Masa percobaan ya..
---PART 1---
‘hai..
kenalin nama gue (nama panjang kamu), gue anak ketiga dari tiga bersaudara,
kakak gue yang pertama namanya Teuku Rizky Muhammad, biasa dipanggil Bang Kiky,
kakak kedua gue namanya Karel Susanteo, biasa dipanggil Karel.Gue
anak perempuan sendiri setelah kakak gue cowo dua-duanya, banyak orang bilang
kalo anak cewe sendiri apa aja di turutin, tapi ada satu yang gabisa mereka
turutin jangan pentingin urusan pekerejaan, karena gue, bang Kiky, dan Karel
masih butuh kasih sayang, dan gue mohon sebulan aja jangan pergi ke luar kota/
negeri, tapi mereka gabisa nurutin kemauan gue yang itu..Oh
iya, satu lagi. Gue mau kenalin sahabat-sahabat gue, berkat mereka gue masih
ada disini, kalo ga ada mereka gue gatau deh, mungkin aja udah di dunia lain.
Dia Steffi, Cassie, Aldy, dan Bagas’
---
'CLEK'
"(namakamu).. bangun, udah pagi non.." ucap seorang wanita paruh baya, membangunkan seorang gadis yang masih asik dengan mimpinya.
"hoaam.. iya, bi." jawab seorang gadis tersebut dengan suaranya yang serak akibat bangun tidur.
"bibi tunggu di bawah a, non. Sarapan udah bibi bikinin." ucap bibi, namun hanya mendapat anggukan dari gadis itu.
---
'CLEK'
Seorang gadis berperawakan putih, tingggi yang beerkisar 165cm, dengan rambut panjangnya yang tergerai, menggunakan pakaian seragam SMA-nya yang berlogo Premier Internasional School, baru keluar kamar dan menuruni anak tangga satu per satu.
"hai.. makan yuk." ucap seorang pria berseragam SMA. Karel.
"iya.." jawab (namakamu) dengan lesuh.
"kenapa? kok lesuh gitu?" ucap Karel mengusap puncak kepala (namakamu).
"BD." ucap (namakamu) dengan singkat.
"kenapa Bagas? Dia nyakitin lo?" ucap Karel menatap (namakamu), (namakamu) menggeleng.
"terus? Cerita sama kita." ucap Kiky dengan cuek. Ya, Kiky memang mempunyai sikap yang dingin, dan kadang kasar.
"BD kecelakaan." desis (namakamu). BD, kekasih (namakamu) yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun.
"kecelakaan? Terus keadaan dia gimana? tanya Karel menyeruput segelas susunya hingga 1/4 gelas.
"gatau, semalem dia belum sadar."
---
'BRAK..BRAK..'
"(NAMAKAMU).." teriak seseorang dari arah belakang.
"Steffi, Cassie." pekik (namakamu) melihat Steffi dan Cassie berlari menuju ke arahnya.
"huh.." ucap Steffi dan Cassie yang menoang tubuuhnya pada lutut.
"kalian kenapa? Kok lari-larian sih? Di kelas kan bisa.." ucap Karel menatap Steffi dan Cassie,
"gu-gue punya kabar (namakamu) buat lo.. ha-huh.."ucap Steffi dengan nafasnya tersenggal.
"apa?" ucap (namakamu) membereskan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat terlalu lama duduk di mobil *MasaIyaDiTruck?
"BD.. Dia sadar (namakamu)." ucap Cassie dengan logat bahasa Indonesia nya yang masih belum fasih.
"hah?" (namakamu) tersentak, tatapan yang semula tertuju pada bajunya, kini beralih menatap Steffi dan Cassie.
"tapii.." ucapan Steffi menggantung, kepalanya merunduk.
"tapi apa?" ucap (namakamu) memegangi kedua bahu Steffi.
"nama yang pertama kali disebut pas dia sadar itu.. Bella." jelas Steffi.
"apa?" nada suaranya kini melemah, bahunya yang semula naik kini mendadak merosot.
"dan kita juga nemuin ini, pas kita lagi ada disana.." ucap Cassie memberikan sebuah amplop berwarna pink muda, dengan ornamen pita di tengahnya.
'KRIIINGGG..KKRRIIINGGG..'
"Bukanya nanti aja. Sekarang masuk ke kelas." ucap Karel menarik lengan (namakamu)
---
"lo kenapa sih? Kok lesuh gitu?" tanya Bagas memegangi pundak (namakamu) dari samping, (namakamu) menggeleng hanya mengaduk-aduk minuman miliknya.
'DRRTT..DRRRT..'
Berkali-kali ponsel (namakamu) bergetar, namun tak (amakamu) hirau kan. Bagas, dan Aldy hanya menggernyitkan alisnya, tidak mengerti dengan sikap (namakamu).
"kenapa, sih?" bisik Aldy pada Steffi.
"nanti gue ceritain." ucap Steffi.
"itu ada telfon, kok nggak di angkat? Katanya kangen." ucap Bagas memperlihatkan ponsel (namakamu), pada (namakamu).
"biarin aja, ga perduli gue!" ucap (namakamu) menjauhkan ponselnya dan berdiri meninggalkan kantin.
"dia kenapa?" tanya Bagas, dan Aldy
---
"hkkss..hkkss.." Karel dan (namakamu) sedaang diperjalanan menuju rumah.
Airmata yang sedari tadi (namakamu) tahan, baru sekarang dapat mengeluarkan semua kesedihannya.
"udah-udah.. jangan nangis." ucap Karel mengelus lembut rambut (namakamu), karena kini traffic light sedang berwarna merah,namun (namakamu) tetap saja menangis.
"yaudah terserah lo." ucap Karel melepaskan tangannya dan beralih menarik rem tangan.
"berenti." ucap (namakamu) dengan intonasi suara yang sangat datar.
"ngapain kesini?" tanya Karel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar