--- PART 11 ---
Sorry typo, gaje dllMaaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya. Dan gue tau kalo cerbung gue jelek, ga bagus dan ga ada apa-apanya..
NO COPAS!!!
PENDEK? IYA MEMANG ;)
----
Karel dan (namakamu) menempati sebuah bebatuan yang lumayan besar.
"lo ke Bali liburan atau apa? setau gue di Jakarta belum libuan loh" Ucap Karel
"eheem.. gue disini bukan liburan ataupun refreshing" ucap (namakamu) menatap lurus kedepan
"terus apa dong kalo bukan liburan atau refreshing? ada acara keluarga?"ucap Karel menatap (namakamu) dari samping
"ehem..gue pindah"ucap (namakamu) dingin
"pindah?" ucap Karel terkejut
"iya" ucap (namakamu) menatap Karel dan terjadi lah tatap menatap
'TUK'
"aww.." ringis (namakamu) memegangi keningnya.
"kenapa?" tannya karel panik.
"ada yang lempar gue pake ini.." (namakamu) memberi 1 ranting pohon yang patah.
Karel pun mencari mencari siapa yang melempar ranting pohon dan mata nya meliat seseorang tak jauh dari mereka ---Karel dan (namakamu)---
(namakamu) mengekor tatapan mata Karel, disana ada Aca dan Bagas, Ya. duo usil -_-
"siapa? lo kenal?" tanya Karel menatap Bagas dan Aca yang jalan mendekat ke arah mereka berdua.
"kakak sama ade gue.." ucap (namakamu).
"kakak! tadi kemana? Aca cariin tau!!" ucap Aca mendekat ke arah (namakamu).
"di ajak kakak ini nih, ca." ucap (namakamu) menunjuk ke arah Karel.
"dia sepupunya Steffi kan, (namakamu)?" ucap Bagas. (namakamu) mengangguk.
"siapa ya namanya? Gue lupa." ucap Bagas, duduk di tempat kosong yang berada disamping (namakamu), sedangkan Aca dipangkul Bagas.
"Karel." ucap Karel seraya tersenyum.
"pulang yuk udah siang, rumah kosong." ucap Bagas, menatap (namakamu) dan Karel yang sedang asik berbicara.
"kakak mau main ke rumah Aca nggak? Kita main disana.." ucap Aca turun dari pangkuan Bagas dan berdiri di depan Karel sembari memegang kedua tangan Karel.
"yeeh, dia mah begitu ngajak main mulu. Kakak nya sibuk ACA!" ucap Bagas.
"ehhmm.. kalo mau main sih gapapa. Rumah kan sepi kali aja bisa buat temen ngobrol atau apalah gitu.." ucap Bagas.
"bisa nggak?" tanya (namakamu) menatap Karel, Karel tersenyum dan mengangguk.
"bisa kok." jawab Karel.
---
(namakamu), Karel, Aca, dan Bagas sudah sampai rumah. Rumah sekarang sepi, yaa tau sendiri lah ya orangtua mereka sangat sibuk.
"sepi banget, mana papa mama kalian?" tanya Karel saat memasuki rumah (namakamu).
"di kantornya." ucap (namakamu) menduduki kursi ruang tamu.
"kenapa bisa pindah kesini? Minta atau apa?" tanya Karel menatap (namakamu) dari samping.
"mereka ada bisnis disini, buat berapa lamanya kita gatau, yaa dari pada mereka harus bolak balik Jakarta-Bali Jakarta-Bali, mendingan langsung pindah aja ke Bali." jelas Bagas.
"terus selama nggak ada papa, mama kalian Aca sama siapa?" tanya Karel.
"mereka bawa. Yaa lo tau sendiri kan? gue sama (namakamu) males jagain dia.. haha.." jawab Bagas.
Karel tertawa mendengar penjelasan Bagas.
"jadi kalo mama papa sama Aca pergi, kalian dirumah sendirian? Sebesar ini?" tanya Karel menatap seisi rumah.
"kalo lo mau main gapapa." ucap Bagas.
"emang rumah lo dimana?"tanya (namakamu).
"rumah kita cuma beda 3 rumah doang." ucap Karel polos.
"serius?" ucap (namakamu) dan Bagas berbarengan, Karel hanya mengangguk dan tersenyum.
---
malam harinya, (namakamu) duduk ditepi kolam renang, dengan ponsel yang tergeletak di meja bundar samping kirinya, ia lebih memilih untuk membaca novel daripada bermain hp.
'DRRT..DRRRTT..'
ponsel (namakamu) bergetar hebat, ada seseorang yang menelephonenya.
"halo.." ucap seseorang dari sebrang sana.
"iya halo?" jawab (namakamu).
"apa kabar kamu?" tanya seseorang.
"baik, baal." ucap (namakamu). Iqbaal.
"gimana keadaan disana? Udah punya temen baru belum?" ucap Iqbaal.
"lumayan." balas (namakamu)
"baal, aku kangen Jakarta. Kapan ya aku bisa kesana lagi?" sambung (namakamu).
"aku kangen kamu malahan, kamu ga kangen aku ya? Kangennya Jakarta." ucap Iqbaal
"main kesini makanya.." sambung Iqbaal.
"kapan-kapan ya.." ucap (namakamu).
"aku ngantuk, baal." ucap (namakamu).
"yaudah.. night." ucap Iqbaal.
"night."
---
1 bulan.
2 bulan.
3 bulan.
5 bulan sudah (namakamu) menjalin hubungan dengan Iqbaal. Hari ini genap 5 bulan hubungannya dengan Iqbaal.
4 bulan sudah (namakamu) pindah dan menetap di Bali, hari ini (namakamu) akan berlibur ke Jakarta, karena sedang libur semesteran.
'CLEK'
'TAP..TAP..TAP..'
"Karel mana, gas?" tanya (namakamu) saat menuruni anak tangga terakhir dan menyeret 1 kopernya.
"tadi udah kesini, cuma katanya ada yang ketinggalan, jadi balik lagi deh.: ucap Bagas mengecek ulang barang yang ia baawa agar tidak tertinggal.
"(namakamu), Bagas. Sorry ya lama." ucap Karel yang datang menenteng SLRnya.
"iya gapapa, yaudah yuk. Pesawat take off jam 10." ucap Bagas.
Mereka memasuki mobil Bagas dan menuju bandara Ngurah Rai.
---
"Jakarta.." desis (namakamu) tersenyum saat pesawat tengah landing di Bandara Inter. Soekarno-Hatta.
(namakamu) sengaja tidak memberi tahu Iqbaal, Steffi, Kiky, dan Bastian, agar menjadi kejutuan.
(namakamu) menghubungi Steffi saat sedang menunggu Bagasi.
"haii.. kalian ada dimana?" tanya (namakamu) pada Steffi melalui telephone.
"lagi di basecamp nih, kenapa?" ucap Steffi.
"ohh gapapa. Gue kangen deh.." ucap (namakamu).
"haha.. makanya main dong kesini.." ucap Steffi.
"gitu mulu ngomongnya, udah dulu yaa.." ucap (namakamu)
---
'CLEK'
"haaaii..."
"(namakamu)!" pekik Steffi, Kiky, Iqbaal, dan Bastian berbarengan.
"kok ga bilang dulu sih kalo mau kesini? Kan bisa kita jemput" ucap Kiky bergeser tempat duduk.
"kan surprise. Oh iya gue lupa. Tunggu dulu ya." ucap (namakamu) bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Steffi dan lainnya.
"haaii.. holaaholii.." Bagas menerobos (namakamu) yang sedang berdiri di depan pintu. *kayaknyaBagasGilaLagiDeh.
"hai holaholi.." ucap Steffi, Steffi dan Bagas memang sangat Akrab, lain halnya dengan yang lain --Iqbaal, Kiky, dan Bastian--.
"woo. apaan sih Bagas.." ucap (namakamu), menoyor kening Bagas.
"ahh, bawawel lo." Balas Bagas dan segera mengambil posisi mendekati Steffi.
"ohh iya gue ngajak dia. Masuk sini.." ucap (namakamu) pada seseorang yang berada diluar.
"Karel." desis Steffi.
"sepupu lo kan, steff?" tanya Bagas, Steffi mengangguk tak percaya bahwa (namakamu) bisa akrab dengan Karel.
"gimana lo berdua bisa ketemu?" tanya Kiky.
(namakamu) menjelaskan semua perjalanannya dari awal bertemu Karel.
"(namakamu)." ucap Iqbaal.
"apa? ohh iyaa aku lupa.." ucap (namakamu) menepok jidatnya, dan mengelluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"happy anniversary 5month beb.. Longlast yaa, jangan genit, makin +++ deh.." ucap (namakamu) membuka kotak kue yang baru saja ia keluarkan.
'beb? Jadi selama ini (namakamu) pacaran sama Iqbaal?' gumam Karel dalam hati, entah mengapa Karel sangat tidak suka melilhat Iqbaal bermesraan bersama (namakamu).
'gue cemburu? ah masa iya. ehh gue gaboleh cemburu, (namakamu) bukan siapa-siapa gue. Kita cuma temenan, oke gue ga boleh keliatan cemburu didepan mereka. Bismillah.' gumam Karel.
"WOOOIII... MAU KUE GAAA??..." teriak Steffi, Bagas, Iqbaal, Kiky, dan Bastian berbarengan tepat didepan telinga Karel.
"duh.. yaudah boleh." balas Karel tanpa ada rasa bersalah.
"gue boleh keluar sebentar ga?" tanya Karel.
"mau kemana lu? lu gatau Jakarta boy!" ucap Steffi.
"gue duduk depan doang kok."
"ohh yaudah, terserah. Jangan kemana-mana, nanti lo ilang repot." ucap Bagas, bangkit dari duduknya menuju dapur.
"gue kedapur dulu ya.." ucap Steffi.
"gue ke atas dulu ya, kamar lupa gue beresin." ucap Bastian, karena sesungguhnya basecamp mereka adalah rumah Bastian.
"gue ke toilet ya.." ucap Kiky.
"aku mau ...
--- BERSAMBUNG ---
JANGAN JADI PEMBACA GELAP YA!! L+C
KRITIK..
NO BULLY!!
@deasyana_pl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar