Rabu, 11 Februari 2015

Friendzone.

-Chapter 3-
-My hero-



-Nadine Axalea Patriska-



Welcome monday, hari kedua aku di Jakarta dan hari ini hari pertama aku masuk ke sekolah baru ku, SMA Tunas Bangsa. Aku masuk telat seminggu setelah kelulusan, jadi aku masih terbilang anak murid baru di sekolah. Aku mempersiapkan diriku dengan sebaik mungkin, mengawali pagi ini dengan senyuman.

"udah siap belum?" ucap Kak Farel yang tiba-tiba memunculkan kepalanya dari balik pintu.

"tunggu, sebentar lagi kok"

"yaudah buru, gue tunggu bawah ya"

"iya.."

Aku memoleskan sedikit lipgloss dibibirku, dan... sempurna.

Aku menuruni anak tangga rumah ku sambil memainkan ponselku.

"masih pagi, udah mainan hp aja.." ucap Papa mengagetkan ku.

"ehh, Papa.. hehe, gapapa kalii, morningg..." ucap ku, menarik kursi meja makan.

"morning, ayo makan cepetan, udah mau jam setengah 7, ini Jakarta loh, xa. Bukan London lagi.." ucap Mama mengoleskan selai stroberi di roti ku.

"aduuh mama, iya ma iya..." aku mengambil roti itu, menghabiskan segelas susu kesukaan ku, dan mengikuti ka Farel.

"bareng Mario?" tanya Kak Farel, aku hanya menggeleng.

"mungkin besok.." jawab ku memasuki mobil Ka Farel.


Selama diperjalanan aku dan Kak Farel tidak ada yang mengeluarkan suara. Ntah mengapa.

"emm, kak.. gue turun sini aja deh.." ucap ku, memandang Kak Farel yang terlalu serius mengemudikan mobilnya.

"kok gitu? kenapa emang?" jawab Kak Farel.

"nggak apa apa sih, cuma ga enak aja kalo nanti anak anak disana pada ngeliat gue turun dari mobil seorang kakak kelas yang famous, dan ketua OSIS." jawab ku.

"yaahelah, biasa aja kali. Santai aja.." jawab Kak Farel, jujur aku akan takut mendapatkan tatapan kurang senonoh dari kakak kakak senior.

Sebenarnya aku takut kembali lagi ke Indonesia. Kenapa? Ada satu alasan lagi yang sebenarnya menyebabkan aku tidak mau sekolah di Indonesia. Senioritas, ada beberapa berita tentang Indonesia yang pernah aku lihat di London dulu, dan itu tentang senioritas. Mereka -senior disekolah- menganggap semakin tinggi kelas yang mereka duduki, semakin tinggi pula derajatnya. Misalnya, bullying, labrak-labrakan, kekerasan, dan sebagainya. Saat aku masih di London juga aku bertemu dengan turis asal Indonesia yang sedang berlibur kesana karena ia ingin merefresh otaknya yang sudah sangat tertekan dengan keadaan sekolahnya, ia mengaku di sekolahnya ia sering di bully dan dilabrak karena orangtuanya mempunyai jabatan yang sangat tinggi di tempat kerjanya, olehkarena itu kakak kelasnya pada iri, pada menganggap bahwa ia sombong, dan sebagainya, padahal itu salah, dia tidak pernah memakai barang branded ke sekolah beserta perhiasan yang mencolok, dan dari segi penampilan yang kulihat kemarin, ia sangat sederhana, bahkan tidak menunjukan bahwa dirinya orang yang berada.


"woi.." teriak Mario menyadarkan ku dari lamunanku, Mario ada disini sekarang.

"ehh.. kenapa?" tanyaku.

"lo belum ke ruang kepala sekolah buat nanya dimana kelas lo, dikit lagi bel masuk. Ayo cepet gue anterin.." ucap Mario menarik tangan ku.

Aku merasakan di koridor sekolah saat ini dari ekor mataku, banyak yang melihatku dengan bingung. Sementara Kak Farel berada dibelakang kami, aku mendengar bahwa ada beberapa anak murid yang memanggil namanya, namun tidak ditanggapi dengan Kak Farel, oh maaf ralat, maksudku hanya dibalas dengan senyuman oleh Kak Farel. Dasar cowok sok cool.

Kami berttiga sudah sampai di ruang tata usaha, aku menyebutkan bahwa aku anak baru di sekolah ini, aku mendapatkan sambutan yang baik oleh kepala tata usaha disini, Bu Nisha.

"Nadine Axalea Patrjska, kamu di kelas X-Ipa A ya.." ucap Bu Nisha tersenyum lembut ke arah ku.

"ohya, makasih ya bu.."

Aku keluar dari ruang tata usaha dan menghampiri Kak Farel dan Mario, yang menunggu ku diluar.

"kelas berapa?" tanya Kak Farel dan Mario nyaris bersamaan.

"X-Ipa A.." jawab ku.

"lo sekelas sama gue dong?" jawab Mario.

"iya kali, mana gue tau. Mario mah kadang kadang bego juga.." jawab ku santai meninggalkan mereka berdua.

"lo mau kemana?" tanya Mario.

"ya ke kelas lah, yo.." jawab ku.

"emang lo tau kelasnya dimana?" ucap Mario, aku memberhentikan langkah ku, aku mengutuk diriku sendiri, aku hanya anak baru disini dan aku tidak tahu apa apa disini...



---



Bell istirahat sudah berbunyi, namun kelas kami belum juga diperbolehkan keluar oleh bapak Carelous, karena kami semua dihukum akibat ulah nya Carlos. namanya hampir mirip, bahkan wajahnya pun sama.


"bapak dengar, disini ada anak pindahan baru ya?" ucap Pak Carelous, semua murid menjawab.

"iya pak..."

"mana orangnya? Pindahan dari mana?" ucap nya. Ahh sial, guru ini sangat menyebalkan, pantas saja semua bertingkah kurang sopan pada guru ini.

Aku mengangkat tangan ku, dan muka ku aku buat sedatar mungkin. Sok polos lebih baik.

"ohh, kamu. Pindahan dari mana?" tanya nya.

"emm, da-dari London pak.." jawab ku gugup, aku mendengar Mario menertawakan ku dibalik tangannya yang ia taruh tepat didepan mulutnya. Ya, aku duduk bersamanya.

"ohh pantas saja, dari tadi kamu diam saja ketika si Carlos membuat lelucon, dan kamu hanya tertawa sedikit, kamu pasti belum paham betul ya bahasa Indonesia.." ucapnya.

"yaaaa... bapak modus..." teriak Carlos, dari depan kelas.

"sudah sudah kalian boleh istirahat deh.. bapak capek ngajar di kelas kalian.." ucap Pak tua itu.

"lo pikir gue juga ga cape apa lo di kelas gue?" ucap salah seorang murid yang ku tahu bernama Cath.

"haii, Axa.." ucap Cath mendekati ku, aku tersenyum simpul kepadanya.

"ehmm, haii.." jawabku.

"ke kantin yuk, xa?" ucapnya. Cathie atau biasa dipanggil Cath ini sangat cantik. rambutnya panjang dan indah, badannya juga bagus, putih, matanya coklat, dan sangat menawan.

"emm, nanti aja deh Cath. hehe, belum lapar.." ucap ku, melirik Mario yang sedang memainkan ponselnya.

"ohh gitu, yaudah gue duluan ya.." ucapnya, suaranya sangat lembut, seperti pantat bayi^

"yaelaah Mario, udah PDKT aja nihh sama anak baru.." ucap Carlos, aku rasa ia menjadi pentolan dikelas ini, kelas ini sangat gaduh, rusuh, riuh, tetapi anaknya asik dan pintar.

Mario melirik Carlos sekilas dan melempar kertas ke Carlos "pala lo.." ucap Mario.

"lo ga ke kantin, yo?" tanya ku.

"mau nemenin lo aja deh, lo kan belum hapal sekolah ini.." ucapnya memasukan ponselnya kesaku celanyanya.

"yaudah kalo gitu, ayo ke kantin. Gue lapar, hehe" ucap ku menatap Mario.



---



Suasana kantin saat ini masih sangat ramai, padahal 20 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Mario meninggalkan ku disini sendirian, katanya dia ada urusan penting dan akan kembali lagi nanti, Kak Farel? Jangan tanya, dia sangat sibuk dan ada rapat OSIS kali ini.

"emm, permisi.." ucap seseorang yang tiba tiba datang, lelaki.

"ya?"

"boleh duduk disini ngga? tempat yang lain udah penuh soalnya." ucap lelaki tersebut, aku mengangguk.

"ehmm, iya gapapa. silahkan." jawab ku. Aku tidak salah kan? Kantin sebesar ini, tetapi masih banyak yang menikmati makanan disini.

"maaf ya ganggu.." ucapnya. Lelaki ini sangat tampan, heh ngomong apa aku?!

"eh, iya gapapa kok.." jawabku santai, sambil memainkan ponselku.

"lo anak baru ya? kok gue belum pernah liat lo di sini?" tanya lelaki itu, aku mengangguk dan tersenyum.

"iyaa, anak baru" ucap ku.

"ohh, anak kelas berapa? ohya, nama gue Fathan, anak kelas XII-Ips C" ucapnya.

"emm, Axa, anak kelas X-Ipa A." jawabku.

"pindahan dari mana?" tanyanya.

"emm.. dari London kak.." jawabku, gugup.

"London?" ucapnya antusias.

"hehee, iya kak.."

"emm, gue juga dulu pernah tinggal disana, pas jaman SMP.." jawabnya, kayanya Kak Fathan ini orangnya asik, humble, friendly, ditambah lagi ia tampan, pasti ia jadi The Most Wanted di Tunas Bangsa..

Untung ada dia, dia jadi 'my hero' gue ketika gue lagi bete di kantin sendirian..

"emm, boleh bagi pin bb, line, atau nomor hp lo ga?" tanya nya.

"emm, boleh kak, id line aja ya." ucap ku.

"ohh, iya iya. Apa namanyaa?" tanya nya mengeluarkan ponselnya darisaku celanyana

"axaw" ucap ku.

"okee thanks yaa.." ucapnya.

Tak lama kemudian bell masuk berbunyi, dan kami saling berpamitan, untuk menuju kelas masing-masing.


Terimakasih Tuhan, telah menghadirkan pahlawan kesiangan untuku ketika aku sedang bosan di kantin tadi...





-BERSAMBUNG-



@asyalarasxx




Ini Axa yaaa...
cantikk ya:(



Tidak ada komentar:

Posting Komentar