Kamis, 08 Mei 2014

BROKEN HOME!~

haaii.. min @deasyana_pl come back^
gimana kabaar kaliaaan? Yang selesai UN congrats yaaaa\m/ min @deasyana_pl doakan LULUS semuaaa, dapet nem yang baguss.. bisa dapat SMA favorite/SMA tujuan kalian yaaa^^. BTW, cerbung baru ini kayanya genrenya... hmm.. liat nanti aja yaaa:*


---PART 1---

NO COPAS!!

sorry typo, gaje, dll.




---


Berbagai macam warna lampu spot light berputar-putar di atas plafon sebuah bar malam yang lumayan ramai, speaker besar yang terdapat hampir disetiap sudut ruangan terdengar mengeluarkan suara DJ yang sedang mempermaikan musiknya.

(namakamu). Seorang pelanggan bar yang rutin datang setiap hari. Bagaimana dengan orangtuanya? Apa tidak melarang-nya? Yeep, (namakamu) adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, kakak pertama dan kedua nya laki-laki, bernama Teuku Rizky Muhammad, dan Karel Susanteo, kakak kedua nya sangat menyayangi (namakamu), lain halnya dengan kakak yang pertama, terlalu dingin sifatnya, yang sekarang sedang melanjutkan kuliah S2 di London. Orangtua (namakamu) sangat sibuk dengan urusan kantor mereka, mama (namakamu) yang merupakan seorang desainer ternama, dan papa (namakamu) adalah pengusaha sukses yang sangat jarang ada waktu untuk menghabiskan wakktunya bersama keluarga, bahkan jika papa, dan mama berada dirumah dalam waktu yang sama, mereka tidak pernah sekali akur, selalu bertengkar, sehingga (namakamu) kurang perhatian, dan kasih sayang dari kedua orangtua mereka, lain halnya dengan Karel, seorang pria yang memiliki postur tubuh, tinggi, putih, dan seorang ketua tim Basket, dan ketua Osis, sangat berbeda tingkah dengan (namakamu).


---



'PRAANG..'

Sebuah barang terjatuh dari tempat asalnya.

"(namakamu), lo kenapa lagi?" tanya Karel merangkul (namakamu) yang baru saja masuk kedalam rumah, dengan kondisi yang sedang mabuk parah ---sudah biasa---

"lo mabuk lagi?" tanya Karel menjatuhkan tubuh (namakamu) diatas sofa ruang tamu.

"(namakamu), gue mohon sama lo rubah sikap lo, jangan terus-terusan kaya gini, (namakamu)" ucap Karel, menatap (namakamu) yang sedang menggerak-gerakan kepalanya ke kanan, dan ke kiri pada bantalan sofa akibat sedang mabuk parah.

"kenapa sih lo? Kenapa? Salah ya gue kaya gini?!!" ucap (namakamu) membentak karel.

"lo tau kan apa yang gue mau? LO TAU KAN?!! Gue cuma butuh mereka ada disini! Mungkin kalo mereka ada disini 'selamanya', gue ga akan kaya gini!" lanjut (namakamu).

"gue mau kaya mereka, rell. Tapi kenapa gue gabisa kaya mereka, kenapa?" ucap (namakamu) lirih.

"gue mau orangtua gue akur, gue mau mereka ga sibuk DENGAN DUNIA KARIR MEREKA, gue mau kita hidup apa adanya, ga mau yang serba berlebihan kalo orangtua kita sibuk, itu sama juga BOHONG!!" ucap (namakamu) menopang tangannya dengan lutut, dan menjambak rambutnya sendiri Frustasi.

"iya, gue tau. Tapi gue ga suka kalo lo kaya gini. Berubah (namakamu), berubah. Gue mohon, lo bukan (namakamu) ade gue yang dulu." ucap Karel memegangi pergelangan tangan (namakamu).

"hah.. ini hak gue, rel. Apa kalo gue berubah mereka bakal akur, dan balik lagi ke gue?" ucap (namakamu), menatap Karel.

"ENGGAK, KAN?" ucap (namakamu) pergi, dan menjatuhkan bantal sofa, dan pergi meninggalkan Karel.

"iya gue tau, kalo lo berubah ga akan ngerubah semuanya, gue tau (namakamu)" lirih Karel.


---


"(namakamu).." teriak seseorang dari jauh, (namakamu) menoleh ke arah sumber suara.

"Steffi, Bella.." ucap (namakamu).

"semalem lo ke bar --lagi-- ?" tanya Bella, (namakamu) mengangguk. Bella, dan Steffi adalah sahabat (namakamu), dari SMP kelas 1, hingga sekarang SMA kelas 2.

"sorry ya, semalem kita ga ke bar, soalnya PR numpuk.." ucap Steffi, tersenyum kepada (namakamu).

"yaudah gapapa.. ke kelas yuk.." ucap (namakamu). Walaupun Bella, dan Steffi adalah sahabat (namakamu), tetapi pergaulannya tidak se bebas (namakamu), mereka masih ingat dengan pendidikan, dan segala bagi mereka yang penting.


'BRUK'


"kalian tau ga sih?" tanya (namakamu) mengeluarkan ponselnya.

"enggak, emang apa sih?" ucap Bella mengeluarkan buku Fisika yang amat tebal.

"niih.. gue semalem ketemu Bastian, terus Bastian ngenalin dua temennya gitu ke gue, namanya BD, dan Aldy, Gimana menurut Kalian?" ucap (namakamu) memperlihatkan ponselnya yang didalamnya terdapat foto Aldy, dan juga BD.


"keren banget.. gayanya cool." ucap Bella dengan seringaian khasnya.

"apa sih lo, bell. Udah punya Naufal jugaa." ucap Steffi menoyor kening Bella.

"ihh, Steffi.." lirih Bella.

"shhtt.. lo berdua berisik tau ga! Steff, Aldy buat lo, dan BD buat gue! Dan lo, bell. Lo tetap sama Naufal!" ucap (namakamu) menyeruput es teh manis miliknya.


'KRIIINGGGG....KRIIIINGGG...'

Bell masuk pun sudah berbunyi, Bella dan Steffi sudah bangkit dari duduknya untuk menuju ke kelas.

"ayo, (namakamu)." ucap Bella.

"kalian duluan aja, nanti gue nyusul. Ga usah bawel!" ucap (namakamu) memainkan ponselnya.


"kok lo disini? Ga masuk ke kelas ?" ucap seorang pria yang duduk di depan (namakamu).

"ga. Penting banget apa sekolah?" jawab (namakamu) dengan cuek.

"ga mau buat orangtua lo bangga sama prestasi lo?" ucap seseorang itu --lagi--


'BRAKK..'


"gue ga punya orangtua, dan gue mohon jangan bahas mereka. njing!!" ucap (namakamu), dan pergi meninggalkan seseorang yang mengajaknya berbicara tadi.


---



Bell pulang pun sudah berbunyi, semua siswa/i berhamburan keluar kelas menuju kendaraan masing-masing, ata menunggu jemputan, atau menunggu angkutan umum. Lain halnya dengan (namakamu), Bella, dan Steffi, mereka pergi munuju cafe dekat sekolah untuk sekedar me-refresh otak mereka yang lelah akibat sekolah.

"nih, mau nggak? Buat lo." ucap (namakamu) mengeluarkan sebungkus rokok. #sorry. Bella, dan Steffi menggeleng, pertanda menolak.

"haii.. boleh gabung?" ucap seseorang pria membawa nampan berisi makanan dan minuman.

"BD. Ngapain lo disini?" ucap (namakamu) seraya menggeser bangku dan mempersilahkan BD untuk duduk.

"kebetulan lewat sini, dan ini juga udah jamnya makan siang kan? Yaudah gue mampir, ehh ga sengaja ketemu lo." ucap BD.

"ohya, kenalin ini temen gue, namanya Steffi, sama Bella." ucap (namakamu).

"BD."
"Bella"
"BD."
"Steffi"

"emhh.. yaudah makan aja dulu.." ucap (namakamu) memberhentikan aktifitas merokoknya.



---



Setelah selesai menghabiskan makanan, mereka semua berbincang, hingga sesekali terdengar tertawaan kecil yang keluar dari dalam mulut mereka.


"hahaa.. jadi tuh dulu (namakamu) bolot banget yaa, sekarang udah mendingan gitu?" ucap BD dengan wajah yang memerah akibat terlalu banyak ketawa.

"anjirr, gue mulu daritadi.. heh, asal lo tau dulu tuh Bella dapet ranking 34 dari 35 anak, bego banget ga sih?" ucap (namakamu).

"haha.. bego bego semua ternyata kalian.." ucap BD terbahak.
"udah jam segini nih, ga pada pulang?" ucap BD melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 15.00

"yaudah, yuk pulang.." ucap Steffi pada yang lain.

"ayo (namakamu)." ucap BD.

"ga. kalian aja duluan." ucap (namakamu).
"gue males dirumah." lanjut (namakamu).

"kenapa?" tanya BD pada (namakamu).

"emm.. gapapa. kalian kalo mau pulang-pulang aja.. gue ga mau pulang dulu." ucap (namakamu).

"bener? gue temenin yah.." ucap BD, kembali duduk di samping (namakamu).

"yaudah, kita berdua pulang dulu yaa.." ucap Steffi dan Bella pergi meninggalkan BD, dan (namakamu).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar