OGENKI DES(U) KA? ( APA KABAR?)
--- PART 5 ---
SORRY TYPO, GAJE, DLL
NO COPAS!!!
DUH GILAA.. TEGA BANGET SIH GA DI LIKE + COMMENT :( JAHAT MAKSIMAL!! HARGAIN GUE KEK!! :( HAHAH :d BERCANDA KELEES,-
ARIGATOU GOZAIMAS (TERIMAKASIH)
L+C.
kRITIK? BOLEHH.. ;)
NOTE: KAKAKNYA IQBAAL BUKAN BASTIAN YAA, KARENA BASTIAN ITU SAMA, SAMA SAMA PAKE NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS, JADI KAKAKNYA IQBAAL KA NASSYA MARCELLA. THANK'S
---
Iqbaal, dan (namakamu) sudah sampai di depan rumah Iqbaal, kini Iqbaal sedang memarkirkan motornya.
"sepi banget, baal." ucap (namakamu) mengedarkan pandangannya kesetiap sudut halaman.
"iya, ayah gue kerja, dirumah cuma ada Bunda doang, tapi kadang-kadang Bunda suka pergi ngurusin bakery nya, tapii gatau deh sekarang ada di rumah apa enggak." ucap Iqbaal menaiki anak tangga menuju pintu utama, karena memang untuk menuju pintu utama harus melewati 20 anak tangga *ceritanyangitung,-
"ohmm.. giituu. lo punya kakak?" ucap (namakamu).
"punya, masa lo gatau sih?" ucap Iqbaal.
"gue kan ga begitu deket sama lo, baal." ucap (namakamu).
"ohahahaa.. iya ya. iya gue punya kakak, 1 kakak gue namanya Nassya, tapi dia lagi kuliah." ucap Iqbaal seraya membuka pintu rumahnya.
" lo ga pernah ngerasa kesepian, baal?" ucap (namakamu) mengikuti langkah Iqbaal, Iqbaal hanya menggeleng dan tersenyum.
"enggak. karena gue percaya, disisi lain kesibukan mereka, mereka masih punya rasa rindu yang teramat sama kita. gue pernah nonton salah satu film luar negri, disitu anaknya kurang perhatian gitu karena orangtuanya sibuk sama pekerjaan mereka, tapi disisi lain disaat ayahnya kerja ia sangat rindu kepada anaknya, ia mengamati bingkai foto yang berada diujung meja yang di dalamnya berada foto anaknya. Dari situ lah gue percaya bahwa orangtua gue juga pasti kangen juga sama gue, soalnya kan gue unyu" ucap Iqbaal.
"apaan sih lo, baal." sahut (namakamu).
"Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu AkbarAsyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alash Shalaah.Hayya' Alal Falaah.Hayya' Alal FalaahAllaahu Akbar Allahu Akbar.
Laa Ilaaha Illallaah. "
terdengar adzan berkumandang, Iqbaal bangkit dari duduknya, dan menatap (namakamu).
"lah kok diem aja sih, ayo shalat" ucap Iqbaal.
"baal, kalo boleh jujur gue lupa cara wudhu, bacaan shalat, segala macemnya baal." ucap (namakamu) menunduk.
"astagfirullah, (namakamu) kemana aja lo selama 17 tahun ini? lo ga di ajarin shalat sama orangtua lo?" ucap Iqbaal memegang bahu (namakamu), (namakamu) hanya menggeleng.
"astagfirullah, yaudah sini gue ajarin. yuk" ucap Iqbaal.
"gue gapunya mukena." ucap (namakamu).
"bunda punya mukena lebih."
Iqbaal kini meng-imam kan (namakamu).
"allahu akbar"
"assalamu'alaikum"
"assalamu'alaikum"
"baal." ucap (namakamu) dengan mata yang berkaca-kaca, Iqbaal menoleh.
"makasih, udah ngajarin gue shalat.hiks" ucap (namakamu) sedikit terisak.
"sama-sama, besok ke rumah gue lagi ya, kita belajar tentang agama lagi lebih dalam." ucap Iqbaal tersenyum lembut kepada (namakamu).
"iya, baal." ucap (namakamu) seraya membereskan alat-alat shalat.
"lo boleh kok cerita ke gue, tentang semua masalah lo ke gue. inshaa allah gue bisa ngasih solusi ke lo." ucap Iqbaal.
"gue ga maksa loh yaa.." lanjut Iqbaal. (namakamu) mengangguk dan tersenyum.
"... sampai akhirnya gue terjerumus ke dalam pergaulan bebas, baal. gue suatu saat ketemu sama temen gue Bastian dan dia ngenalin gue ke BD temennya dia, BD nawaarin sesuatu gitu ke gue, sampe gue tau kalo itu sebenernya 'narkoba', tanpa sengaja obat itu jatuh di depan mama gue dan akhirnya mama, papa gue tau kalo gue make, kakak gue juga, dulu kita pernah sepakat kalo di antarakita bertiga ada yang pake narkoba mama ga akan anggap lagi dia itu anaknya, nah yaudah karena gue sekarang udah ketauan gue jadi ga tinggal sama ortu+ kakak gue.. sekarang gue free." ucap (namakamu), menjelaskan betapa dramatisnya hidup dia.
"lo ga takut?" ucap Iqbaal dengan alis bertaut.
"hah? takut? takut kenapa baal?" ucap (namakamu).
"lo tau kan? narkotika itu bahaya banget (namakamu) buat hidup kita, lo mau suatu saat harta lo habis? dan nyawa lo juga hilang karena lo pake narkoba?" ucap Iqbaal santai, (namakamu) menggeleng.
"terus buat memenuhi kehidupan lo gimana?" ucap Iqbaal.
"gue punya ATM, tiap bulan papa ggue suka ngirim, ya mudah-mdahan buat beberapa bulan kedepan masih cukup, dan gue mau mandiri, gue mau cari kerjaan." jelas (namakamu).
"ohh gitu, hebat.." ucap Iqbaal seraya mengacungkan kedua jempolnya tepat dihadapan (namakamu).
"ohiya, gue ambil minum sama snack dulu ya. lo pasti haus sama laper kan?" ucap Iqbaal bangkit dari duduknya.
"haha.. iya iya." ucap (namakamu).
Sementara Iqbaal pergi mengambil makan dan minum, (namakamu) berdiri dan memandangi bingkai foto yang berada di dekat meja yang tak jauh dari ia berdiri sekarang ini.
"enak banget sih ball, jadi lo." ucap (namakamu) dengan intonasi suara yang kecil.
"kalo gue jadi lo, gue pasti seneng banget nih, bersyukur banget punya keluarga yang kaya gini." ucap (namakamu).
"ahh.. gue cuma bisa berharap doang! tapi gue harus bisa, gue harus bisa bikin rumah tangga kaya gini. semoga." ucap (namakamu) memegangi bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto Iqbaal, ka Nassya, Bunda, dan Papanya.
'TES'
airmata jatuh membasahi pipi (namakamu).
"heey." ucap Iqbaal, (namakamu) segera menghapus airmata yang jatuh._.
"ohh hai.. eh sorry ya gue lancang liat-liat foto lo." ucap (namakamu) masih memegangi bingkai foto.
"haha.. iya gapapa kok, santai aja kali." ucap Iqbaal.
"ohiya nih minumnya." lanjuut Iqbaal.
"makasih." ucap (namakamu).
"sama-sama."
---
"baal." ucap (namakamu).
"hmm?" balas Iqbaal.
"gue mau balik nih udah sore." ucap (namakamu).
"ohh, yaudah ayo gue anter." ucap Iqbaal.
"ga ngerepotin baal kalo lo anter gue?" ucap (namakamu) mengambil tasnya.
"enggak kali, biasa aja." ucap Iqbaal.
"ayo." ucap Iqbaal.
'BRUM..'
iqbaal mulai menstater motor ninja putihnya, dalam hitungan detik mereka berdua sudah hilang ditelan tikungan.
---
"makasih baal." ucap (namakamu) ketika Iqbaal sudah mengantarnya hingga depan pintu kostannya.
"iya sama-sama, mandi udah sore, belajar jangan lupa, besok lo ada pelajaran bu Hendry kan? sih guru bahasa Indonesia yang Killer? ulangan loh besok (namakamu). tidur jangan malem-malem." ucap Iqbaal mengelus puncak kepala (namakamu).
"haha.. iya Iqbaal." ucap (namakamu).
'TINN..TINN..'
Sebuah lampu menyorot mereka berdua, sepertinya ini lampu kendaraan. benar saja sebuah motor ninja berwarna hitam tengah menyorot ke arah mereka, lebih tepatnya menuju ke arah mereka.
"Karel." ucap (namakamu).
"Karel? siapa Karel ?" ucap Iqbaal.
"dia kakak gue, cuma dia doang yang tau keberadaan gue disini." ucap (namakamu).
"ohh gitu." ucap Iqbaal.
"(namakamu)." ucap Karel.
"ahh.. iya." ucap (namakamu).
"dia siapa?" tanya Karel menunjuk Iqbaal.
"dia? ohh dia Iqbaal, temen SD gue dulu." ucap (namakamu).
"Iqbaal." ucap Iqbaal berjabat tangan dengan Karel.
"Karel." balas Karel.
'gue harap dia anak baik-baik, gue harap dia bisa ngerubah (namakamu) jadi perempuan baik-baik. amin.' gumam Karel dalam hati.
"emm.. yaudah gue balik dulu ya (namakamu), ka karel. Assalamu'alaikum" ucap Iqbaal.
"kak." ucap Iqbaal bersalaman dengan Karel.
"ah iya, makasih ya.." ucap Karel.
"iya kak, pulang dulu yaa." ucap Iqbaal.
"iya, makasih ya baal." ucap (namakamu).
---
"...lo tau ga? selama lo ga dirumah, suasana rumah tuh sepiiii banget, papa mama ribut ga ada yang makin ngerecokin lagi, kan dulu kalo ada lo, lo yang teriak apa lah, sekarang mah ga ada. Dan akhrinya papa mutusin buat ke kantor." ucap Karel.
"haha.. bodo ah, ga penting." ucap (namakamu).
"oh ya, Kiky udah tunangan loh." ucap Karel.
"hah? seerius lo? ada apa yang mau sama dia? haha.. terus-terus, lo masih jomblo apa udah taken?" ucap (namakamu), sedikit meledek.
"jombken." ucap Karel menahan tawanya.
"taken tapi serasa jomblo. HAHAA.." ucap (namakamu) dengan terbahak-bahak.
"cihh.. enggak!! gue jomblo. nanti kalo gue taken ade gue sama siapa?" ucap Karel.
"haha.."
---
2 bulan sudah (namakamu) memisahkan diri dari rumah, dan 2 bulan sudah Iqbaal dan (namakamu) menjadi akrab.
"(namakamu)." ucap Bella.
"apaan, bell?" ucap (namakamu).
"Bella mah bawel kaya nenek sihir daritadi manggil-manggil tapi gatau mau ngomong apaan, gila idih" ucap Steffi menatap Bella yang sedang memajukan bibirnya.
"ituuu..liat ituu!" ucap Bella menunjuk luar cafe.
"itu.. i-itu ada BD sama siapa tuh namanya Aldy ya? iya Aldy sama Bastian." ucap Bella.
"mane sih?" ucap (namakamu) celingak celinguk mencari BD, Aldy, dan Bastian yang dimaksud oleh Bella.
"mata lo kelilipan kali, bell. orang ga ada siapa-siapa juga." ucap Steffi.
"apaan sih steff! kalo gue salah liat ga mungkin gue sebut namanya kan?" ucap Bella.
"lupain aje deh.. lu berdua mah suka heboh sendiri, lagi pula juga gue BD, Aldy, sama Bastian udah ga deket lagi kok. Ga usah rempongg." ucap (namakamu) menyeruput minuman miliknya.
'udah ga deket lagi kok' apa maksudnya? Ya, semenjak dekat dengan Iqbaal hubungan BD, Aldy, dan Bastian sudah merenggang, dan sekarang (namakamu) sudah jarang datang ke bar malam itu.
- BERSAMBUNG -
L+C YAAA.. HARGAI GUEE.
MAKASIH.
OH IYA, UNTUK BESOK DAN MINGGU GA BISA NEXT CERBUNG DULU YA :) KARENA GUE ADA ACARA, JADI HARAP MAKLUM YA. :*
SENIN NEXT? INSHAA ALLAH :) SOALNYA MAU UKK JUGA NIH MEMB :( KALO BOLEH ON YA AKU NEXT, TAPI KALO GA BOLEH ON? YAUDAH TUNGGU SAMPAI TANGGAL 13 YAAA.. GOMEN YAA :()* JYAA MATA (SAMPAI BERTEMU LAGI) :''')) *SEPERTIPERPISAHANYAKAWAN._.
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar