Sorry typo, gaje, dll.
---
Setelah selesai menghabiskan makanan, mereka semua berbincang, hingga sesekali terdengar tertawaan kecil yang keluar dari dalam mulut mereka.
"hahaa.. jadi tuh dulu (namakamu) bolot banget yaa, sekarang udah mendingan gitu?" ucap BD dengan wajah yang memerah akibat terlalu banyak ketawa.
"anjirr, gue mulu daritadi.. heh, asal lo tau dulu tuh Bella dapet ranking 34 dari 35 anak, bego banget ga sih?" ucap (namakamu).
"haha.. bego bego semua ternyata kalian.." ucap BD terbahak.
"udah jam segini nih, ga pada pulang?" ucap BD melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 15.00
"yaudah, yuk pulang.." ucap Steffi pada yang lain.
"ayo (namakamu)." ucap BD.
"ga. kalian aja duluan." ucap (namakamu).
"gue males dirumah." lanjut (namakamu).
"kenapa?" tanya BD pada (namakamu).
"emm.. gapapa. kalian kalo mau pulang-pulang aja.. gue ga mau pulang dulu." ucap (namakamu).
"bener? gue temenin yah.." ucap BD, kembali duduk di samping (namakamu).
"yaudah, kita berdua pulang dulu yaa.." ucap Steffi dan Bella pergi meninggalkan BD, dan (namakamu
"lo kenapa ga balik kerumah?" ucap BD menatap (namakamu) yang sedang menghisap batang rokoknya.
"males, bosen njir gue dirumah ga ada apa-apaan, ga ada hiburan!" ucap (namakamu).
"nih.." ucap BD memberikan satu kantung plastic kecil.
"apaan nih?" ucap (namakamu) dengan alis yang bertaut.
'dek, kamu jangan pernah coba kenal sama yang namanya 'NARKOBA', sekali kamu ketauan ngegunain narkoba, mama ga akan anggap kamu anak mama lagi.' nasihat itu. Nasehat yang dulu pernah mama ucapkan kepada (namakamu) kembali terputar dalam memori otak (namakamu) *inigajememang._.
'ngapain gue ngikutin omongan orang yang sekarang udah ga perduli lagi sama gue? Ini hak gue juga kan mau berbuat apaan, lagian kayanya ini juga bukan narkoba, deh. Bodo ah' gumam (namakamu).
"yeeh, malah bengong. makan nihh.." ucap BD mengambil alih kantung plastic itu dari genggaman (namakamu), dan memberinya pada (namakamu) isi dari plastic tersebut.
(namakamu) menatap BD dengan alis yang bertaut, tatapannya tak lepas dari obat yang baru saja dikeluarkan oleh BD.
"ayo, makan." ucap BD, (namakamu) membuka mulutnya.
'glek'
"njingg.. enak gilaa." ucap (namakamu) menatap BD.
"ketagihan kan lo, besok ikut gue deh yee.." ucap BD.
---
Kelap-kelip lampu di dalam sebuah bar yang terletak disalah satu pusat kota, kini sangat ramai. Dari puluhan orang yang memenuhi bar 2 lantai ini salah satunya adalah (namakamu), BD, dan Aldy
Lantunan music ber alur beat box tengah menggema di setiap sudut-sudut ruangan yang terpasang speaker.
"mana dy." ucap BD pada Aldy yang sedang berbincang dengan (namakamu). Aldy menoleh.
"oh iya, nih." ucap Aldy memberikan plastic berwarna putih dengan isi di dalamnya sebuah alat seperti bahan dengan jarum suntik, daaan... obat cair dan padat.
BD, memakainya di depan mata kamu, hingga (namakamu) paham bagaimana memakainya.
"cobain?" ucap Aldy membuyarkan lamunan (namakamu), (namakamu) menggeleng dan tersenyum.
---
'BRAK'
pintu terbuka dengan biadab nya._. seseorang masih berpakaian seragam SMA memasuki rumah.
"kemana aja lo?! udah berani pulang malem ya! Jam segini baru pulang! mau jadi apa lo?! haa?! mau jadi cewe murahan? iya? Yang masih umur 11,12,13,14,15 udah ga virgin? MIKIR dong lo! kalo sekarang aja lo udah kaya gini gimana masa depan lo? ANCUR gue rasa. hah" ucap seseorang yang sedang berada di ruang tamu. Kiky.
"lo ga usah ikut campur, ini hidup gue anjing!!*sorry." bentak (namakamu).
"ga ada urusannya sama hidup lo! urusin aja hidup lo!" lanjut (namakamu).
'PLAK'
'PLAK'
Dua kali tamparan bolak-balik mendarat dipipi kanan, dan kiri (namakamu).
"ini sifat lo yang sekarang? cihh!! Najis gue punya ade kaya lo! NAJIS!" ucap Kiky tak kalah emosi.
"HEY! lo berdua kenapa sih?! Ribut mulu!!" ucap Karel yang datang dari arah atas, dan merangkul (namakamu).
"ajarin tuh ade lo! tanya dia mau jadi apaan kalo jam segini baru pulang!!" ucap Kiky.
"mau jadi pelacur lo!!" lanjut Kiky, dan segera meninggalkan (namakamu), dan Karel.
"(namakamu), udah berapa kali sih gue bilang sama lo, berenti pergi ke bar, berenti (namakamu), gue mohon" ucap Karel berdiri tepat didepan (namakamu) yang sekarang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"ga bisa. dan ga akan bisa." lirih (namakamu).
"yakin ga bisa? gamau dicoba dulu? I'm sure you could change the nature of your." ucap Karel memegangi bahu kanan dan kiri (namakamu). (namakamu) menggeleng pasrah, dan bangkit dari duduknya menuju kamarnya.
"gue yakin lo bisa, gue yakin suatu saat lo akan menemukan seseorang yang bisa merubah sifat lo. Percaya." ucap Karel dengan senyuman manisnya.
---
"bell, steff. kalian tau ga sih? Semalem gue di ajak ke bar sama BD, dan Aldy" ucap (namakamu) menyeruput es jeruknya saat jam istirahat.
"oh ya? Sayangnya ya bell, kemarin kita ada tugas kelompok gitu.." ucap Steffi.
"lo bawa motor, (namakamu)?" tanya Steffi, (namakamu) mengangguk.
"kenapa?" ucap (namakamu).
"emmmh.. gue mau jalan, tapi gue lupa bawa mobil, bisa nebeng ga?" ucap Steffi dengan tampang polosnya.
"kemana? Emang Bella bawa kendaraan?" ucap (namakamu) menatap Bella, Bella mengangguk.
"gue bawa motor kok, (namakamu)." sahut Bella.
"tumben ga bawa mobil? mau kemana Steff?" ucap (namakamu).
"jalan aja gitu.." ucap Steffi. (namakamu) mengangguk, pertanda menerima ajakan Steffi.
---
'BRUUMM.. BRRUMM'
"(namakamu), pelan-pelan ihh.. Gila lo yah, mau gue mati terbang apee?" ucap Steffi memukul punggung (namakamu).
"biar cepeeet.." ucap (namakamu) agak sedikit teriak agar terdegar oleh Steffi.
---
(namakamu) sudah sampai di pekarangan rumahnya, untuk memarkirkan motor nya.
Sepertinya ia sangat terburu-buru memarkirkan motornya, seperti ingin segera merebahkan tubuhnya di dalam kamar full ac :v + kasur keras :3, karena sekarang jam menunnjukan pukul 19.00 WIB.
'CLEK'
"...mau kamu apa sih mas?"
"mau aku? Ya mau aku, kamu berenti sibuk di butik kamu! urusi anak-anak ma!"
"ohh.. gitu?! jadi aku harus nutup butiik aku? Kenapa aku aja mas? kenapa kamu enggak!!"
"terus aja ma, pa teerus! Lanjutin berantemnya, cape (namakamu) denger mama, papa berantem mulu!!" ucap (namakamu), berhenti tepat didepan pintu rumahnya, tatapannya tak lepas dari orangtuanya yang kini sedang berdiri berhadapan.
"tuh, liat tuh anak kamu! jam segini baru pulang!!" Papa. ucap Papa seperti itu menunjuk ke arah (namakamu) berdiri sekarang.
"(namakamu), dia anak kamu juga mas!" bentak Mama.
"Ma, Pa! Karel lagi belajar, jangan berantem terus dong! Karel jadi ga fokus jadinya." ucap karel keluar dari kamarnya dan menuju anak tangga.
"mana bisa akur sih!" desis (namakamu) menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.
---
'CLEK'
"dek, makan yuk" ucap mama memasuki kamar (namakamu).
"ntar ma, ahh." ucap (namakamu) bermalas-malasan.
"loh, kenapa harus nanti? sekarang aja yuk." bujuk mama.
"ntar mama! nanti (namakamu) kebawah deh, ah. ga usah bawel ma!" ucap (namakamu) bangkit dari posisi tidurnya.
'TUK'
sebuah plastik kecil berwarna putih bening terjatuh, dalamnya ada beberapa butir obat berwarna putih, dan yang sekantungnya lagi berbwntung 'shabu'.
"apa ini,de?" ucap mama memegangi 2 buah kantung plastik tersebut.
"mmm.. i-itu.." ucap (namakamu) gugup.
"kamu.."
"itu obat Bella ma, kebawa sama aku." jawab (namakamu).
"mama ga percaya." ucap mama bangkit dari duduknya.
"kamu.. i-ini 'narkoba' kan, de?!!" ucap Mama meremas plastik tersebut.
"kamu ga inget janji kita dulu?!! ha? kamu ga inget de?" lanjut mama, (namakamu) terdiam.
"dulu kita kan udah pernah janji de, kalo kamu ga akan mau kenal sama yang namanya narkoba. hikks.." ucap mama.
"TAPI SEKARANG APA? KAMU COBA BUAT BOHONGIN MAMA, DE? IYA??!! MAMA KECEWA SAMA KAMU (NAMAKAMU)." ucap mama.
'CLEK'
"ada apa sih ma?" ucap Karel, memasuki kamar (namakamu), di ikuuti oleh kiky dan juga Papa.
"liat itu adik mu, rel. Dia berani-beraninya bohongin kita semua! kalian ingat? dulu kita pernah janji kan, bahwa kalian tidak akan mau kenal dengan yang namanya 'narkoba'" ucap mama masih dengan isak tangisnya, Karel dan Kiky mengangguk.
"tapi sekarang dia malah kenal sama yang namanya narkoba, mama kecewa sama kamu (namakamu)." ucap mama menjatuhkan kantung plastik berisi narkoba tersebut ke atas meja belajar.
Kiki berjalan menghampiri (namakamu), yang masih duduk di atas kasurnya dan menunduk.
'PLAK'
"tega ya lo ngebohongin kita semua!" ucap Kiky dengan nada tinggi.
Karel berjalan menghampiri (namakamu), sedangkan papa menjauhkan Kiky dari (namakamu).
"udah, ki." ucap Papa.
"udah Rizky tebak, ma, pa. Kalo (namakamu) itu bukan PEREMPUAN BAIK-BAIK!!"
"jaga omongan lo!" ucap (namakamu), menatap Kiky.
"emang kalo (namakamu), jadi anak baik-baik, semua akan kembali seperti awal?! iya? kembali lagi sepert dulu waktu aku, Karel, dan Kiky kecil, yang mama, dan papa belum terlalu sibuk dengan karirnya.?!" ucap (namakamu) santai.
"semua itu ga akan menjamin kembalinya keluarga ini UTUH lagi seperti yang dulu! enggak! Jadi mendingan (namakamu) hidup sendiri aja ya ma, pa. Percuma hidup disini juga! Kalo akhirnya tetap aja kalian berdua sibuk!!" ucap (namakamu) bangkit mengambil koper besar yang berada di dalam lemari, dan memaasukan beberapa helai pakaian kedalam koper tersebut.
"heh. Omongan lo!" ucap Kiky.
"alaah! berisik lo!" ucap (namakamu).
-BERSAMBUNG-
L+C yaaa.. makasihhh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar