Sabtu, 14 Februari 2015

Friendzone.

-Chapter 5-
-Amazing. Speechless-




-Nadine Axalea Patriska-



Nggak terasa gue sekolah disini udah 2 bulan, hubungan gue sama Kak Fathan baik-baik aja, sama Mario... umm, he already has a new girlfriend, namanya Ernita. Lumayan cantik, dia anak kelas X-Ips B, anak cheers pula. Siapa yang tidak mau?

Aku hanya pasrah, mungkin kita memang tidak bisa di persatukan.

Kak Fathan, dia sekarang hampir setiap hari selalu mengantar jemput ku padahal aku sudah sebisa mungkin mencari alasan, dan pura pura ada janji dengan seseorang tapi sayang aku selalu mati kutu dan kehabisan kata kata. Aku selalu kalah apabila berbicara dengannya.


"Axa!" ucap Kak Fathan.

"humm?"

"lo ga mau berangkat sekolah nih?" tanya nya.

"Hah?"

"yaudah kalo gamau sekolah mahh.."

"eheh.. ayo ayo, enak aja main tinggal" ucap ku menaiki motor Kak Fathan.



---



Aku menuruni motor kak Fathan dengan hati-hati. Ah sial, mengapa mereka semua sekarang menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan? Ada yang melihatku seolah kagum, senang, sedih, benci, tidak suka, dan sebagainya. Ada apa? Apa ada yang salah?"

"haii, Axa.." ucap beberapa kakak kelas saat aku melintasi koridor sekolah, aku hanya tersenyum dan mengangguk, tak mampu untuk menjawab karena takut-takut nanti mulutku akan berbusa menjawab semua sapaan kakak kelas yang berada di koridor ini.

"woi, Axa!" ucap seseorang dari arah samping ku, aku mengenalinya. Itu Mario, ada apa dia ya?

"umm?"

"lo.. lo ntar pulang sekolah ada acara ngga?" ucap Mario terengah-engah, karena mengontrol napasnya saat ini.

"kenapa emang?" jawab ku.

"emm, kan hari ini Ernita ulangtahun terus ceritanya ntar gue mau bikin surprise gitu ke dia, ya gue sih berharap lo mau bantuin gue." ucap Mario, dengan tanpa rasa bersalah sama sekali.


DEG


Setelah aku mendengar apa yang di ucapkan Mario, aku merasakan saat ini paru-paru ku di tancap oleh sebuah jarum yang sangat tajam dan menyakitkan. Sakit. Dia mau membuat surprise ke Ernita? Sedangkan aku? Aku tidak pernah merasakan Mario memberi ku surprise selama kami bersahabatan. Kecuali hadiah, dia selalu memberi ku hadiah begitu pula waktu ku di London. Ia tetap mengirimiku sebuah hadiah, walaupun kadang hadir terlalu cepat dan terlalu lambat.

Siapa aku? Aku? Aku hanyalah sahabatnya Mario, tidak ada status lebih yang membuat Mario suka, sayang, bahkan cinta kepada mu, Axa.

'Berhentilah menyayanginya, selagi kamu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jangan membuat hati mu semakin tersakiti dengan adanya perasaan ini, cobalah untuk menyingkirkan perasaan itu, bahkan kamu tahu dia tidak akan pernah membalas cinta mu. Coba lah berpikir lebih baik lagi, Nadine Axalea Patriska.'

Mata ku memanas seketika mendengar bisikan gaib itu "Axa? Axa lo gapapa kan?" ucap Mario memegangi kedua bahu ku, dan menatapku dengan tatapan sendunya.

"enngg, engga apa apa kok.. iya gue usahain bisa ya, yo." ucap ku dengan senyuman yang aku pancarkan di wajahku, ya walaupun itu 'fake smile'.

"bener nih? yaudah, kalo gabisa juga gapapa sih.. eehehe.. yaudah yuk ke kelas" ucap Mario, aku hanya tersenyum dan mengangguk, aku masih bingung dengan perasaan ku saat ini.



---



Bel istirahat sudah berbunyi, aku mengemasi barang-barangku kedalam tas ku, dan mengajak Cath dan Vergo untuk segera ke kantin. Mario? Jangan tanya, semenjak mempunya pacar, ia tidak pernah lagi menghabiskan waktu istirahatnya bersama ku.

"Axa, lo kenapa si?" tanya Vergo.

"gue? engga kenapa kenapa kok, kenapa emang?" ucap Vergo, ahh dia sedang membaca pikiran ku sekarang. Ia menatap ku terlalu dalam, dan aku harus memalingkan wajah ku sebelum ia menemukan jawabannya.

"nggak usah di alihin, gue udah tau jawabannya dari kemarin. Okey?" ucapnya, tersenyum sangat lembut. Ah, ini laki-laki atau perempuan sih? Kok senyumnya lembut sekali? Cath saja yang perempuan senyumnya sangat mengerikan seperti nenek sihir. opps!!

"ga perlu takut, dari kemarin sebenernya gue udah tau hubungan Mario dan Ernita itu kayak gimana, sebenernya Mario itu ngga suka, apalagi sayang sama Ernita, Mario terpaksa pacaran sama Ernita karena Mario mau... Mario mau mencoba buat nggak naruh hati ke lo, Xa.." ucap Vergo.

Apa? Menaruh hati kepadaku? Maksudnya Mario suka sama aku?

"iya, Mario suka sama lo, semenjak lo pindah ke London perasaan itu mulai muncul, tapi Mario juga masih bingung apa maksud dari perasaannya itu. Dan ada satu yang mesti lo tau.."

"apa, Ver?"

"emm, eh eh liat yuk itu dilapangan-eh itu ada dia di lapangan- eh gece itu dia ganteng banget-eh lo, woii ayokk dia di lapangan main gitarr- woii mau liat ga dia lagi di lapangan tuuh-" ucap beberapa murid yang berada di kantin ini, mendadak suasana kantin sangat sepi, tadi mereka bilang ada dilapangan? siapa? Mario?

"ada apan sih?" ucap Cath.

"liat yukk.." sambung Vergo, aku dan Cath mengangguk.


"ahh gue ke kelas aja ya?" ucap ku.

"ett, mau kemana?" ucap Cath menahan lengan ku.

"ke kelas" jawabku.

"enak aja, ga mau lo harus ikut.." ucap Cath dan mendapat anggukan dari Vergo.

"arghhh.. yaudah deh" jawabku.

Aku melihat saat ini lapangan sudah sangat ramai, membentuk sebuah lingkaran, aku tidak tahu ada apa di tengah sana.

Dari desas desus orang-orang di sekitar ku, aku mendengar bahwa orang yang ada di tengah sana...

"Lagu ini, saya persembahkan untuk seseorang yang selama dua bulan ini sudah mampu membuat hidup saya menjadi lebih berwarna, ceria, dan.. sebagainya." ucap seseorang di depan sana, dan aku masih belum mengenali siapa dia.


"i'm feeling distracted 
and likewise attracted 
to all the things that you let me know 
all the things that you can't let go 

you're waiting for friction 
this empty addiction 
is forcing me to intervene 
let's break out of this scene 

i know i am not alone 
i am not the only one who is broken 
and i know i'll never let you go 
i could watch the world pass by 
just as long as it's you and i 
you and i..."

"Nadine Axalea Patriska... will you be my girlfriend?" Ucap Kak Fathan yang kini berada di depan ku, mengeluarkan bucket bunga dari belakang punggungnya.

"Axa?" desis Kak Fathan.

Aku, aku bingung harus menjawab apa. Disisi lain aku mencintai kak Fathan, dan disisi lain aku menyayangi...Mario. Aku melirik kearah Cath dan Vergo, mereka mengangguk, memberi kode agar aku menerima Kak Fatha, tapi bagai mana ini?

Aku menerimanya.

Aku mengangguk. Mengangguk pertanda menerimanya. Apa aku tidak salah pilih? Tidak, aku sudah bulat dengan keputusanku. Menerima Kak Fathan, lalu melupakan Mario. Jauh lebih baik.

"yes..." ucap ku, lalu tersenyum dan mengambil bucket bunga yang Kak Fathan belikan untuk ku.

Kemudian Kak Fathan berlari menjauh untuk meneruskan lagunya.

"i watch you take over 
i'll give you this offer 
take my hand and we'll run away 
leave behind our past to stay 
decaying till it's rotten 
lyricsalls.blogspot.com
and we'll have long forgotten 
the memories that will haunt your heart 
let's tear this town apart 

i know i am not alone 
i am not the only one who is broken 
and i know i'll never let you go 
i could watch the world pass by 
just as long as it's you and i 
you and i 

we watched the world go by 
(but if it's you and i) 
then we will never die 
(no we can never die) 
we watch the world go by 
but if it's you and i 
then we will never die 

i know i am not alone 
i am not the only one who is broken 
and i know i'll never let you go 
i could watch the world pass by 
just as long as it's you and i 
you and i 

i know i am not alone 
i am not the only one who is broken 
and i know i'll never let you go 
i could watch the world pass by 
just as long as it's you and i 
you and i..."


"I Love You... Nadine Axalea Patriska.."



-BERSAMBUNG-


@asyalarasxx


 whoaaa... mulmed nya ada foto si the best couple...
Nadine Axalea Patriska & Fathan Fardie Argantara








Tidak ada komentar:

Posting Komentar