AUTHOR: Deasyana Putrisya .L.
Sorry typo, gaje, dll
Maaf jelek saya bukan penulis yang handal, yang serba bisa dan bagus, maaf kalo ada kata-kata yang ga pantes buat ditulis.
Oh iyaa, gue lupa pas part 1 kan bilangnya hari senin, tapi part 2 dst nya Sabtu&Minggu, jadi anggap aja part 1 tuh hari Jum'at yaa.. :D
Maaf gue lupaa X_X
Makasih :)
---
Minggu pagi, suasana dingin sehabis hujan, ditambah lagi dinginnya AC, membuat (namakamu) ingin berlama-lama menghabiskan waktunya untuk tidur pada hari ini, namun sayang, niatnya harus di kubur dalam-dalam, karena sekarang ada seseorang yang mengganggu tidurnya.
'BRAK'
Pintu kamar terbuka dengan keras, membuat beberapa kertas yang berada tak jauh dari pintu kamar pun harus berjatuhan..
"kakak...." suara itu..
"Aca dateng lagi kakak, kakak bangun dong kak, Aca kan udah jauh-jauh ke sini tapi kakak masih tidur. Bangun dong kak."
"hoaaamm, Aca ah, kakak ngantuk. ntar sebentar lagi kakak bangun, Aca main aja dulu sama abang."
"nggak, gue mau jalan. Dan lo harus jaga Aca." Bagas? tumben dia mau menjaga Aca.
"emang mama papa mana? kan udah ada Aca berarti udah ada papa mama dong?"
"papa mama lagi beres-beres barang mereka, dan sekarang gue harus pergi, jadi lo ya yang jaga Aca, gue cape." ucap Bagas seraya pergi meninggalkan (namakamu) dan Aca.
---
(namakamu) sedang berada diruang tengah, duduk bersama Aca yang sedang asik dengan film Masha anD the Bear, lain halnya dengan (namakamu), kini ia sibuk dengan ponselnya entah dia sedang apa.
"kakak, kata mama 3bulan lagi kita harus pindah.." ucap Aca pada (namakamu) walau tatapannya tetap tertuju pada layar tv 42 inch tersebut.
"pindah kemana?" jawab (namakamu)
"ke German."
'German? gue bisa ketemu Aldy dong? ah udahlah dia masa lalu gue' gumam nya dalam hati.
"bukan ke German kakak, ke Bali.."
"hah? Bali? mau jadi item gue disana.." protes (namakamu).
"ada apa sih (namakamu) ? kok ngomong sama Aca pake lo-gue ?" Tanya Mama yang tiba-tiba datang dan duduk disebelah Aca.
"emang iya ma, kita lima bulan lagi pindah ke Bali?" (namakamu) merubah posisi duduknya menjadi menghadap mama, mama mengangguk pertanda meng-iya kan pertanyaan yang ditanya (namakamu).
"hah? mama kok gitu sih? nanti kalo (namakamu) mendadak hitam gara-gara panas nya diBali yang duhh.. yang ga bisa aku tahan gimana?" (namakamu) kembali protes, kini tangan nya mulai menggebuk-gebukan bantalan sofa.
"ahh lebay kamu kak, nanti juga kalo udah pindah juga kamu bakalan senang banget, mama tau sifat kamu kaya gimana loh kak." jawab mama dengan santai, dan di iringi oleh tertawaan kecil.
"ihh mama, kakak. kalian kalo mau berantem jangan di tengah-tengah Aca, Aca jadi ga fokus tau."
"lebay nih.." ketus (namakamu)
"tapi mah, tiga bulan lagi kan bukan waktu yang lama, eh lumayan sih, dan kira-kira kita diBali berapa lama?"
"sampai tugas mama papa selesai disana.."
---
Malam harinya, (namakamu) dan yang lainnya sedang berada diruang makan, menyantap hidangan malam beramai-ramai, yang sangat jarang..
"emm, Bagas, (namakamu). Papa mau bicara sama kalian"
"bicara apa pa? ngomong aja.." sahut Bagas memasukansesuap nasi kedalam mulutnya.
"tiga bulan lagi, kita pindah ke Bali karena papa dan mama ada tugas di Bali yang mungkin sangat lama, dan untuk berapa lama nya papa dan mama belum bisa tentuin, jadi papa harap kalian berdua mau ya.."
"yaaah, pah?" desis Bagas, raut wajah berubah tidak seceria tadi, bahkan kini Bagas hanya mengaduk-aduk nasinya saja.
"kenapa? Bagas nggak mau kalo pindah ke Bali?" tanya mama, menatap Bagas dengan tatapan teduhnya.
"bukan.."
"kita berdua takut item ma..pa.." (namakamu) menatap mama dan papa secara silih berganti.
"bukan bego.." desis Bagas pelan.
"terus apaan?" balas (namakamu) tak kalah pelan.
"Bagas udah nyaman di Jakarta, dan harus pindah ke Bali itu bukan sesuatu yang mudah ma..pa.."
"jadi kamu ga mau?" sela papa
"mau sih mau pa, cuma Bagas ga bisa menyesuakan etika-etika disana.. Bagas takuit, nanti pas lagi jalan tiba-tiba 'prashh' pas diliat Bagas nginjek sesajen.."
"kan bisa hati-hati, lagi pula ga sesusah itu kok Bagas, (namakamu).."
---
Pagi ini, awal dimana setiap orang mulai menjalankan aktifitasnya di minggu pertama.
"pagii.." sapa (namakamu) menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"pagi juga kakak" jawab Aca.
"makan sini nanti kamu telat" ucap mama menyiapkan beberapa helai roti untuk (namakamu)
---
Bagas, dan (namakamu) sudah sampai disekolah, cuaca pagi ini sedikit mendung, mungkin sedikit lagi akan turun hujan.
"gue duluan ya."ucap (namakamu) seraya berlari meninggalkan Bagas yang baru menutup pintu dan menguncinya, pagi ini (namakamu) terlihat aneh, tidak biasanya ia bangun kepagian, terburu-buru seperti ini..
"(namakamu) kenapa? buru-buru banget. Aneh" desis Bagas.
"Bagas..." teriak seseorang dari kejauhan, Bagas mengenali nama ituu namun lidahnya sulit untuk digerakkann.
"woii.. bengong aja, kesambet lo!!" ucap seseorang menepuk bahu kanan Bagas.
"Julian.." desis Bagas.
"iya gue Julian, kenapa? kok lo kaya ga ngenalin gue gitu sih?" tanya Julian yang mulai menyadarkan Bagas dari tatapan bloonnya.
"tau.. gue amnesia mendadak ngeliat tingkah ade gue yang keburu-buru" jawab Bagas santai seraya berjalan menuju kelas, Julian mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Bagas.
"ada pr yang belum di kerjain kali, jadi buru-buru"
"maybe"
"eh ade lo (namakamu) kan? cewe cantik yang paling terkenal di sekolah karena dulu dia pernah pacaran sama Aldy cowo beken paling terkenal di sekolah ini? Bahkan gue yang KETUA OSIS kalah sama dia.."
"iya, masa lo temenan lama sama gue gatau ade gue sih? ga asik lo.." jawab Bagas diakhiri dengan tertawaan kecil
---
"hah? lo serius (namakamu)? lo pindah ke Bali?" mata Steffi terbelalak saat (namakamu) mencceritakan bahwa dirinya akan pindah ke Bali tiga bulan lagi, (namakamu) mengangguk menatap satu per satu wajah sahabatnya yang kini merunduk.
"jangan sedih gitu, gue juga ga akan lama kok.." (namakamu) berusaha tersenyum, walau sebenarnya ia enggan untuk tersenyum, namun demi sahabatnya ia rela.
"tapi gue--kita ga mau pisah sama lo (namakamu) nanti Steffi ga ada temen" ucap Iqbaal menegakan posisi duduknya.
"heyy, kalo sahabatan itu ga mandang fisik, mau cowo seribu cewenya cuam satu pun ga jadi masalah, gue yakin kalian bisa" ucap (namakamu) merangkul Iqbaal.
"ga usah sedih gini dong... nanti kerumah gue aja deh, Aca udah balik ke Indonesia." (namakamu) mengganti topik pembicaraan.
"Aca?" ucap Steffi, Iqbaal, Kiky, dan Bastian secara berbarengan, (namakamu) tersenyum dan mengangguk.
"berarti nanti pulang sekolah kita kerumah lo yaa, kangen Aca nihh.." ucap Kiky.
"iyaa, terserah kalian kalo emang buat kalian seneng sih silahkan."
"balik ke kelas yuk, istirahat udah mau abis 10 menit lagi" ucap Bastian seraya berdiri
---
'KRRIINGGGG...KRRIINGGG'
Bell sekolah sudah berbunyi, kegiatan belajar mengajar sudah selesai, semua siswa membereskan alat tulis berdoa dan pergi meninggalkan kelas.
"Acaa,, wuhhuu kita datanggg.." teriak Steffi menuju pintu.
"sampe segitunya ngefans sama ade gue, Steff" ucap (namakamu) menghampiri Steffi.
---
Mereka sudah sampai didepan rumah (namakamu), pintu pagar terbuka, mempersilahkan Iqbaal, Kiky, Bastian, dan Steffi untuk menaruh kendaraannya.
"siang.." (namakamu) mendorong pintu dengan tangannya. Sepi, kemana Aca, mama, dan papa nya? Sepertinya sedang keluar.
"pada kemana sih, gas?" tanya (namakamu) menghampiri Bagas yang sedang menaruh tas dan kunci mobil di sofa.
"gatau, gue mau ke atas dulu" jawabnya singkat.
"kakak..."
"Aca, ada temen kakak nih. Mau main sama Aca katanya" ucap (namakamu) memandang Aca yang membawa boneka unicorn berwarna putih peach
"ehh, ada Steffi, Iqbaal, Kiky, Bastian. Udah lama?" tanya papa (namakamu) memasuki ruang tengah
"ehmm, belum kok om, belum lama-lama banget, mungkin ada sekitar 10 menitan lah.." jawab Iqbaal santai, sembari membelai lembut rambut Aca.
"ohhalah, maaf ya tadi Acanya minta keluar, ya jadi harus om turut in."
"hahah.. iya om nggak apa-apa kok." ucap Steffi tersenyum manis.
"(namakamu) buatiin minum dong" ucap mama menghampiri (namakamu)
"iya ma.." (namakamu) beranjak pergi meninggalkan teman-temannya.
"gue bantuin yah.." ucap Iqbaal berdiri tepat dibelakang (namakamu)
"ehh? sejak kapan disini? yaudah nih bantuin bawa." (namakamu) menyodorkan 2 gelas beriisi squash kepada Iqbaal.
"haha, baru dateng kok.."
---
sudah dua jam lebih mereka bermain dengan Aca, hingga mereka ber-4 pamit untuk pulang.
"emhh. Pulang yuk, kasian kali Aca mau bobo.. lagian kan kita belum izin" ucap Bastian memencet mainan karet.
"iya yuk, pulang.." jawab Kiky.
"Aca, kita pulang dulu yaa. Kasian Aca mau bobo kan? tuh matanya Aca udah merah berarti Aca ngantuk" Iqbaal membelai lembut rambut Aca yang kini dalam pangkuannya
"kita pulang dulu ya ca.. bye Aca.. See you tommorow, see you again.. daaa" ucap Steffi dan yang lainnya berlalu seraya melambaikan tangannya.
"see you again kakak kakak" balas Aca berlari menuju kamarnya.
---
(namakamu) sedang berada diruang tengah, sedang asik dengan channel 'Thrill'
'TOK..TOK..TOK..'
(namakamu) beranjak dari duduknya, menghampiri pintu.
"iyaa.. tunggu" teriaknya dari dalam.
"sia..."
"ada Bagasnya?"
'Julian, omg cakep banget' gumamnya dalam hati.
"ehhmm, a-ada, tunggu sebentar, ehh masuk dulu deh sini duduk"
"iya makasih nunggu sini aja deh, (namakamu)" Julian, pria ini tersenyum manis pada (namakamu).
~
'CLEK'
pintu kamar Bagas terbuka, Bagas sedang asik dengan laptopnya.
"ada Julian dibawah." (namakamu) memasukin kamar Bagas.
"mau ngapain? kok ga ngasih kabar gue dulu?"
"mana gue tau, kan yang ada perlu dia bego, temuin sana.." (namakamu) pergi berlalu meninggalkan Bagas, sedangkan Bagas mengekornya dari belakang.
~
"(namakamu), bisa tolongin gue ga?" teriak Bagas dari ruang tamu.
"tolongin apaan?" (namakamu) menghampiri Bagas yang memintanya bantuan.
"tolongin gue, temenin Julian beli keperluan buat bikin tugas tata bog, karena gue ga ngerti, jadi lo aja yang nemenin Julian, ya?"
"terus lo diem disini? ga ngapa-ngapain? Ikut dong lo!" ucap (namakamu)
"gue? i-iya gue ikut lah.."
"yaudah yuk.."
-BERSAMBUNG-
Hargain L+C
Mau Bully ? silahkan. Kritik? boleh banget, jangan jadi pembaca gelap yaa ;) :*
asdasdasd
BalasHapusgaje goblok
BalasHapusGa suka ga usah baca:) simple kan? Fak!!
BalasHapus