Senin, 17 Februari 2014

^PATIENCE^

---PART 8---
AUTHOR: DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE



----
Mereka berempat sudah sampai dirumah sakit dimana (namakamu) akan menjalankan first kemoterapinya
(namakamu) sudah masuk kedalam ruang kemo, Iqbaal, Karel, dan Ayana menunggu diruang tamu, mereka sibuk membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat serius
“baal, kamu janji ya jangan sakitin (namakamu), aku kasian kalo ngeliat dia disakitin sama laki-laki untuk yang kedua kalinya, aku harap hubungan kalian ga ada pengganggunya ya” ucap Ayana menatap Iqbaal
“iya kak, aku janji ga akan nyakitin dia, aku janji akan buat (namakamu) bahagia, kapan pun itu” balas Iqbaal dengan yakin
“makasih baal, gue harap (namakamu) anggap lo orang terspecial setelah gue dan nyokap bokap gue” Iqbaal hanya mengangguk
1 jam kemudian...
(namakamu) sudah dipindahkan keruang rawat, kini keenam sahabat terbaik (namakamu) sudah datang termasuk Dinar
“gue mau bilang ke lo semua, makasih udah buat (namakamu) senyum, makasih udah buat (namakamu) lupa akan penyakitnya berkat canda dan tawa kalian, gue gatau harus gimana kalo ga ada kalian, makasih ya. Dan maaf kalo (namakamu) sering pingsan jadi ngerepotin kalian semua, kalian itu malaikat yang dapat dilihat di kehidupan gue sama (namakamu)” ucap Karel ditengah candaan mereka, dan membuat yang lainnya berhenti mendengar ucapan Karel
“enggak Rel, (namakamu) sama sekali ga ngerepotin kita kok, bagi kita tolong menolong dalam suatu persahabatan itu biasa, masa iya sahabat lagi susah kita harus seneng? Enggak kan? Jadi susah bareng-bareng senang bareng-bareng, itu prinsip persahabatan kita rel” balas Cassie dengan suara yang masih agak belepotan, Karel tersenyum dan semua tersenyum
----
(namakamu) sudah diperbolehkan pulang, karena kemoterapinya sudah selesai, sudah dua hari (namakamu) mengetahui tentang penyakitnya dua hari pula sifatnya mulai berubah menjadi lebih pendiam dan lebih banyak melamun, dua hari sudah (namakamu) tidak masuk sekolah
Malam ini, angin berhembus dengan kencang membuat anak rambut (namakamu) menari-nari, malam ini bulan memancarkan sinarnya dengan redup, bintang menemani bulan disisinya, seorang gadis tengah berdiri dibalkon kamarnya, tatapannya tertuju pada bintang-bintang yang bertebaran dilangit
“hhffhh, enak ya jadi bulan bisa liat semua orang dari atas sana”
“tapi jadi bulan itu ga enak, dia ga bisa memancarkan cahanya sendiri, dia masih butuh bantuan cahaya dari matahari, dan dia masih harus ditemanin oleh bintang-bintang agar dapat menerangi bumi” ucap seorang laki-laki yang tepat berdiri dibelakang (namakamu), sontak membuat (namakamu) menoleh
“Iqbaal” desis (namakamu), Iqbaal tersenyum manis, menatap (namakamu) dengan tatapan yang teduh
“makan yuk, aku bawain makanan sama minuman kesukaan kamu loh” ucap Iqbaal seraya merangkul (namakamu), (namakamu) tersenyum dan mengangguk
Malam itu, Karel, Iqbaal, dan (namakamu) menghabiskan waktunya bersama
----
Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Tepat sudah dua bulan (namakamu) menjalin hubungannya dengan Iqbaal, dengan keadaan (namakamu) yang seperti ini
Hingga pada suatu malam Iqbaal mengajak teman-temannya, Karel, dan Ayana untuk pergi berlibur karena hari jadi hubungannya dengan (namakamu) tepat pada hari weekend
Hari sabtu pagi mereka ber sepuluh #banyakamat-,- berkumpul di rumah (namakamu), tepat pukul 09.00 WIB, mereka berangkat menuju Anyer, tepat pukul 12.00 mereka sampai di tempat tujuan, mereka memesan cottage yang lumayan besar yang berisi lima kamar tidur, dua kamar mandi, ruang kumpul, dapur, dan balkon, dengan view yang menghadap lurus kepantai
“kepantai yukk, kita foto-foto disanaa” ajak Steffi pada yang lain, yang sibuk dengan ponselnya masing-masing, lain halnya dengan Iqbaal, (namakamu), Karel, dan Ayana, mereka berempat sibuk foto-foto didalam cottage ini
“ayoo Steff, gue juga mau kepantai, bareng gue aja yuk” ucap Dinar dengan senyuman manisnya
“ikutt dongg, jangan berduaan aja nanti keganggu setan loh” ucap Aldy, yang mendapat anggukan serempak dari Kiky, Cassie, dan Melody
“yaudah ayo”
Mereka ber sepuluh sudah berdiri ditepian pantai, Iqbaal dan (namakamu) pisah dari yang lainnya, mereka berdua memilih dermaga yang sepi,
‘HENING’
Keduanya lebih memilih diam, karena bingung apa yang akan mereka bicarakan
“hmm, baal” ucap (namakamu) memecahkan keheningan, Iqbaal menoleh dan menggernyitkan kedua alisnya
“aku mau nanya boleh?” tanya (namakamu) merubah posisi berdirinya menjadi menghadap Iqbaal, yang semula memegang pegangan di dermaga dan menatap air laut yang jernih
“boleh, nanya apa? Nanya aja” jawab Iqbaal menatap (namakamu) dengan teduh
“ka..kalo misalkan nanti, besok, atau lusa aku udah nggak ada gimana? Apa kamu masih anggap aku cewe kamu baal?” tanya (namakamu) dengan wajah polosnya
“heyy, kamu nggak boleh ngomong kaya gitu, aku akan anggap kamu cewe aku selamanya, karena kamu ada disini, dihati aku” jawab Iqbaal menaruh lengan (namakamu) didepan dadanya, (namakamu) tersenyum
‘BRUK’
(namakamu) memeluk Iqbaal dengan erat, Iqbaal membalas pelukan (namakamu). Setelah puas menghabiskan waktu berduaan, Iqbaal dan (namakamu) menghampiri yang lainnya
“oiii, berduaan aja, abis kemana loo?” ledek Kiky pada Iqbaal yang baru saja datang, ......... hanya tersenyum mendapat ejekan tersebut
“ahahah... diemin ajaa dia abis berduaan sama cewenya, maklum laah Ky kan nanti malam mereja anniv jadi ya harap maklum aja laah” ucap Dinar
“apaan sih, hahah yaudah yang penting kan gue sama Iqbaal udah balik kesini dan ga lama ninggalin kalian” balas (namakamu) dengan senyuman manisnya, mereka bersepuluh menghabiskan waktu dipantai dan menikmati sunset disana
----
Malam harinya, mereka mencari makan didaerah pinggir pantai, mereka memilih tempat makan yang berada di outdoor dengan  view yang menghadap pantai. Angin berhembus dengan kencang menembus kulit tiap insan yang berada disini.
“happy satnight, jalani malam minggumu dengan pasangan kalian masing-masing” ucap Dinar merangkul Steffi, semua terkejut melihat Dinar yang merangkul Steffi, ternyata Dinar dan Steffi menjalin hubungan diam-diam, begitu pun dengan Aldy-Melody, Kiky-Cassie
“jadi kalian berdua pacaran diem-diem? Ohh jadi kita ga dikasih tau nih? Oh ga solid ya kalian sama kita” ucap (namakamu) memanyunkan bibirnya
“hahahaa, bukan gitu. Ceritanya kita mau ngasih tau kalo kita pacaran tuh pas tengah malam, tapi gue malah keceplosan jadi yaa gini dehh” ucap Dinar dengan senyum manisnya
“pantesan aja dari tadi tuhh kalian berdua nempeeel terus kaya kertas kena lem, lain halnya aku sama Karel” Ayana merubah posisi duduknya menjadi disamping (namakamu), Karel yang mendengarnya hanya menggernyitkan alisnya “ahaha, kasian kakak sayang, Karel kasian nih kakak gue. Lo gimana sih, awas aja kalo kakak gue sampe nangis, nih lo dapet ginian” balas (namakamu) merangkul Ayana, dan menunjukan lipatan tangannya untuk membogem Karel, Karel hanya tertawa kecil, “iya enggak ade gue sayangg, gue ga akan bikin kakak tersayang lo nangis.” Karel mendekati (namakamu) dan
‘CUP’
Karel mencium kening (namakamu), dan merangkul Ayana
“wess, bang punya gue tuh bang. Main cium-cium ajaa, gue kasih cumi-cumi ntar kalo cium-cium cewe gue” ucap Iqbaal, semua tertawa mendengar ucapan Iqbaal..
‘makasih tuhan, udah buat (namakamu) lupa akan penyakitnya saat ini’ gumam Karel dalam hati. Mereka semua menghabiskan makan malamnya, dan balik menuju cottage mereka.
12.00
Mereka bersepuluh keluar dari cottage, menuju dermaga untuk merayakan anniv iqbaal dan (namakamu) yang sudah menginjak dua bulan
(namakamu) dan Iqbaal mengucapkan wish mereka masing-masing
02.00
Mereka kembali ke cottage dan menuju ‘PulBan’ masing-masing
----
Minggu pagi, suara ombak terdengar jelas di tiap telinga insan yang sedang berada ditepian pantai ini, burung-burung berkicauan. Kedua insan berbeda jenis ini sedang menikmati angin pagi disekitar pantai.
Iqbaal dan (namakamu), dua insan yang sedang menembus dinginnya semilir angin pantai pada pagi hari, ingin menghabiskan waktu terakhirnya bersama sang kekasih *apabangetgue
“ga terasa ya (namakamu), kita udah dua bulan pacaran, aku jadi makin sayang sama kamu” Iqbaal mentap (namakamu), merangkul dan tersenyum, (namakamu) membalas senyuman Iqbaal “aku juga”
Mereka berdua sudah kembali ke cottage,
----
Mereka bersepuluh tengah merapikan barang-barang yang mereka bawa untuk kembali ke Jakarta. Setelah pasti tidak  ada yang tertinggal mereka segera checkout dari cottage itu.
----
Empat jam perjalanan menuju Jakarta, tidak terasa sangat membosankan bagi mereka semua, karena perjalanannya diselingi canda dan tawa
“abis ini mau langsung pulang apa mau jalan-jalan lagi?” tanya Karel, matanya tertuju pada spion atas untuk melihat adik-adiknya yang sedang berbicara sesuatu
“pulang ke rumah (namakamu), kita party lagi disanaaa” seru Steffi
“setujuuu” ucap (namakamu)’s serempak
“whaatt? Kalian apa pada ga cape ya? Hahah yaudah yaudah, nanti kita party lagi deh” balas Ayana seraya terkekeh melihat tingkah laku ke delapan adik kelas yang menurutnnya ‘agak sedikit aneh’
----
Mereka bersepuluh sudah sampai di ‘basecamp’ mereka, rumah (namakamu) dan Karel lah yang menjadi sasaran empuk mereka, namun Karel, (namakamu), dan kedua orangtuanya tidak merasa keberatan atas kedatangan kedelapan bocah-bocah rempong
“haahhff, mau party apaan lagii? Kita udah kehabisan ide tau Stef” ujar Cassie, menatap tajam kearah Steffi
“karena besok libur, kita nginep disini semalam lagii, jadi nanti malam, kita party barberque” jelas Dinar, semua mengangguk menyetujui acara yang sudah disusun oleh sepasang kekasih yang senang berkumpul
----
‘TOK..TOK..TOK’
Suara ketukan pintu terdengar, semua menoleh ke arah sumber suara, setelah dua puluh menit menunggu akhirnya pesanan mereka datang
“yoo, dimakann..” seru Aldy, mulai membuka bungkus makanan tersebut
“wettss, napsu banget lo dy” balas Iqbaal menoyor kening Aldy
“laper gue brooh” jawab Aldy santai, semua tertawa terbahak mendengar ucapan Aldy disertai wajah polosnya
‘tuhan, aku pasti sangat merindukan suasana yang seperti ini, bahkan bukan hanya aku saja, tapi mereka juga’
----
Bulan sudah menggantikan posisi matahri malam ini, dengan suasana dingin yang menyeruak, menembus masuk kedalam tubuh setiap manusia melalui pori-pori tubuh. Suasa sehabis hujan membuat orang bermalas-malasan malam ini, tetapi tidak dengan sepuluh orang ini
“asiik, kita nginep dirumah (namakamu) lagii, kita kan akhir-akhir ini jarang banget nginep disini” seru Cassie memasukan beberapa buah chiki kedalam mulutnya, Kiky mengangguk dan merangkul Cassie. “emmm, besok jalan-jalan yuk, sekalian refreshing kan besok terakhir kita kumpul-kumpul kaya gini” ucap (namakamu) menatap temannya satu per satu, ‘terakhir kalinya? Maksudnya apa? Kenapa harus terakhir?’ gumam Steffi dalam hati.
“kok terakhir? Kan masih ada lain waktu” ucap Aldy dengan wajah polosnya, (namakamu) hanya tersenyum dan menggeleng, semua heran dengan tingkah (namakamu)
“aam, yaudah yuk kita makan, udah waktunya makan malem” ucap Karel memecahkan keheranan *apasih
Mereka semua menikmati makan malam yang tersedia tanpa memikirkan ucapan yang diucap (namakamu) tadi
----
Pagi harinya, (namakamu) terbangun dari tidurnya, leboh awal dari yang lain. Entah mengapa saat ini (namakamu) ingin menulis kan sesuatu dalam buku hariannya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu tentang penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan lama lagi. Setelah aku di diagnosis mengalami penyakit Kanker, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku dengan cepat, tanpa harus menunggu kanker ku semakin parah. Tuhan, jika nanti, esok, lusa, atau kapan aku meninggal, aku hanya meminta, bawa pulang mama, papa ku kesini, agar mereka bisa melihat ku saat terakhir kalinya, agar dapat memeluku terakhir kalinya, agar dapat mencium ku untuk terakhir kalinya, agar dapat melihat jazad ku yang sedang tertidur berbalut kain putih, disaat itulah aku merasakan ketenangan  yang abadi, yang tidak pernah aku rasakan, dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua tersenyum termasuk teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau pun aku sudah tidak berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk yang terakhir kalinya, mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret 2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

---BERSAMBUNG---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar