NO COPAS!!!
SORRY TYPO, GAJE, DLL.
L+C NYA YAAAA
---
jam menunjukan pukul 2 sore, namun Iqbaal dan (namakamu) tak beranjak dari duduknya, masih sama. masih mengobrol.
"balik yuk." ucap Iqbaal.
"males baal." ucap (namakamu).
"balik kok males?" tanya Iqbaal.
"mau anterin gue ga baal?"
"kemana?"
"ke ....."
"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).
"gue ada janji sama temen disana, baal."
"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.
---
"makasih, baal." ucap (namakamu).
"sama-sama, gue balik dulu ya." ucap Iqbaal saat sampai di kosan milik (namakamu), yaaap sekarang (namakamu) nge-kost sendirian.
"iya, hati-hati ye Baal" ucap (namakamu).
(namakamu) berbalik, dan melangkah menuju pintu kost-an milik nya.
'CLEK'
Pintu terbuka, ruangan ya cukup gelap._.
'TREK'
"haduuh.. cape guee.." ucap (namakamu).
'TOK..TOK..TOK.."
'sial'
mungkin itu yang (namakamu) ucapkan daalam hatinya.
'TOK..TOK..TOK..'
ketukan itu semakin terdengar.
"iyaaa..tungggguuu.." teriak (namakamu) dari dalam kost-an.
'CLEK'
~
"balik yuk." ucap Iqbaal.
"males baal." ucap (namakamu).
"balik kok males?" tanya Iqbaal.
"mau anterin gue ga baal?"
"kemana?"
"ke ....."
"hah? gila lo? mau ngapain lo kesana?" ucap Iqbaal tak percaya mendengar bisikan (namakamu).
"gue ada janji sama temen disana, baal."
"yaudah, tapi gue tungguin lo ya, nanti gue anter lo lagi balik ke rumah." ucap Iqbaal, (namakamu) mengangguk.
"gue harus ikutin mereka kemana, dan gue harus ngikutin mereka agar gue tau dimana (namakamu) tinggal sekarang!" ucap seseorang.
"bar ini, ngapain (namakamu) siang-siang gini ke bar?"
"gue harus ikutin!" lanjut pria tersebut.
"ohh, jadi dia bandar-nya, orang yang udah ngenalin (namakamu) ke narkoba?"
"harus gue kasih pelajaran!"
sementara (namakamu) berjalan pergi menjauhi bD. Karel, yap pria itu kini mendekati BD.
'BUG!'
1bogeman kencang mendarat mulud dipipi BD.
tanpa berucap sepatah kata pun Karel pergi meninggalkan BD yang sedang tersungkur dibawah, dan dengan cepat ia mengikuti kemana pergi (namakamu), dan Iqbaal.
'CLEK'
~
'CLEK'
"(nam).." ucap seseorang yang mengetuk pintu tadi.
#note: (nam).. baca nya gini, exmp: "laa" gitu, okey.
'BRAK'
'TOK..TOK..TOK..'
"(namakamu), dengerin gue dulu! gue mohon lo balik kerumah sekarang, (namakamu)." ucap pria tersebut sambil menggedor-geedor pintu.
"(namakamu).."
"ngapain lo dateng kesini, ngapain?!! gue bukan ade lo lagi, rel!! pergi dari sini!" ucap (namakamu). Rel? yap siapa lagi kalau bukan Karel? Kakak yang sangat menyayangi (namakamu) sedari kecil hingga sekarang.
"gue mau ngomong sama lo sebentar aja. habis itu gue bakal balik" ucap Karel dengan intonasi suara yang melemah.
'CLEK'
(namakamu) membukakan pintu untu Karel.
"mau ngapain?" ucap (namakamu) dengan suara santai.
"balik kerumah ya (namakamu), please." ucap Karel dengan nada memohon, (namakamu) menggeleng.
"gue yakin, kalo obat itu bukan narkoba." lanjut Karel.
"gabisa, gue udah terlanjur ngelarang janji kita dulu, dan itu juga gara-gara mereka! maaf, rel gue gabisa. mungkin suatu saat, ya suatu saat gue akan kembali kerumah, tapi sesuai apa yang gue ucapkan waktu itu, gue akan kembali kerumah bukan untuk tinggal disana lagi, tapi untuk tempat peristirahatan gue, atau rumah duka. sorry rel, gue gabisa, lebih baik gue tinggal diluar rumah dan dapat 'hidup bebas', dari pada dirumah yang sama sekali ga dapet perhatian, gue cuma dapet perhatian dari lo doang, bi inah, pak warno, mereka bukan orangtua gue, tapi mereka lebih 'perhatian' dari pada ortu gue, gue gabisa dan gabisa, keputusan gue udah bulat buat pergi dan memisahkan diri dari rumah, maaf rel, tapi lo boleh kok kesini, kapan aja, gue welcome." ucap (namakamu) seraya tersenyum.
"yaudah, gue balik. Jaga diri lo ya, gue besok kesini deh, bawa makanan kesukaan lo." ucap Karel seraya bangkit dari duduknya.
"ohiya, rel. Jangan kasih tau keberadaan gue disini ya." ucap (namakamu), Karel mengangguk dan tersenyum.
---
"...I wait for the postman to bring me a letter
I wait for the good Lord to make me feel better
And I carry the weight of the world on my shoulders
A family in crisis that only grows older
Why’d you have to go
Why’d you have to go
Why’d you have to go
Daughter to father, daughter to father
I am broken but I am hoping
Daughter to father, daughter to father
I am crying, a part of me is dying and
These are, these are
The confessions of a broken heart
And I wear all your old clothes, your polo sweater
I dream of another you
The one who would never (never)
Leave me alone to pick up the pieces
A daddy to hold me, that’s what I needed
So why’d you have to go
Why’d you have to go
Why’d you have to go!!
Daughter to father, daughter to father
I don’t know you, but I still want to
Daughter to father, daughter to father
Tell me the truth, did you ever love me
Cause these are, these are
The confessions of a broken heart
I love you,
I love you
I love you
I....!!!!!
I love you!!
Daughter to father, daughter to father
I don’t know you, but I still want to
Daughter to father, daughter to father
Tell me the truth...
Did you ever love me!!!?
Did you ever love me?
These are.....
The confessions...of a broken heart
Ohhh....yeah
I wait for the postman to bring me a letter.." Lagu itu, terputar dan bergema di ruangan kecil dengan luas 3x3. lantunan lagu dari Lindsay Lohan, yang berjudul "Confessions Of A Broken Heart" terputar dalam ponsel milik (namakamu).
'TES..TES'
tak terasa kini air mata telah membasahi sprei di bantal dan gulingnya, hanya isakan-isakan tangis yang terdengar di dalam kamar (namakamu).
---
"(namakamu)!!" teriak seseorang dari arah belakang, sepertinya ia mengenali suara itu, (namakamu) menoleh pandangannya menerawang arah belakang, mencari-cari siapa yang baru saja memanggilnya, mata sedikit disipitkan agar dapat memperjelas penglihatannya. Orang itu melambai-lambaikan tangannya kearah (namakamu), sehingga (namakamu) tak usah repot untuk mencari. *repot,-
"hey!" ucap (namakamu).
"udah sarapan belum? kantin yuk." ucap Iqbaal.
"udah sih, cuma.. yaudah yuk." ucap (namakamu).
---
Bell tanda pelajaran sudah selesai sudah terdengar 5 menit lalu, namun Bella, Steffi, dan (namakamu) belum beranjak dari tempat duduknya.
"hey, (namakamu). Pulang yukk." ucap Iqbaal yang tiba-tiba saja datang dan menghampiri (namakamu).
"ehhmmm.." deham Steffi dan Bella bersamaan, seperti bahan ejekan.
"yuk steff bell, pulang." ucap (namakamu).
"baal, gue boleh ke rumah lo dulu, ga?" ucap (namakamu) saat sudah berada di parkiran motor.
"mau ngapain? boleh kok." ucap Iqbaal seraya memakai helmnya.
"main aja, gue bosen dirumah." ucap (namakamu).
"yaudah, yuk."
---
Iqbaal, dan (namakamu) sudah sampai di depan rumah Iqbaal, kini Iqbaal sedang memarkirkan motornya.
"sepi banget, baal." ucap (namakamu) mengedarkan pandangannya kesetiap sudut halaman.
"iya, ayah gue kerja, dirumah cuma ada Bunda doang, tapi kadang-kadang Bunda suka pergi ngurusin bakery nya, tapii gatau deh sekarang ada di rumah apa enggak." ucap Iqbaal menaiki anak tangga menuju pintu utama, karena memang untuk menuju pintu utama harus melewati 20 anak tangga *ceritanyangitung,-
"ohmm.. giituu. lo punya kakak?" ucap (namakamu).
"punya, masa lo gatau sih?" ucap Iqbaal.
"gue kan ga begitu deket sama lo, baal." ucap (namakamu).
"ohahahaa.. iya ya. iya gue punya kakak, 1 kakak gue namanya Bastian, tapi dia lagi kuliah." ucap Iqbaal seraya membuka pintu rumahnya.
" lo ga pernah ngerasa kesepian, baal?" ucap (namakamu) mengikuti langkah Iqbaal, Iqbaal hanya menggeleng dan tersenyum.
"enggak. karena gue percaya, disisi lain kesibukan mereka, mereka masih punya rasa rindu yang teramat sama kita. gue pernah nonton salah satu film luar negri, disitu anaknya kurang perhatian gitu karena orangtuanya sibuk sama pekerjaan mereka, tapi disisi lain disaat ayahnya kerja ia sangat rindu kepada anaknya, ia mengamati bingkai foto yang berada diujung meja yang di dalamnya berada foto anaknya. Dari situ lah gue percaya bahwa orangtua gue juga pasti kangen juga sama gue, soalnya kan gue unyu" ucap Iqbaal.
"apaan sih lo, baal." sahut (namakamu).
"Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu AkbarAsyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alal Falaah.Hayya' Alal FalaahAllaahu Akbar Allahu Akbar.
Laa Ilaaha Illallaah. "
terdengar adzan berkumandang, Iqbaal bangkit dari duduknya, dan menatap (namakamu).
"lah kok diem aja sih, ayo shalat" ucap Iqbaal.
"baal, kalo boleh jujur gue lupa cara wudhu, bacaan shalat, segala macemnya baal." ucap (namakamu) menunduk.
"astagfirullah, (namakamu) kemana aja lo selama 17 tahun ini? lo ga di ajarin shalat sama orangtua lo?" ucap Iqbaal memegang bahu (namakamu), (namakamu) hanya menggeleng.
"astagfirullah, yaudah sini gue ajarin. yuk" ucap Iqbaal.
"gue gapunya mukena." ucap (namakamu).
"bunda punya mukena lebih."
Iqbaal kini meng-imam kan (namakamu).
"allahu akbar"
"assalamu'alaikum"
"assalamu'alaikum"
"baal." ucap (namakamu) dengan mata yang berkaca-kaca, Iqbaal menoleh.
"makasih, udah ngajarin gue shalat.hiks" ucap (namakamu) sedikit terisak.
"sama-sama, besok ke rumah gue lagi ya, kita belajar tentang agama lagi lebih dalam." ucap Iqbaal tersenyum lembut kepada (namakamu).
-BERSAMBUNG-
L+C HARGAIN GUEEEE :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar