Rabu, 11 Februari 2015

Friendzone.

-Chapter 2-
-With him-



-Mario Pujasandika-


Aku mengambil ponselku yang berada di nakas samping tempat tidur ku dengan mata yang masih terpejam, aku memaksakan membuka mataku ketika mendengar ada notif LINE diponsel ku. Dari Kak Farel, ada apa dia?

"Farell Axelae Pramudya: Bangun woii, gue ada kabar bagus nih buat lo. wkwk."

Kabar gembira? Apa maksudnya? Ah, aku lupa dia memang kadang suka tijel..

"Marioxox: Aduhh, ada apan si bang? Gue baru bangun gilaaa!!"

Notif LINE di ponsel ku kembali terdengar.

"Farell Axelae Pramudya: lo kangen ga sama adek gue? Kangen kan?"
"Farell Axelae Pramudya: mendingan sekarang lo mandi, rapi rapi, dandan yang ganteng.. soalnya..."
Belum sempat aku membalas message dari Kak Farel, dirinya sudah mengirimi sejuta pesan.
"Farell Axalae Pramudya: SOALNYA HARI INI AXA BALEEEK KE INDO BRO!!! DIA BAKALAN SATU SEKOLAH SAMA KITA!!"

Aku terlonjak kaget, Axa seseorang yang amat aku rinduka, sahabat kecil ku, kini dia balik ke kehidupanku, kembali mewarnai hari hari ku.

-flashback on-


Hari kelulusan bagi siswa/i sudah didepan mata, aku membuka amplop yang ada di tangan ku dengan perasaan yang campur aduk antara, senang, sedih, dan lainnya. Aku mengamati kertas SKHUN yang ada ditangan ku kini, aku mengamati setiap angka yang tertera di kertas itu hingga aku menemukan tulisan yang menyatakan bahwa aku lulus dari SD dan siap menuju kejenjang berikutnya, SMP.

"Mario, nem kamu berapa?" ucap seorang gadis yang berdiri tepat disamping ku. Wajahnya imut, cantik, putih, matanya agak biru, dan tidak begitu tinggi. Axa.

"puji Tuhan, aku dapat nem 27,85. kalau kamu xa?" ucap ku, Axa terlihat terkejut mendengar bahwa nem ku 27,85.

"aku hanya dapat 27,35, yo.." ucapnya lirih, aku melihat ada rasa kekecewaan dari sorot matanya, karena ia ingin memiliki nem yang sama dengan ku.

"nggapapa kok, xa. Aku yakin kita bisa satu sekolah nanti.." ucapku mencoba menenangkan dirinya.

"emmm, yo. Kayanya kita gabakalan satu sekolah deh.." ucapnya.

"loh? kenapa?"

"aku...aku disuruh mama tinggal sama Nenek di, London yo." ucapnya, aku kaget, mengapa ia harus pindah.

"kenapa? kok pindah?" ucapku.

"nanti kamu akan tahu jawabannya. Aku harus pulang, untuk mengemasi barang-barang ku. Bye yo, aku berharap kita masih bisa bertemu lagi.."


-flashback off-


"Mario.." ucap seseorang mengagetkan ku, ahh ica, adik ku.

"apan sih dek?'

"disuruh mama mandi, abis itu makan kebawah, abis itu anterin ica ke rumah Dhiesa" ucap Ica.

"jalan aja ndiri, ada motor juga. males amat!"

"yaelah, ribet lo bang"

"oh, bodo amat. udah sana sana."

"huhh..."

Aku segera membereskan diriku dari belek-belek, mandi, bersiap siap, dan... hari ini aku berencana akan mengajak Axa ke suatu tempat yang beberapa tahun ini sering aku kunjungi.

'drrtt...drrrtt'

Kak Farel menelepon ku, ada apa?

"halo, bang?"
"halo, yo"
"kenapa bang?"
"lo udah mandi?"
"iya nih udah, baru selesai. Kenapa bang?"
"Axa udah landing, mungkin dia lagi nunggu bagasi"
"oh, terus kenapa?"
"yeee, si bego. lo ga kangen apa sama adek gue tercinta?"
"kangen sih bang."
"yaudahh, ntar lo kerumah gue aja, yo"
"ngapain?"
"NGAMEN, YO.'
"astaga, bang lo ngomong santai aja kali"
"abis lo bikin gue naik darah aja"
"gue kira naik mobil, bang"
"apaan?"
"kenapa?"
"yee sibego!!"
"wkwk, udeh lo jemput adek lo dulu. Ntar doi ngambek laagi, bawa pulang cepet gue kangen"
"wkwk, yaudeehh bye"

Cukup membuat serat apabila berbicara dengan Kak Farel.

Beberapa jam kemudian, Kak Farel mengabari ku bahwa dirinya dan Axa sudah sampai dirumah. Aku segera menuju rumah Kak Farel yang hanya beda...7 meter, yap rumah kita bersebrangan.

"mana adek lo?" ucap ku, tak sabaran.

"anjerr, gila lo ya, udah maen nyerang adek gue aja. hahah" ucap Kak Farel diakhiri dengan tertawa,

"yaelah, gue kangen kaleee"

"tadi di kamar, cuma gue gatau dimana sekarang."

"bego lu bang, ahahahaha.."

"hahaahah.."


Tiba-tiba aku melihat ada seseorang keluar dari arah ruang makan, aku kira itu bi Isa, tapi nyatanya bukan, itu.... Axa. Apa? Axa, ya itu Axa!!

Mataku tidak lepas memandangi Axa saat ini, penampilannya sangat berbeda dari 3 tahun yang lalu, saat ini ia hanya menggunakan celana jeans yang sangat pendek, baju kaos putih polos serta dibalut dengan kemeja kotak kotak yang ia biarkan menjutai hingga menutupi celana pendeknya, rambutnya berwarna blonde, padahal seingat ku dulu rambutnya berwarna...coklat tua.

Ia menatap ku dengan tatapan bertanya tanya.

"Axa?" aku menyapanya, dengan seutas senyuman.

Dia tidak merespon, melainkan dia hanya terdiam ditempatnya berdiri semula, dia hanya menatapku dengan tatapan heran, bingung, dan tijel.

"woii.. melongo aja!" ucap Kak Farel mengagetkan Axa yang masih dalam posisi diam dengan tatapan anehnya. Ia kaget dan salah tingkah ketika aku tersenyum kepadanya.

"lo ga inget gue, xa?" ucap ku.

"aduuuh, adek guee baru juga 3 tahun pindah. Udah lupa aja sama sahabatnya, sahabat lama lagi.." ucap Kak Farel.

"gue Mario, xa.." ucap ku.

"Mario?!" ucapnya kaget, dia langsung lari kearah ku, memeluk ku dengan spontan hingga membuat tubuhku nyaris saja terpental kebelakang apabila aku tidak bisa menyeimbangkan.

"gue kangen banget sama lo..asags!@#$%^&*({}" ucap Axa dalam pelukan ku, ucapannya sangat tidak jelas, bahkan seperti gumaman, karena ia memelukku dengan sangat erat.

"gue juga kangen sama lo, xa.." ucap ku membelai puncak kepala Axa. sekarang ia sudah sangat tinggi, tingginya sudah mencapai pundak ku.

"yaelah, udahan kali pelukannya. Ga inget apa ya lu pada, ada jones disini.." ucap Kak Farel.

"aelah, perusak suana lu." sahut Axa yang sudah melepaskan pelukannya dari ku.

"apa kabar lo?" tanya Axa

"dia mah ga baik, semenjak lo tinggal dia ke London, dia ngegalau mulu di balkon kamar, sampe di timpuk sama Nek Bonar karena saking berisiknya." sahut Kak Farel.

"Nek Bonar?" tanya Axa.

"iyaaa, ituloh nenek tua yang disamping rumah Mario, yang kalo siang ada anak dari luar komplek suka diomelin.."ucap Kak Mario.

"haha , oh God , I remember . how the state of the old woman it, huh ? what likes angry  as before ?"

"no, she is already rest in peace"

"oh my god, when?!"

"just one week ago"

"oh no, i'm so sad. i'm so miss him.."

"gue baru tau adek gue kangen sama Nek Bonar." sahut Kak Farel.

"close your lips, and go now!" jawab Axa dengan ketus.

"upss, sorry. bye, i go to my bedroom, now."


"jadi?" ucap ku.

"jadi apanya?"

"lo ga kangen sama gue?" tanya ku

"emm..nggak." ucapnya sambil memeletkan lidahnya.

"when  you go, i'm so sad. i miss you very much. don't go again... please" ucap ku dengan seketika memeluk Axa dengan erat, aku tidak mau kehilangannya 'lagi'.

"woiii, aduuh lepasin... gabisa napas gue, yoo" teriaknya, aku melepaskan pelukanku.

"i promise, i miss you too.. yooo..." ucapnya dengan mata yang berkaca kaca.

"jalan yuk!!" ucap Axa, dengan penuh kegembiraan.

"emang lo ga cape?" tanya ku, jujur aku hanya takut ia kecapean, 13 Jam di pesawat tanpa transit itu sangat melelahkan.

"yaelaaah, enggak laaah. Emang kenapa? lo ga mau jalan jalan sama gue ya?" tanya nya.

"haha, enggak bukan gituu. Gue cuma takut lo cape aja, kan 13 jam perjalanan tanpa transit kan pasti bosen, bete, ngantuk. Yakan?" jawab ku, dia hanya tersenyum hambar.

"masa bodo, yang penting ayo jalan ah. Gila lo gue kangen banget sama lo, masa ga mau sih jalan jalan sama gue?" ucapnya, ternyata dia sudah mulai badmood.

"yaudah lo ganti celana dulu sana.." aku hanya tidak ingin dia dikatai cabe oleh orang-orang yang tidak sadar diri.

"why?" tanyanya

"ganti buruan, lo mau dibilang cabe cabean?"

"Hahah, cabe? Bahasa apalagi itu? Astaagaaaa Indonesia... sungguh beragam kata katanya." ucapnya sambil ketawa-ketawa tidak jelas, ia berlari menuju kamarnya.

"wait, ten minutes again.." teriaknya.






Hari sudah menjelang sore, namun aku dan Axa masih belum beranjak dari tempat ini, Dufan. Aku dan Axa sengaja kesini karena Axa yang memintanya, ia ingin menghabiskan waktu seharian ini hanya denganku, karena besok sudah hari senin dan aktifitas sudah kembali berjalan seperti biasa.

"cape.." ucapnya, ia memegangi kedua lututnya.

"yaudah yuk pulang.." ucap ku.

"enak aja, makan aja beluman...lavaaarrr" ucapnya meringgis dan memegangi perutnya dengan muka yang memelas.

"mau makan apaan?"

"apa ajaaa, ehh tapi ga usah makan besar, roti, kue, dan minum cukup kok.."

Kita memasuki ke sebuah kedai kopi yang cukup terkenal, Axa memesan Caramel Frapp, dan red velvet. Setelah selesai kita memutuskan untuk pulang kerumah.

"makasih ya, yo udah mau nemenin gue.." ucap Axa sambil membuka seat beltnya.

"iya sama-sama, jangan kesiangan ya besok. Bye, see u" ucap ku.

"see u..."



-BERSAMBUNG-


@asyalarasxx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar