---PART 2---
AUTHOR : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
NO COPAS!!! COPAS? CANTUMKAN NAMA PENULIS
“ehh ada elo Bell, sejak kapan lo ada disini?” tanya Karel polos sembari menyeruput minumannya. “ sejaak, sejak Bastian balas sapaan gue Rel” ucap Bella polos, Bella tidak tahu bahwa 1 dari 3 perempuan yang ada di meja kantin ini adalah kekasih Bastian sekaligus sepupunya, “ gue bolehkan gabung sama kalian ber7 ? “ tanya Bella sambil menatap (namakamu), semua menggeleng, ‘lagi-lagi’ Bastian meresponnya dengan anggukan, mereka semua menatap Bastian dengan tatapan pembunuh, dengan cepat Bastian menggelengkan kepalanya ia tidak sadar kalau (namakamu) adalah kekasihnya yang baru menjalin hubungan selama tiga hari.
“aaa, Bastian, aku duduk sinih yaa. Yayaya, boleh yaa” kini Bella mengelayut manja di lengan Bastian, ia sama sekali tidak memikirkan perasaan (namakamu) sekarang. “apa-apaan sih lo Bell, caper kok sama ade kelas, ga malu lo di lliatin sama orang-orang!” Karel menepis tangan Bella yang bergelayut manja “ biarin, pokoknya gue mau disini! Tetap disini, gue kan mau deket-deket sama prince kribo sama si prince gula guee” ucap Bella sembari bersidekap dada dan dengan cepat merangkul pundak Bastian dan menole dagu Aldy, namun dengan cepat ditepis oleh Aldy
“lo ga usah caper deh Bell!! Ga bisa apa ngasih contoh yang baik buat ade kelas?! Ga guna banget lo!!” Karel dengan cepat berdiri dan mendorong bahu Bella, Bastian yang melihat kejadian itu hanya mampu melihat tidak berani membela karena dia sadar disini ada (namakamu), “lebay” gumam Steffi, Bastian yang mendengarnya hanya melotot mengarah ke Steffi, “ngomong apa lo barusan?” tanya Bastian pada Steffi, berharap Steffi mengulangnya “LEBAY, Ya BELLA ITU L-E-B-A-Y’ ucap Steffi penuh penekanan, Bella mendengar itu semua dan langsung meninggalkan mereka ber7. Bastian meninggalkan (namakamu) dan yang lainnya denngan alasan ingin ke toilet, namun sayang Bastian ternyata mengejar Bella dan berusaha meminta maaf atas ejekan teman-temannya dan Karel
----
Bell pulang sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu namun ke 5 murid ini masih berada didalam kelas dan itu tanpa Bastian, (namakamu) merasa aneh melihat tingkah laku Bastian akhir-akhir ini, tiba-tiba Karel datang menghampiri mereka ber5 yang masiih diam dalam kelas dengan Steffi yang sibuk foto-foto, Kiky dan Cassie yang sibuk dengan ponselnya, dan Aldy yang paling gila, mendengarkan lagu denga earphone sambil nyanyi-nyanyi dan goyang-goyang ga jelas ‘pendiam tapi heboh’ itulah kalimat yang tepat untuk ALDY, lain halnya dengan (namakamu) dia hanya menopangkan dagunya denga tangan, belakangan ini dia lebih sering melamun akibat memikirkan Bastian.
“WOIII” lagi-lagi Karel membuat mereka ber5 tersentak
‘Brakk’
Ponsel Aldy terhempas kelantai, Aldy menekuk wajahnya. “ Al? Hp lo?” ucap Karel dengan wajah polosnya
“iya hp gue jatoh, dan ini gara-gara elo Rel” Aldy mulai memasang batterainya yang keluar dari tempatnya” maaf dy, abisnya gue liat lololo pada sibuk banget sama aktifitas kalian, apalagi elo dy, ahahahahha” Karel tertawa lepas saat mengingat Aldy yang sedang goyang-goyang ga jelas “ shtttttt!!!” Aldy membekap mulut Karel, tak ingin Karel menceritakan apa yang Aldy lakukan di bangku paling pojok. “Bastian mana?” Tanya Karel, karena Karel sama sekali tak melihat adanya pria berambut kribo, semua menaikan bahunya pertanda tak tahu dimana Bastian
“Steff, Cass temenin gue ketaman yuk nanti. Aldy, Kiky mau ikut ketaman bareng?” Tanya (namakamu) yang mulai beranjak dari duduknya menghampiri Karel, “gue ga bisa (namakamu) gue hari ini harus les” Cassie yang sedari tadi tetrdiam kini mulai mendekatkan dirinya pada (namakamu), Aldy mengangguk namun Kiky menggeleng, yap Kiky menggeleng karena rumahnya yang terlalu jauh dan takut pulangnya kesorean dan terjebak macet. “ iyaa gue temenin, sekarang aja yuk, ayo dy” Steffi menarik lengan Aldy untuk mempercepat gerakannya
----
Mereka ber 4 telah sampai di taman yang tak jauh dari sekolah, dekat dengan rumah Aldy, dan Steffi, sebelum mereka sampai di taman mereka menyempatkan diri membeli minuman kaleng secukupnya agar tidak membuat mereka suntuk
“Rel,Steff,Al. Lo liat kan tingkah Bastian akhir-akhir ini?? Terus pertama kali Bastian liat Bella dateng ke rumah gue? Kayanya tuh ada yang lain gitu dari tatapan Bastian ke Bella.” (namakamu) meneguk minuman kaleng yang ia genggam, Karel yang melihat adanya perubahan pada wajah (namakamu) langsung merangkul adik yang ia sayangi ini sambil sesekali mengusap pelan bahunya “ yaa, lo ga boleh berpikiran yang enggak-enggak dulu dong (namakamu), mana (namakamu) sahabat gue yang dulu? Yang selalu tertawa, ga pernah galau kaya gini??” Aldy mulai membuka mulutnya yang sedari tadi hanya terdiam dan menatap (namakamu) dengan tatapan yang iba, (namakamu) tersenyum saat mendengar ucapan Aldy tadi, Steffi hanya tersenyum, berkat Aldy lah (namakamu) jadi bisa tersenyum lagi tanpa adanya kesedihan. Mereka semua menghabiskan waktu di taman dengan bercanda ria, tanpa sadar hari sudah semakin sore
“udah sore loh (namakamu), Steffi, Aldy” tanya Karel dengan nafas yang tersenggal akibat tertawa yang berlebihan, “ yaudah, pulang yuk” Aldy merubah posisinya menjadi berdiri dan membersihkan seragamnya yang sedikit kotor dan mengambil tas, di ikuti oleh Steffi, Karel dan (namakamu)
“makasih ya udah nemenin gue hari ini” (namakamu) meninggalkan satu senyuman manis di bibirnya, “iya sama-sama (namakamu)” Steffi dan Aldy mulai meninggalkan (namakamu) dan Karel, akhirnya mereka ber empat pulang ke rumah masing-masing
----
Hari telah berubah menjadi malam, hanya bulan lah yang menemani gadis ini pada sisi balkon kamarnya, ‘ menunggu yang tak pasti, sampai kapan aku harus nunggu kamu disini Bas? Aku cinta kamu, mana janji kamu yang dulu?.
“iya (namakamu) sayang, aku janji ga akan nyakitin kamu. Aku sayang sama kamu pake banget.” Ucap Bastian genit.
Tanpa (namakamu) sadari, airmata telah jatuh tepat dipipi (namakamu), namun dengan cepat ada seseorang yang yang menghapus airmata gadis ini “ jangan nangis” bisik pria tersebut dengan lembut, (namakamu) menoleh, “ Karel” ya pria itu adalah Karel, “ jangan nangis ya, gue yakin Bastian tetap sayang sama lo” ucap Karel sambil mengelus puncak kepala (namakamu), (namakamu) tersenyum “ makasih Rel.” Karel tersenyum menggangguk, “di bawah ada Aldy” Karel berbicara sambil berdiri dan di ikuti oleh (namakamu)
----
Setelah sampai di lantai bawah terlihat Aldy sedang memainkan ponselnya, “ hai (namakamu) “ ucap Aldy di iringi oleh senyuman manisnya dan sekali mengibaskan poni lemparnya itu (namakamu) hanya tersenyum akan kedatangan Aldy, karena hanya dia dan Karel lah yang mampu membuat (namakamu) melupakan Bastian
“hai juga Al, ada apa malam-malam kesini ?” (namakamu) heran, ada apa Aldy kesini dan mengapa ia tak melihatnya saat sedang di balkon kamarnya? “ mau ngasih ini “ Aldy menyodorkan satu kotak pada (namakamu) Aldy tak tahu apa isi di kotak itu, karena bukan Aldy lah yang membeli isi dalam kotak itu melainkan BASTIAN, yap Bastian lah yang memberikan (namakamu) kotak itu, namun mengapa tak Bastian saja yang mengasih kotak itu pada (namakamu) melainkan melalui Aldy ? “ dari elo? Apaan nih? Gue ga ulang tahun Dy” ucap (namakamu) sambil memutar-mutarkan kotak itu, Aldy hanya tersenyum “ yaudah gue cuma mau ngasih itu doang kok sama lo, buka yaa. Gue pulang dulu ya (namakamu), Rel, gue pulang dulu yaa” Aldy membalikan badannya, (namakamu) heran mengapa Aldy memberinya kado padahal hari ini dia tidak berulang tahun.”Apaan tuh?” tanya Karel heran, (namakamu) hanya mengangkat bahunya, dengan cepat (namakamu) meninggalkan Karel dan menuju lantai dua kamarnya
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka, (namakamu) menempati kursi balkonnya dan segera membuka isi dari kotak tersebut
“buat bidadari canti ku (namapanjangkamu)
Dari Bastian Bintang Simbolon” (namakamu) membaca kartu yang ada di dalam kotak itu ‘Bastian? Kok Aldy yang ngasih?’ gumamnya dalam hati. Kotak itu berisi foto-foto (namakamu) dengan Bastian sebelum mereka menjalin hubungan maupun sesudah menjalin hubungan, ada bunga mawar putih, kalung yang pernah (namakamu) belikan untuk Bastian, baju couple mereka, semua ada disana
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka, (namakamu) menoleh kebelakang, Karel datang dan menghampiri (namakamu)
“ bastian ngapain balikin semua barang pemberian lo, sama barang yang udah kalian berdua beli?” Karel tiba-tiba saja duduk di samping (namakamu), (namakamu) hanya menggeleng dan mengangkat kedua bahunya “Rel” desis (namakamu), Karel menoleh dan hanya berdeham “ Seharusnya gue ga tetrima Bastian gitu aja ya Rel, ternyata benar kata lo.” (namakamu) menunduk, Karel merangkulnya dan sontak membuat (namakamu) menoleh ke arah Karel, Karel tersenyum, “ga salah kok, kalau emang lo udah sayang, dan itu ga bisa di ganggu gugat lo ga salah, karena kalo kita memendam rasa dan rasa itu ga di balas dan ga tercapai, yang ada hati kita yang sakit (namakamu), tapi kalau kita memendam suatu perasaan dan orang yang kita incar juga memiliki perasaan yang sama itu ga akan salah, dan itu akan membuat bahagia dari lo maupun orang yang lo incer” Karel melontarkan satu senyuman manisnya pada (namakamu) “ gue juga lagi suka sama seseorang, namanya Ayana, dia tau gue suka sama dia, tapi kita tetap cuek, anggap aja ga ada rasa. Gue berharap lo juga bisa kaya gitu sama Bastian” Karel membuat hati (namakamu) tenang, “ sekarang simpan kotak itu, anggap aja Bastian ga pernah ngasih kotak itu ke elo, dan anggap aja lo ga pernah terima kotak itu” Karel tersenyum menatap mata (namakamu) dengan teduh, (namakamu) mulai memasukan barang-barang yang Bastian beri padanya, dan segera ia menyimpan kotak itu pada lemari bajunya.
----
Dua insan berbeda jenis ini menelusuri koridor sekolah seperti biasa. Mereka telah sampai di depan kelas XI-7, seperti biasa Karel mengucapkan kata-kata yang dapat membuat (namakamu) semangat. Saat (namakamu) memasuki ruang kelas, ia sama sekali tak mendapati Bastian ada disini, (namakamu) bergegas mendekati bangkunya, di sana telaah ada Steffi, Aldy yang duduk dengan Cassie, dan Kiky yang duduk seorang diri
“Steff, Bastian ga masuk?” tanya (namakamu) pada Steffi yang sedang asik berbicara dengan Cassie, Steffi menoleh dan mengangkat bahunya “ gatau (namakamu) mungkin telat “ Steffi merubah posisinya jadi menghadap ke depan, (namakamu) hanya ber’ohh’ saja
Bell masuk telah berbunyi, namun sosok yang (namakamu) tunggu tak kunjung datang. (namakamu) tak memperdulikan apakah Bastian masuk atau tidak (namakamu) tak perduli, toh Bastian juga tak memperdulikan dirinya bukan??
----
Bell istirahat telah berbunyi mereka bertujuh termasuk Karel dan Ayana, hari ini Karel mengajak Ayana untuk istirahat bareng di kantin, namun (namakamu), Aldy, Steffi, Cassie, dan Kiky ta merasa terganggu, karena menurut mereka asik-asik saja bergabung dengan kakak kelas, mereka bertujuh langsung menuju ke kantin, setelah mereka bertujuh sampai di kantin mereka mencari tempat duduk dan selalu saja mendapatkan tempat yang berada di pojok, bagi mereka semua tak masalah.
Kiky telah memesan makanan, Karel mengenalkan teman sebangkunya Ayana kepada teman-teman (namakamu) namun (namakamu) hanya membalasnya dengan pura-pura terbatuk.
“ohh, ini kak Ayana yang sering Karel ceritain, yang katanya cantik, baik, imut, putih, tingginya nyamain. Ohh yang ini ternyata cantikss yaa “ ucap Steffi pada Karel sambil menahan tawanya. Yap, Karel memang pernah menceritakan perempuan yang sedang ia sukai jepada teman-teman adiknya ini, Ayana hanya tersenyum malu. “ jangan malu-malu ka, daripada malu-maluin” goda (namakamu) pada Ayana, Karel hanya mampu menunduk malu, “ Rel, tembak sana keburu di ambil anak kucing” ucap Steffi sambil berbisik ketelinga Karel, Karel hanya tertawa mendengar ucapan Steffi ‘anak kucong? Sejak kapan manusia jadi kucing?’ gumam Karel dalam hati, “WOIII ANAK MANUSIA KALEESS BUKAN ANAK KUCING” ucap Kiky sambil menoyor kening Steffi. Bell masuk berbunyi mereka bergegas menuju kelas masing-masing.
----
Bell pulang sudah berdering sebanyak tiga kali, keempat anak muda ini masih berdiam diri di dalam kelas, kecuali Steffi dan Cassie, mereka berdua sibuk dengan ponselnya.
‘BRAK’
‘pasti Karel’ ucap (namakamu) dalam hati
“KARELLLLLLLLL” Steffi dan Cassie berteriak histeris, lagi-lagi Karel membuat mereka kaget, “pulang yuk” Ajak Karel, (namakamu) menggeleng, “kenapa?” tanya Steffi. “ mau ketaman dulu Steff, kalo lo pada mau pulang gapapa kok, gue sendiri ketaman” ucap (namakamu) meyakinkan, semua mengangguk, Karel mengantar (namakamu) ketaman, dan akan menjemputnya nanti saat (namakamu) mengabarinya
----
(namakamu) menghampiri bangku yang terletak di tengah taman tersebut, pandangannya lurus menatap air danau yang tenang ‘ kapan ya gue bisa tenang kaya air danau itu?'
BERSAMBUNG
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar