Senin, 07 April 2014

`LOVE TRIANGLE~

---PART 9---





NO COPAS!!

Sorry typo, gaje dllMaaf kalo jelek bukan penulis handal yang serba bisa, sorry kalo ada kata-kata yang ga pantes untuk ditulis dan sebagainya. Dan gue tau kalo cerbung gue jelek, ga bagus dan ga ada apa-apanya..




---

(namakamu), Steffi, Bagas, Iqbaal, Kiky, dan Bastian sudah sampai didepan rumah. Raut wajah (namakamu) kini dapat digambarkan adanya kekecewaan. Iqbaal dan yang laionnya dapat melihat itu.

"yuk masuk.." tawar Bagas.

"(namakamu) kenapa?" bisik Iqbaal pada Bagas, Bagas hanya menggeleng tak mengerti ada apa dengan sikap (namakamu).

---

'BRAK..BRUKK..GEDEBAK..GEDEBUK..GOMPRYAANGG..' *GueGaTauIniSuaraApa-_____-

"(namakamu)! Lo kenapa sih? Dari tadi gabisa diem banget.." ucap Bagas, namun (namakamu) tidak membalas, hanya diam dan terus bebenah.

'BRUK'

"awwhh.. Sakit.." ringis (namakamu) memegangi keningnya yang memerah akibat terpentok meja makan.

"duh, lo gapapa?" tanya Iqbaal sangat khawatir, (namakamu) menggeleng, lagi-lagi tanpa adanya suara.

"oke kita berhenti dullu. Kita istirahat.." ucap Bagas. Bagas menarik tangan (namakamu) yang hendak naik ke tangga untuk menuju kamarnya.

"gue mau ngomong" bisik Bagas.

~

"(namakamu), lo tau kenapa gue nggak ngizinin lo pacaran sama Julian?" (namakamu) hanya menggeleng, menyeruput minuman kaleng miliknya.

"gue nggak ngizinin lo pacaran sama Julian karena..."


'HACHII.. HACHHI..HHA..HAA..HACCHII'



"aduh.. gue pilek.." ucap (namakamu) mengusap-usap hidungnya yang merah.

"jadi nggak mau gue lanjutin nih?" tanya Bagas menatap ((namakamu).

"lanjut lah, siapa suruh berenti!" jawab (namakamu).


"jadi gue nggak ngizinin lo pacaran sama Julian karena dia itu playboy (namakamu), lo nggak mau kan disakitin dia? Bahkan setau gue sekarang dia udah jadian sama Shalsa si girl sucks (cewe menyebalkan)." ucap Bagas.


"yaa, walaupu dia sahabat gue, tapi gue rela bongkar ai dia demi ade gue. Shalsa aja di rebut sama dia" lanjut Bagas


"bohong.." jawab (namakamu) tak percaya.

"nih kalo lo belum percaya, dan masih anggap kita bohong.." Iqbaal memberikan ponselnya pada (namakamu), matanya membulat melihat semua foto yang berada didalam ponsel Iqbaal.


"nih ada lagi.. screenshoot yang enggak sengaja gue dapet pas lagi minjem hpnya Julian." Steffi memberi ponselnya pada (namakamu) yang berisi pesan Julian dan Shalsa yang dengan sengaja Steffi screen.


"terus tadi pagi itu apa? yang foto gue sama Julian di mading sekolah?" ucap (namakamu) dengan tatapan nanarnya.


"dia ngerjain lo." ucap Kiky, Bagas, Iqbaal, Steffi, dan Bastian secara serempak.


"kita ke Kelapa Gading sekarang kalo lo masih belum percaya, Julian baru update path" ucap Bagas.


Mereka semua bersiap-siap untuk menuju Kelapa Gading.





---






"dimana?" tanya (namakamu) celingak-celinguk mencari Julian.

"itu!!" pekik Kiky mendapati Julian dan Shalsa yang tengah masuk kedalam photobox di Amazing bersama Shalsa.


"tunggu dulu! Kita buat rencana, nanti kita tunggu disini sampai mereka semua keluar, kita ikutin kemana mereka pergi, setelah itu kita pergok dia.. dan lo (namakamu) kalo dia minta maaf sama lo, jangan lo maafin.. okay" ucap Bagas, semua mengangguk mendengar penjelasan Bagas.


"eh eh.. shuut.. itu mereka udah keluar.." sahut Bastian.

"ayo kita ikutin jangan diem aja.." ucap Kiky




---




Setelah hampir 2 jam kurang lebih mereka mengikuti Julian dan Shalsa akhirnya mereka berhenti di foodcurt.





'BRAK'


"ooh, jadi gini ya Jul? ternyata semua itu cuma AKTING? Hahh!! gila hebat banget ya kamu jul.. Jadi tadi pagi gue kena jebakan kalian. Iya? hkss. cukup tau aja gue jul!! Makasih buat semuanya, semua yang udah lo kasih sama gue, perhatian lo.. hkkss.. makasih"

"enggak (namakamu), kamu salah paham aku sama Shalsa.." belum sempat Julian menyelesaikan ucapannya (namakamu) sudah menamparnya.



'PLAK'



Satu tamparan mendarat mulus di pipi  Julian, Julian meringis.


"ehh (namakamu), lo apa-apaan sih! Julian belum selesai ngomong udah lo tampar!" ketus Shalsa.

"kenapa? hkks.. lo mau belain dia? silahkan gue ga butuh belaan, gue ga butuh. Sana belain, kalo emang kenyataannya dia salah gimana? hkkss.."ucap (namakamu) sesegukan, sesekali mengelap airmatanya yang jatuh. Julian hanya diam, entah ada perasaan bersalah atau enggak kini di raut wajah Julian nampak adanya penyesalan.


"(namakamu).." pekik seseoang dari arah belakang.

"Bagas, Iqbaal!" pekik Julian.


"lo apain (namakamu), jul?" tanya Bagas menatap Shalsa dan Julian bergantian, sedangkan Iqbaal merangkul (namakamu).


"ohh gue tau, lo modusin ade gue kan jul?"

"enggak gas. Kalian semua salah paham.." jawab Julian.

"terus apa!!" bentak Iqbaal
"jelas-jelas (namakamu) nangis didepan lo!" lanjut Iqbaal.


"tega ya lo mainin perasaan ade gue.. kita udah nggak sahabatan lagi, jul" ucap Bagas melangkah pergi meninggalkan Julian yang kini sedang menjambak rambutnya sendiri. Frustasi.




---




"udah jangan nangis. Jelek kalo lo nangis." ucap Iqbaal membelai lembut rambut (namakamu).
"ternyata gue salah milih orang ya, baal." ucap (namakamu) dengan suara paraunya.
"enggak kok, itu hak lo buat mencintai seseorang, tapi lo juga jangan terlalu gampang percaya sama seeorang karena dari tingkahnya yang baik dan care sama lo.. ya?" ucap Iqbaal tersenyum kepada (namakamu), (namakamu) mengangguk.




---



1 Bulan semenjak kejadian itu, Iqbaal dan (namakamu) kini mulai semakin mendekat hubungannya, walaupun bersahabatan hubungannya tidak sedekat ini dengan (namakamu).

Hingga sebulan sebelum kepindahan (namakamu) ke Bali, Iqbaal menyatakan Cintanya pada (namakamu), walaupun nanti akhirnya mereka berdua harus LDR.



---


2 bulan sudah (namakamu) menjalin hubungan dengan Iqbaal, tidak ada PHO, Iqbaal dan (namakamu) selalu jaga kepercayaan satu sama lain. Dan hari ini tepat dimana (namakamu) harus pindah ke Bali, dan menjalin hubungan jarak jauh bersama Iqbaal, entah aka saling menapati janji satu sama lain atau tidak, tetapi (namakamu) sudah percaya dengan Iqbaal 99.999%



"(namakamuuu).. aahh kenapa sih harus pindah? Kita bakalan kangen banget sama lo.. aaa.." ucap Steffi memeluk erat tubuh (namakamu).

"ahh. iya Steff. kalo bukan karena orangtua gue gue juga males pindah-pindah" jawab (namakamu).





-BERSAMBUNG-


JANGAN JADI PEMBACA GELAP! L+C.
KRITIK+SARAN. NO BULLY!!


TYHANK'S


@deasyana_pl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar