AUTHOR: DEASYANA PUTRISYA LARASATY
SORRY GAJE DAN TYPO
INI LAST PART..
NYESEK ENGGAK NYA TERGANTUNG LO-LO-LO PADA YANG BACA:)
----
Pagi
harinya, (namakamu) terbangun dari tidurnya, leboh awal dari yang lain. Entah
mengapa saat ini (namakamu) ingin menulis kan sesuatu dalam buku hariannya
--------------------------------------------------------
Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu tentang
penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan lama lagi. Setelah aku di diagnosis
mengalami penyakit Kanker, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku dengan cepat,
tanpa harus menunggu kanker ku semakin parah. Tuhan, jika nanti, esok, lusa,
atau kapan aku meninggal, aku hanya meminta, bawa pulang mama, papa ku kesini,
agar mereka bisa melihat ku saat terakhir kalinya, agar dapat memeluku terakhir
kalinya, agar dapat mencium ku untuk terakhir kalinya, agar dapat melihat jazad
ku yang sedang tertidur berbalut kain putih, disaat itulah aku merasakan
ketenangan yang abadi, yang tidak pernah
aku rasakan, dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua tersenyum
termasuk teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau pun aku
sudah tidak berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk yang
terakhir kalinya, mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang
kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret
2014
-------------------------------------------------------
‘CLEK’
Tepat
disaat (namakamu) menutup buku dairynya Iqbaal masuk kedalam kamar (namakamu)
“udah
bangun” ucap Iqbaal dengan seringaian senyuman manisnya, (namakamu) mengangguk
dan tersenyum
‘aku akan
merindukan senyuman manis mu (namakamu)’
“emm,
udah mandi? Nanti jadi kan jalan-jalan?” ucap (namakamu) menghampiri (namakamu)
“tanya Karel, Aldy, Kiky, kan mereka yang bawa kendaraan jadi ya sebisa mereka.
Tapi sih aku berharap bisa, soalnya aku pengen banget sih jalan-jalan buat yang
terakhir kalinya”
“yaudah
nanti kita tanya yaa”
----
Mereka
bersepuluh sudah bangun dari mimpi panjangnya, setelah mandi mereka berkumpul
di ruang tengah
“jadi kan
jalan-jalannya?” ucap Melody
“emm?
Enggak” balas Karel dengan wajah yang bisa dibilang sedang bersandiwara
“aah,
jadi dong Rel” rengek (namakamu)
“ahahaaa,
iya jadii apa sih yang enggak buat adek guee” ucap Karel mencubiti pipi
(namakamu)
Semua
tertawa, meninggalkan ruang tengah saat Kiky mengaba-aba untuk segera mengganti
pakaian
----
(namakamu)
sedang membenahi dirinya didepan cermin, dengan pakaian yang simple (namakamu)
terlihat sangat cantik, rok mini shifon berwarna hijau tosca, dengan baju polos
lengan panjang berwarna baby pink, sepatu sneakers wedges berwarna putih,
mempercantik penampilannya hari ini, rambut panjang yang tergerai.
“udah
siap nih, ayo dong” rengek (namakamu) pada temannya yang masih sibuk memakai
sepatu
“aduhh,
ah elo sih Steff gue jadi kepentok kan nih, duhh sakit” ucap Cassie memegang
keningnya yang memerah
“shuutt,
ihh gilaa” ucap Steffi menatap (namakamu) dengan serius
“cantik”
desis Steffi, Cassie, dan Melody secara berbarengan
“ahahahaa,
apaan sih biasaa aja tau. Yaudah yuk cepetan”
---
Mereka
sudah sampai disalah satu pusat perbelanjaan yang letaknya lumayan jauh dari
rumah (namakamu), (namakamu) memilih tempat ini karena ia rindu dengan suasana
ice skateing yang berada didalam mall ini
“gue ga
ikut main ya, gue sama Ayana mau nyari makan” ucap Karel, menggandeng Ayana,
namun saat ingin melangkah pergi tiba-tiba...
‘BRUKK’
Tubuh
(namakamu) terhempas kelantai, (namakamu) mulai pingsan kembali, penyakitnya
kembali kambuh disaat yang tidak tepat
“(NAMAKAMU)”
ucap Iqbaal dan Karel secara bersamaan
“gue
ambil mobil, kita bawa dia kerumah sakit, acara kita hari ini semua di CANCEL”
ucap Karel meninggalkan yang lainnya, Iqbaal menuju lobby agar dapat memasukan
(namakamu) kedalam mobil segera
“(namakamu),
kenapa harus sekarang” ucap Steffi menaruh kepalanya pada pundak Dinar,
“Steffi, berdoa yah semoga (namakamu) gapapa” ucap Dinar menenangkan Steffi
----
Mereka
sudah sampai dirumah sakit, Karel menaruh (namakamu) di kasur yang akan suster
bawa ke ruang UGD
1 jam
berlalu..
‘CLEK’
Karel
terkesiap mendengar suara knop pintu terbuka.
“ehhemm,
Karel, kamu berdoa yah semoga ga akan terjadi apa-apa dengan adik mu, tapi satu
yang harus kamu ketahui” ucap sang dokter memegang pundak Karel yang sedang
menunduk
“apa
dok?”
“penyakit
adik mu sudah mencapai stadium 4, dengan sering-seringnya dia kemoterapi juga
tetap tidak akan menguarngi stadium pada kanker adik mu..”
“(namakamu)
koma, saya tidak tahu kapan adik mu terbangun, dan apa tuhan masih memberinya
hidup saya tidak tahu, Karel percaya bukan hidup dan mati ada ditangan Tuhan?”
Karel mengangguk
“(namakamu)
koma?” ulang Karel, sang dokter hanya mengangguk, “yang sabar ya Rel, saya berharap
bahwa (namakamu) diberi niscaya dan dapat bersama-sama lagi dengan kalian”
“ma,
penyakit (namakamu) ga bisa di angkat?” tanya Dinar, dokter menggeleng
“baiklah,
saya ke ruang saya dulu, panggil saya jika ada apa-apa”
----
Detik
berganti menit
Menit berganti
jam
Jam
berganti hari
Hari
berganti minggu
Minggu berganti bulan
Minggu berganti bulan
Sudah 8 bulan (namakamu) terbaring di atas kasur, tanpa menunjukan reaksi
apa-apa, setiap hari Karel menemani (namakamu) pulang sekolah, dan berangkat
Karel disini tidur di rumah sakit bersama Ayana, setiap sabtu dan minggu
teman-temannya yang menunggu (namakamu).
“(namakamu),
sadar yuk. Kita ada disini, kita semua kangen sama lo, bangun yuk. Gue pengen
deh kita jalan-jalan kaya dulu” ucap Steffi menahan air matanya yang sedikit
lagi akan meleleh, memeganggi tangan (namakamu) yang tertempel infus.
(namakamu) meneteskan airamata, walaupun
keadaan nya saat ini tidak sadar *kalokomakankayagitu
----
Hari ini
20 Desember, 4 hari lagi sudah menginjak satu bulan (namakamu) tidak sadarkan
diri, dan besok tepat pada tanggal 21 Desember, (namakamu) genap berusia 18
tahun..
“saat kau
tak ada, atau kau tak disini terpenjara sepi.. ku nikmati sendiri, tak
terhitung waktu tuk melupakan mu, aku tak pernah bisa.. aku tak pernah bisa..”
Iqbaal melantunkan sebuah lagu tepat di telinga (namakamu)
----
21
Desember
Hari ini
(namakamu) berulang tahun yang ke-18
tahun..
saat
Iqbaal terbangun dari tidurnya untuk menjaga (namakamu).. jari (namakamu)
bergerak, pertanda (namakamu) sudah sadar dari tidur panjangnya
“dokk,
dok.. dokter..” teriak Iqbaal, dokter memasuki ruang dimana (namakamu) dirawat,
“Iqbaal bisa keluar dulu” ucap ramah sang dokter
----
1 jam
berlalu..
Semua
sudah berkumpul di rumah sakit, termasuk papa dan mama (namakamu), Iqbaal
memberi tahu semua bahwa (namakamu) sudah sadar, tetapi didalam ruangan masih
ada dokter, tidak tahu sedang apa
‘CLEK’
Pintu
terbuka, dokter keluar dari ruangan, membuka masker yang menutupi sebagian
wajahnya
“keluarga
(namakamu)” mama, dan papa mengahampiri sang dokter, ternasuk Karel
“gimana
dok dengan keadaan anak saya, di-dia udah sadar kan dok?” ucap mama dengan
derasnya airmata yang membasahi pipinya
“ma-maaf..
maaf bu-pak, saya dan tim dokter rumah sakit, sudah berusaha menolong
(namakamu) namun nihil, nyawanya sudah tidak dapat di tolong, jadi..” belum
sempat sang dokter Karel telah memotong ucapan sang dokter*gasopan “jadi maksud
dokter (namakamu) meninggal dok? Iya? Enggak dok, nggak mungkin” ucap Karel
menggelengkan kepalannya, sang dokter mengangguk “kanker yang dideritanya sudah
sangat parah, sudah menggerogoti sel-sel seluruh tubuhnya, maaf Karel, saya
tidak dapat menolong adik mu” sang dokter pergi berlalu meninggalkan mereka
semua yang sedang nangis histeris mendengar kabar yang menurut mereka sangat
buruk
Iqbaal
menutup matanya, menutup telinga, dan menangis sekuat-kuatnya, hatinya teriris
mendengar ucapan sang dokter, bahwa perempuan yang sangat ia sayangi harus
pergi meninggalkannya dalam jangka waktu yang sangat cepat
“(NAMAKAMUUUU)”
teriak Iqbaal, Iqbaal melihat (namakamu) tertidur, tidak akan bangun lagi,
tersenyum mengantar kepergiannya, tertidur dengan balutan kain putih, dan sudah
terbujur kaku, mesin ESC yang sudah bergambar garis pertanda sang pasien sudah
berbeda alam dengan mereka, Iqbaal mendekap tubuh (namakamu) dengan erat,
menangis sejadi-jadinya, mencium kening (namakamu) yang sudah terbujur kaku,
“jangan tinggalin aku (namakamu) aku sayang kamu, jangan tinggalin aku ssecepat
ini, (namakamu) bangun, bangun (namakamu)” ucap Iqbaal mengguncang-guncangkan
tubuh (namakamu) yang sudah putih pucat, kaku, dingin.
“Iqbaal..”
suara itu, suara lembut yang sangat Iqbaal kenali, yaa suara (namakamu)
“(namakamu)?” ucap Iqbaal menoleh kearah suara “gue Steffi, (namakamu) udah ga
ada baal, dia udah pergi, di hari ulang tahun dia, dia pergi ninggalin kita
semua. Baal, lo harus bisa ngelepas (namakamu), biarkan dia tenang di sana
baal, lo harus bisa.” Ucap Steffi menenangkan Iqbaal
“gue ga
bisa Steff, gue sayang banget sama dia, gue ga mau kehilangan dia gue ga mau
steff” ucap Iqbaal mulai mengacak-acak rambutnya sendiri
“lo baca
ini” Dinar memberikan sesuatu pada Iqbaal, sebuah buku berwarna biru sudah
berada dalam genggaman Iqbaal
“dear dairy
Tuhan..
Terimakasih,
sudah mempertemukan ku dengan Iqbaal, seorang yang dapat merubah hidup ku
menjadi lebih berwarna, terimakasih tuhan, telah menghadirkan Iqbaal dalam
hidup ku, Iqbaal adalah motivator ku saat aku terpuruk mendengar bahwa aku
mengidap penyakit kanker. Tuhan, hanya satu pinta ku, buat Iqbaal tetap
menyayangi ku disaat aku sudah tiada, aku sayang Iqbaal
Love (namakamu)
Jakarta, 12 Februari 2014”
“Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu
tentang penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan lama lagi. Setelah aku di
diagnosis mengalami penyakit Kanker, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku dengan
cepat, tanpa harus menunggu kanker ku semakin parah. Tuhan, jika nanti, esok,
lusa, atau kapan aku meninggal, aku hanya meminta, bawa pulang mama, papa ku
kesini, agar mereka bisa melihat ku saat terakhir kalinya, agar dapat memeluku
terakhir kalinya, agar dapat mencium ku untuk terakhir kalinya, agar dapat
melihat jazad ku yang sedang tertidur berbalut kain putih, disaat itulah aku
merasakan ketenangan yang abadi, yang
tidak pernah aku rasakan, dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua
tersenyum termasuk teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau
pun aku sudah tidak berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk
yang terakhir kalinya, mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang
kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret
2014”
Iqbaal mulai mengeluarkan airmatanya lagi, mengingat senyuman manis yang dibuat oleh (namakamu), membayangkan wajah (namakamu) saat tersenyum manis, Iqbaal tidak dapat menahan airmatanya saat ini, tangisnya kembali meledak mengingat ucapan yang (namakamu) ucapkan ‘ka..kalo misalkan nanti, besok, atau lusa aku udah nggak ada gimana? Apa kamu masih anggap aku cewe kamu baal?’ ucapan itu kembali terputar didalam otak Iqbaalm seperti roll film yang akan mengulang film
Iqbaal mulai mengeluarkan airmatanya lagi, mengingat senyuman manis yang dibuat oleh (namakamu), membayangkan wajah (namakamu) saat tersenyum manis, Iqbaal tidak dapat menahan airmatanya saat ini, tangisnya kembali meledak mengingat ucapan yang (namakamu) ucapkan ‘ka..kalo misalkan nanti, besok, atau lusa aku udah nggak ada gimana? Apa kamu masih anggap aku cewe kamu baal?’ ucapan itu kembali terputar didalam otak Iqbaalm seperti roll film yang akan mengulang film
“baal, udah
jangan nangis, ikhlasin (namakamu), biarin dia tenang” ucap Kiky, merangkul Iqbaal
----
Sore ini..
Acara pemakaman
(namakamu) sudah selesai, (namakamu) sudah tenang di alam barunya..
“hkksss.hkss..”
sesekali terdengar sesakan tangis dari kesembilan orang yang sedang menangisi kepergian
(namakamu), orang yang menurut mereka itu; penyabar, baik, tidak egois, selalu tersenyum
“(namakamu)”
desis Karel di tengah isakannya “lo kenapa tinggalin gue? Kenapa? Kenapa lo harus
ninggalin gue disaat gue ga mau kehilangan lo, cukup Bagas yang pergi ninggalin
gue (namakamu), cukup Bagas, bukan lo.. gue ga punya ade lagi, gue sekarang sekolah
sendiri, gue ga punya temen curhat lagi, temen curhat gue Cuma lo (namakamu), jangan
tinggalin gue..” ucap Karel dengan tangisnya
“rel, udah
jangan nangis, (namakamu) ga akan tenang kalo terus terusan di tangisin. Kita pulang
yuk, udah mau hujan” ucap Ayana yang menyeka airmata yang jatuh di pipi Karel, Karel
menggeleng “gue mau disini, sampe gue puas” balas Karel memegan nisan (namakamu)
‘(namakamu)
tenang ya disana, aku janji ga akan ninggalin kamu, aku sayang kamu, aku akan anggap
kamu pacar aku, kapan pun itu. Aku sayang kamu’ gumam Iqbaal dalam hati, “Karel,
Steffi, Cassie, Melody, Kiky, Aldy, kak Ayana, Iqbaal, yuk kita pulang. Kita kirim
doa buat (namakamu) biatr dia tenang” ucap Dinar menatap semuanya secara satu persatu,
semua menggeleng.
“(namakamu),
kita bersembilan ga akan lupa sama lo, kita akan selalu kenang lo, lo ada di hati
kita ga akan berubah sama sekali, tenang di sana yaa. Gue pamit pulang, bye (namakamu)
gue sayang lo” ucap Melody, mulai berdiri dan di ikuti oleh Kiky, Aldy, dan Cassie
“kita pamit pulang dulu ya, Karel, Iqbaal, kak Ayana”
Hanya tersisa
mereka bertiga di pemakaman ini “Iqbaal, gue mau ngasih ini” ucap Karel memberi
selembar kertas pada Iqbaal
‘untuk yang tercinta: Iqbaal
Haii, Iqbaal, aku
tahum ketika kamu baca surat aku, aku udah nggak ada disamping kamu, dan kalian
untuk selamanya, tapi raga aku ga akan pisah dari kalian, simpan aku di hati kamu
ya Iqbaal, jangan biarkan ada orang lain yang berani geser posisi aku di hati kamu,
walaupun nanti kamu akan dapat pengganti ku. Iqbaal, aku tahu kamu sudah tau penyakitku
sebelum aku mengetahuinya. Jangan lupain aku ya Iqbaal, aku sayang sama kamu.. <3
(namakamu)
Jakarta, 21 April
2014'
-TAMAT-
'aku belajar menjadi seseorang yang dapat menerima kenyataan, aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untuk ku, aku belajar benar dari semua kesalahan ku, dan aku belajar menjadi orang tegar dari setiap masalah yang aku punya dari orang-orang yang sudah menyakiti ku, aku berusaha menguatkan diri ku sendiri karena orang di sekitar ku yang sayang kepada ku' (namakamu)
'aku belajar menjadi seorang pria yang tulus, setia dan bertanggung jawab dari orang-orang yang aku lihat, aku belajar untuk berusaha sabar untuk mengiklaskan orang yang ku sayang pergi dari orang terdekat ku, aku belajar kasih dan sayanng dari kedua orangtua ku' Iqbaal
'satu orang yang sangat berarti dalam hidup ku sudah pergi dengan tenang, menyusul seseorang disana, aku memiliki kesabaran, aku bersabar karena kedua orang yang aku sayang sudah pergi dari hidup ku, aku berusaha tegar namun tidak bisa, aku masih terus mengingat kebaikan mereka berdua. kelucuan, mereka berdua sangat sulit dilupakan dari ingatan ku' Karel
'wajahnya, senyumannya, tatapannya, itu yang membuatku sangat sulit melepaskan mu. aku akan sulit melupakan mu, karena kamu aku dapat berubah dari kehidupan lama ku' Iqbaal
--------------------------------------------------------PATIENCE----------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar