kode agar Iqbaal memasukan motornya kedalam
----
“lo Cuma berdua doang disini?” tannya Iqbaal sambil menaruh tasnya pada sofa dan duduk disamping (namakamu) “ enggak, ada pembatu satu” jawab (namakamu) disertai senyuman ‘manis,cantik,tapi sayang jutek’ “ohh, terus nyokap bokap lo mana?” Iqbaal menanyakan pertanyaan yang paling (namakamu) hindarkan “nyokap gue lagi tugas di luar negeri, bokap gue pun sama” (namakamu) beerusaha tersenyum padahal ia sangat meridukan kasih sayang kedua oranngtuanya, terlihat dari wajah (namakamu) bahwa (namakamu) sangat merindukan kedua orangtuanya “m-ma-maaf yaa (namakamu), ga seharusnya gue nanya  ini sama lo. Gue juga kaya lo kok, gue kurang dapat perhatian dari orangtua gue karena yaa mereka yang sering pergi-pergi, tapi gue yakin mereka berdua juga pasti kangen sama kita.” Fix ucapan Iqbaal mampu membuat satu senyuman manis dibibir (namakamu) mengembang, tanpa disadari tangan Iqbaal merangkul (namakamu) “makasih Baal, lo baik” tanpa (namakamu) sadari ucapan itu keluar dari mulut (namakamu) tanpa diperintah, Iqbaal tersenyum “gue pulang ya, oh iya bagi nomor hp lo boleh?” tanya Iqbaal sambil memakai tasnya, (namakamu) menyebutkan nomor ponselnya dan Iqbaal mulai meninggalkan (namakamu) sendirian dirumahnya
----
‘DRRRT...DRRRT’
Ponsel (namakamu) berdering pertanda ada pesan singkat yang masuk
----------------------------------------------------
From: 0857*******
Hai (namakamu) J
To: 0857*******
Hai juga, ini siapa ya?
From: 0857*******
Ini gue Iqbaal, yang tadi siang minta nomor loJ
---------------------------------------------------
(namakamu) yang mengetahui bahwa yang mengirimnya pesan singkat adalah Iqbaal langsung kaget, tidak percaya bahwa Iqbaal benar mengirimnya pesan singkat
‘CLEK’
Pintu kamar (namakamu) terbuka, terlihat Karel sedang berdiri diambang pintu, Karel terkekeh melihat adiknya yang sedang duduk di kursi belajarnya sambil senyum-senyum seperti ‘orang gila’ (namakamu) yang baru menyadari adanya Karel di dalam kamarnya langsung men’unlock’ ponselnya
“ada Iqbaal dibawah” Karel menghampiri (namakamu) yang masih sibuk merapikan rambutnya dengan sela-sela jarinya “iya tunggu” balas (namakamu)
(namakamu) menuruni satu persatu  anak tangga rumahnnya, terlihat seorang pria mengenakan kaos polo berwarna merah biru dengan celana pendek selututnya sedang memainkan ponselnya, setibanya (namakamu) di samping Iqbaal, Iqbaal langsung memaskan ponselnya kedalam saku celanya
“ada apa Baal? Kok malam-malam kesini?” tanya (namakamu) heran, “mau ngajak lo jalan jalan, boleh kan?”  jawabnya seraya tersenyum manis menatap wajah (namakamu), (namakamu) mengalihkan pandangannya menatap Karel, meminta izin kepada Karel melalui kode tatapan, Karel mengangguk seraya tersenyum, (namakamu) mengangguk menyetujui ajakan Iqbaal, “gue ganti baju dulu ya” Iqbaal mengangguk (namakamu) menuju lantai dua kamarnya, “mau ngajak (namakamu) kemana Baal?” tanya Karel sembari menghampiri Iqbaal, “ke taman deket sini aja kok Kak” jawab Iqbaal ramah, Iqbaal sempat gugup berbicara dengan Karel karena tatapan Karel yang sangat sangar-_- “gausah panggil gue kak, panggil Karel aja Baal, Aldy,Kiky, Steffi, Cassie manggil gue Karel ga pake kak, oke” Iqbaal mengangguk “oh iya Karel, b-boleh nggak besok (namakamu) berangkat bawa motor dia sendiri? Kan sayang tuh motor dia nganggur gitu aja” Iqbaal menatap Karel dengan tatapan yang sangat takut, Karel mengangguk “ tapi lo ikutin dia ya” Iqbaal mengangguk, kini (namakamu) telah sampai tepat disamping Karel, “gue berangkat Rel” (namakamu) dan Iqbaal keluar rumah dan diluar (namakamu) bertanya kepada Iqbaal “mau kemana Baal?” “taman” jawabnya singkat
----
Mereka berdua telah sampai di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari rumah (namakamu) “mau ngapain Baal malem-malem ngajakin gue kesini?” (namakamu) heran dengan tingkah Iqbaal ‘tadi siang cuek banget sama gue, kok sekarang jadi baik gini sih? Kesambet apaan nih orang?’ gumamnya dalam hati
‘HENING’
“(namakamu)”Iqbaal menatap lembut (namakamu) ucapan Iqbaal mampu memecahkan keheningan, (namakamu) hanya berdeham dan membalas tatapan Iqbaal “besok temenin gue  ya ke acara ulangtahun temen gue, Kiky, Steffi, Aldy, Cassie, Melody diundang kok” “besok ya? Jam berapa? Hmm, gue ga janji ya Baal” (namakamu) tersenyum dan mengalihkan pandangannya “i-iya, oh iya lo inget taman ini? Ini taman pertama kalinya kita ketemu kan? Gue ga sengaja nabrak lo karena gue buru-buru banget ada janji sama cewe gue, tapi..” Iqbaal menggantungkan kalimatnya “tapi kenapa Baal?” (namakamu) menoleh dan sedikit menurunkan kepalanya agar dapat menatap Iqbaal “ tapi pas gue kasini ternyata cewe gue..” lagi dan lagi Iqbaal menggantungkan kalimatnya”yaudah Baal, kalo emang lo ga sanggup nyeritain, yaudah gapapa. Lo bisa nyeritain kapan aja, gue siap jadi pendengar cerita setia lo” ucap (namakamu) seraya tersenyum “taman ini juga punya kisah buat diri gue Baal, sehari setelah gue ketemu lo, cowo gue kepergok berduaan sama sepupu gue sendiri dibibir danau itu, gue kecewa banget Baal” (namakamu) menceritakan kejadian yang menimpanya di taman ini, suaranya mulai bergetar, ternyata Iqbaal membawanya ketaman penuh cerita “m-maaf, gue ga ada niat buat bikin lo nangis (namakamu)” Iqbaal merangkul (namakamu) dengan lembut, tangan kanannya menyeka air mata (namakamu) yang dengan deras turun dari mata indah gadis ini, (namakamu) tersenyum dan mengangguk “yaudah kita pulang aja yuk, daripada ditaman ini yang kita berdua punya cerita, gamau flashback kan? Yaudah yuk pulang” Iqbaal berdiri dan menuntun (namakamu)

---BERSAMBUNG---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar