Minggu, 16 Februari 2014

^PATIENCE^

---PART 3---

author : DEASYANA PUTRISYA LARASATI



----
(namakamu) menghampiri bangku yang terletak di tengah taman tersebut, pandangannya lurus menatap air danau yang tenang ‘ kapan ya gue bisa tenang kaya air di danau itu? Kapan ? gue mau tenang, ga ada yang ngeganggu gue. Apapun itu! ‘ gumam (namakamu) dalam hati, matanya pun mulai berair saat mengingat nama ‘BASTIAN DAN BELLA’
Hari telah sore, namun (namakamu) masih berada di bangku taman ini dengan keadaan mata yang sembab karena memikirkan Bastian
(namakamu) menusuri jalan pulang sendirian karena ia sengaja tak menelepon Karel untuk menjemputnya,
‘BRUK’
(namakamu) terjatuh, (namakamu) mendongak kan kepalanya, apa yang barusan terjadi?
“Eh eh, maaf-maaf. Ga sengaja, duh” ucap pria berbehel tersebut sambil mencoba membangunkan (namakamu). (namakamu) hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya “ lo, lo gapapa kan? Ada yang luka nggak?” ucap pria berbehel itu sangat khawatir tetapi bertanggung jawab “gapapa kali, biasa aja ga usah sekhawatir itu” (namakamu) terkekeh “ yaudah, gue duluan ya. Jalannya yang bener “ ucap (namakamu) pada pria berbehel itu dan meninggalkannya
----
‘SREKK’
Pintu pagar rumah (namakamu) terbuka, (namakamu) mengedarkan pandangannya ke seluruh rumahnya.
‘CLEK’
Pintu rumah terbuka, tampak seorang laki-laki dan perempuan berduaan di ruang tengah, dengan setumpuk buku dan selembar kertas yang sedang mereka diskusikan
“WOI!!! Serius banget sih!! dari tadi di sini ngucapin salam, malah nggak dijawab!!” (namakamu) mengagetkan Karel dan Ayana yang sedang mengerjakan tugas kelompoknya menoleh dengan tatapan yanng ingin membunuh, “ishh!!(namakamu) bisa santai nggak sih?” balas Karel dengan nada yang tidak santai, (namakamu) menggelengkan kepalanya, dengan cepat ia naik ke kamarnya pada lantai dua
----
Tidak seperti biasanya, malam ini (namakamu) menghabiskan waktunya untuk menonton tv bersama Karel
“(namakamu), tadi lo kenapa ga telepon gue biar gue jemput?” tanya Karel sambil memasukan cemilan kedalam mulutnya, (namakmu) menoleh dan menggernyitkan alisnya “ bukannya tadi ada cewe impian lo kesini buat ngerjain tugas? Kan ga enak Rel kalo lo harus ninggalin dia sendirian dirumah, lagi pula, gue bisa kokpulang sendiri, liat aja gue selamatkan sampe rumah?” (namakamu) membalas ucapan Karel, namun tak memperhatikannya melainkan tertuju paada ponselnya, entah sedang smsan dengan siapa Karel tak tahu, termasuk gue:D
“Oiya yah, kan tadi adaYana, mana mungkin gue tega ninggalin dia sendiri “ ucap Karel sambil mengelus puncak kepala (namakamu)
‘CLEK’
Pintu rumah terbuka, nampak Bella dengan wajah yang naturalnya, tak ada tambahan bedak yang tebal pada wajahnya, pakaianny pun berbeda, kini ia mengenakan baju lengan panjang dan celana selutut. Karel dan (namakamu) menoleh dan mengernyitnya alisnya, ada apa Bella malam-malam datang kesini? Mereka tak tahu
“haiii” Bella menghampiri Karel dan (namakamu) yang pura-pura tak tahu atas kedatangan Bella, “ eh eloo” balas Karel. “ eh, tau ga? Gue abis ditembak loh sama cowo impian guee” ucap bela sambil berjinjit dan menaruh kedua tangannya yang berbentuk X  di dada, “oh ys? Sama siapa “ ucap (namakamu) antusias, Bella hanya nyengir dan menggeleng “RAHASIA dong, besok gue bawa ya kesini, gue pulang, daaa” ucap Bella melambaikan tangannya dan berlari menuju pintu, yap, rumah Bella memang bersebelahan dengan rumah Karel dan (namakamu)
----
Sang surya telah menampakan dirinya pagi ini, cuaca yang cerah. Namun tak secerah dengan hati (namakamu)
DRRTT DRRRRTTT DRRRRT
Ponsel (namakamu) bergetar, pertanda ada sms yang masuk
From: Bastian
“pagii my bidadari kuu”
To: Bastian
“pagi jugaa”
From: Bastian
‘bidadari, tolong izinin aku ya, aku hari ini ga bisa masuk, aku sakitL
To: Bastian
“iyaa, GWS yaaa Bas J
Percakapan telah berakhir. Namun di sisi lain, Karel tengah memainkan ponselnya
DRRRTTT DRRRRRTT
Ponsel Karel bergetar pertanda ada sms masuk
From: Bella
“Rel, izinin gue ya, gue gabisa masuk. Gue sakit”
To: Bella
“sakit apaan lo Bell? Alergi bedak? Apa muka lo geradakan gara-gara kebanyakan pake bedak?wks~ “
From: Bella
“gue serius”
----
Bell istirahat telah berbunyi
Mereka ber tujuh sudah menempati meja kantin dan tealh memesannya
“Bastian kemana lagi?”ucap Karel, semua menaikan bahunya kecuali Bastian “ sakit “ jawab (namakamu) singkat dan menundukan wajahnya,  Karel sempat menoleh ke arah (namakamu) ‘kok sama kayak Bella?’ ucap Karel dalam hati
----
“Steff, Al, temenin gue ke toko buku yuk” ajak Cassie yang sedang merapihkan alat tulisnya, “ayo, gue juga mau nyari novel terbaru, (namakamu) ikut yuk ?” Steffi menerima ajakan Cassie, dengan cepat (namakamu) menggeleng dan meninggalkan ruang kelas yang didalamnya masih ada Steffi, Cassie, Aldy, dan Kiky, “(namakamu) mau kemana?” tanya Aldy, semua hanya menaikan bahunya dan menggeleng
“Rel’ ucap (namakamu) memecahkan keheningan dalam mobil, “apa?” Karel membalasnya walau tatapannya masih terfokus pada jalan raya, “ ketaman dulu Rel” nada suara (namakamu) sangat lemah, “ lo kenapa? Kok kayanya sedih gitu?” Karel menatap wajah (namakamu) karena lampu merah sedang menyala, (namakamu) menggelengkan kepalanya, “iya kita ketaman dulu” Karel tersenyum dan menginjakan pedal gasnya
----
Mereka berdua telah sampai di taman dan menempati kursi yang jaraknya tak jauh dari danau, “ Rel, kok Bastian akhir-akhir ini tingkahnya jadi aneh yaa? Dia jadi kaya ngehindar gitu dari gue. Gue takut kehilangan Bastian Rel” ucap (namakamu) namun pandangannya kosong menatap air sungai yang tenang “ (namakamu), harus berapa kali sih gue bilang sama lo? Lo ga boleh mikir yang macem-macem, itu malah buat lo makin setres, sekarang lo anggap aja kalo lo sama Bastian itu ga ada hubungan apa-apa dan ga pernah ngejalin hubungan, dah anggap aja kaya gitu. Ayoo (namakamu) jangan lemah kaya gini, gue gamau, mana (namakamu) yang dulu? Yang selalu kuat mendapat cobaan?” Karel merangkul (namakamu) dan menenggelampak kepala (namakamu) dalam dekapan Karel, “makasih Rel” ucap (namakamu) dengan suara yang kurang jelas akibat dekapan Karel “ yaudah yuk pulang, udah sore nih “ ajak Karel pada (namakamu) yang masih sibuk terisak, saat (namakamu) mengangguk. Dan mereka berdua meninggalkan tempat ini
Namun disisi lain Steffi, Cassie dan Aldy melihat sesorang yang sangat mereka kenali, yaitu Bastian dan Bella. Yap, mereka berdua sedang menaiki escalator menuju lantai dua dengan sigap Steffi mengambil ponselnya dan memotret Bastian dan Bella yang beradegan mesra
“Steff, Cass. Gue ngejar Bastian Bella dulu ya. Lo berdua nyari buku aja, gue ngikutin mereka” ucap Aldy sambil meninggalkan Cassie dan Steffi yang masih terdiam
----
Hari telah malam, (namakamu) duduk di balkon kamarnya dengan menggengam ponsel ditangannya
‘CLEK’
Pintu kamar terbuka, Karel melihat adiknya sedang terduduk dan melamun menatap langit malam tanpa adanya bintang
“(namakamu) makan yuk. Lo kan belum makan dari  tadi siang “ ajak Karel. Akhir-akhir ini (namakamu) lebih sering berdiam diri di balkon kamarnya sambil mendengarkan lagu ChristinaPerry-Miles dibandingan menonton televisi bersama Karel “ gamau Rel, gue udah kenyang” balasnya santai sambil tersenyum manis kearah Karel “  tapi lo belum makan (namakamu), nanti lo sakit.” Karel memaksanya, namun tetap saja (namakamu) menolaknya, Karel menyerah susah memang membujuk (namakamu), saat Karel keluar (namakamu) melantunkan lagu Christina Perry-Miles
“I’m scared today, more than I told you I was yesterday
Give me a moment to catch my breath
And hold me every second left
Proud of me, that’s the only way I want you to be
Look at me and love what you see
I won’t make it alone, I need something to hold
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
We made it out, and all the other people are asking how
This doesn’t even sound like truth to grow from a bruise
But one day we will realize how hard it was, how hard we tried
And how our hearts made it out alive
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s
And these are words I wished you said
But that’s not how it went
‘Cause you gave up on us in the end
And I won’t make it alone, I need something to hold
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Kiss me on my shoulder, and tell me it’s not over
I promise to always come home to you
Remind me that I’m older to be brave, smart, sweet, and bolder
And don’t give up on what we’re trying to do
Don’t count the miles, count the “I love you”s”
----
‘CLEK’
Pintu terbuka, Karel memasuki kamar (namakamu), terlihat (namakamu) sedang tertidur diatas tempat tidurnya menggunakan jaket dan menyelimut dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala, Karel mengetahui bahwa adiknya sakit karena ini kebiasaan (namakamu) kalau sedang sakit
“(namakamu)” Karel menyingkirkan selimut yang ada tepat di ujung kepala (namakamu), Karel memang kening (namakamu) ‘panas, pasti gara-gara ga  makan kemaren’ tiba-tiba (namakamu) terbangun, “ Rel, gue ga masuk yaa, gue sakit Rel “ ucap (namakamu) sambil  mencoba bangun dari tidurnya dan menyenderkan pada kepala tempat tidur, Karel mengangguk dan tersenyum “makanya kalo gue suruh makan tuh nurut, jangan ngebantah. Susah sih, kan kalo gini lo jadi ketinggalan pelajaran” Karel tersenyum dan mengelus puncak kepala (namakamu), “ gue berangkat” Karel berdiri dan meninggalkan (namakamu)
----
“Steff, izinin yaa (namakamu) gamasuk sakit, makasih Steff” Steffi hanya mengangguk dan Karel meninggalkan Steffi dan Cassie yang tak sengaja bertemu di parkiran sekolah
‘KIRRRIINGGG...KRIINGG’
Bell masuk berbunyi, kelas yang semula riuh mendadak hening akibat masuknya guru Bahasa Indonesia
“anak-anak, kalian hari ini memiliki dua teman baru, ayo nak Iqbaal, Melody perkenalkan diri kamu dahulu” Iqbaal memasuki kelas dan mulai memperkenalkan dirinya didepan kelas “ perkenalkan nama saya Iqbaal Diafakhri Ramadhan, saya pindahan dari SMP Cahaya Shakti” ucap Iqbaal sambil memamerkan giginya yang dilapisi oleh behel “ ayo nak Melody, perkenalkan diri kamu” “ perkenalkan nama saya Melody Nurhamdani Laksani, saya pindahan dari SMP Cahaya Shakti, saya dan Iqbaal sepupuan” ucap Melody dengan senyum yang manis “ baiklah, nak Iqbaal bisa duduk dengan Aldy, Aldy kamu pindah kebelakang bersama Iqbaal, dan kamu  Melody bisa duduk bersama Cassie” mereka berdua mengangguk
----
Mereka berenam menempati bangku kantin paling pojok, kali ini tanpa adanya Karel, Ayana dan lagi lagi Bastian, melainkan bersama Iqbaal dan Melody mereka menghabiskan waktu bercanda dan mengenalkan (namakamu) yang saat ini tidak masuk sekolah
----
“Rel, gue mau ke taman” Karel memasukan sesuap bubur kedalam mulut (namakamu) “ abisin dulu makannya, baru ketaman, gue janji.” Akhir nya (namakamu) menghabiskan makanannya demi ketaman “ udah abis Rel” (namakamu) mengambil ponsel yang ada di nakas samping tempat tidurnya “ yaudah yuk, gue ganti baju duluu” Karel meninggalkan (namakamu) dan (namakamu) menunggunya di baawah
----
Mereka berdua menempati kursi yang selalu mereka isi
“mau ngapain?” tanya Karel heran, “ batin gue bilang, kalo Bastian ada disini Rel, gue kangen Bastian” suara (namakamu) mulai bergetar, Karel merangkul (namakamu), “ Rel, i-itu Bastian kan?” terlihat beberapa meter dari tempat duduk mereka 


---BERSAMBUNG---

@deasyana_pl
Deasyana Putrisya Larasati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar