author : DEASYANA PUTRISYA LARASATI
----
(namakamu) menghampiri bangku yang
terletak di tengah taman tersebut, pandangannya lurus menatap air danau yang
tenang ‘ kapan ya gue bisa tenang kaya air di danau itu? Kapan ? gue mau
tenang, ga ada yang ngeganggu gue. Apapun itu! ‘ gumam (namakamu) dalam hati,
matanya pun mulai berair saat mengingat nama ‘BASTIAN DAN BELLA’
Hari telah sore, namun (namakamu) masih
berada di bangku taman ini dengan keadaan mata yang sembab karena memikirkan
Bastian
(namakamu) menusuri jalan pulang
sendirian karena ia sengaja tak menelepon Karel untuk menjemputnya,
‘BRUK’
(namakamu) terjatuh, (namakamu)
mendongak kan kepalanya, apa yang barusan terjadi?
“Eh eh, maaf-maaf. Ga sengaja, duh”
ucap pria berbehel tersebut sambil mencoba membangunkan (namakamu). (namakamu)
hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya “ lo, lo gapapa kan? Ada yang luka
nggak?” ucap pria berbehel itu sangat khawatir tetapi bertanggung jawab “gapapa
kali, biasa aja ga usah sekhawatir itu” (namakamu) terkekeh “ yaudah, gue
duluan ya. Jalannya yang bener “ ucap (namakamu) pada pria berbehel itu dan
meninggalkannya
----
‘SREKK’
Pintu pagar rumah (namakamu) terbuka,
(namakamu) mengedarkan pandangannya ke seluruh rumahnya.
‘CLEK’
Pintu rumah terbuka, tampak seorang
laki-laki dan perempuan berduaan di ruang tengah, dengan setumpuk buku dan
selembar kertas yang sedang mereka diskusikan
“WOI!!! Serius banget sih!! dari tadi
di sini ngucapin salam, malah nggak dijawab!!” (namakamu) mengagetkan Karel dan
Ayana yang sedang mengerjakan tugas kelompoknya menoleh dengan tatapan yanng
ingin membunuh, “ishh!!(namakamu) bisa santai nggak sih?” balas Karel dengan
nada yang tidak santai, (namakamu) menggelengkan kepalanya, dengan cepat ia
naik ke kamarnya pada lantai dua
----
Tidak seperti biasanya, malam ini
(namakamu) menghabiskan waktunya untuk menonton tv bersama Karel
“(namakamu), tadi lo kenapa ga telepon
gue biar gue jemput?” tanya Karel sambil memasukan cemilan kedalam mulutnya,
(namakmu) menoleh dan menggernyitkan alisnya “ bukannya tadi ada cewe impian lo
kesini buat ngerjain tugas? Kan ga enak Rel kalo lo harus ninggalin dia
sendirian dirumah, lagi pula, gue bisa kokpulang sendiri, liat aja gue selamatkan
sampe rumah?” (namakamu) membalas ucapan Karel, namun tak memperhatikannya
melainkan tertuju paada ponselnya, entah sedang smsan dengan siapa Karel tak
tahu, termasuk gue:D
“Oiya yah, kan tadi adaYana, mana
mungkin gue tega ninggalin dia sendiri “ ucap Karel sambil mengelus puncak
kepala (namakamu)
‘CLEK’
Pintu rumah terbuka, nampak Bella
dengan wajah yang naturalnya, tak ada tambahan bedak yang tebal pada wajahnya,
pakaianny pun berbeda, kini ia mengenakan baju lengan panjang dan celana
selutut. Karel dan (namakamu) menoleh dan mengernyitnya alisnya, ada apa Bella
malam-malam datang kesini? Mereka tak tahu
“haiii” Bella menghampiri Karel dan
(namakamu) yang pura-pura tak tahu atas kedatangan Bella, “ eh eloo” balas
Karel. “ eh, tau ga? Gue abis ditembak loh sama cowo impian guee” ucap bela
sambil berjinjit dan menaruh kedua tangannya yang berbentuk X di dada, “oh ys? Sama siapa “ ucap (namakamu)
antusias, Bella hanya nyengir dan menggeleng “RAHASIA dong, besok gue bawa ya
kesini, gue pulang, daaa” ucap Bella melambaikan tangannya dan berlari menuju
pintu, yap, rumah Bella memang bersebelahan dengan rumah Karel dan (namakamu)
----
Sang surya telah menampakan dirinya
pagi ini, cuaca yang cerah. Namun tak secerah dengan hati (namakamu)
DRRTT DRRRRTTT DRRRRT
Ponsel (namakamu) bergetar, pertanda
ada sms yang masuk
From: Bastian
“pagii my bidadari kuu”
To: Bastian
“pagi jugaa”
From: Bastian
‘bidadari, tolong izinin aku ya, aku
hari ini ga bisa masuk, aku sakitL”
To: Bastian
“iyaa, GWS yaaa Bas J”
Percakapan telah berakhir. Namun di
sisi lain, Karel tengah memainkan ponselnya
DRRRTTT DRRRRRTT
Ponsel Karel bergetar pertanda ada sms
masuk
From: Bella
“Rel, izinin gue ya, gue gabisa masuk.
Gue sakit”
To: Bella
“sakit apaan lo Bell? Alergi bedak? Apa
muka lo geradakan gara-gara kebanyakan pake bedak?wks~ “
From: Bella
“gue serius”
----
Bell istirahat telah berbunyi
Mereka ber tujuh sudah menempati meja
kantin dan tealh memesannya
“Bastian kemana lagi?”ucap Karel, semua
menaikan bahunya kecuali Bastian “ sakit “ jawab (namakamu) singkat dan
menundukan wajahnya, Karel sempat
menoleh ke arah (namakamu) ‘kok sama kayak Bella?’ ucap Karel dalam hati
----
“Steff, Al, temenin gue ke toko buku
yuk” ajak Cassie yang sedang merapihkan alat tulisnya, “ayo, gue juga mau nyari
novel terbaru, (namakamu) ikut yuk ?” Steffi menerima ajakan Cassie, dengan
cepat (namakamu) menggeleng dan meninggalkan ruang kelas yang didalamnya masih
ada Steffi, Cassie, Aldy, dan Kiky, “(namakamu) mau kemana?” tanya Aldy, semua
hanya menaikan bahunya dan menggeleng
“Rel’ ucap (namakamu) memecahkan
keheningan dalam mobil, “apa?” Karel membalasnya walau tatapannya masih
terfokus pada jalan raya, “ ketaman dulu Rel” nada suara (namakamu) sangat
lemah, “ lo kenapa? Kok kayanya sedih gitu?” Karel menatap wajah (namakamu)
karena lampu merah sedang menyala, (namakamu) menggelengkan kepalanya, “iya
kita ketaman dulu” Karel tersenyum dan menginjakan pedal gasnya
----
Mereka berdua telah sampai di taman dan
menempati kursi yang jaraknya tak jauh dari danau, “ Rel, kok Bastian
akhir-akhir ini tingkahnya jadi aneh yaa? Dia jadi kaya ngehindar gitu dari
gue. Gue takut kehilangan Bastian Rel” ucap (namakamu) namun pandangannya
kosong menatap air sungai yang tenang “ (namakamu), harus berapa kali sih gue
bilang sama lo? Lo ga boleh mikir yang macem-macem, itu malah buat lo makin
setres, sekarang lo anggap aja kalo lo sama Bastian itu ga ada hubungan apa-apa
dan ga pernah ngejalin hubungan, dah anggap aja kaya gitu. Ayoo (namakamu)
jangan lemah kaya gini, gue gamau, mana (namakamu) yang dulu? Yang selalu kuat
mendapat cobaan?” Karel merangkul (namakamu) dan menenggelampak kepala
(namakamu) dalam dekapan Karel, “makasih Rel” ucap (namakamu) dengan suara yang
kurang jelas akibat dekapan Karel “ yaudah yuk pulang, udah sore nih “ ajak
Karel pada (namakamu) yang masih sibuk terisak, saat (namakamu) mengangguk. Dan
mereka berdua meninggalkan tempat ini
Namun disisi lain Steffi, Cassie dan
Aldy melihat sesorang yang sangat mereka kenali, yaitu Bastian dan Bella. Yap,
mereka berdua sedang menaiki escalator menuju lantai dua dengan sigap Steffi
mengambil ponselnya dan memotret Bastian dan Bella yang beradegan mesra
“Steff, Cass. Gue ngejar Bastian Bella
dulu ya. Lo berdua nyari buku aja, gue ngikutin mereka” ucap Aldy sambil meninggalkan
Cassie dan Steffi yang masih terdiam
----
Hari telah malam, (namakamu) duduk di
balkon kamarnya dengan menggengam ponsel ditangannya
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka, Karel melihat
adiknya sedang terduduk dan melamun menatap langit malam tanpa adanya bintang
“(namakamu) makan yuk. Lo kan belum
makan dari tadi siang “ ajak Karel.
Akhir-akhir ini (namakamu) lebih sering berdiam diri di balkon kamarnya sambil
mendengarkan lagu ChristinaPerry-Miles dibandingan menonton televisi bersama
Karel “ gamau Rel, gue udah kenyang” balasnya santai sambil tersenyum manis
kearah Karel “ tapi lo belum makan
(namakamu), nanti lo sakit.” Karel memaksanya, namun tetap saja (namakamu)
menolaknya, Karel menyerah susah memang membujuk (namakamu), saat Karel keluar
(namakamu) melantunkan lagu Christina Perry-Miles
“I’m scared today, more
than I told you I was yesterday
Give me a moment to catch my breath
And hold me every second left
Give me a moment to catch my breath
And hold me every second left
Proud of me, that’s the
only way I want you to be
Look at me and love what you see
I won’t make it alone, I need something to hold
Look at me and love what you see
I won’t make it alone, I need something to hold
Kiss me on my shoulder,
and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
We made it out, and all
the other people are asking how
This doesn’t even sound like truth to grow from a bruise
But one day we will realize how hard it was, how hard we tried
And how our hearts made it out alive
This doesn’t even sound like truth to grow from a bruise
But one day we will realize how hard it was, how hard we tried
And how our hearts made it out alive
Kiss me on my shoulder,
and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
And these are words I
wished you said
But that’s not how it went
‘Cause you gave up on us in the end
And I won’t make it alone, I need something to hold
But that’s not how it went
‘Cause you gave up on us in the end
And I won’t make it alone, I need something to hold
Kiss me on my shoulder,
and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s”
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s”
----
‘CLEK’
Pintu terbuka, Karel
memasuki kamar (namakamu), terlihat (namakamu) sedang tertidur diatas tempat
tidurnya menggunakan jaket dan menyelimut dirinya dari ujung kaki hingga ujung
kepala, Karel mengetahui bahwa adiknya sakit karena ini kebiasaan (namakamu)
kalau sedang sakit
“(namakamu)” Karel
menyingkirkan selimut yang ada tepat di ujung kepala (namakamu), Karel memang
kening (namakamu) ‘panas, pasti gara-gara ga
makan kemaren’ tiba-tiba (namakamu) terbangun, “ Rel, gue ga masuk yaa,
gue sakit Rel “ ucap (namakamu) sambil
mencoba bangun dari tidurnya dan menyenderkan pada kepala tempat tidur,
Karel mengangguk dan tersenyum “makanya kalo gue suruh makan tuh nurut, jangan
ngebantah. Susah sih, kan kalo gini lo jadi ketinggalan pelajaran” Karel
tersenyum dan mengelus puncak kepala (namakamu), “ gue berangkat” Karel berdiri
dan meninggalkan (namakamu)
----
“Steff, izinin yaa
(namakamu) gamasuk sakit, makasih Steff” Steffi hanya mengangguk dan Karel
meninggalkan Steffi dan Cassie yang tak sengaja bertemu di parkiran sekolah
‘KIRRRIINGGG...KRIINGG’
Bell masuk berbunyi,
kelas yang semula riuh mendadak hening akibat masuknya guru Bahasa Indonesia
“anak-anak, kalian hari
ini memiliki dua teman baru, ayo nak Iqbaal, Melody perkenalkan diri kamu
dahulu” Iqbaal memasuki kelas dan mulai memperkenalkan dirinya didepan kelas “
perkenalkan nama saya Iqbaal Diafakhri Ramadhan, saya pindahan dari SMP Cahaya
Shakti” ucap Iqbaal sambil memamerkan giginya yang dilapisi oleh behel “ ayo
nak Melody, perkenalkan diri kamu” “ perkenalkan nama saya Melody Nurhamdani
Laksani, saya pindahan dari SMP Cahaya Shakti, saya dan Iqbaal sepupuan” ucap
Melody dengan senyum yang manis “ baiklah, nak Iqbaal bisa duduk dengan Aldy,
Aldy kamu pindah kebelakang bersama Iqbaal, dan kamu Melody bisa duduk bersama Cassie” mereka
berdua mengangguk
----
Mereka berenam menempati
bangku kantin paling pojok, kali ini tanpa adanya Karel, Ayana dan lagi lagi
Bastian, melainkan bersama Iqbaal dan Melody mereka menghabiskan waktu bercanda
dan mengenalkan (namakamu) yang saat ini tidak masuk sekolah
----
“Rel, gue mau ke taman”
Karel memasukan sesuap bubur kedalam mulut (namakamu) “ abisin dulu makannya,
baru ketaman, gue janji.” Akhir nya (namakamu) menghabiskan makanannya demi
ketaman “ udah abis Rel” (namakamu) mengambil ponsel yang ada di nakas samping
tempat tidurnya “ yaudah yuk, gue ganti baju duluu” Karel meninggalkan
(namakamu) dan (namakamu) menunggunya di baawah
----
Mereka berdua menempati
kursi yang selalu mereka isi
“mau ngapain?” tanya Karel heran, “ batin gue bilang,
kalo Bastian ada disini Rel, gue kangen Bastian” suara (namakamu) mulai
bergetar, Karel merangkul (namakamu), “ Rel, i-itu Bastian kan?” terlihat
beberapa meter dari tempat duduk mereka ---BERSAMBUNG---
@deasyana_pl
Deasyana Putrisya Larasati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar