Selasa, 01 April 2014

`LOVE TRIANGLE~

---PART 8---




Sorry typo, gaje dllMaaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya. Dan gue tau kalo cerbung gue jelek, ga bagus dan ga ada apa-apanya..




---
Setelah selesai menghabiskan makan malam, (namakamua) segera berlari menuju kamarnya, untuk membalas semua pesan singkat yang Julian kirim.
'DRRRTT...DRRRRRTTTT....'
"Hallo, iya jul?"

"jawaban?"

"adduhh.. aku.."

"aku belum miikir, jul.."

"kasih aku waktu ya"

"hah? 15 menit?"

"yaudah deh.. aku mikir dulu.."

'tutt...tuuutt...tuuutt..'

(namakamu) merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan matanya dan melipat kedua tangannya diatas kepala.
'HENING'
Hanya terdengar suara jarum jam yang berdetak, suasana didalam kamar (namakamu) kali ini cukup hening, tidak gaduh seperti biasanya.

15 menit kemudian..

'DRRRRTTT....DRRRTTT...'
Ponsel (namakamu) kembali bergetar, (namakamu) mambuka matanya dan bangkit dari tidurnya.

"hallo?"

"iya?"

"jawabannya?"

"emm, aku dikit lagi kan mau pindah ke Bali, jul"

"enggak, giitu.."

"kamu sanggup kalo nantinya kita harus putus ditengah jalan atau kita LDRan?"

"emm? Yaudah,.."

"yaa, aku cuma bisa anggap kamu kakak aku doang Jul.."

"yaudah.."

"bye.."


---


Burung-burung berkicauan, sinar matahari menyelinap masuk kedalam ruang melalui celah-celah gordyn.

'KRINNGGGG...KRIIINGGGG..'
Berulang kali jam weker yang berada disisi tempat tidur berdering, tetapi tidak (namakamu) hiraukan, ia masih asik di alam mimpinya.
'CLEK'
"KAKAK!! Bangun udah siang, nanti kakak telat.." teriak Aca berdiri tepat di samping tempat tidur (namakamu)"iya ca, nanti kakak bangun, jangan berisik.." ucap (namakamu) menarik kembali selimut yang Aca tarik, dan merubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Aca.
"ihh, kakak. Kata mama ini udah jam setengah tujuh"
"hah? duh Aca, kenapa enggak daritadi sih bangun in kakak? Kakak telat nih!" (namakamu) bangun dari tempat tidur, dan mondar-mandir untuk mencari peralatan untuk mandi.
"kok kakak nyalahin Aca? Kan Aca dari tadi udah bangunin kakak.. Yaudah Aca pergi" jawab Aca mengerucutkan bibirnya.

---



(namakamu) menuruni anak tangga rumahnya satu per satu, menuju meja makan yang sudah ada mama, papa, Bagas, dan Aca.

"(namakamu), Bagas. Papa, mama, dan Aca hari ini ada tugas diAmerika, jaga rumah baik-baik ya, uang saku nanti papa transfer ke rekening kalian, ingat! Jangan gunain uang itu seenaknya aja, kalian juga harus bisa nabung, ya?" jelas papa seraya memasukan sesuap roti kedalam mulutnya.
"berapa lama pah?" tanya (namakamu) memoleskan selai ke roti."sekitar 2 sampai 2 bulan setengah"jawab Papa."jadi, seminggu setelah papa, mama, dan Aca balik keIndondesia kita pindah ke Bali, mengurusi bisnis papa yang berada disana.." sambung papa."Bagas sama  (namakamu) boleh ikut ke bandara? Papa berangkat dari sini jam berapa?" tanya Bagas."dari sini jam 3, kalian bisa anter mama, papa kok." jawab mama
"yaudah ma, kita berangkat dulu ya.." ucap (namakamu) berpamitan kepada mama dan papa.


---


'HENING'


"gimana hubungan lo sama Julian?" Bagas membuka pembicaraan, matanya menatap lurus ke arah jalanan."baik.." jawab (namakamu) menatap jalanan melalui kaca.
"udah jadian ya?" ledek Bagas."ohh, jadi ceritanya udah move on dari Aldy yaa?" sambung Bagas.
"apaan sih lo, enggak.. Gue enggak jadian sama Julian, gue cuma anggap Julian sebagai kakak gue doang, nggak lebih, lagi pula juga gue udah ga anggap Aldy siapa-siapa gue" jawab (namakamu)
"bohong.. ckck! yaudah yuk turun.."

"(namakamuuu).." teriak seseorang dari arah belakang, (namakamu) menoleh ke arah belakang, matanya mencai-cari ke sumber suara.
"Steffi!" desis (namakamu)"lo jadian sama Julian?" tanya Steffi yang kini sudah berada disamping (namakamu), (namakamu) menggeleng."enggak, kata siapa?" jawab (namakamu) santai.
"di mading ada foto lo sama Julian lagi cuiman, pelukan dann.." ucapan Steffi terhenti saat mengetahui bahwa (namakamu) dan Bagas sudah tak ada di depannya, dan terpaksa ia harus ikut menyusul (namakamu) dan Bagas.


"i-ini apa-apaan sih? Kok ada berita gue sama Julian kaya gini?" ucap (namakamu) berdiri tepat didepan maading, dan menatap satu persatu foto yang tertempel pada mading.
"ihh, pacaran kok pamer.." sesekali terdengar desisan siswa/i yang berpapasan muka dengan (namakamu).

"ewwhh.. kalo pacaran nggak usah di umbar gitu bisa keles.. ewwh.." ucap seorang siswi bertubuh putih, tinggi, dengan rambut yang berwarna coklat agak curly. Shalsabila Adriani.
"Shalsa!" pekik Bagas, (namakamu), dan Steffi hampir berbarengan."emm, iya. Kenapa?" jawab Shalsa dengan wajah juteknya.
"ini semua lo yang bikin kan? iya kan! Jujur aja deh.." bentak (namakamu)."ewwh, ngapain kita bikin berita yang ga penting kaya gini.." sahut Bella, teman--anggota geng-- Shalsa.
"kalo gue pacaran sama (namakamu) kenapa? lo cemburu?" ucap Julian yang tiba-tiba datang dan merangkul (namakamu).
"gue? Cemburu? cih!! Ga mungkin lah ya!" jawab Shalsa.
"yaudah, kita pergi. Ayo.." ajak Julian menggeggam tangan (namakamu), sedangkan Steffi dan Bagas mencabut semua foto yang tertempel di mading.



---



"mmm... Bagas, Shalsa cewe yang lo suka tuh ternyata jahat! Pokoknya gue ga mau kalo gue sampe punya kakak ipar SHALSA SIH CEWE JbJ" ucap (namakamu) seraya menyeruput segelas ice cappucinonya.
"JbJ apaan?" ucap Steffi, Iqbaal, Kiky, Julian, Bagas, dan Bastian hampir berbarengan.
"JbJ.. jahat bin Jutek.." jawab (namakamu) polos #MaafBuatSLIniCumaCerita.
"enggak! Gue juga gamau pacaran sama dia, terlalu manja, daaann lain sebagainyaa.." ucap Bagas santai, dan menatap (namakamu).
"okeyy.. ehh Btw PJ dong buat yang abis jadiann.." ledek Steffi menyenggol bahu (namakamu).
"pesen aja, nanti gue biarin.." jawab (namakamu) dengan santai.


"hahah.. pesen aja gapapa, nanti gue bayarin deh buat PJ-nya" jawab Julian merangkul (namakamu).

"hebat ya Julian, baru kenal sebentar sama (namakamu) aja udah langsung bisa ngedapetin, lain sama orang-orang yang lain.. Udah berulang-ulang kali gue nemenin (namakamu) buat ketemu cowo yang mau nembak dia, tapi hasilnya.. NIHIL.. Dia tolak.. huhffhh" ucap Iqbaal memainkan rambutnya, dan menyeruput minuman miliknya.


"udah berulang-ulang kali juga gue nemenin dia buat nyari-nyari baju, ke salon, segala macem buat ketemu cowo yang nyukain dia, tapi hasilnya malah nggak jadi dinner.." lanjut Steffi.

"udah sering juga minta tips pacaran yang baik dan benar dari gue tapi tetap aja ditolak.. Tapi hasilnnya, tetap aja di tolak" lanjut Bastian.

"udah berulang-ulang kali pula (namakamu) minta keputusan dari gue buat terima atau tolak cowo yang nemak dia, gue bilang terima kalo emang hati lo udah cocok, tapi tetap aja di tolak." lanjut Kiky.

"jadi, udaah sering pula kita ngeliat (namakamu) ditembak cowo, tetap juga hasilnya DI TOLAK!" ucap Kiky, Steffi, Iqbaal, dan Bastian secara serempak.

"jadi intinya (namakamu) itu cewe penolak CIINTA" ucap Bagas dengan penekanann di bagian akhir.

"batu lo.." ucap (namakamu) menoyor kening Bagas, semua terbahak melihat ekspresi (namakamu) saat ini.


"jadii, sebenernya tuh gue sama Julian ga pacacran, cuma kakakade aja.. Jadi kalo ada yang bilang gue pacaran sama Julian itu HOAX.. Okayy..." (namakamu) menjelaskan hubungannya dengan Julian yang sebenarnya.

---



'KRRIINGGG...KRRRIINGG..'

Bell sudah berbunyi sebanyak 4 kali, pertanda kegiatan belajar mengajar sudah selesai.


"(namakamu).." ucap Steffi pada (namakamu) yang sedang sibuk dengan ponselnya. (namakamu) hanya membalasnya dengah berdeham.

"lo pulang bareng Julian, kan?" tanya Steffi yang sedang membenahkan bukunya, (amakamu) mengangguk tanpa sedikitpun menoleh kearah Steffi dan yang lainya.

"(namakamu)! Bisa nggak, tatap kita! Jangan hp mulu!" ucap Iqbaal seraya membentak.
"apa sih, baal? Ini tuh mama gue lagi nyuruh gue buat packing-packing barang yang udah nggak kepake.."jawab (namakamu) dengan wajah polosnya, dan mentap sahabatnya satu per satu.

"udah gitu nanti gue harus beli kardus buat barang-barangnya.." lanjut (namakamu).

"bukannya masih lama ya? Dua bulan lagi kan?"sahut Steffi.

"iya sih, yaa cuma kan harus udah dari jajuh-jauh hari biar nanti gampang.." balas (namakamu) menatap Steffi.


"(namakamu)? pulang yuk?" Julian datang dan menghampiri (namakamu) yang masih di bangkunya.

"(namakamu), lo di sms mama kan? Kita harus pulang cepet-cepet buat beli semuanya.."ucap Bagas yang tiba-tiba datang dan menghampiri (namakamu).

"iya (namakamu) kita bisa bantu kok.." lanjut Iqbaal. Julian hanya diam, tak mengerti dengan maksud semua ini.

"emm, gue bisa bantu kok.." tawar Julian.


"enggak usah Jul. Lo ga usah ikut bantu-bantu, takut ngerepotin.." ucap Bagas.

"enggak kok, enggak ngereepotin" bantah Julian.

"yaudah yaa, kita pulang dulu.. daaa" ucap Bagas mengayunkan kakinya keluar kelas diikuti oleh yang lainnya.



---



Bagas dan (namakamu) sudah berada didalam mobil, menuju ke pulang. Diikuti oleh Iqbaal, Steffi, Kiky, dan Bastian.



"Bagas, lo kenapa sih?" tanya (namakamu) pada Bagas yang masih sibuk memasang seat belt9sabuk pengaman).


"kenapa apanya?" jawab Bagas menatap (namakamu).


"lo kenapa kaya gitu sama Bagas? dia salah apa sama lo?" ucap (namakamu), Bagas makin tidak mengerti apa maksud (namakamu).


"maksud lo apa sih (namakamu)? gue enggak ngerti!" jawab Bagas, (namakamu) menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan.


"maksud gue, lo kenapa ngejauhin gue sama Julian? maksud dia kan baik kali.." jelas (namakamu).


"nanti gue jelasin dirumah kenapa gue gamau lo deket-deket sama Julian.." ucap Bagas memajukan jarak antara (namakamu) dan dirinya, (namakamu) hanya memejamkan matanya,




---



(namakamu), Steffi, Bagas, Iqbaal, Kiky, dan Bastian sudah sampai didepan rumah. Raut wajah (namakamu) kini dapat digambarkan adanya kekecewaan. Iqbaal dan yang laionnya dapat melihat itu.


"yuk masuk.." tawar Bagas.

"(namakamu) kenapa?" bisik Iqbaal pada Bagas, Bagas hanya menggeleng tak mengerti ada apa dengan sikap (namakamu).



---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar