--- PART 12 ---
SORRY TYPO, GAJE DLL
NO COPAS!!
---
'CLEK'
"haaaii..."
"(namakamu)!" pekik Steffi, Kiky, Iqbaal, dan Bastian berbarengan.
"kok ga bilang dulu sih kalo mau kesini? Kan bisa kita jemput" ucap Kiky bergeser tempat duduk.
"kan surprise. Oh iya gue lupa. Tunggu dulu ya." ucap (namakamu) bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Steffi dan lainnya.
"haaii.. holaaholii.." Bagas menerobos (namakamu) yang sedang berdiri di depan pintu. *kayaknyaBagasGilaLagiDeh.
"hai holaholi.." ucap Steffi, Steffi dan Bagas memang sangat Akrab, lain halnya dengan yang lain --Iqbaal, Kiky, dan Bastian--.
"woo. apaan sih Bagas.." ucap (namakamu), menoyor kening Bagas.
"ahh, bawawel lo." Balas Bagas dan segera mengambil posisi mendekati Steffi.
"ohh iya gue ngajak dia. Masuk sini.." ucap (namakamu) pada seseorang yang berada diluar.
"Karel." desis Steffi.
"sepupu lo kan, steff?" tanya Bagas, Steffi mengangguk tak percaya bahwa (namakamu) bisa akrab dengan Karel.
"gimana lo berdua bisa ketemu?" tanya Kiky.
(namakamu) menjelaskan semua perjalanannya dari awal bertemu Karel.
"(namakamu)." ucap Iqbaal.
"apa? ohh iyaa aku lupa.." ucap (namakamu) menepok jidatnya, dan mengelluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"happy anniversary 5month beb.. Longlast yaa, jangan genit, makin +++ deh.." ucap (namakamu) membuka kotak kue yang baru saja ia keluarkan.
'beb? Jadi selama ini (namakamu) pacaran sama Iqbaal?' gumam Karel dalam hati, entah mengapa Karel sangat tidak suka melilhat Iqbaal bermesraan bersama (namakamu).
'gue cemburu? ah masa iya. ehh gue gaboleh cemburu, (namakamu) bukan siapa-siapa gue. Kita cuma temenan, oke gue ga boleh keliatan cemburu didepan mereka. Bismillah.' gumam Karel.
"WOOOIII... MAU KUE GAAA??..." teriak Steffi, Bagas, Iqbaal, Kiky, dan Bastian berbarengan tepat didepan telinga Karel.
"duh.. yaudah boleh." balas Karel tanpa ada rasa bersalah.
"gue boleh keluar sebentar ga?" tanya Karel.
"mau kemana lu? lu gatau Jakarta boy!" ucap Steffi.
"gue duduk depan doang kok."
"ohh yaudah, terserah. Jangan kemana-mana, nanti lo ilang repot." ucap Bagas, bangkit dari duduknya menuju dapur.
"gue kedapur dulu ya.." ucap Steffi.
"gue ke atas dulu ya, kamar lupa gue beresin." ucap Bastian, karena sesungguhnya basecamp mereka adalah rumah Bastian.
"gue ke toilet ya.." ucap Kiky.
"aku mau ke atas dulu ya..laptop belum aku matiin, semalem aku nginep disini" ucap Iqbaal, dan kini (namakamu) hanya sendiri di ruang tamu.
"heii.." sapa (namakamu) pada Karel yang sedang melamun sendirian didepan, Karel tersentak.
"ohemm.. haii." jawab Karel gugup.
"ga usah gugup gitu, rel, Kita kan udah lama kenal." ucap (namakamu) duduk di kursi kecil samping Karel, sementara Karel celingak-celinguk, mellihat daerah sekitar apakah ada Iqbaal.
"kenapa sih? kok kayanya gugup gitu? lo takut ada penjahat ya?" tanya (namakamu) menatap Karel, dan tersenyum.
"ahh.. enggak kok, Iqbaal ga marah kalo lo nemenin gue disini?" tanya Karel. Pertanyaan yang bodoh memang, jelas lah Iqbaal tidak marah, karena Iqbaal sudah menganggap Karel temannya.
"jaahilaah, nanyanya kok kaya gitu? Jelas enggak lah, rel. Iqbaal kan temen lo juga, ya gapapa lah." jawab (namakamu) dengan senyum manisnya.
'Iqbaal nya sih gapapa, tapi guenya (namakamu). Sakit tau ga sih." gumam Karel dalam hati.
'HENING'
"masuk yuk, ngapain sih di depn terus." ucap (namakamu) memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka berdua. ---Karel dan (namakamu)---
---
Malam harinya (namakamu), dan Iqbaal pergi kesuatu tempat dimana dulu Iqbaal menyatakan perasaanya pada (namakamu).
"mau ngapain baal kesini?" tanya (namakamu)menuruni jok motor Iqbaal.
"nanti kamu juga tau sendiri." ucap Iqbaal santai, terlihat dari raut wajah Iqbaal ada yang disembunyikan.
"kamu lagi nyembunyiin sesatu ya?" tanya (namakamu) berdiri tepat disamping Iqbaal, kepalanya sedikit mendongak agar dapat melihat wajah Iqbaal, Iqbaal tersenyum dan mengangguk.
Iqbaal dan (namakamu) menempati kursi taman yang letaknya tidak jauh dari motor Iqbaal.
"ada apa sih?" tanya (namakamu).
"aku boleh ngomong sesuatu nggak sama kamu?" tanya Iqbaal menatap (namakamu) dari samping.
"apa?" tanya (namakamu).
"kamu ngerasa nggak sih? kalo di hubungan kita tuh ada yang ga suka gitu.." ucap Iqbaal.
"enggak." ucap (namakamu) menaikan kedua bahunya dan menggeleng.
"kalo pun ada yang ga suka sama hubungan kita, aku bakal usahain supaya mereka ga ganggu kita" lanjut (namakamu) diakhiri dengan senyuman.
"yakin?" ucap Iqbaal. (namakamu) tersenyum dan mengangguk.
---
mungkin ini memang jalan takdirkumengagumi tanpa dicintaitak mengapa bagikuasal kau pun bahagia dalam hidupmu, dalam hidupmu
telah lama kupendam perasaan itumenunggu hatimu menyambut dirikutak mengapa bagikumencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku
kuingin kau tau diriku disini menanti dirimumeski kutunggu hingga ujung waktukudan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanyadan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini sajatuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanyadan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja..
Terdengar lantunan lagu Cinta Dalam Hati yang terputar dalam ponsel milik Karel.
'CLEK'
"makan oii, galau mulu nih. Gue gorok juga lo." ucap Steffi menghampiri Karel yang sedang duduk di balkon kamar rumah Steffi.
"ah lo, ganggu aja. Gue boleh cerita ga?" tanya Karel menutup pintu+gordyn balkon.
"apa?? cerita aja kali."ucap Steffi duduk di tepi ranjang.
"tapi lo kan sahabatnya, gue takut nanti lo cepu. ogah ah." ucap Karel menatap Steffi dari depan pintu balkon.
"enggak, inikan pribadi." jawab Steffi.
"gue.. gue suka sama (namakamu)." ucap Karel menatap Steffi, Steffy mendongak, tak percaya apa yang barusan di katakan oleh sepupunya.
"tapi dia udah punya Iqbaal, rel" ucap Steffi.
"iya gue tau, dan gue juga ga mau jadi PHO, steff. Tapi gimana? Gue udah terlanjur suka, dan sayang sama dia semenjak gue ketemu dia pertama kali di Jakarta." ucap Karel melangkah menuju meja belajar.
"ya mau ga mau, lo harus bisa relain dia sama Iqbaal." ucap Steffi."yaudah deh yuk, makan dulu." ucap Steffi memegangi kedua bahu Karel
---
3 hari sudah (namakamu), Bagas, dan Karel berlibur di Jakarta.
"jalan yuk.." ucap (namakamu) sambil memainkan ponselnya.
"kemana?" tanya Iqbaal.
"kemana aja, yang penting happy.." ucap Bagas.
"ga nanya lo.." ucap Steffi menoyor kening Bagas.
"ke Ancol yuk." ucap Kiky.
"ayooo.." ucap Iqbaal, Steffi, (namakamu), Bastian, dan Bagas berbarengan, sedangkan Karel? Ia hanya diam menatap layar ponselnya, entah sedang melihat apa yang jelas kini dari raut wajahnya terlihat bahwa ia sedang memperhatikan foto.
'lo gapapa?' tanya Steffi pada Karel melalui pesan singkat. Karel tak membalas, melainkan menatap Steffi menggeleng dan tersenyum.
"yuk berangkat!" ucap Bastian.bangkit dari kuburnya.
"tunggu dulu." ucap Karel.
"apa lagi?" tanya Steffi.
"gue ga ikut ya.." ucap Karel dengan senyum 'fake'nya.
"kenapa? Ikut lah ayo.. masa kemarin ikut sekarang enggak?" tanya Kiky.
"rel, ikut ga! Kalo lo ga ikut nanti malah ketauan kalo lo envy." bisik Steffi tepat ditelinga Karel.
"yaudah iya.." balas Karel.
---
Mereka ber-7 sudah sampai di Ancol.
"have fun yaa.." teriak iqbaal.
'iya lo have fun. gue sad monyet!' gumam Karel dalam hati.
'PUK'
"aduhh.." ringis Karel, saat ada seseorang yang memukulnya dari belakang.
"maiinn... ngelamun aja.." ucap (namakamu) duduk disebelah Karel.
"males, panas ah.." jawab Karel enjoy.
"ihh, biasa di Bali panas aja juga lo, rel." balas (namakamu) diakhiri dengan tertawaan kecil.
"lo tau nggak?" tanya (namakamu) pada Karel yang sedang bermain pasir. Karel menoleh dan menggeleng.
"dulu gue suka sama seseorang, dari awal gue ketemu dia, kayanya tuh ada yang lain gitu, tapi ternyata dia sama gue beda jauh banget, dan terus gue mencoba untuk melupakan dia, susah sih, tapi karena ada tekad dalam diri gue, gue jadi bisa. Setelah gue move on dari dia Bagas ngenalin gue sama temennya Julian namanya, gue suka sama dia udah sayang banget, dia itu perhatian, tapi akhirnya. dia itu menyakitkan. Dan yang terakhir sama Iqbaal, gue gatau bakal sampe sejauh mana hubungan gue sama Iqbaal, tapi yang jelas rasa sayang gue ga aka pernah ilang ke dia, tapi.. Ada tapinya, setelah gue mencintai Iqbaal dengan tulus, orang yang dulu gue suka itu balik lagi di kehidupan gue, dan rasa itu, rasa yang dulu pernah ada, kembali lagi, tumbuh dengan sendirinya. Entahlah, gue ga ngerti sama perasaan gue saat ini, terlalu sulit untuk di mengerti." ucap (namakamu) panjang lebar dan menatap Karel.
"terus menurut lo, gue harus gimana sekarang?" lanjut (namakamu) memegangi kedua lututnya.
"hmm.. ya lo jalanin dulu aja apa yang ada sekarang, jangan paksain buat mencintai dua orang sekaligus." ucap Karel membalas tatapan (namakamu) dan tersenyum.
"(namakamu)..." teriak Bastian dari jarak jauh."SINIII.." lanjut Baastian.
"ayo, rel." ajak (namakamu) bangkit dari duduknya.
"ada apa?" tanya (namakamu) pada Bastian.
"Iqbaal.." ucap Steffi dengan deraian airmata.
"kenapa sama Iqbaal?" tanya (namakamu) mulai panik.
"jantungnya kambuh lagi." ucap Steffi.
"yaudah bawa kerumah sakit dong. Ayo ky." ucap (namakamu).
---
'CLEK'
"keluarga Iqbaal." ucap seorang pria menutup pintu kamar yang baru saja ia keluar.
"saya dok, saya bundanya Iqbaal." ucap Bunda Iqbaal. Bunda Rike.
"bu, penyakit jantung yang di derita anak ibu sudah semakin parah. Kemungkinan besar, ia hanya mampu hidup dalam hitungan bulan, hari, atau pun minggu, atau bisa jadi jam bu." jelas sang dokter.
"Iqbaal kenapa ga pernah bilang sama gue kalo dia punya penyakit jantung, steff?" tanya (namakamu) dengan isak tangisnya.
"itu karena dia ga mau lo kepikiran tentang penyakitnya, semenjak lo di Bali, dia jadi sering keluar masuk rumah sakit." jelas Steffi.
---
"baal, kamu kenapa ga bilang sama aku kalo kamu punya penyakit jantung?" ucap (namakamu) dengan isakannya.
"gapapa, aku cuma ga mau ngeliat kamu sedih, kepikiran terus tentang penyakit aku. Aku ga mau itu semua terjadi, sayang." ucap Iqbaal masih dengan senyuman manisnya, walaupun kini hidungnya sedang tertempel selang infus, dan di tanggannya juga begitu.
"aku udah tau semuanya kok. Karel.." ucap Iqbaal memanggil Karel.
"aku mau kamu lupain aku (namakamu), lupain. Hidup aku ga akan lama lagi, dan aku pun pergi ninggalin kamu bukan untuk sementara, untuk selamanya." ucap Iqbaal dengan senyuman manisnya.
"aku mau kalian berdua pacaran, karena kalian berdua saling cinta kan? Yaa, walaupun (namakamu) mencintai aku sepenuhnya, tapi aku yakin kamu lebih cinta Karel kan. Karena dia orang yang mampu membuat kamu jatuh cinta." ucap Iqbaal menyatukan tangan (namakamu), dan Karel.
"jangan bandel yah kamu (namakamu), anggap aja aku ada di dalam tubuh Karel, dan anggap aja Karel itu aku, dan aku yakin hubungan kalian berdua pasti akan lama. Jangan ada yang mengkhianati satu sama lain ya.. Jaga hubungan ini, ini amanah dari aku." ucap Iqbaal menatap (namakamu).
"tap.." ucapan Karel terpotong.
"ga ada tapi-tapian, rel. Jagain (namakamu) yah, buat dia bahagia." ucap Iqbaal.
"baal." desis (namakamu).
"apa? Oh iyaa, di depan ada tamu tuh, kok ga disuruh masuk sih?" ucap Iqbaal, semua menoleh ke arah pintu, tak ada siapa-siapa, saat mata mereka menuju ke arah iqbaal.
'TUUUTT...'
mesin ECG, sudah menampak garis lurus, yang mempertandakan bahwa Iqbaal sudah kembali ke alam yang sebenarnya. dan berarti maksud Iqbaal bahwa ada tamu di depan adalah malaikat Izrail yang aka mencabut nyawanya.
"IQBAAAAALL......" teriak (namakamu) histeris.
"Iqbaal bangun, baal!! Bangun..!!" ucap (namakamu) mengguncangkan badan Iqbaal yang mulai dingin dan kaku.
"kamu bercanda! bangun baal." ucap (namakamu), kini Iqbaal sudah ditutupi kain putih panjang oleh sang suster.
"(namakamu), udah." ucap Karel mencoba menenangkan (namakamu).
"enggak, rel. Iqbaal!! bangun." ucap (namakamu).
"hey, hey.. udahnangis, lo harus bisa, lo harus bisa! yakin sama gue! lo pati bisa!" ucap Bagas memegangi kedua bahu (namakamu).
"Iqbaal.." suara (namakamu) kini mulai melemah, bahkan bahunya mulai merosot.
"bawa dia keluar, rel." ucap Bagas, Karel mengangguk dan membopong (namakamu) untuk keluar ruangan.
---
Hari ini Iqbaal dimakamkan.
semua masih sama. Masih dengan isak tangisnya, begitupun (namakamu).
acara pemakaman sudah selesai, perlahan semua orang mulai pergi meninggalkan pemakaman Iqbaal, kecuali (namakamu), Karel, Bagas, Stefii, Kiky, dan Bastan. mereka masih setia di pemakaman in.
"pulang yuk, kita kan juga harus pulang ke Bali, (namakamu)" ucap Bagas melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 10.00 WIB, sedangkan pukul 13.00 mereka sudah harus take off.
"udah jam 10, kita take off jam 1 siang, (namakamu). Nanti ita ketinggalan pesawat." ucap Bagas memegangi bahu (namakamu), (namakamu) menggeleng.
"biarin, gue gampang pesen tiket lagi, yang penting gue bisa terus sama Iqbaal." ucap (namakamu) mulai ngelantur.
--- TAMAT ---
CINTA LAYANG-LAYANG TELAH BERUBAH MENJADI CINTA SEGITIGA, KARENA SATU TITIK SUDUTNYA TELAH MENYERAH DAN TERSAKITI~
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar