AUTHOR: DEASYANA PUTRISYA LARASATI
SORRY TYPO DAN GAJE
----
Mereka berempat sudah sampai dirumah sakit dimana
(namakamu) akan menjalankan first kemoterapinya
(namakamu) sudah masuk kedalam ruang kemo, Iqbaal,
Karel, dan Ayana menunggu diruang tamu, mereka sibuk membicarakan sesuatu yang
sepertinya sangat serius
“baal, kamu janji ya jangan sakitin (namakamu), aku
kasian kalo ngeliat dia disakitin sama laki-laki untuk yang kedua kalinya, aku
harap hubungan kalian ga ada pengganggunya ya” ucap Ayana menatap Iqbaal
“iya kak, aku janji ga akan nyakitin dia, aku janji
akan buat (namakamu) bahagia, kapan pun itu” balas Iqbaal dengan yakin
“makasih baal, gue harap (namakamu) anggap lo orang
terspecial setelah gue dan nyokap bokap gue” Iqbaal hanya mengangguk
1 jam kemudian...
(namakamu) sudah dipindahkan keruang rawat, kini
keenam sahabat terbaik (namakamu) sudah datang termasuk Dinar
“gue mau bilang ke lo semua, makasih udah buat
(namakamu) senyum, makasih udah buat (namakamu) lupa akan penyakitnya berkat
canda dan tawa kalian, gue gatau harus gimana kalo ga ada kalian, makasih ya.
Dan maaf kalo (namakamu) sering pingsan jadi ngerepotin kalian semua, kalian
itu malaikat yang dapat dilihat di kehidupan gue sama (namakamu)” ucap Karel
ditengah candaan mereka, dan membuat yang lainnya berhenti mendengar ucapan
Karel
“enggak Rel, (namakamu) sama sekali ga ngerepotin kita
kok, bagi kita tolong menolong dalam suatu persahabatan itu biasa, masa iya
sahabat lagi susah kita harus seneng? Enggak kan? Jadi susah bareng-bareng
senang bareng-bareng, itu prinsip persahabatan kita rel” balas Cassie dengan
suara yang masih agak belepotan, Karel tersenyum dan semua tersenyum
----
(namakamu) sudah diperbolehkan pulang, karena
kemoterapinya sudah selesai, sudah dua hari (namakamu) mengetahui tentang
penyakitnya dua hari pula sifatnya mulai berubah menjadi lebih pendiam dan
lebih banyak melamun, dua hari sudah (namakamu) tidak masuk sekolah
Malam ini, angin berhembus dengan kencang membuat anak
rambut (namakamu) menari-nari, malam ini bulan memancarkan sinarnya dengan
redup, bintang menemani bulan disisinya, seorang gadis tengah berdiri dibalkon
kamarnya, tatapannya tertuju pada bintang-bintang yang bertebaran dilangit
“hhffhh, enak ya jadi bulan bisa liat semua orang dari
atas sana”
“tapi jadi bulan itu ga enak, dia ga bisa memancarkan
cahanya sendiri, dia masih butuh bantuan cahaya dari matahari, dan dia masih
harus ditemanin oleh bintang-bintang agar dapat menerangi bumi” ucap seorang
laki-laki yang tepat berdiri dibelakang (namakamu), sontak membuat (namakamu) menoleh
“Iqbaal” desis (namakamu), Iqbaal tersenyum manis,
menatap (namakamu) dengan tatapan yang teduh
“makan yuk, aku bawain makanan sama minuman kesukaan
kamu loh” ucap Iqbaal seraya merangkul (namakamu), (namakamu) tersenyum dan
mengangguk
Malam itu, Karel, Iqbaal, dan (namakamu) menghabiskan
waktunya bersama
----
Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Tepat sudah dua bulan (namakamu) menjalin hubungannya
dengan Iqbaal, dengan keadaan (namakamu) yang seperti ini
Hingga pada suatu malam Iqbaal mengajak
teman-temannya, Karel, dan Ayana untuk pergi berlibur karena hari jadi
hubungannya dengan (namakamu) tepat pada hari weekend
Hari sabtu pagi mereka ber sepuluh #banyakamat-,-
berkumpul di rumah (namakamu), tepat pukul 09.00 WIB, mereka berangkat menuju
Anyer, tepat pukul 12.00 mereka sampai di tempat tujuan, mereka memesan cottage
yang lumayan besar yang berisi lima kamar tidur, dua kamar mandi, ruang kumpul,
dapur, dan balkon, dengan view yang menghadap lurus kepantai
“kepantai yukk, kita foto-foto disanaa” ajak Steffi
pada yang lain, yang sibuk dengan ponselnya masing-masing, lain halnya dengan
Iqbaal, (namakamu), Karel, dan Ayana, mereka berempat sibuk foto-foto didalam
cottage ini
“ayoo Steff, gue juga mau kepantai, bareng gue aja
yuk” ucap Dinar dengan senyuman manisnya
“ikutt dongg, jangan berduaan aja nanti keganggu setan
loh” ucap Aldy, yang mendapat anggukan serempak dari Kiky, Cassie, dan Melody
“yaudah ayo”
Mereka ber sepuluh sudah berdiri ditepian pantai,
Iqbaal dan (namakamu) pisah dari yang lainnya, mereka berdua memilih dermaga
yang sepi,
‘HENING’
Keduanya lebih memilih diam, karena bingung apa yang
akan mereka bicarakan
“hmm, baal” ucap (namakamu) memecahkan keheningan,
Iqbaal menoleh dan menggernyitkan kedua alisnya
“aku mau nanya boleh?” tanya (namakamu) merubah posisi
berdirinya menjadi menghadap Iqbaal, yang semula memegang pegangan di dermaga
dan menatap air laut yang jernih
“boleh, nanya apa? Nanya aja” jawab Iqbaal menatap (namakamu)
dengan teduh
“ka..kalo misalkan nanti, besok, atau lusa aku udah
nggak ada gimana? Apa kamu masih anggap aku cewe kamu baal?” tanya (namakamu)
dengan wajah polosnya
“heyy, kamu nggak boleh ngomong kaya gitu, aku akan
anggap kamu cewe aku selamanya, karena kamu ada disini, dihati aku” jawab
Iqbaal menaruh lengan (namakamu) didepan dadanya, (namakamu) tersenyum
‘BRUK’
(namakamu) memeluk Iqbaal dengan erat, Iqbaal membalas
pelukan (namakamu). Setelah puas menghabiskan waktu berduaan, Iqbaal dan (namakamu)
menghampiri yang lainnya
“oiii, berduaan aja, abis kemana loo?” ledek Kiky pada
Iqbaal yang baru saja datang, ......... hanya tersenyum mendapat ejekan
tersebut
“ahahah... diemin ajaa dia abis berduaan sama cewenya,
maklum laah Ky kan nanti malam mereja anniv jadi ya harap maklum aja laah” ucap
Dinar
“apaan sih, hahah yaudah yang penting kan gue sama
Iqbaal udah balik kesini dan ga lama ninggalin kalian” balas (namakamu) dengan
senyuman manisnya, mereka bersepuluh menghabiskan waktu dipantai dan menikmati
sunset disana
----
Malam harinya, mereka mencari makan didaerah pinggir
pantai, mereka memilih tempat makan yang berada di outdoor dengan view yang menghadap pantai. Angin berhembus
dengan kencang menembus kulit tiap insan yang berada disini.
“happy satnight, jalani malam minggumu dengan pasangan
kalian masing-masing” ucap Dinar merangkul Steffi, semua terkejut melihat Dinar
yang merangkul Steffi, ternyata Dinar dan Steffi menjalin hubungan diam-diam,
begitu pun dengan Aldy-Melody, Kiky-Cassie
“jadi kalian berdua pacaran diem-diem? Ohh jadi kita
ga dikasih tau nih? Oh ga solid ya kalian sama kita” ucap (namakamu)
memanyunkan bibirnya
“hahahaa, bukan gitu. Ceritanya kita mau ngasih tau
kalo kita pacaran tuh pas tengah malam, tapi gue malah keceplosan jadi yaa gini
dehh” ucap Dinar dengan senyum manisnya
“pantesan aja dari tadi tuhh kalian berdua nempeeel
terus kaya kertas kena lem, lain halnya aku sama Karel” Ayana merubah posisi
duduknya menjadi disamping (namakamu), Karel yang mendengarnya hanya menggernyitkan
alisnya “ahaha, kasian kakak sayang, Karel kasian nih kakak gue. Lo gimana sih,
awas aja kalo kakak gue sampe nangis, nih lo dapet ginian” balas (namakamu)
merangkul Ayana, dan menunjukan lipatan tangannya untuk membogem Karel, Karel
hanya tertawa kecil, “iya enggak ade gue sayangg, gue ga akan bikin kakak
tersayang lo nangis.” Karel mendekati (namakamu) dan
‘CUP’
Karel mencium kening (namakamu), dan merangkul Ayana
“wess, bang punya gue tuh bang. Main cium-cium ajaa,
gue kasih cumi-cumi ntar kalo cium-cium cewe gue” ucap Iqbaal, semua tertawa
mendengar ucapan Iqbaal..
‘makasih tuhan, udah buat (namakamu) lupa akan
penyakitnya saat ini’ gumam Karel dalam hati. Mereka semua menghabiskan makan
malamnya, dan balik menuju cottage mereka.
12.00
Mereka bersepuluh keluar dari cottage, menuju dermaga
untuk merayakan anniv iqbaal dan (namakamu) yang sudah menginjak dua bulan
(namakamu) dan Iqbaal mengucapkan wish mereka
masing-masing
02.00
Mereka kembali ke cottage dan menuju ‘PulBan’
masing-masing
----
Minggu pagi, suara ombak terdengar jelas di tiap
telinga insan yang sedang berada ditepian pantai ini, burung-burung berkicauan.
Kedua insan berbeda jenis ini sedang menikmati angin pagi disekitar pantai.
Iqbaal dan (namakamu), dua insan yang sedang menembus dinginnya
semilir angin pantai pada pagi hari, ingin menghabiskan waktu terakhirnya
bersama sang kekasih *apabangetgue
“ga terasa ya (namakamu), kita udah dua bulan pacaran,
aku jadi makin sayang sama kamu” Iqbaal mentap (namakamu), merangkul dan
tersenyum, (namakamu) membalas senyuman Iqbaal “aku juga”
Mereka berdua sudah kembali ke cottage,
----
Mereka bersepuluh tengah merapikan barang-barang yang
mereka bawa untuk kembali ke Jakarta. Setelah pasti tidak ada yang tertinggal mereka segera checkout
dari cottage itu.
----
Empat jam perjalanan menuju Jakarta, tidak terasa
sangat membosankan bagi mereka semua, karena perjalanannya diselingi canda dan
tawa
“abis ini mau langsung pulang apa mau jalan-jalan
lagi?” tanya Karel, matanya tertuju pada spion atas untuk melihat adik-adiknya
yang sedang berbicara sesuatu
“pulang ke rumah (namakamu), kita party lagi disanaaa”
seru Steffi
“setujuuu” ucap (namakamu)’s serempak
“whaatt? Kalian apa pada ga cape ya? Hahah yaudah
yaudah, nanti kita party lagi deh” balas Ayana seraya terkekeh melihat tingkah
laku ke delapan adik kelas yang menurutnnya ‘agak sedikit aneh’
----
Mereka bersepuluh sudah sampai di ‘basecamp’ mereka,
rumah (namakamu) dan Karel lah yang menjadi sasaran empuk mereka, namun Karel,
(namakamu), dan kedua orangtuanya tidak merasa keberatan atas kedatangan
kedelapan bocah-bocah rempong
“haahhff, mau party apaan lagii? Kita udah kehabisan
ide tau Stef” ujar Cassie, menatap tajam kearah Steffi
“karena besok libur, kita nginep disini semalam lagii,
jadi nanti malam, kita party barberque” jelas Dinar, semua mengangguk
menyetujui acara yang sudah disusun oleh sepasang kekasih yang senang berkumpul
----
‘TOK..TOK..TOK’
Suara ketukan pintu terdengar, semua menoleh ke arah
sumber suara, setelah dua puluh menit menunggu akhirnya pesanan mereka datang
“yoo, dimakann..” seru Aldy, mulai membuka bungkus
makanan tersebut
“wettss, napsu banget lo dy” balas Iqbaal menoyor
kening Aldy
“laper gue brooh” jawab Aldy santai, semua tertawa
terbahak mendengar ucapan Aldy disertai wajah polosnya
‘tuhan, aku pasti sangat merindukan suasana yang
seperti ini, bahkan bukan hanya aku saja, tapi mereka juga’
----
Bulan sudah menggantikan posisi matahri malam ini,
dengan suasana dingin yang menyeruak, menembus masuk kedalam tubuh setiap
manusia melalui pori-pori tubuh. Suasa sehabis hujan membuat orang
bermalas-malasan malam ini, tetapi tidak dengan sepuluh orang ini
“asiik, kita nginep dirumah (namakamu) lagii, kita kan
akhir-akhir ini jarang banget nginep disini” seru Cassie memasukan beberapa
buah chiki kedalam mulutnya, Kiky mengangguk dan merangkul Cassie. “emmm, besok
jalan-jalan yuk, sekalian refreshing kan besok terakhir kita kumpul-kumpul kaya
gini” ucap (namakamu) menatap temannya satu per satu, ‘terakhir kalinya?
Maksudnya apa? Kenapa harus terakhir?’ gumam Steffi dalam hati.
“kok terakhir? Kan masih ada lain waktu” ucap Aldy
dengan wajah polosnya, (namakamu) hanya tersenyum dan menggeleng, semua heran
dengan tingkah (namakamu)
“aam, yaudah yuk kita makan, udah waktunya makan
malem” ucap Karel memecahkan keheranan *apasih
Mereka semua menikmati makan malam yang tersedia tanpa
memikirkan ucapan yang diucap (namakamu) tadi
----
Pagi harinya, (namakamu) terbangun dari tidurnya,
leboh awal dari yang lain. Entah mengapa saat ini (namakamu) ingin menulis kan
sesuatu dalam buku hariannya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear dairy..
Tuhan..
Aku tahu tentang penyakit ku, aku tahu hidup ku tidak akan
lama lagi. Setelah aku di diagnosis mengalami penyakit Kanker, rasanya aku
ingin mengakhiri hidupku dengan cepat, tanpa harus menunggu kanker ku semakin
parah. Tuhan, jika nanti, esok, lusa, atau kapan aku meninggal, aku hanya
meminta, bawa pulang mama, papa ku kesini, agar mereka bisa melihat ku saat
terakhir kalinya, agar dapat memeluku terakhir kalinya, agar dapat mencium ku
untuk terakhir kalinya, agar dapat melihat jazad ku yang sedang tertidur
berbalut kain putih, disaat itulah aku merasakan ketenangan yang abadi, yang tidak pernah aku rasakan,
dan satu lagi, aku hanya ingin membuat mereka semua tersenyum termasuk
teman-teman ku. Iqbaal, aku akan tetap mencintai kamu walau pun aku sudah tidak
berada disisimu lagi, aku ingin kamu memeluk jazad ku untuk yang terakhir kalinya,
mencium jazad ku, tetapi jangan menangisi ku. Aku sayang kalian.
Love (namakamu)
Jakarta, 24 Maret 2014
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---BERSAMBUNG---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar