Senin, 17 Februari 2014

^PATIENCE^

---PART 9---
AUTHOR: DEASYANA PUTRISYA LARASATY
SORRY GAJE DAN TYPO

INI LAST PART..
NYESEK ENGGAK NYA TERGANTUNG LO-LO-LO PADA YANG BACA:)



----
Pagi harinya, (namakamu) terbangun dari tidurnya, leboh awal dari yang lain. Entah mengapa saat ini (namakamu) ingin menulis kan sesuatu dalam buku hariannya
--------------------------------------------------------
Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu tentang penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan lama lagi. Setelah aku di diagnosis mengalami penyakit Kanker, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku dengan cepat, tanpa harus menunggu kanker ku semakin parah. Tuhan, jika nanti, esok, lusa, atau kapan aku meninggal, aku hanya meminta, bawa pulang mama, papa ku kesini, agar mereka bisa melihat ku saat terakhir kalinya, agar dapat memeluku terakhir kalinya, agar dapat mencium ku untuk terakhir kalinya, agar dapat melihat jazad ku yang sedang tertidur berbalut kain putih, disaat itulah aku merasakan ketenangan  yang abadi, yang tidak pernah aku rasakan, dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua tersenyum termasuk teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau pun aku sudah tidak berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk yang terakhir kalinya, mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret 2014
-------------------------------------------------------
‘CLEK’
Tepat disaat (namakamu) menutup buku dairynya Iqbaal masuk kedalam kamar (namakamu)
“udah bangun” ucap Iqbaal dengan seringaian senyuman manisnya, (namakamu) mengangguk dan tersenyum
‘aku akan merindukan senyuman manis mu (namakamu)’
“emm, udah mandi? Nanti jadi kan jalan-jalan?” ucap (namakamu) menghampiri (namakamu) “tanya Karel, Aldy, Kiky, kan mereka yang bawa kendaraan jadi ya sebisa mereka. Tapi sih aku berharap bisa, soalnya aku pengen banget sih jalan-jalan buat yang terakhir kalinya”
“yaudah nanti kita tanya yaa”
----
Mereka bersepuluh sudah bangun dari mimpi panjangnya, setelah mandi mereka berkumpul di ruang tengah
“jadi kan jalan-jalannya?” ucap Melody
“emm? Enggak” balas Karel dengan wajah yang bisa dibilang sedang bersandiwara
“aah, jadi dong Rel” rengek (namakamu)
“ahahaaa, iya jadii apa sih yang enggak buat adek guee” ucap Karel mencubiti pipi (namakamu)
Semua tertawa, meninggalkan ruang tengah saat Kiky mengaba-aba untuk segera mengganti pakaian
----
(namakamu) sedang membenahi dirinya didepan cermin, dengan pakaian yang simple (namakamu) terlihat sangat cantik, rok mini shifon berwarna hijau tosca, dengan baju polos lengan panjang berwarna baby pink, sepatu sneakers wedges berwarna putih, mempercantik penampilannya hari ini, rambut panjang yang tergerai.
“udah siap nih, ayo dong” rengek (namakamu) pada temannya yang masih sibuk memakai sepatu
“aduhh, ah elo sih Steff gue jadi kepentok kan nih, duhh sakit” ucap Cassie memegang keningnya yang memerah
“shuutt, ihh gilaa” ucap Steffi menatap (namakamu) dengan serius
“cantik” desis Steffi, Cassie, dan Melody secara berbarengan
“ahahahaa, apaan sih biasaa aja tau. Yaudah yuk cepetan”
---
Mereka sudah sampai disalah satu pusat perbelanjaan yang letaknya lumayan jauh dari rumah (namakamu), (namakamu) memilih tempat ini karena ia rindu dengan suasana ice skateing yang berada didalam mall ini
“gue ga ikut main ya, gue sama Ayana mau nyari makan” ucap Karel, menggandeng Ayana, namun saat ingin melangkah pergi tiba-tiba...
‘BRUKK’
Tubuh (namakamu) terhempas kelantai, (namakamu) mulai pingsan kembali, penyakitnya kembali kambuh disaat yang tidak tepat
“(NAMAKAMU)” ucap Iqbaal dan Karel secara bersamaan
“gue ambil mobil, kita bawa dia kerumah sakit, acara kita hari ini semua di CANCEL” ucap Karel meninggalkan yang lainnya, Iqbaal menuju lobby agar dapat memasukan (namakamu) kedalam mobil segera
“(namakamu), kenapa harus sekarang” ucap Steffi menaruh kepalanya pada pundak Dinar, “Steffi, berdoa yah semoga (namakamu) gapapa” ucap Dinar menenangkan Steffi
----
Mereka sudah sampai dirumah sakit, Karel menaruh (namakamu) di kasur yang akan suster bawa ke ruang UGD
1 jam berlalu..
‘CLEK’
Karel terkesiap mendengar suara knop pintu terbuka.
“ehhemm, Karel, kamu berdoa yah semoga ga akan terjadi apa-apa dengan adik mu, tapi satu yang harus kamu ketahui” ucap sang dokter memegang pundak Karel yang sedang menunduk
“apa dok?”
“penyakit adik mu sudah mencapai stadium 4, dengan sering-seringnya dia kemoterapi juga tetap tidak akan menguarngi stadium pada kanker adik mu..”
“(namakamu) koma, saya tidak tahu kapan adik mu terbangun, dan apa tuhan masih memberinya hidup saya tidak tahu, Karel percaya bukan hidup dan mati ada ditangan Tuhan?” Karel mengangguk
“(namakamu) koma?” ulang Karel, sang dokter hanya mengangguk, “yang sabar ya Rel, saya berharap bahwa (namakamu) diberi niscaya dan dapat bersama-sama lagi dengan kalian”
“ma, penyakit (namakamu) ga bisa di angkat?” tanya Dinar, dokter menggeleng
“baiklah, saya ke ruang saya dulu, panggil saya jika ada apa-apa”
----
Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Sudah 8 bulan (namakamu) terbaring di atas kasur, tanpa menunjukan reaksi apa-apa, setiap hari Karel menemani (namakamu) pulang sekolah, dan berangkat Karel disini tidur di rumah sakit bersama Ayana, setiap sabtu dan minggu teman-temannya yang menunggu (namakamu).
“(namakamu), sadar yuk. Kita ada disini, kita semua kangen sama lo, bangun yuk. Gue pengen deh kita jalan-jalan kaya dulu” ucap Steffi menahan air matanya yang sedikit lagi akan meleleh, memeganggi tangan (namakamu) yang tertempel infus. (namakamu) meneteskan airamata,  walaupun keadaan nya saat ini tidak sadar *kalokomakankayagitu
----
Hari ini 20 Desember, 4 hari lagi sudah menginjak satu bulan (namakamu) tidak sadarkan diri, dan besok tepat pada tanggal 21 Desember, (namakamu) genap berusia 18 tahun..
“saat kau tak ada, atau kau tak disini terpenjara sepi.. ku nikmati sendiri, tak terhitung waktu tuk melupakan mu, aku tak pernah bisa.. aku tak pernah bisa..” Iqbaal melantunkan sebuah lagu tepat di telinga (namakamu)
----
21 Desember
Hari ini (namakamu)  berulang tahun yang ke-18 tahun..
saat Iqbaal terbangun dari tidurnya untuk menjaga (namakamu).. jari (namakamu) bergerak, pertanda (namakamu) sudah sadar dari tidur panjangnya
“dokk, dok.. dokter..” teriak Iqbaal, dokter memasuki ruang dimana (namakamu) dirawat, “Iqbaal bisa keluar dulu” ucap ramah sang dokter
----
1 jam berlalu..
Semua sudah berkumpul di rumah sakit, termasuk papa dan mama (namakamu), Iqbaal memberi tahu semua bahwa (namakamu) sudah sadar, tetapi didalam ruangan masih ada dokter, tidak tahu sedang apa
‘CLEK’
Pintu terbuka, dokter keluar dari ruangan, membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya
“keluarga (namakamu)” mama, dan papa mengahampiri sang dokter, ternasuk Karel
“gimana dok dengan keadaan anak saya, di-dia udah sadar kan dok?” ucap mama dengan derasnya airmata yang membasahi pipinya
“ma-maaf.. maaf bu-pak, saya dan tim dokter rumah sakit, sudah berusaha menolong (namakamu) namun nihil, nyawanya sudah tidak dapat di tolong, jadi..” belum sempat sang dokter Karel telah memotong ucapan sang dokter*gasopan “jadi maksud dokter (namakamu) meninggal dok? Iya? Enggak dok, nggak mungkin” ucap Karel menggelengkan kepalannya, sang dokter mengangguk “kanker yang dideritanya sudah sangat parah, sudah menggerogoti sel-sel seluruh tubuhnya, maaf Karel, saya tidak dapat menolong adik mu” sang dokter pergi berlalu meninggalkan mereka semua yang sedang nangis histeris mendengar kabar yang menurut mereka sangat buruk
Iqbaal menutup matanya, menutup telinga, dan menangis sekuat-kuatnya, hatinya teriris mendengar ucapan sang dokter, bahwa perempuan yang sangat ia sayangi harus pergi meninggalkannya dalam jangka waktu yang sangat cepat
“(NAMAKAMUUUU)” teriak Iqbaal, Iqbaal melihat (namakamu) tertidur, tidak akan bangun lagi, tersenyum mengantar kepergiannya, tertidur dengan balutan kain putih, dan sudah terbujur kaku, mesin ESC yang sudah bergambar garis pertanda sang pasien sudah berbeda alam dengan mereka, Iqbaal mendekap tubuh (namakamu) dengan erat, menangis sejadi-jadinya, mencium kening (namakamu) yang sudah terbujur kaku, “jangan tinggalin aku (namakamu) aku sayang kamu, jangan tinggalin aku ssecepat ini, (namakamu) bangun, bangun (namakamu)” ucap Iqbaal mengguncang-guncangkan tubuh (namakamu) yang sudah putih pucat, kaku, dingin.
“Iqbaal..” suara itu, suara lembut yang sangat Iqbaal kenali, yaa suara (namakamu) “(namakamu)?” ucap Iqbaal menoleh kearah suara “gue Steffi, (namakamu) udah ga ada baal, dia udah pergi, di hari ulang tahun dia, dia pergi ninggalin kita semua. Baal, lo harus bisa ngelepas (namakamu), biarkan dia tenang di sana baal, lo harus bisa.” Ucap Steffi menenangkan Iqbaal
“gue ga bisa Steff, gue sayang banget sama dia, gue ga mau kehilangan dia gue ga mau steff” ucap Iqbaal mulai mengacak-acak rambutnya sendiri
“lo baca ini” Dinar memberikan sesuatu pada Iqbaal, sebuah buku berwarna biru sudah berada dalam genggaman Iqbaal
dear dairy
Tuhan..
Terimakasih, sudah mempertemukan ku dengan Iqbaal, seorang yang dapat merubah hidup ku menjadi lebih berwarna, terimakasih tuhan, telah menghadirkan Iqbaal dalam hidup ku, Iqbaal adalah motivator ku saat aku terpuruk mendengar bahwa aku mengidap penyakit kanker. Tuhan, hanya satu pinta ku, buat Iqbaal tetap menyayangi ku disaat aku sudah tiada, aku sayang Iqbaal
Love (namakamu)
Jakarta, 12 Februari 2014”
“Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu tentang penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan lama lagi. Setelah aku di diagnosis mengalami penyakit Kanker, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku dengan cepat, tanpa harus menunggu kanker ku semakin parah. Tuhan, jika nanti, esok, lusa, atau kapan aku meninggal, aku hanya meminta, bawa pulang mama, papa ku kesini, agar mereka bisa melihat ku saat terakhir kalinya, agar dapat memeluku terakhir kalinya, agar dapat mencium ku untuk terakhir kalinya, agar dapat melihat jazad ku yang sedang tertidur berbalut kain putih, disaat itulah aku merasakan ketenangan  yang abadi, yang tidak pernah aku rasakan, dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua tersenyum termasuk teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau pun aku sudah tidak berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk yang terakhir kalinya, mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret 2014” 
 Iqbaal mulai mengeluarkan airmatanya lagi, mengingat senyuman manis yang dibuat oleh (namakamu), membayangkan wajah (namakamu) saat tersenyum manis, Iqbaal tidak dapat menahan airmatanya saat ini, tangisnya kembali meledak mengingat ucapan yang (namakamu) ucapkan ‘ka..kalo misalkan nanti, besok, atau lusa aku udah nggak ada gimana? Apa kamu masih anggap aku cewe kamu baal?’ ucapan itu kembali terputar didalam otak Iqbaalm seperti roll film yang akan mengulang film
“baal, udah jangan nangis, ikhlasin (namakamu), biarin dia tenang” ucap Kiky, merangkul Iqbaal
----
Sore ini..
Acara pemakaman (namakamu) sudah selesai, (namakamu) sudah tenang di alam barunya..
“hkksss.hkss..” sesekali terdengar sesakan tangis dari kesembilan orang yang sedang menangisi kepergian (namakamu), orang yang menurut mereka itu; penyabar, baik, tidak egois, selalu tersenyum
“(namakamu)” desis Karel di tengah isakannya “lo kenapa tinggalin gue? Kenapa? Kenapa lo harus ninggalin gue disaat gue ga mau kehilangan lo, cukup Bagas yang pergi ninggalin gue (namakamu), cukup Bagas, bukan lo.. gue ga punya ade lagi, gue sekarang sekolah sendiri, gue ga punya temen curhat lagi, temen curhat gue Cuma lo (namakamu), jangan tinggalin gue..” ucap Karel dengan tangisnya
“rel, udah jangan nangis, (namakamu) ga akan tenang kalo terus terusan di tangisin. Kita pulang yuk, udah mau hujan” ucap Ayana yang menyeka airmata yang jatuh di pipi Karel, Karel menggeleng “gue mau disini, sampe gue puas” balas Karel memegan nisan (namakamu)
‘(namakamu) tenang ya disana, aku janji ga akan ninggalin kamu, aku sayang kamu, aku akan anggap kamu pacar aku, kapan pun itu. Aku sayang kamu’ gumam Iqbaal dalam hati, “Karel, Steffi, Cassie, Melody, Kiky, Aldy, kak Ayana, Iqbaal, yuk kita pulang. Kita kirim doa buat (namakamu) biatr dia tenang” ucap Dinar menatap semuanya secara satu persatu, semua menggeleng.
“(namakamu), kita bersembilan ga akan lupa sama lo, kita akan selalu kenang lo, lo ada di hati kita ga akan berubah sama sekali, tenang di sana yaa. Gue pamit pulang, bye (namakamu) gue sayang lo” ucap Melody, mulai berdiri dan di ikuti oleh Kiky, Aldy, dan Cassie “kita pamit pulang dulu ya, Karel, Iqbaal, kak Ayana”
Hanya tersisa mereka bertiga di pemakaman ini “Iqbaal, gue mau ngasih ini” ucap Karel memberi selembar kertas pada Iqbaal
untuk yang tercinta: Iqbaal
Haii, Iqbaal, aku tahum ketika kamu baca surat aku, aku udah nggak ada disamping kamu, dan kalian untuk selamanya, tapi raga aku ga akan pisah dari kalian, simpan aku di hati kamu ya Iqbaal, jangan biarkan ada orang lain yang berani geser posisi aku di hati kamu, walaupun nanti kamu akan dapat pengganti ku. Iqbaal, aku tahu kamu sudah tau penyakitku sebelum aku mengetahuinya. Jangan lupain aku ya Iqbaal, aku sayang sama kamu.. <3
(namakamu)
Jakarta, 21 April 2014'

-TAMAT-

'aku belajar menjadi seseorang yang dapat menerima kenyataan, aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untuk ku, aku belajar benar dari semua kesalahan ku, dan aku belajar menjadi orang tegar dari setiap masalah yang aku punya dari orang-orang yang sudah menyakiti ku, aku berusaha menguatkan diri ku sendiri karena orang di sekitar ku yang sayang kepada ku' (namakamu)
'aku belajar menjadi seorang pria yang tulus, setia dan bertanggung jawab dari orang-orang yang aku lihat, aku belajar untuk berusaha sabar untuk mengiklaskan orang yang ku sayang pergi dari orang terdekat ku, aku belajar kasih dan sayanng dari kedua orangtua ku' Iqbaal 
'satu orang yang sangat berarti dalam hidup ku sudah pergi dengan tenang, menyusul seseorang disana, aku memiliki kesabaran, aku bersabar karena kedua orang yang aku sayang sudah pergi dari hidup ku, aku berusaha tegar namun tidak bisa, aku masih terus mengingat kebaikan mereka berdua. kelucuan, mereka berdua sangat sulit dilupakan dari ingatan ku' Karel
'wajahnya, senyumannya, tatapannya, itu yang membuatku sangat sulit melepaskan mu. aku akan sulit melupakan mu, karena kamu aku dapat berubah dari kehidupan lama ku' Iqbaal

--------------------------------------------------------PATIENCE----------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar